Beredar video mobil Toyota Innova berpelat TNI yang diamankan di ruas tol Tangerang oleh Dandenpom Tangerang. Dalam video tersebut, petugas mencurigai mobil tersebut sehingga sempat mengikutinya selama beberapa saat. Petugas kemudian menyalip mobil tersebut dan memberhentikannya untuk memeriksa sopir. Saat diperiksa, sopir tidak dapat menunjukkan surat-surat resmi seperti SIM dan STNK. Sopir juga mengaku bukan anggota TNI.
Di media sosial, video tersebut diunggah dengan narasi sebagai berikut;
“Dandenpom Tangerang, Letkol Cpm Indra Jaya, mengamankan mobil plat dinas yg dipake orang sipil.
Setelah dperiksa d kantor polisi militer ternyata pengendara tersebut adalah anggota banser yang akan apel ke pacar nya yang mengaku anggota TNI Sespri pejabat militer.”
(GFD-2019-3029) [SALAH] Dandenpom Tangerang mengamankan mobil plat dinas yg dipake anggota banser yang mengaku anggota TNI yang akan apel ke pacar nya
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/08/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Gerakan Pemuda atau GP Ansor atau membantah video yang narasinya menyebut seorang anggota banser mengendarai mobil berplat TNI.
“Dengan viralnya video itu, mohon ini dapat disampaikan sebagai bentuk klarifikasi,” kata Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Banten, Khoerun Huda dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Agustus 2019.
Menurut Huda, Banser telah mengutus Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Kota Tangerang, Hartono untuk mengklarifikasi isu itu ke Detasemen Polisi Militer Tangerang.
Huda mengatakan berdasarkan penuturan petugas di Denpom Tangerang, mereka memperoleh informasi bahwa peristiwa yang ada dalam video tersebut terjadi pada Maret 2019 di sekitar Blok M, Jakarta Selatan.
Di dalam mobil itu, kata dia, ada empat orang penumpang, terdiri dari satu orang petugas keamanan dan tiga kuli bangunan. Dia mengatakan menurut keterangan petugas di Denpom Tangerang, satpam yang mengemudikan mobil tersebut bukanlah anggota Banser.
“Hanya seorang satpam yang kebetulan bekerja dengan bos yang punya hubungan baik dengan seorang anggota TNI,” kata dia. Menurut Huda, hari ini Banser bakal kembali ke markas Denpom untuk mengklarifikasi ulang mengenai video tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kapendam Jaya Letkol (Czi) Zulhandrie S membenarkan kejadian tersebut.
“Kejadiannya benar,” kata Zulhandrie dalam keterangannya, Selasa (27/8).
Dalam keterangan video yang tersebar di media, disebutkan bahwa sopir mobil merupakan anggota Banser.
Informasi ini juga dibantah oleh Zulhandrie.
“Sopir mobil bukan anggota Banser,” ungkapnya.
Sopir mobil diketahui berinisial KDY, usia 35 tahun, dan berprofesi sebagai karyawan swasta.
“Dengan viralnya video itu, mohon ini dapat disampaikan sebagai bentuk klarifikasi,” kata Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Banten, Khoerun Huda dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Agustus 2019.
Menurut Huda, Banser telah mengutus Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Kota Tangerang, Hartono untuk mengklarifikasi isu itu ke Detasemen Polisi Militer Tangerang.
Huda mengatakan berdasarkan penuturan petugas di Denpom Tangerang, mereka memperoleh informasi bahwa peristiwa yang ada dalam video tersebut terjadi pada Maret 2019 di sekitar Blok M, Jakarta Selatan.
Di dalam mobil itu, kata dia, ada empat orang penumpang, terdiri dari satu orang petugas keamanan dan tiga kuli bangunan. Dia mengatakan menurut keterangan petugas di Denpom Tangerang, satpam yang mengemudikan mobil tersebut bukanlah anggota Banser.
“Hanya seorang satpam yang kebetulan bekerja dengan bos yang punya hubungan baik dengan seorang anggota TNI,” kata dia. Menurut Huda, hari ini Banser bakal kembali ke markas Denpom untuk mengklarifikasi ulang mengenai video tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kapendam Jaya Letkol (Czi) Zulhandrie S membenarkan kejadian tersebut.
“Kejadiannya benar,” kata Zulhandrie dalam keterangannya, Selasa (27/8).
Dalam keterangan video yang tersebar di media, disebutkan bahwa sopir mobil merupakan anggota Banser.
Informasi ini juga dibantah oleh Zulhandrie.
“Sopir mobil bukan anggota Banser,” ungkapnya.
Sopir mobil diketahui berinisial KDY, usia 35 tahun, dan berprofesi sebagai karyawan swasta.
Rujukan
- https://nasional.tempo.co/read/1240655/gp-ansor-bantah-video-viral-banser-pakai-mobil-tni-apel-pacar/full&view=ok
- https://kumparan.com/@kumparannews/mobil-sipil-berpelat-tni-dihentikan-paksa-di-pinggir-tol-1rkGy8Lvw6a
- http://www.laduni.id/post/read/64588/klarifikasi-video-banser-yang-ngaku-sebagai-anggota-tni.html
(GFD-2019-3030) [SALAH] Pelintiran Premis “Garis Lurus Beijing – Kalimantan Timur”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/08/2019
Berita
“Kok bisa LURUS gitu ya”.
-
“Pindah Ibukota Sama Sekali Tdk Meningkatkan Nilai Ekonomi Apapun bagi Negara dan Rakyat Indonesia.
Malah Secara Pertahanan Sangat Mudah Dijangkau China dgn Kapal Perang, Pesawat Tempur, bahkan Rudal China. Lurus dan Terbuka!
BAHAYA
Para Ahli Intelijen BICARALAH. Jgn Diam Saja…!”
-
“Pindah Ibukota Sama Sekali Tdk Meningkatkan Nilai Ekonomi Apapun bagi Negara dan Rakyat Indonesia.
Malah Secara Pertahanan Sangat Mudah Dijangkau China dgn Kapal Perang, Pesawat Tempur, bahkan Rudal China. Lurus dan Terbuka!
BAHAYA
Para Ahli Intelijen BICARALAH. Jgn Diam Saja…!”
Hasil Cek Fakta
Cocoklogi memanfaatkan sentimen rasis terhadap Tiongkok. Versi garis lurus ke kota-kota di negara lain bisa dibuat juga, tidak hanya ke Beijing.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2019-3031) [KLARIFIKASI] Disebut Akan Dituntut Nasabah Atas Kehilangan Dana Rp 800 Triliun, Bank Mandiri Beri Bantahan
Sumber: Media DaringTanggal publish: 27/08/2019
Berita
Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas: “Informasi itu adalah hoaks. Kalau memang benar ada aliran dana sebesar itu, pasti melibatkan juga Bank Indonesia, OJK serta dipantau PPATK,”
Hasil Cek Fakta
Menanggapi informasi yang diterbitkan oleh portal berita tersebut, Bank Mandiri pun akhirnya angkat bicara. Melansir dari antaranews.com, melalui Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas dalam siaran pers menyatakan bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks.
“Informasi itu adalah hoaks. Kalau memang benar ada aliran dana sebesar itu, pasti melibatkan juga Bank Indonesia, OJK serta dipantau PPATK. Kami tegaskan tidak pernah mendapat komplain dari pihak yang disebut sebagai pengirim dana dan juga kami tegaskan bahwa kami tidak pernah menerima transfer dana sebesar itu,” pungkas Rohan.
Menurut Rohan, ini sudah ketiga kalinya mendapat serangan hoaks dari situs tersebut.
“Kami tidak mengerti kenapa FNN yang mendeklarasikan sebagai situs berita dengan jajaran redaksi yang berisi nama-nama tokoh senior seperti Kisman Latumakulita (Pemimpin Umum), Toni Hasyim (Pemimpin Redaksi), Sri Widodo Soetardjowijono (Wapemred). Kemudian terdapat juga dewan pakar antara lain Hariman Siregar, Zulfan Lindan, Natalius Pigai, Margarito Kamis, Ahmad Yani, Ismail Rumadan, Syahganda Nainggolan, Adam Wahab H, tetapi menayangkan artikel yang tidak masuk akal dan menyerang lembaga keuangan milik Indonesia. Sepertinya patut dipertanyakan juga nasionalismenya,” kata Rohan.
Rohan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid. Atas informasi yang disebarkan oleh situs berita tersebut, Bank Mandiri pun melaporkan pembuat informasi dan penyebar hoaks tentang serangan siber dan kebangkrutan ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.
“Informasi itu adalah hoaks. Kalau memang benar ada aliran dana sebesar itu, pasti melibatkan juga Bank Indonesia, OJK serta dipantau PPATK. Kami tegaskan tidak pernah mendapat komplain dari pihak yang disebut sebagai pengirim dana dan juga kami tegaskan bahwa kami tidak pernah menerima transfer dana sebesar itu,” pungkas Rohan.
Menurut Rohan, ini sudah ketiga kalinya mendapat serangan hoaks dari situs tersebut.
“Kami tidak mengerti kenapa FNN yang mendeklarasikan sebagai situs berita dengan jajaran redaksi yang berisi nama-nama tokoh senior seperti Kisman Latumakulita (Pemimpin Umum), Toni Hasyim (Pemimpin Redaksi), Sri Widodo Soetardjowijono (Wapemred). Kemudian terdapat juga dewan pakar antara lain Hariman Siregar, Zulfan Lindan, Natalius Pigai, Margarito Kamis, Ahmad Yani, Ismail Rumadan, Syahganda Nainggolan, Adam Wahab H, tetapi menayangkan artikel yang tidak masuk akal dan menyerang lembaga keuangan milik Indonesia. Sepertinya patut dipertanyakan juga nasionalismenya,” kata Rohan.
Rohan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid. Atas informasi yang disebarkan oleh situs berita tersebut, Bank Mandiri pun melaporkan pembuat informasi dan penyebar hoaks tentang serangan siber dan kebangkrutan ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.
Rujukan
(GFD-2019-3032) [SALAH]: Seorang Anak SD di Lumajang Lolos Dari Percobaan Penculikan
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 27/08/2019
Berita
Assalmmualaikum pak misman…saya wali murid dri ank Rega adzani fajar syaifudin ingin mmberitahukan….bru saja sewaktu brngkat sekolah ank saya brngkat jln kaki dri rumah k sekolah…tiba2 dihadang 3org laki2 dewasa didekat sawah batalion situ…ank saya lngsung di blekap mulutnya dan diseret mnyeberang jlan mnuju kemobil si pelaku…ank saya brusah ngbrontak dan brteriak tp mlah dipkul dan ditampar oleh pelaku…hampir sja ank sya dimasukkan ke mobil dan akn diculik tp ank sya brhasil lari.kabur dan sembunyi dari pelaku2 trsebut….ank saya hampir mnjadi korban pnculikan….ank saya pun pulang dgn rasa syock dan mnangis smbil mncritakan hal yg tlah dialami baru saja kpada saya.dan saya pun sempat mndatangi tmpat dmna ank saya mau di culik …tp pelaku sudah tdak ad… demikian saya melaporkan kpda pak misman untuk mmberi waktu ank saya unt mnenangkan dri drmah krna syock yg ank saya alami….mohon pngertiannya pak…dan trima kasih. Wassalmmualaikum wr wb.
Hanya sekedar informasi nggeh ibu2,kejadian didepan asrama ,murid SD kepuharjo 2 kelas 4
Hanya sekedar informasi nggeh ibu2,kejadian didepan asrama ,murid SD kepuharjo 2 kelas 4
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri oleh Kepala Sekolah SDN Kepuharjo 2 beserta polisi, ternyata kejadian tersebut hanyalah karangan dari RAF belaka. RAF mengarang cerita itu agar tak bersekolah. Ia takut kepada salah satu guru lantaran tak mengerjakan PR Matematika. Orang tua RAF yang sudah memviralkan kejadian penculikan anaknya tersebut di group WhatsApp yang beredar luas di Lumajang, hanya tersipu malu. Ia meminta maaf berkali kali kepada para tetangga maupun ke sesama wali murid.
“Hal ini terjadi murni karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak, sehingga sang anak dengan tak bertanggung jawab membuat karangan cerita kalau dia selamat dari penculikan. Jika hal ini dibiarkan, bisa saja anak tersebut akan terus suka berbohong sampai dewasa nanti. sangat dibutuhkan peran orang tua dan guru sebagai pendidik untuk mengajarkan budi pekerti tentang kejujuran kepada anak didiknya,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban, Senin (26/8/2019).
Arsal mengatakan kasus ini akhirnya dimediasi. Dan pada akhirnya kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.
“Dalam kasus tersebut, tidak ada yang menuntut lantaran tidak ada yang merasa dirugikan. Namun orang tua dari anak tersebut telah berjanji di depan kepala sekolah dan juga anggota Polres Lumajang untuk lebih mendidik serta siap bertanggung jawab jika hal serupa muncul di kemudian hari” ungkap Arsal.
Namun, atas kejadian ini para orang tua diharapkan dapat mendidik serta meningkatkan pengawasan terhadap anak baik dari sikap serta tingkah lakunya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Hal ini terjadi murni karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak, sehingga sang anak dengan tak bertanggung jawab membuat karangan cerita kalau dia selamat dari penculikan. Jika hal ini dibiarkan, bisa saja anak tersebut akan terus suka berbohong sampai dewasa nanti. sangat dibutuhkan peran orang tua dan guru sebagai pendidik untuk mengajarkan budi pekerti tentang kejujuran kepada anak didiknya,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban, Senin (26/8/2019).
Arsal mengatakan kasus ini akhirnya dimediasi. Dan pada akhirnya kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.
“Dalam kasus tersebut, tidak ada yang menuntut lantaran tidak ada yang merasa dirugikan. Namun orang tua dari anak tersebut telah berjanji di depan kepala sekolah dan juga anggota Polres Lumajang untuk lebih mendidik serta siap bertanggung jawab jika hal serupa muncul di kemudian hari” ungkap Arsal.
Namun, atas kejadian ini para orang tua diharapkan dapat mendidik serta meningkatkan pengawasan terhadap anak baik dari sikap serta tingkah lakunya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Rujukan
Halaman: 7671/7976




