• (GFD-2018-248) [DISINFORMASI] Penyebutan Adzan di Video Wawancara Oleh Penyelamat di Thailand | [DISINFORMATION] Mention of Adzan in Interview Video by a Rescuer in Thailand

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/07/2018

    Berita

    (1) "... Titik terang muncul ketika Amir Jama'ah (yg tampak di video) melaungkan adzan. Alhamdulillah akhirnya seluruh korban berhasil diselamatkan.
    Allahu Akbar! ...", | (2) "This Thai rescuer said he thank this muslim man because this man had perform 'Adzan'' and suddenly theres a light came from this man so he can see the safe place to the rescuers outside the cave..

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan beberapa cuitan respon warganet yang memahami bahasa lokal dan konfirmasi oleh rekan jaringan APAC Anti Hoax, tidak ada penyebutan mengenai Adzan oleh penyelamat di video tersebut. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI | Based on response tweets by netizens who understand the local language and confirmed by our APAC Anti Hoax partner, there were no mention regarding Adzan by the rescuer in the video. Check EXPLANATION and REFERENCE for more.

    Rujukan

  • (GFD-2018-249) [KLARIFIKASI] Video Viral Polisi Menendang Muka Ibu-Ibu

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/07/2018

    Berita

    Beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang oknum polisi menendang ibu paruh baya di minimarket Graha Loka Selindung Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, viral di media sosial.

    Informasi yang beredar menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi lantaran si ibu menjatuhkan HP milik anak AKBP Yusuf hingga pecah.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, ternyata ibu itu merupakan pelaku pencurian.

    AKBP Yusuf mengklarifikasi beredarnya video tersebut.

    Menurut AKBP Yusuf, awalnya dia sedang berada di rumah. Kemudian mendapat telepon dari toko pada pukul 19.00 wib. Dikatakan ada orang masuk toko dan pura-pura belanja.

    Jumlahnya sekitar 7 orang. Sebanyak 6 orang masuk toko dan 1 lagi menunggu di mobil. Tertangkap 3 orang yang terdiri dari dua ibu-ibu dan 1 anak berusia 14 tahun. Sedangkan 4 orang lainnya berhasil melarikan diri dengan menggunakan mobil Avanza.

    Dikatakannya, saat ditanya ibu itu mengaku tidak tahu semua. Mereka juga tidak memiliki identitas. Pun ketika ditanya tempat tinggal dijawab tidak tahu. Kemudian ditanya tentang 4 rekan yang kabur juga tidak tahu. Hal itulah yang membuat AKBP Yusuf emosi.
    Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigadir Jenderal (Pol) Syaiful Zachri langsung bersikap terhadap beredarnya video seorang oknum perwira polisi yang melakukan kekerasan terhadap seorang wanita terduga kasus pencurian. Perwira menengah berpangkat AKBP yang ada di video tersebut langsung dimutasi.

    Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen pol Syaiful Zachri langsung memutasikan AKBP MY pada Jum'at (13/7/2018).

    AKBP MY dimutasikan ke Pamen Yanma Polda Kepulauan Bangka Belitung. Sebelumnya AKBP MY menjabat Kasubdit Kilas Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung.

    "Hari ini sudah keluar TR Kapolda AKBP MY dimutasikan ke Yanma,"kata AKBP Abdul Mun'im Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung.

    Rujukan

  • (GFD-2018-250) Hoax Uang Rupiah Bertuliskan Partai Komunis Indonesia Dan Lambang Palu Arit Serta Gambar Senapan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/07/2018

    Berita

    Pembuat dan penyebar video ini mengklaim ada tulisan Parta Komunis Indonesia dan gambar palu arit serta senapan di uang pecahan Rp 100.000 ketika melakukan pengecekan dengan lampu ultraviolet

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, tampilan uang Rp 100.000 ketika diperiksa menggunakan lampu UV tidaklah seperti itu. Dan terlihat sekali pembuat video ini menulis dan menggambar sendiri menggunakan tinta uv.

    Rujukan

  • (GFD-2018-243) [KLARIFIKASI] Klarifikasi Temuan Tim Investigasi Unnes Terkait Dugaan Plagiarisme Rektor Unnes

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/07/2018

    Hasil Cek Fakta

    Tim Investigasi Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan klarifikasi temuan terkait dugaan plagiarisme Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman, M.Hum. Dilansir dari solopos.com dan jawapos.com, Ketua tim investigasi Unnes, Prof. Mungin Edi Wibowo mengatakan, dari hasil investigasi dan penelitian yang dilakukan, maka menyimpulkan jika Fathur tidak melakukan plagiasi terhadap skripsi Anif Rida, mahasiswa Unnes. “Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Fathur Rokhman tidak melakukan plagiat. Memang ada kesamaan antara artikel Anif Rida dengan Fathur Rokhman,” kata Mungin.

    Rujukan