Beredar isu yang mengklaim bahwa Paus Fransiskus dan dua pembantunya positif terjangkit virus korona (COVID-19). Mereka dikabarkan mendapat perawatan medis di dekat Santa Marta, hotel di Vatikan.
Isu ini pertama kali disebarkan oleh situs MCM News (mcmnt[dot]com) dengan judul “Vatican confirms Pope Francis and two aides test positive for Coronavirus” atau yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia: “Vatikan mengkonfirmasi Paus Francis dan dua pembantunya positif mengidap Coronavirus”
(GFD-2020-4800) [SALAH] “Paus Fransiskus dan dua pembantunya dinyatakan positif mengidap Coronavirus”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/03/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan fakta bahwa klaim “Vatikan mengkonfirmasi Paus Francis dan dua pembantunya positif mengidap Coronavirus” adalah klaim yang salah. Tidak ada satu pun informasi valid yang mengonfirmasi Paus terjangkit virus itu.
Pertama, MCM News adalah satu-satunya situs berita yang melaporkan Paus Fransiskus kena virus corona. Tidak ada kantor-kantor berita besar dan kredibel yang melaporkan demikian, termasuk Vaticannews.va yang memang khusus memberitakan informasi seputar Takhta Suci Vatikan. Pun sejauh ini tidak ada pernyataan Vatikan yang menyebut Paus positif virus corona.
Reuters, kantor berita Inggris, mengutip juru bicara Vatikan Matteo Bruni yang menyebut Paus hanya menderita sakit ringan. Bruni juga membantah berbagai spekulasi soal penyakit Paus, dia mengatakan “tidak ada bukti diagnosa apapun kecuali sakit ringan”.
Alasan kedua, MCM News diragukan keabsahannya sebagai situs berita terpercaya. Hal ini berdasarkan penelusuran Cindy Otis, yang 10 tahun menjadi analis militer di CIA, Amerika Serikat.
Penulis buku “True or False” ini melalui akun Twitternya mengatakan MCM News adalah situs tidak jelas alias abal-abal. Hal ini terlihat dari “About Us” di situs itu yang tidak menjelaskan siapa mereka dan susunan redaksinya. Padahal susunan redaksi adalah informasi yang wajib dicantumkan setiap kantor berita.
Akun sosial media MCM News, menurut Otis, tidak memiliki tautan berita yang tepat. Selain itu, MCM News juga hanya memiliki 30 berita di situs mereka, total. Penelusuran Otis juga menunjukkan domain MCM News didaftarkan pada 2016 di China. Informasi domain ini kemudian diubah pada 26 Februari lalu.
Berita MCM News tersebut telah dibagikan ribuan orang dan dikutip oleh berbagai media, yang kemudian meralatnya setelah tahu hoaks. Termasuk salah satunya adalah Tempo.co yang mencabut artikelnya dengan menulis ralat sebagai berikut:
“CATATAN KOREKSI: Artikel sebelumnya dicabut pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 jam 7.30 karena sumber tidak kredibel. Dengan demikian kesalahan telah diperbaiki. Redaksi mohon maaf.”
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tahta Suci Vatikan mengklarifikasi kabar yang menyebut pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, terinfeksi atau mengidap virus korona (COVID-19). Menurut KBRI, tidak ada satu pun informasi valid yang mengonfirmasi Paus terjangkit virus itu.
“Dari pantauan kami sampai Sabtu (29/2/2020) malam, baik melalui berita resmi dari Vatikan, Italia, dan kontak pribadi dengan pejabat Vatikan, tidak satu pun menyatakan Paus Fransiskus terinfeksi virus corona,” kata Dubes RI untuk Vatikan, Agus Sriyono, dalam pesan singkatnya kepada iNews.id, Rabu (1/3/2020).
Dia menuturkan, Paus hanya mengidap sakit ringan. “Mereka (para pejabat Vatikan) menyatakan ‘The Pope has a mild indisposition’ (Paus hanya sakit ringan atau tidak enak badan). Kami terus memonitor perkembangan kesehatan Paus Fransiskus. Terima kasih,” ucapnya.
Pertama, MCM News adalah satu-satunya situs berita yang melaporkan Paus Fransiskus kena virus corona. Tidak ada kantor-kantor berita besar dan kredibel yang melaporkan demikian, termasuk Vaticannews.va yang memang khusus memberitakan informasi seputar Takhta Suci Vatikan. Pun sejauh ini tidak ada pernyataan Vatikan yang menyebut Paus positif virus corona.
Reuters, kantor berita Inggris, mengutip juru bicara Vatikan Matteo Bruni yang menyebut Paus hanya menderita sakit ringan. Bruni juga membantah berbagai spekulasi soal penyakit Paus, dia mengatakan “tidak ada bukti diagnosa apapun kecuali sakit ringan”.
Alasan kedua, MCM News diragukan keabsahannya sebagai situs berita terpercaya. Hal ini berdasarkan penelusuran Cindy Otis, yang 10 tahun menjadi analis militer di CIA, Amerika Serikat.
Penulis buku “True or False” ini melalui akun Twitternya mengatakan MCM News adalah situs tidak jelas alias abal-abal. Hal ini terlihat dari “About Us” di situs itu yang tidak menjelaskan siapa mereka dan susunan redaksinya. Padahal susunan redaksi adalah informasi yang wajib dicantumkan setiap kantor berita.
Akun sosial media MCM News, menurut Otis, tidak memiliki tautan berita yang tepat. Selain itu, MCM News juga hanya memiliki 30 berita di situs mereka, total. Penelusuran Otis juga menunjukkan domain MCM News didaftarkan pada 2016 di China. Informasi domain ini kemudian diubah pada 26 Februari lalu.
Berita MCM News tersebut telah dibagikan ribuan orang dan dikutip oleh berbagai media, yang kemudian meralatnya setelah tahu hoaks. Termasuk salah satunya adalah Tempo.co yang mencabut artikelnya dengan menulis ralat sebagai berikut:
“CATATAN KOREKSI: Artikel sebelumnya dicabut pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2020 jam 7.30 karena sumber tidak kredibel. Dengan demikian kesalahan telah diperbaiki. Redaksi mohon maaf.”
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tahta Suci Vatikan mengklarifikasi kabar yang menyebut pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, terinfeksi atau mengidap virus korona (COVID-19). Menurut KBRI, tidak ada satu pun informasi valid yang mengonfirmasi Paus terjangkit virus itu.
“Dari pantauan kami sampai Sabtu (29/2/2020) malam, baik melalui berita resmi dari Vatikan, Italia, dan kontak pribadi dengan pejabat Vatikan, tidak satu pun menyatakan Paus Fransiskus terinfeksi virus corona,” kata Dubes RI untuk Vatikan, Agus Sriyono, dalam pesan singkatnya kepada iNews.id, Rabu (1/3/2020).
Dia menuturkan, Paus hanya mengidap sakit ringan. “Mereka (para pejabat Vatikan) menyatakan ‘The Pope has a mild indisposition’ (Paus hanya sakit ringan atau tidak enak badan). Kami terus memonitor perkembangan kesehatan Paus Fransiskus. Terima kasih,” ucapnya.
Kesimpulan
Tidak ada satu pun informasi valid yang mengonfirmasi Paus Fransiskus terjangkit virus corona. Juru bicara Vatikan, Matteo Bruni menyebut Paus hanya menderita sakit ringan. Situs mcmnt[dot]com yang pertama kali memuat klaim itu juga diragukan keabsahannya sebagai situs berita terpercaya.
Rujukan
- https://kumparan.com/kumparannews/hoaxbuster-paus-fransiskus-tidak-positif-virus-corona-1swJ5lVhAFz
- https://twitter.com/CindyOtis_/status/1233771696462684161
- https://dunia.tempo.co/read/1313925/kasus-virus-corona-italia-lewati-1-000-29-meninggal/full&view=ok
- https://www.inews.id/news/internasional/kabar-paus-fransiskus-terinfeksi-korona-begini-penjelasan-kbri-vatikan
- https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200301083325-134-479435/italia-terjangkit-wabah-paus-fransiskus-disebut-sakit-ringan
- https://news.detik.com/internasional/d-4920435/paus-fransiskus-dilaporkan-sakit-ringan-sejumlah-jadwal-dibatalkan
(GFD-2020-4797) [SALAH] “Jackie Chan Dikabarkan Dikarantina Karena Terinfeksi Corona”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/02/2020
Berita
Beredar isu tentang aktor laga Jackie Chan dikarantina karena virus Corona baru, Covid-2019 di media sosial.
Salah satu akun yang menyebarkan adalah akun Movie Community (fb.com/mocmty) yang mengunggah foto Jackie Chan dengan narasi sebagai berikut :
“Jackie Chan Dikabarkan Dikarantina Karena Terinfeksi Corona
Kabar kurang sedap datang dari salah satu aktor kenamaan asal Hong Kong, Jackie Chan. Aktor laga legendaris ini dikabarkan dikarantina karena terinfeksi virus corona.
Sejumlah media Hongkong dan Tiongkok menyebutkan bahwa aktor 65 tahun tersebut terjangkit virus corona karena ikut dalam sebuah pesta pribadi dengan beberapa anggota polisi, di mana beberapa di antaranya telah terindikasi mengidap virus mematikan tersebut.
Dilansir Today Online pada Selasa (25/2), disebutkan bahwa seminggu yang lalu Jackie Chan bertemu dengan Eric Tsang, Alan Tam, dan Alex Fong. Disebutkan pula bahwa aktor laga ini tak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona saat perayaan itu berlangsung.
Kepolisian Hong Kong mengonfirmasi bahwa 59 petugas ditempatkan di bawah karantina. Mereka dikarantina setelah menghadiri pesta pensiun seorang rekan perwira polisi berusia 48 tahun yang kemudian dinyatakan positif terkena virus corona.
Rumor kemudian segera mulai menyebar di media sosial setempat bahwa Jackie Chan dan beberapa rekan artisnya berada di pesta yang sama. Hal tersebut berarti kemungkinan besar ditempatkan di bawah karantina juga.
Namun, beberapa pihak dengan cepat menyatakannya sebagai berita palsu. Mereka mengatakan sang aktor tak pernah menghadiri pesta yang digelar oleh polisi yang terinfeksi corona tersebut.
“Jackie Chan dan Komisaris Polisi tidak berada di pertemuan yang sama, ini pertemuan yang berbeda,” tutur salah satu sumber.
Perlu dicatat bahwa berita ini hanya rumor dan belum dikonfirmasi dengan pihak terkait baik dari pemerintah Hongkong ataupun dari pihak Jackie Chan sendiri. Di sisi lain, sebelumnya Jackie Chan dikabarkan menawarkan sejumlah uang yang cukup besar, yakni USD 140 ribu (atau sekitar Rp2 miliar) bagi siapapun yang bisa menemukan atau mengatasi penyebaran virus corona.
source wowkeren”
Salah satu akun yang menyebarkan adalah akun Movie Community (fb.com/mocmty) yang mengunggah foto Jackie Chan dengan narasi sebagai berikut :
“Jackie Chan Dikabarkan Dikarantina Karena Terinfeksi Corona
Kabar kurang sedap datang dari salah satu aktor kenamaan asal Hong Kong, Jackie Chan. Aktor laga legendaris ini dikabarkan dikarantina karena terinfeksi virus corona.
Sejumlah media Hongkong dan Tiongkok menyebutkan bahwa aktor 65 tahun tersebut terjangkit virus corona karena ikut dalam sebuah pesta pribadi dengan beberapa anggota polisi, di mana beberapa di antaranya telah terindikasi mengidap virus mematikan tersebut.
Dilansir Today Online pada Selasa (25/2), disebutkan bahwa seminggu yang lalu Jackie Chan bertemu dengan Eric Tsang, Alan Tam, dan Alex Fong. Disebutkan pula bahwa aktor laga ini tak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona saat perayaan itu berlangsung.
Kepolisian Hong Kong mengonfirmasi bahwa 59 petugas ditempatkan di bawah karantina. Mereka dikarantina setelah menghadiri pesta pensiun seorang rekan perwira polisi berusia 48 tahun yang kemudian dinyatakan positif terkena virus corona.
Rumor kemudian segera mulai menyebar di media sosial setempat bahwa Jackie Chan dan beberapa rekan artisnya berada di pesta yang sama. Hal tersebut berarti kemungkinan besar ditempatkan di bawah karantina juga.
Namun, beberapa pihak dengan cepat menyatakannya sebagai berita palsu. Mereka mengatakan sang aktor tak pernah menghadiri pesta yang digelar oleh polisi yang terinfeksi corona tersebut.
“Jackie Chan dan Komisaris Polisi tidak berada di pertemuan yang sama, ini pertemuan yang berbeda,” tutur salah satu sumber.
Perlu dicatat bahwa berita ini hanya rumor dan belum dikonfirmasi dengan pihak terkait baik dari pemerintah Hongkong ataupun dari pihak Jackie Chan sendiri. Di sisi lain, sebelumnya Jackie Chan dikabarkan menawarkan sejumlah uang yang cukup besar, yakni USD 140 ribu (atau sekitar Rp2 miliar) bagi siapapun yang bisa menemukan atau mengatasi penyebaran virus corona.
source wowkeren”
Hasil Cek Fakta
Menurut arsip berita Tempo pada 27 Februari 2020, kabar bahwa Jackie Chan dikarantina karena virus Corona bermula ketika muncul sebuah video yang memperlihatkan aktor laga itu tengah berpesta bersama petugas kepolisian Hong Kong beberapa waktu yang lalu.
Pada 21 Februari 2020, muncul pemberitaan bahwa Kepolisian Hong Kong telah mengkonfirmasi sebanyak 59 petugas harus dikarantina setelah menghadiri sebuah pesta pensiun. Dalam pesta itu, ada seorang polisi berusia 48 tahun yang dinyatakan positif terkena virus Corona. Selain itu, istri dan ibu mertua polisi tersebut serta empat polisi lainnya menunjukkan gejala penyakit tersebut.
Informasi ini pun memantik pendapat di media sosial bahwa Jackie Chan kemungkinan juga menjalani karantina karena berada di tempat yang sama. Namun, ada pula warganet yang mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. “Jackie Chan dan komisaris polisi itu tidak berada di pertemuan yang sama. Ini pertemuan yang berbeda.”
Setelah diselidiki lebih lanjut, pesta tersebut nyatanya terjadi di dua tempat yang berbeda. Polisi yang terinfeksi virus Corona berada di restoran seafood dan angsa panggang di Distrik Barat Hong Kong. Sementara Jackie Chan berada di Yau Yat Chuen Garden City Club di Kowloon. Di Google Maps, kedua lokasi itu berjarak sekitar 30 menit. Selain Tempo, informasi tersebut juga dimuat di situs Detik.com pada 25 Februari 2020.
Lewat akun Instagram-nya, Jackie Chan pun menanggapi rumor tersebut. Dalam unggahannya pada 27 Februari 2020, Jackie Chan menulis dalam bahasa Inggris yang terjemahannya adalah sebagai berikut: “Terima kasih atas perhatian kalian semua! Saya aman dan sehat, dan sangat sehat. Jangan khawatir, saya tidak dalam karantina. Saya berharap semua orang tetap aman dan sehat juga!”
Pada 21 Februari 2020, muncul pemberitaan bahwa Kepolisian Hong Kong telah mengkonfirmasi sebanyak 59 petugas harus dikarantina setelah menghadiri sebuah pesta pensiun. Dalam pesta itu, ada seorang polisi berusia 48 tahun yang dinyatakan positif terkena virus Corona. Selain itu, istri dan ibu mertua polisi tersebut serta empat polisi lainnya menunjukkan gejala penyakit tersebut.
Informasi ini pun memantik pendapat di media sosial bahwa Jackie Chan kemungkinan juga menjalani karantina karena berada di tempat yang sama. Namun, ada pula warganet yang mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. “Jackie Chan dan komisaris polisi itu tidak berada di pertemuan yang sama. Ini pertemuan yang berbeda.”
Setelah diselidiki lebih lanjut, pesta tersebut nyatanya terjadi di dua tempat yang berbeda. Polisi yang terinfeksi virus Corona berada di restoran seafood dan angsa panggang di Distrik Barat Hong Kong. Sementara Jackie Chan berada di Yau Yat Chuen Garden City Club di Kowloon. Di Google Maps, kedua lokasi itu berjarak sekitar 30 menit. Selain Tempo, informasi tersebut juga dimuat di situs Detik.com pada 25 Februari 2020.
Lewat akun Instagram-nya, Jackie Chan pun menanggapi rumor tersebut. Dalam unggahannya pada 27 Februari 2020, Jackie Chan menulis dalam bahasa Inggris yang terjemahannya adalah sebagai berikut: “Terima kasih atas perhatian kalian semua! Saya aman dan sehat, dan sangat sehat. Jangan khawatir, saya tidak dalam karantina. Saya berharap semua orang tetap aman dan sehat juga!”
Kesimpulan
Jackie Chan telah menyatakan bahwa ia tidak dikarantina. Jackie Chan pun berada di pesta yang berbeda dengan seorang polisi Hong Kong yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/643/fakta-atau-hoaks-benarkah-jackie-chan-dikarantina-karena-virus-corona
- https://seleb.tempo.co/read/1312881/jackie-chan-dikabarkan-dikarantina-karena-terinfeksi-virus-corona
- https://hot.detik.com/celeb/d-4913521/awal-mula-rumor-jackie-chan-dikarantina-karena-virus-corona
- https://www.instagram.com/p/B9EUcdplVsc/
(GFD-2020-4799) [SALAH] “Info kemkes 6 kota zona kuning corona”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 29/02/2020
Berita
“Info kemkes 6 kota zona kuning corona: Medan, Batam, Jkt, Sby, Bali dan Manado.
Sediakan masker di rumah dan hand sanitizer. Usahakan jangan dl ke tempat umum dan travelling”.
Sediakan masker di rumah dan hand sanitizer. Usahakan jangan dl ke tempat umum dan travelling”.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan pesan palsu, berdasarkan klarifikasi dari yang terkait TIDAK ADA himbauan dari Kemenkes.
kumparan: “pesan itu dibantah oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono.
“Kemenkes tidak pernah mengeluarkan zonasi kewaspadaan dan atau kedaruratan karena Covid-19,” kata Anung saat dihubungi, Jumat (28/2).
Anung juga memastikan pihaknya juga tidak mengeluarkan imbauan khusus terhadap enam kota seperti yang tertulis dalam pesan berantai tersebut. Pihaknya mengeluarkan imbauan yang sama untuk seluruh wilayah di Indonesia.
“Seluruh kota/kabupaten di Indonesia yang harus waspada,” ucap dia.”
Medanbisnisdaily.com: “Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah membantah keras bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Ia menyebutkan, Kemenkes maupun Dinas Kesehatan Sumut, sama sekali tidak ada mengeluarkan pernyataan jika 6 kota tersebut (termasuk Medan) sebagai zona kuning COVID-19.
“Dipastikan berita bohong,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).
Sementara itu, anggota Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Restuti Hidayani Saragih, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H.(Kes) juga mengatakan bahwa sampai saat ini Kemenkes RI tidak ada mengeluarkan peringatan terkait adanya zona kuning atau warna apapun di Indonesia terkait COVID-19.
Karenanya ia meminta kepada semua pihak agar membantu melawan hoax dan menyebarluaskan informasi yang benar. “Bersama kita bisa, lawan hoax, tetap siap siaga menghadapi COVID-19,” sebutnya.”
OKEZONE.COM: “Anung pun mengimbau agar masyarakat mengikuti pemberitahuan yang dilakukan oleh Kementerian kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat. Terutama yang berkaitan dengan kejadian COVID- 19 ini.
Dia juga menegaskan, masyarakat harus pintar saat mendapatkan informasi apapun terkait COVID-19. Apabila ragu, Anda dapat konfirmasi ke hotline Kementerian Kesehatan atau otoritas kesehatan setempat.
“Jadilah orang pintar, mencerna pemberitaan. Selanjutnya hati-hati dalam membagi pemberitaan atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tuturnya.”
detikNews.com: “Alwi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan pesan tersebut. Dia meminta masyarakat mengecek terlebih dulu kebenaran sebuah berita sebelum ikut menyebarkannya.
“Kalau ada berita, jangan panik, tidak buru-buru di-share sebelum dicek kebenarannya, cari info yang benar dari saluran yang tepat, check and recheck,” jelas Alwi.”
kumparan: “pesan itu dibantah oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono.
“Kemenkes tidak pernah mengeluarkan zonasi kewaspadaan dan atau kedaruratan karena Covid-19,” kata Anung saat dihubungi, Jumat (28/2).
Anung juga memastikan pihaknya juga tidak mengeluarkan imbauan khusus terhadap enam kota seperti yang tertulis dalam pesan berantai tersebut. Pihaknya mengeluarkan imbauan yang sama untuk seluruh wilayah di Indonesia.
“Seluruh kota/kabupaten di Indonesia yang harus waspada,” ucap dia.”
Medanbisnisdaily.com: “Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah membantah keras bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Ia menyebutkan, Kemenkes maupun Dinas Kesehatan Sumut, sama sekali tidak ada mengeluarkan pernyataan jika 6 kota tersebut (termasuk Medan) sebagai zona kuning COVID-19.
“Dipastikan berita bohong,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).
Sementara itu, anggota Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Restuti Hidayani Saragih, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H.(Kes) juga mengatakan bahwa sampai saat ini Kemenkes RI tidak ada mengeluarkan peringatan terkait adanya zona kuning atau warna apapun di Indonesia terkait COVID-19.
Karenanya ia meminta kepada semua pihak agar membantu melawan hoax dan menyebarluaskan informasi yang benar. “Bersama kita bisa, lawan hoax, tetap siap siaga menghadapi COVID-19,” sebutnya.”
OKEZONE.COM: “Anung pun mengimbau agar masyarakat mengikuti pemberitahuan yang dilakukan oleh Kementerian kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat. Terutama yang berkaitan dengan kejadian COVID- 19 ini.
Dia juga menegaskan, masyarakat harus pintar saat mendapatkan informasi apapun terkait COVID-19. Apabila ragu, Anda dapat konfirmasi ke hotline Kementerian Kesehatan atau otoritas kesehatan setempat.
“Jadilah orang pintar, mencerna pemberitaan. Selanjutnya hati-hati dalam membagi pemberitaan atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tuturnya.”
detikNews.com: “Alwi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan pesan tersebut. Dia meminta masyarakat mengecek terlebih dulu kebenaran sebuah berita sebelum ikut menyebarkannya.
“Kalau ada berita, jangan panik, tidak buru-buru di-share sebelum dicek kebenarannya, cari info yang benar dari saluran yang tepat, check and recheck,” jelas Alwi.”
Kesimpulan
Kemenkes TIDAK PERNAH mengeluarkan himbauan seperti yang diedarkan di pesan berantai WhatsApp, masyarakat dihimbau untuk pintar dan hati-hati dalam mencerna dan membagikan informasi.
Rujukan
(GFD-2020-3622) [SALAH] Video “karyawan yang sedang menyortir atau memasukkan masker tiga ply dengan merek solida”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 28/02/2020
Berita
Pihak Solida membantah bahwa apa yang terlihat pada video itu merupakan produksi dan pengemasan masker Solida. Faktanya, produksi masker Solida dilakukan di pabrik yang berstandar dan tanpa sentuhan tangan manusia.
Akun Siti Budiman (fb.com/siti.budiman.792) mengunggah foto dan video dengan narasi “Peringatan semua orang masker solida jangan dibeli bekas orang pakai”
Pada foto, tampak kotak produk Face Mask dengan merk Solida. Sementara video memperlihatkan pengemasan masker. Video berdurasi selama 1 menit 23 detik itu direkam oleh seseorang pria. Pria itu juga terdengar berbicara ketika video sedang berlangsung.
Secara lengkap, berikut transkrip dari suara yang terdengar dari video tersebut:
“Rabu, 19 Februari 2020. Waktu menunjukkan jam 12.30 WIB. Ini untuk orderan Ibu Mariana melalui mediator bapak dengan Bapak Yanto di Jakarta. Jadi kalau misalnya ini, posisi-posisi ini di gudang atau di pabriknya. Ini karyawan-karyawan yang sedang sortir atau memasukkan masker 3 ply dengan merek Solida. Ini barangnya asli. 3 ply bukan 2 ply. Jadi kalau mau booking atau order dipersilakan melalui mediator bapak Yanto dipersilakan. Ini bukan barang gaib ya. Barang-barang nyata bukan barang gaib”.
Akun Siti Budiman (fb.com/siti.budiman.792) mengunggah foto dan video dengan narasi “Peringatan semua orang masker solida jangan dibeli bekas orang pakai”
Pada foto, tampak kotak produk Face Mask dengan merk Solida. Sementara video memperlihatkan pengemasan masker. Video berdurasi selama 1 menit 23 detik itu direkam oleh seseorang pria. Pria itu juga terdengar berbicara ketika video sedang berlangsung.
Secara lengkap, berikut transkrip dari suara yang terdengar dari video tersebut:
“Rabu, 19 Februari 2020. Waktu menunjukkan jam 12.30 WIB. Ini untuk orderan Ibu Mariana melalui mediator bapak dengan Bapak Yanto di Jakarta. Jadi kalau misalnya ini, posisi-posisi ini di gudang atau di pabriknya. Ini karyawan-karyawan yang sedang sortir atau memasukkan masker 3 ply dengan merek Solida. Ini barangnya asli. 3 ply bukan 2 ply. Jadi kalau mau booking atau order dipersilakan melalui mediator bapak Yanto dipersilakan. Ini bukan barang gaib ya. Barang-barang nyata bukan barang gaib”.
Hasil Cek Fakta
Pihak Solida membantah bahwa apa yang terlihat pada video itu merupakan produksi dan pengemasan masker Solida. Faktanya, produksi masker Solida dilakukan di pabrik yang berstandar dan tanpa sentuhan tangan manusia.
Tim CekFakta Medcom.id menghubungi Yosephine Anita selaku Humas Produsen Solida terkait video viral tersebut.Yosephine mengatakan, proses produksi masker Solida oleh pabrik di Bantul, Yogyakarta ini, telah memiliki sertifikasi Produksi Alat Kesehatan, CPAKB, memiliki NIE-AKD dari Kemenkes RI dan telah melakukan ekspor selama bertahun-tahun.
Berikut secara lengkap klarifikasi dari pihak Solida:
“Bersama ini kami menyatakan bahwa video viral produksi masker rumahan yang tidak berstandar, namun potongan masker SOLIDA yang diexpose di media sosial tersebut, adalah bukan produksi resmi masker SOLIDA.
Kami sangat menyayangkan video tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, karena produksi masker SOLIDA oleh pabrik di Bantul, Yogyakarta ini telah meliliki Sertifikasi Produksi Alat Kesehatan, CPAKB, memiliki NIE-AKD dari Kemenkes RI dan telah melakukan ekspor selama bertahun-tahun. Maka tidak mungkin masker SOLIDA diproduksi seperti yang terlihat pada video tersebut.
Oleh karena itu, SOLIDA telah melakukan klarifikasi melalui story Instagram akun @solida.proteksi dengan menunjukkan kondisi pabrik SOLIDA yang sebenarnya saat proses produksi.
Maka kami mengharapkan agar video viral tersebut tidak disebarluaskan agar tidak merugikan brand kami, dan tidak membuat panik masyarakat.
Terima kasih,
SOLIDA”.
Bantahan resmi juga disampaikan melalui akun media sosial Solida, @solida.proteksi
Melalui unggahan tersebut, Solida juga memberikan klarifikasi:
“PABRIK MASKER SOLIDA YANG SEBENARNYA Video ini merupakan pabrik resmi masker SOLIDA yang berlokasi di Yogyakarta. Sangat berbeda dengan video viral yang beredar di media sosial belakangan ini. . cc : @kemenkes_ri@kemendag fyi : @lambe_turah@undercover.id @ndorobeii#maskersolida” tulis postingan akun Solida Proteksi
Tim CekFakta Medcom.id menghubungi Yosephine Anita selaku Humas Produsen Solida terkait video viral tersebut.Yosephine mengatakan, proses produksi masker Solida oleh pabrik di Bantul, Yogyakarta ini, telah memiliki sertifikasi Produksi Alat Kesehatan, CPAKB, memiliki NIE-AKD dari Kemenkes RI dan telah melakukan ekspor selama bertahun-tahun.
Berikut secara lengkap klarifikasi dari pihak Solida:
“Bersama ini kami menyatakan bahwa video viral produksi masker rumahan yang tidak berstandar, namun potongan masker SOLIDA yang diexpose di media sosial tersebut, adalah bukan produksi resmi masker SOLIDA.
Kami sangat menyayangkan video tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, karena produksi masker SOLIDA oleh pabrik di Bantul, Yogyakarta ini telah meliliki Sertifikasi Produksi Alat Kesehatan, CPAKB, memiliki NIE-AKD dari Kemenkes RI dan telah melakukan ekspor selama bertahun-tahun. Maka tidak mungkin masker SOLIDA diproduksi seperti yang terlihat pada video tersebut.
Oleh karena itu, SOLIDA telah melakukan klarifikasi melalui story Instagram akun @solida.proteksi dengan menunjukkan kondisi pabrik SOLIDA yang sebenarnya saat proses produksi.
Maka kami mengharapkan agar video viral tersebut tidak disebarluaskan agar tidak merugikan brand kami, dan tidak membuat panik masyarakat.
Terima kasih,
SOLIDA”.
Bantahan resmi juga disampaikan melalui akun media sosial Solida, @solida.proteksi
Melalui unggahan tersebut, Solida juga memberikan klarifikasi:
“PABRIK MASKER SOLIDA YANG SEBENARNYA Video ini merupakan pabrik resmi masker SOLIDA yang berlokasi di Yogyakarta. Sangat berbeda dengan video viral yang beredar di media sosial belakangan ini. . cc : @kemenkes_ri@kemendag fyi : @lambe_turah@undercover.id @ndorobeii#maskersolida” tulis postingan akun Solida Proteksi
Rujukan
Halaman: 7720/8135




