“Mereka menyebutnya disinfeksi? Indonesia… kehabisan kata-kata.”
(“They call it disinfection? Indonesia… no words.”).
(GFD-2020-4770) [SALAH] “Mereka menyebutnya disinfeksi?”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/02/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video warga negara Indonesia yang tiba dari Wuhan yang disemprot dengan cairan antiseptik. Narasi SUMBER telah menimbulkan kesimpulan yang salah mengenai proses penanganan yang lengkap sebagai bagian dari evakuasi.
CNBC Indonesia: “Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menjelaskan kalau 7 orang WNI yang gagal pulang diantaranya 4 orang lebih memilih untuk tetap tinggal di Wuhan sedangkan tiga orang tidak lolos screening dari pemerintah China.
Lebih lanjut, Terawan menyatakan pemerintah China telah melakukan screening terhadap semua WNI yang akan dievakuasi yang meliputi proses tiga tahapan.”
TEMPO.CO: “Petugas medis menyemprot warga negara Indonesia dengan antiseptik setelah mereka tiba dari Wuhan, pusat epidemi koronavirus China, sebelum memindahkan mereka ke pangkalan militer Kepulauan Natuna untuk dikarantina, di Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 2 Februari 202. Sebuah pesawat Indonesia yang membawa 243 warga negara tiba di Batam pada hari Minggu setelah dievakuasi dari Cina yang dilanda virus.”
BBC: “Seorang pejabat Kemenkes menyatakan dia mengkhawatirkan kondisi psikologis lebih dari 240 orang WNI ketika mereka kembali ke lingkungan sekitar rumahnya, usai mengikuti proses observasi di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, selama dua pekan.
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan beberapa mahasiswa Indonesia yang sudah dievakuasi mengaku takut ditolak lingkungan sekitar rumah lantaran dianggap sebagai penyebar penyakit.”
CNBC Indonesia: “Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menjelaskan kalau 7 orang WNI yang gagal pulang diantaranya 4 orang lebih memilih untuk tetap tinggal di Wuhan sedangkan tiga orang tidak lolos screening dari pemerintah China.
Lebih lanjut, Terawan menyatakan pemerintah China telah melakukan screening terhadap semua WNI yang akan dievakuasi yang meliputi proses tiga tahapan.”
TEMPO.CO: “Petugas medis menyemprot warga negara Indonesia dengan antiseptik setelah mereka tiba dari Wuhan, pusat epidemi koronavirus China, sebelum memindahkan mereka ke pangkalan militer Kepulauan Natuna untuk dikarantina, di Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 2 Februari 202. Sebuah pesawat Indonesia yang membawa 243 warga negara tiba di Batam pada hari Minggu setelah dievakuasi dari Cina yang dilanda virus.”
BBC: “Seorang pejabat Kemenkes menyatakan dia mengkhawatirkan kondisi psikologis lebih dari 240 orang WNI ketika mereka kembali ke lingkungan sekitar rumahnya, usai mengikuti proses observasi di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, selama dua pekan.
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan beberapa mahasiswa Indonesia yang sudah dievakuasi mengaku takut ditolak lingkungan sekitar rumah lantaran dianggap sebagai penyebar penyakit.”
Kesimpulan
TIDAK hanya menyemprotkan antiseptik. Selain dikarantina selama 14 hari untuk observasi di pulau terpisah, mereka yang tidak lolos tes penyaringan di Wuhan TIDAK diperbolehkan berangkat.
Rujukan
(GFD-2020-4772) [SALAH] “Hati-hati untuk wilayah Tanjung Enim, Muara Enim dan sekitarnya. Virus CORONA sudah masuk!”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/02/2020
Berita
Akun Jack (fb.com/100007939669078) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar postingan dari akun Akwam Al-tanjung (fb.com/akwam.altanjung) dengan narasi :
“Hati’ untuk wilayah tnjng enim Dan sktar nya. Virus KORONA lh sdh msuk!”
Postingan akun Akwam Al-tanjung yang dimaksud adalah unggahan foto paspor dan gelang pasien dengan narasi “Benarkah suspek CORONA sudah masuk di RSUD Rabain Muara Enim..dari Karyawan PLTU Tanjung Lalang..???”
“Hati’ untuk wilayah tnjng enim Dan sktar nya. Virus KORONA lh sdh msuk!”
Postingan akun Akwam Al-tanjung yang dimaksud adalah unggahan foto paspor dan gelang pasien dengan narasi “Benarkah suspek CORONA sudah masuk di RSUD Rabain Muara Enim..dari Karyawan PLTU Tanjung Lalang..???”
Hasil Cek Fakta
“Itu tidak benar (Hoax) informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan RS HM Rabain, merawat pasien Virus Corona,” tegas Hendriyatno Direktur Rumah Sakit H.M. Rabain Kabupaten Muara Enim pada Kamis (30/01/2020).
Ia juga membenarkan, kalau ada pasien TKA asal Tiongkok, yang berobat di RS.
“Benar ada pasien TKA warga Tiongkok yang bekerja di Proyek PLTU Sumsel VI Tanjung Lalang, bahwa pasien belum positif suspect virus corona, pasien asal Tiongkok ini merupakan kiriman dari RS BAM Tanjung Enim,” katanya.
Menurutnya, data pasien dalam dua minggu terakhir tidak ada riwayat dan berpergian ke Tiongkok, tetapi pasien memang banyak kontak dengan sesama orang Tiongkok.
“Pasien sudah kita diperiksa rontgen parunya dan tidak terdapat gambaran pneumonia,” ungkapnya.
Pihaknya juga tidak menemukan gejala sesak nafas terhadap pasien tersebut.
“Ya, suhu tubuhnya 38 derajat celcius, sudah kita beri obat dan kondisinya membaik. Kalau dilihat dari kondisinya sekarang belum mendukung kearah virus corona. Namun, kita tetap akan melakukan satu langkah lagi untuk melakukan pemeriksaan sputum dan swab tenggorokan pada pasien tersebut,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa hari ini pihaknya akan berkoordinasi bersama Tim RS HM Rabain dalam siaga penanggulangan wabah virus corona.
“Ya, kita sudah membentuk tim khusus, dan besok kita akan berkoordinasi dulu untuk mengambil langkah selanjutnya. Saya harap masyarakat tidak segera langsung menyimpulkan, namun tetap harus waspada.”
Sementara itu, pemilik akun Akwam Al-tanjung sendiri sudah menghapus dan meminta maaf terkait postingannya tersebut.
“Assalamu ‘alaikum..
Sehubungan dg postingan tentang adanya berita suspek Corona di RSUD Muara Enim dan ternyata tidak benar dengan demikian postingan telah dihapus, dengan denikian saya mohon maaf yg sebesar-besarnya krn telah meresahkan masyarakat.
Atas perhatiannya diucapkan terima kasih…
Salam” tulis akun Akwam Al-tanjung pada postingannya tertanggal 30 Januari 2020.
Ia juga membenarkan, kalau ada pasien TKA asal Tiongkok, yang berobat di RS.
“Benar ada pasien TKA warga Tiongkok yang bekerja di Proyek PLTU Sumsel VI Tanjung Lalang, bahwa pasien belum positif suspect virus corona, pasien asal Tiongkok ini merupakan kiriman dari RS BAM Tanjung Enim,” katanya.
Menurutnya, data pasien dalam dua minggu terakhir tidak ada riwayat dan berpergian ke Tiongkok, tetapi pasien memang banyak kontak dengan sesama orang Tiongkok.
“Pasien sudah kita diperiksa rontgen parunya dan tidak terdapat gambaran pneumonia,” ungkapnya.
Pihaknya juga tidak menemukan gejala sesak nafas terhadap pasien tersebut.
“Ya, suhu tubuhnya 38 derajat celcius, sudah kita beri obat dan kondisinya membaik. Kalau dilihat dari kondisinya sekarang belum mendukung kearah virus corona. Namun, kita tetap akan melakukan satu langkah lagi untuk melakukan pemeriksaan sputum dan swab tenggorokan pada pasien tersebut,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa hari ini pihaknya akan berkoordinasi bersama Tim RS HM Rabain dalam siaga penanggulangan wabah virus corona.
“Ya, kita sudah membentuk tim khusus, dan besok kita akan berkoordinasi dulu untuk mengambil langkah selanjutnya. Saya harap masyarakat tidak segera langsung menyimpulkan, namun tetap harus waspada.”
Sementara itu, pemilik akun Akwam Al-tanjung sendiri sudah menghapus dan meminta maaf terkait postingannya tersebut.
“Assalamu ‘alaikum..
Sehubungan dg postingan tentang adanya berita suspek Corona di RSUD Muara Enim dan ternyata tidak benar dengan demikian postingan telah dihapus, dengan denikian saya mohon maaf yg sebesar-besarnya krn telah meresahkan masyarakat.
Atas perhatiannya diucapkan terima kasih…
Salam” tulis akun Akwam Al-tanjung pada postingannya tertanggal 30 Januari 2020.
Kesimpulan
Direktur RS H.M. Rabain Muara Enim membantah dengan tegas adanya pasien terjangkit virus corona yang dirawat inap. Akun Akwam Al-tanjung sendiri sudah meminta maaf dan menghapus postingannya terkait isu pasien suspek corona tersebut.
Rujukan
- https://www.antaranews.com/berita/1276165/disinformasi-pasien-corona-dirawat-di-rsud-rabain-muara-enim
- https://pelitasumsel.com/2020/01/30/pihak-rs-rabain-muara-enim-bantah-isu-ada-pasien-virus-corona/
- https://www.facebook.com/akwam.altanjung/posts/3013539861992177 (
- https://perma.cc/J79N-YN4T – Arsip)
(GFD-2020-3569) [SALAH] Foto “China Dilaporkan Diam-diam Kremasi Korban Virus Corona”
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 03/02/2020
Berita
Judul dan isi artikel tidak nyambung dengan foto. Kegiatan bongkar muat, TIDAK ada kaitannya dengan kremasi.
NARASI
“China dilaporkan mengkremasi mayat secara rahasia karena jumlah pasien virus korona melonjak melewati 7.000. Virus itu kini telah menginfeksi lebih banyak orang di China daripada SARS.”
Selengkapnya di “China Dilaporkan Diam-diam Kremasi Korban Virus Corona karena Jumlahnya Meningkat” di tautan bagian SUMBER.
NARASI
“China dilaporkan mengkremasi mayat secara rahasia karena jumlah pasien virus korona melonjak melewati 7.000. Virus itu kini telah menginfeksi lebih banyak orang di China daripada SARS.”
Selengkapnya di “China Dilaporkan Diam-diam Kremasi Korban Virus Corona karena Jumlahnya Meningkat” di tautan bagian SUMBER.
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Koneksi yang Salah
Ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten”.
* Artikel SUMBER menggunakan foto yang tidak nyambung dengan judul dan isi.
(2) Beberapa artikel yang memuat foto,
* CTV News, deskripsi foto: “Dalam foto 30 Januari 2020 ini yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, para pekerja menurunkan pengiriman jas pelindung dari pesawat kargo di Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei, Cina tengah. Logistik rumit adalah bagian dari aliran makanan sehari-hari dan otoritas barang lain mengatakan mempertahankan Wuhan dan kota-kota sekitarnya dengan total 50 juta orang. Sebagian besar diblokir dari meninggalkan langkah-langkah pengendalian penyakit yang paling besar yang pernah diberlakukan. (Cheng Min / Xinhua via AP)”
Google Translate Chrome extension, selengkapnya di “China locked down 50 million people and has to keep them fed” http://bit.ly/2Okaz0V / http://archive.md/OHHxV (arsip cadangan).
–
* Taiwan News, deskripsi foto: “Dalam foto 30 Januari 2020 ini yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, para pekerja menurunkan pengiriman jas pelindung dari pesawat kargo di Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei, Cina tengah. Logistik rumit adalah bagian dari aliran makanan sehari-hari dan otoritas barang lain mengatakan mempertahankan Wuhan dan kota-kota sekitarnya dengan total 50 juta orang. Sebagian besar diblokir dari meninggalkan langkah-langkah pengendalian penyakit yang paling besar yang pernah diberlakukan. (Cheng Min / Xinhua via AP)”
Google Translate Chrome extension, selengkapnya di “China locked down 50 million people and has to keep them fed” http://bit.ly/392RtEe / http://archive.md/l3tIH (arsip cadangan).
======
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Koneksi yang Salah
Ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten”.
* Artikel SUMBER menggunakan foto yang tidak nyambung dengan judul dan isi.
(2) Beberapa artikel yang memuat foto,
* CTV News, deskripsi foto: “Dalam foto 30 Januari 2020 ini yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, para pekerja menurunkan pengiriman jas pelindung dari pesawat kargo di Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei, Cina tengah. Logistik rumit adalah bagian dari aliran makanan sehari-hari dan otoritas barang lain mengatakan mempertahankan Wuhan dan kota-kota sekitarnya dengan total 50 juta orang. Sebagian besar diblokir dari meninggalkan langkah-langkah pengendalian penyakit yang paling besar yang pernah diberlakukan. (Cheng Min / Xinhua via AP)”
Google Translate Chrome extension, selengkapnya di “China locked down 50 million people and has to keep them fed” http://bit.ly/2Okaz0V / http://archive.md/OHHxV (arsip cadangan).
–
* Taiwan News, deskripsi foto: “Dalam foto 30 Januari 2020 ini yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, para pekerja menurunkan pengiriman jas pelindung dari pesawat kargo di Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Wuhan di Provinsi Hubei, Cina tengah. Logistik rumit adalah bagian dari aliran makanan sehari-hari dan otoritas barang lain mengatakan mempertahankan Wuhan dan kota-kota sekitarnya dengan total 50 juta orang. Sebagian besar diblokir dari meninggalkan langkah-langkah pengendalian penyakit yang paling besar yang pernah diberlakukan. (Cheng Min / Xinhua via AP)”
Google Translate Chrome extension, selengkapnya di “China locked down 50 million people and has to keep them fed” http://bit.ly/392RtEe / http://archive.md/l3tIH (arsip cadangan).
======
(GFD-2020-4765) [SALAH] “Wuhan China Orang² berteriak gak karuan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/02/2020
Berita
* “Keadaan di kota Wuhan China saat ini semakin mencekam. Orang² berteriak gak karuan http://bit.ly/36KmSdj”.
–
* “Penduduk Wuhan Berteriak-teriak Gak Karuan, Mau Manggil Nama Tuhan Tapi Gak Punya Tuhan”, selengkapnya di tautan di (2) bagian SUMBER.
–
* “Penduduk Wuhan Berteriak-teriak Gak Karuan, Mau Manggil Nama Tuhan Tapi Gak Punya Tuhan”, selengkapnya di tautan di (2) bagian SUMBER.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video mengenai teriakan “Wuhan Jiayou!”. SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks yang benar sehingga menimbulkan kesimpulan pelintiran.
detikHealth: “Video suasana malam di kota terisolasi Wuhan menyita perhatian netizen belakangan ini. Dari balik jendela apartemen masing-masing, warga kompak saling menyemangati dengan teriakan ‘Wuhan Jiayou!'”
YouTube: “Bangkitkan Semangat Warga Wuhan Bersama Teriakkan WUHAN JIAYOU Warna Warni
4,497 views • Jan 30, 2020
Official NET News”
Wikipedia: “Olimpiade Musim Panas 2008, secara resmi dikenal sebagai Games of the XXIX Olympiad (pertandingan Olimpiade ke-29) adalah ajang olahraga internasional yang diadakan di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, dari 8 Agustus (kecuali sepak bola yang dimulai pada 6 Agustus) hingga 24 Agustus 2008, dengan acara pembukaan yang diadakan pada pukul 08:08:08 (8 malam lewat 8 menit dan 8 detik – angka 8 diasosiasikan dengan kemakmuran dalam kebudayaan Tionghoa).”
detikHealth: “Video suasana malam di kota terisolasi Wuhan menyita perhatian netizen belakangan ini. Dari balik jendela apartemen masing-masing, warga kompak saling menyemangati dengan teriakan ‘Wuhan Jiayou!'”
YouTube: “Bangkitkan Semangat Warga Wuhan Bersama Teriakkan WUHAN JIAYOU Warna Warni
4,497 views • Jan 30, 2020
Official NET News”
Wikipedia: “Olimpiade Musim Panas 2008, secara resmi dikenal sebagai Games of the XXIX Olympiad (pertandingan Olimpiade ke-29) adalah ajang olahraga internasional yang diadakan di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, dari 8 Agustus (kecuali sepak bola yang dimulai pada 6 Agustus) hingga 24 Agustus 2008, dengan acara pembukaan yang diadakan pada pukul 08:08:08 (8 malam lewat 8 menit dan 8 detik – angka 8 diasosiasikan dengan kemakmuran dalam kebudayaan Tionghoa).”
Kesimpulan
Yang diteriakkan adalah “Wuhan Jiayou!”, BUKAN teriak gak karuan. Teriakan untuk menyemangati, muncul pertama kali di Olimpiade Musim Panas 2008 Beijing.
Rujukan
Halaman: 7582/7981



