• (GFD-2018-231) Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menuding kondisi Indonesia memprihatinkan karena utang pemerintah mencapai USD 340 miliar.

    Sumber: tempo.co
    Tanggal publish: 07/07/2018

    Berita

    Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo, pada acara silaturahmi Partai Berkarya di Graha Granadi, Jakarta Selatan, pada Senin, 19 Februari 2018. Pernyataan itu dimuat di sini. Menurut Tommy, salah satu hal yang memprihatinkan di era pemerintahan Jokowi adalah membengkaknya utang negara. "Keadaan bangsa negara kita sangat memprihatinkan, seperti utang negara yang sudah sampai USD 340 miliar. Kalau ditanya kepada Presiden atau Menteri Keuangan kapan itu akan lunas, tidak ada yang tahu mengenai itu," katanya.

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran redaksi membuktikan bahwa klaim Tommy Soeharto tidak sepenuhnya benar. Data terbuka pemerintah dan berbagai pemberitaan memastikan jumlah utang Indonesia di era Presiden Joko Widodo memang naik dibandingkan era Presiden Soeharto.
    Pada 16 Januari 2018 lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia pada akhir November 2017 mencapai US$ 347,3 miliar. Jumlah utang terhitung naik sebesar 9,1 persen secara tahunan (year on year). Namun Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada triwulan IV/2017 masih terkendali. Rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan IV/2017 tercatat stabil di kisaran 34 persen. Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total utang juga relatif stabil di kisaran 13 persen. "Kedua rasio ULN tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara peers," demikian rilis bank sentral.

    Rujukan

  • (GFD-2018-233) [DISINFORMASI] "Simpan hp dibawah jok sepeda motor saat berdering langsung meledak"

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 07/07/2018

    Berita

    "Warning. Jangan simpan hp dibawah jok spd motor. Pada saat berdering langsung meledak. Ini terjadi di Purwosari jawa timur. Krn disana ada accu & tangki bensin

    Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa".

    Hasil Cek Fakta

    "Sepeda motor Honda CB 150 R beradu muka dengan Honda Vario, akibatnya kedua pengendara sama-sama meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua orang pemboncengnya, sama-sama mengalami luka berat.", selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2018-210) [KLARIFIKASI] Kantor Staf Kepresidenan Mengklarifikasi Bahwa Tidak Ada Dokumen Penting Negara yang Hilang Pada Kasus Pencurian Terhadap Stafnya

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/07/2018

    Hasil Cek Fakta

    Atas beredarnya isu adanya dokumen penting negara yang hilang saat terjadi pencurian terhadap Armedya Dewangga, Staf Ahli Muda Kedeputian III Bidang Kajian Pengelolaan dan Isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Kepresiden (KSP), pihak KSP pun memberikan klarifikasi. Dilansir dari cnnindonesia.com dan liputan6.com, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, mengungkapkan bahwa perampokan yang dialami oleh stafnya tak turut menghilangkan dokumen penting negara. Sebab, menurut Moeldoko, laptop yang raib dibawa pelaku tidak berisi dokumen rahasia negara. Moeldoko menjelaskan, dokumen-dokumen yang berada di dalam perangkat tersebut boleh diketahui publik. “Oh enggak. Bagi KSP, hampir semua pekerjaan-pekerjaan itu justru kami umumkan. Tidak ada yang dirahasiakan. Karena itulah sebuah data-data yang memang harus kita publish,” kata Moeldoko.

    Rujukan

  • (GFD-2018-211) Hoax Surat berkop OJK tentang tarik tunai hari ini Rp 277 miliar

    Sumber: kontan.co.id
    Tanggal publish: 06/07/2018

    Berita

    Sepucuk surat berkop Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah beredar di publik. Isinya lumayan menarik perhatian. Surat berjudul Surat Pemberitahuan itu ditandatangani oleh Wimboh Santoso yang di dalam surat disebut sebagai Ketua Dewan Komisaris OJK. Dalam hitungan kasar nilai seluruhnya setara kurang lebih Rp 277 miliar. "Jika kelak kembali masuk sistem perbankan, uang-uang tersebut akan kembali masuk ke tiga bank yakni BCA, Bank Mandiri dan BNI," tulis surat tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo kepada Kontan.co.id menyebut surat tersebut palsu alias hoaks. "Terhadap surat yang beredar surat yang seolah-olah dikeluarkan oleh OJK, dengan ini, kami tegaskan bahwa surat tersebut palsu," tegas Anto kepada Kontan.co.id, kemarin (10/6).

    Rujukan