• (GFD-2020-3629) [SALAH] Foto Muslim New Delhi Yang Dibantai Akibat UU Kewarganegaraan India

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 03/03/2020

    Berita

    BUKAN korban pembantaian. Foto gerakan protes mengenakan kain kafan, oleh para penentang UU Kewarganegaraan India di Aurangabad.

    =====

    NARASI:

    Innaalilaahi wa’inaailaihi rooji’uun …????

    Akibat Pengesahan Undang² anti Muslim di India,
    saudara² muslim kita di Mesjid di Delhi dibantai oleh ekstrimis Hindu, disiram air keras, diperkosa, Al Qur’an serta Mesjidnya dibakar, HAM dimana…?? Ketika Muslim terbunuh semua diam, Muslim yang paling banyak diteror tapi label terörist diberikan kepada Muslim..!!

    Allahul Musta’an ????

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN: Akun Facebook @ItaMuraya membagikan dua buah foto yang menunjukkan sejumlah pria tengah terbaring dan diblut dengan kain kafan. Foto tersebut diunggah oleh akun @ItaMuraya sejak Kamis, 27 Februari 2020 dan telah dibagikan sebanyak 802 pengguna Facebook lainnya.

    Unggahan @ItaMuraya sendiri beredar di tengah meletusnya bentrokan antara kelompok pro dan kontra terkait dengan pemberlakuan amandemen Citizenship Amendment Act (CAA) atau Undang-Undang Kewarganegaraan India oleh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pada 12 Desember 2019 lalu.

    Berdasarkan dari hasil penelusuran yang dilakukan, melalui Google Reverse Image, dua foto serupa berhasil ditemukan namun dengan narasi yang berbeda. Salah satu akun yang mnegunggah foto serupa adalah akun milik seorang politikus Peace Party India @MohammadIrfan. Akun @MohammadIrfan membagikan foto tersebut pada 24 Februari 2020. Dengan narasi berbahasa Hindi yang apabila diterjemahkan kedalam bahas Indonesia yang berarti “Gerakan unik dengan masuk ke dalam kain kafan di Aurangabad”.

    Narasi yang diberikan oleh akun @MohammadIrfan sendiri dilengkapi dengan tagar #Reject_CAA_NRC_NPR, adalah tagar popular yang digunakan oleh kelompok yang menentang UU Kewarganegaraan India. Narasi serupa juga dibagikan oleh akun Twitter, salah satunya adalah akun @tabishkhanss. Dalam unggahannya akun @tabishkhanss juga memberikan narasi yang sama yakni “Gerakan unuk dengan mengenakan kafan di Aurangabad” beserta tagar #Reject_CAA_NRC_NPR.

    Aurangabad sendiri merupakan sebuah kota di India yang terletak di sisi barat tepatnya di negara bagian Maharashtra. Sejak Desember 2019, warga Aurangabad sendiri kerap melakukan protes terhadap UU Kewarganegaraan India. Melansir dari Indiatimes.com, Gerakan tersebut dipelopori oleh India Majlis E Ittehadul Muslimeen (MIM) yang menolak UU Kewarganegaraan India karena dianggap mendiskirminasi kaum muslim.

    Berdasarkan dari hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan, unggahan akun Facebook @ItaMuraya mengarah kepada narasi yang menyesatkan atau mengacu kepada Missleading Content. Pasalnya kedua foto tersebut bukanlah foto kaum muslim di New Delhi yang menjadi korban pembantaian oleh ekstremis Hindu, melainkan foto gerakan protes dengan mengenakan kain kafan oleh para penentang UU Kewarganegaraan India di Aurangabad pada 24 Februari 2020.

    ===

    Rujukan

  • (GFD-2020-4801) [SALAH] Pesan Berantai WhatsApp Tiga Warga Yogyakarta Terjangkit Virus Corona

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 03/03/2020

    Berita

    Barusan pak bojo crita, kl td ketemuan sama dinas kesehatan, di yogya sdh ada 3 org yg terinfeksi virus covid 19, anak ugm, asli bali. Total di indonesia sampe siang td sdh ada 16 org.

    Jd berhati2 nih besok naik kereta, dikeramean dan mesti pegang gagang2 pintu, konon katanya bs tertular dr logam ya… kudu siap2 sanitazer ato apa yg ampuh ya?

    Hasil Cek Fakta

    Melalui pesan berantai Whatsapp, beredar sebuah narasi dengan klaim bahwa Dinas Kesehatan Yogyakarta menemukan tiga pasien terinfeksi virus corona. Dalam narasi tersebut, pembuat pesan menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati apabila hendak bepergian menggunakan kereta api.

    Guna melusurkan informasi yang beredar luas di masyarakat, Dinas Kesehatan Yogyarta pun angkat bicara. Melansir dari suara.com, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DI Yogyakarta, Pembayun Setyaning Astutie menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

    “Maaf itu hoaks. Mungkin penyebar hoaks ini meminta perhatian kepada orang namun caranya yang tidak pas,” jelas Pembayun.

    Meski informasi tersebut adalah hoaks, Pembayun menghimbau masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan diri dan mencegah virus tersebut.

    “Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Yang utama adalah cuci tangan pakai sabun dan batuk yang beretika dengan menutup dengan kain atau sapu tangan,” jelasnya.

    Kesimpulan

    Kembali beredar melalui pesan berantai Whatsapp, sebuah pesan dengan klaim narasi bahwa Dinas Kesehatan Yogyakarta menemukan tiga orang terinfeksi virus corona. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Yogyakarta angkat bicara dan menyatakan bahwa pesan tersebut tidak benar alias hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3625) [SALAH] Video 280 Jemaah Umrah Tertahan di Pesawat dan 18 Di Antaranya Positif Terinfeksi Virus Corona

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 02/03/2020

    Berita

    Beredar di media sosial video yang diklaim sebagai kondisi jemaah umrah asal Palembang dan Makasar yang berjumlah 280 tertahan di pesawat lantaran 18 di antaranya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Dalam video itu terlihat sejumlah orang menggunakan masker dan pakaian steril. Berikut kutipan narasinya:

    Ada 280 jamaah Umroh dari palembang dan makassar disini .. semua pada nangis.

    18 jamaah indonesia di nyatakan positif terinfeksi virus corona . sekarang mereka semua 1 pesawat tidak diijinkan masuk saudi harus dibawa pulang ke INDONESIA.

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa pihak Pemerintah Indonesia sudah memberikan bantahan akan kabar tersebut. Bantahan pertama berasal dari Eko Hartono selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Kerajaan Arab Saudi. Ia menegaskan, kabar tersebut tidak benar. “Jadi berita itu tidak benar. Tidak ada jemaah umrah yang tertahan karena dianggap terinfeksi Covid 19 dan kemudian dipulangkan,” ujar Eko.

    Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pihaknya telah memantau sejak 27 Februari 2020 dan jemaah Indonesia lancar dalam menjalankan umrah. "Kita pantau terus di lapagan sejak tanggal 27 Februari dan jemaah Indonesia lancar jalankan umrah kok" terangnya.

    Eko juga menjelaskan tidak ada jemaah yang sudah sampai di Arab Saudi yang dipulangkan. “Yang ada adalah bahwa mereka yang masih transit di negara lain terpaksa pulang ke Indonesia. Serta yang belum terbang dan masih di Indonesia, tidak jadi berangkat,” kata Eko.

    Bantahan kedua dikemukakan oleh Plt Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah. Ia memastikan bahwa kabar tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks. “Hoaks mas," kata Teuku kepada merdeka.com (28/2).

    Lalu, bantahan selanjutnya dikemukakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto. Ia menegaskan bahwa kabar yang beredar tersebut tidak benar. Pria yang akrab disapa Yuri ini mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkannya. "Itu hoaks jangan disebarkan lagi," katanya.

    Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Arfi Hatim pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong alias hoaks. “Hoaks itu hoaks,” tegas Arfi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim video yang tersebar di media sosial tersebut tidak benar. Oleh sebab itu, konten video beserta klaimnya masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3626) [SALAH] “Pantesan si tuan narendra modi makanannya kayak gini”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 02/03/2020

    Berita

    Beredar foto Perdana Menteri India, Narendra Modi, tengah memakan kotoran hewan. Dalam narasi disebutkan kotoran tersebut merupakan kotoran sapi. Berikut kutipan narasinya:

    "Pantesan si tuan narendra modi makanannya kayak gini, pantaslah otaknya sapi"

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa foto tersebut merupakan foto hasil suntingan. Sebab, foto aslinya didapatkan dari akun twitter milik Narendra Modi.

    Pada foto aslinya, Modi tengah memakan makanan khas India bernama Litti Chokha. Berikut kutipan postingan dari akun terverifikasi Modi di (@narendramodi):

    […] Had tasty Litti Chokha for lunch along with a hot cup of tea... #HunarHaat […]

    Foto aslinya diunggah oleh Modi pada 19 Februari 2020. Foto tersebut diambil saat Modi tengah menghadiri perayaan ‘Hunar Haat’ atau Festival Keberagaman India pada tanggal 19 Februari 2020.

    Perihal Litti Chokha, diketahui merupakan makanan sejenis roti yang dimakan dengan kuah khusus khas masakan India. Berikut kutipan penjelasan mengenai Litti Chokha:

    […] Litti, bersama dengan chokha, adalah makanan lengkap yang berasal dari anak benua India; dan populer di negara bagian India Bihar, Jharkhand, bagian dari Uttar Pradesh Timur serta negara bagian Madhesh di Nepal. Ini adalah bola adonan yang terbuat dari tepung gandum utuh dan diisi dengan sattu (tepung buncis panggang) dicampur dengan bumbu dan rempah-rempah dan kemudian dipanggang di atas batu bara atau kue kotoran sapi atau kayu kemudian dilemparkan dengan banyak ghee. [1] Meskipun sangat sering bingung dengan baati yang terkait erat, itu adalah hidangan yang sama sekali berbeda dalam hal rasa, tekstur dan persiapan. Ini bisa dimakan dengan yogurt, baigan bharta, alu bharta, dan papad. [2] Litti secara tradisional dipanggang di atas api kotoran sapi, [3] tetapi di zaman modern versi goreng baru telah dikembangkan. […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten foto yang tersebar tersebut terbukti hasil suntingan. Dengan demikian, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten Manipulasi.

    Rujukan