(GFD-2018-403) [KLARIFIKASI] Kak Seto Tidak Mengisi Acara di Sampoerna Academy
Sumber:Tanggal publish: 01/09/2018
Hasil Cek Fakta
Atas pertanyaan masyarakat kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) beberapa hari yang lalu tentang sebaran Whatsapp berisikan kabar Kak Seto akan mengisi acara di Sampoerna Academy, pihak LPAI memberikan klarifikasi. Dilansir dari gatra.com dan rri.co.id, Sekretaris Jenderal LPAI Henny Adi Hermanoe mengatakan bahwa Kak Seto ataupun perwakilan LPAI tidak ada yang menjadi pemateri dalam acara Sampoerna Academy. “Penting untuk diketahui bersama bahwa Kak Seto dan atau LPAI tidak pernah membuat komitmen kehadiran pada acara tersebut,” kata Henny.
Rujukan
(GFD-2018-404) [DISINFORMASI] “Pendidikan Agama Akan Dihapus”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/09/2018
Berita
"Selamat tinggal sejarah islam kemegneg menghapus pendidikan agama"
“MASIH ADA PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH SAJA, BANYAK PELAJAR SEKOLAH TINGKAH LAKUNYA SUDAH MELAMPAUI BATAS,
APALAGI KALAU SAMPAI DI TIADAKAN, AKAN JADI APA ANAK ANAK KITA NANTI ???
**********SAVE
“MASIH ADA PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH SAJA, BANYAK PELAJAR SEKOLAH TINGKAH LAKUNYA SUDAH MELAMPAUI BATAS,
APALAGI KALAU SAMPAI DI TIADAKAN, AKAN JADI APA ANAK ANAK KITA NANTI ???
**********SAVE
Hasil Cek Fakta
Disinformasi yang pernah beredar sebelumnya di tahun lalu. “Sangat tidak mungkin mata pelajaran agama dihapus, karena di UU dan konstitusi sudah jelas disebutkan kalau mata pelajaran agama adalah hal yang wajib.”,
Rujukan
(GFD-2018-405) [KLARIFIKASI] Foto Massa “Aksi 67”
Sumber: Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHHTanggal publish: 01/09/2018
Hasil Cek Fakta
Foto tersebut dimuat di Indopos: “Massa yang tergabung dalam Aksi 67 melakukan long march dari Masjid Istiqlal menuju gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/7).”, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2018-397) [KLARIFIKASI] "diteriakkan nama Prabowo"
Sumber: Post oleh akunTanggal publish: 31/08/2018
Berita
"Kok yang diteriakkan nama Prabowo??!!!
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan beberapa hal, misalnya respon dan gesture oleh orang-orang yang berada di lokasi (contohnya yang di tangkapan layar ke 3), tidak ada alasan untuk meragukan keaslian video dari post sumber. Mengenai narasi bernada provokatif yang digunakan oleh post sumber, kembali ke kita masing-masing apakah akan disikapi secara positif atau direspon dengan provokatif juga karena provokatif dibalas provokatif hanya akan menghabiskan waktu dan energi melakukan hal yang tidak ada manfaatnya. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Halaman: 7661/7774







