Beredar pesan berantai yang menyebutkan telah ditemukan mayat di depan SMPN 6 Cirebon. Pada narasi disebutkan pula bahwa ginjal dari mayat diambil. Berikut kutipan narasinya:
Telah di temukan mayat di depan skolah SMP N 6 Cirebon dia adalah perempuan siswi SMP N 6 kls 7 yg jadi korbannya juga menurut polisi korban di Ambil Ginjalnya lalu di kubur begitu ajh oleh si pembunuh,kejadian tdi pd jam 3 sore setelah warga setempat menemukan galian yg mencurigakan ahirnya polisi datang & skrg lagi di lakukan otopsi bagi ibu2 bpk2 hati-hati skrg penculikan & pembunuhan terhadap anak sdh masuk ke wilayah Tasik ciamis garut , mohon di share,. Biar publik tau trim,s
(GFD-2020-3596) [SALAH] Pesan Berantai ‘Telah di temukan mayat di depan skolah SMP N 6 Cirebon’
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/02/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Kepala Polisi Sektor Selatan Timur, Kompol Munawan menyatakan bahwa kejadian pada pesan berantai tidak benar terjadi di SMPN 6 Cirebon.
“Meski sempat viral saya pastikan dan tegaskan, bahwa kejadian tersebut adalah tidak benar,” tegasnya.
Lalu, melalui hasil penelusuran lebih lanjut, ternyata kejadian sebenarnya terjadi di depan SMPN 6 Tasikmalaya, bukan di Cirebon. Berikut kutipan pemberitaannya:
[…] KOTA TASIK – Jasad Del (13), siswi kelas VII D SMPN 6 Kota Tasik yang ditemukan nyumbat gorong-gorong di depan pintu gerbang sekolahnya, langsung dibawa di Kamar Mayat RSUD Dr Soekarjdo, Senin (27/1) sore.
Hasil pemeriksaan pihak Kepolisian, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
Namun demikian, aparat Kepolisian akan melakukan otopsi, Selasa (28/1), terhadap jasad korban untuk memastikan kematiannya.
Del, adalah warga Kampung Sindangjaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi.
Lokasi dari rumah ke sekolahnya berdekatan. Jaraknya sekitar 200 meter.
Siswi ini sempat dinyatakan hilang sejak Kamis lalu (23/1). Pihak keluarga telah melaporkan kehilangan korban ini keesokan harinya, Jumat (24/1).
“Jadi terakhir itu ada yang melihat korban pulang sekolah bersama temannya. Jadi 3 orang. Sore pas hujan. Saat itu, korban berteduh dahulu di sebuah warung dekat sekolahnya. Sedangkan 2 temannya terus melanjutkan perjalan pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar kerabat korban, Ade Munir (56) kepada radartasikmalaya.com.
Terang dia, menurut informasi yang dia terima dari ibunya yang berprofesi sebagai pedagang lontong, dua hari sebelum kejadian korban sempat murung dan terdiam.
“Kata ibunya yang cerita ke saya begitu. 2 hari sebelum kejadian murung dan diam. Tak ceria seperti biasanya,” terangnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro membenarkan adanya temuan jasad siswi SMP ini.
“Jadi tadi kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada temu mayat dan memang betul,” tuturnya.
Mayatnya, tambah dia, saat ditemukan masih berada di dalam gorong-gorong dan saat ini sudah dievakuasi ke RSUD.
“Dari identitas yang ada memang betul, yang bersangkutan siswa SMP 6. Korban masih pakai baju sekolah lengkap berseragam pramuka,” tambahnya.
Hingga kini belum bisa dipastikan apa penyebab korban meninggal. “Dugaanya karena apa? kami belum bisa menyimpulkan dan akan kami lakukan otopsi,” katanya.
Lalu, jelas dia, awal mula ketahuan jasad korban berada di dalam got, berawal dari bau busuk yang tercium warga sekitar dan penjaga sekolah. “Lalu mencari sumber bau tersebut,” katanya.
Singkat cerita, warga mencari sumber bau tersebut dan diketahui berasal jasad korban.
“Saat ini tidak ditemukan tanda mencurigakan tapi masih kami koordinasikan dengan pihak dokter. Jadi memang sebelumnya korban sempat dinyatakan hilang dan dilaporkan ke Polsek Mangkubumi,” jelasnya. […]
Atas dasar itu, klaim bahwa korban berasal dari SMPN 6 Cirebon dan ginjalnya diambil adalah informasi yang keliru. Kejadian sebenarnya ialah di SMPN 6 Tasikmalaya dan belum terbukti ada kaitannya dengan penculikan anak untuk diambil ginjalnya.
“Meski sempat viral saya pastikan dan tegaskan, bahwa kejadian tersebut adalah tidak benar,” tegasnya.
Lalu, melalui hasil penelusuran lebih lanjut, ternyata kejadian sebenarnya terjadi di depan SMPN 6 Tasikmalaya, bukan di Cirebon. Berikut kutipan pemberitaannya:
[…] KOTA TASIK – Jasad Del (13), siswi kelas VII D SMPN 6 Kota Tasik yang ditemukan nyumbat gorong-gorong di depan pintu gerbang sekolahnya, langsung dibawa di Kamar Mayat RSUD Dr Soekarjdo, Senin (27/1) sore.
Hasil pemeriksaan pihak Kepolisian, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
Namun demikian, aparat Kepolisian akan melakukan otopsi, Selasa (28/1), terhadap jasad korban untuk memastikan kematiannya.
Del, adalah warga Kampung Sindangjaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi.
Lokasi dari rumah ke sekolahnya berdekatan. Jaraknya sekitar 200 meter.
Siswi ini sempat dinyatakan hilang sejak Kamis lalu (23/1). Pihak keluarga telah melaporkan kehilangan korban ini keesokan harinya, Jumat (24/1).
“Jadi terakhir itu ada yang melihat korban pulang sekolah bersama temannya. Jadi 3 orang. Sore pas hujan. Saat itu, korban berteduh dahulu di sebuah warung dekat sekolahnya. Sedangkan 2 temannya terus melanjutkan perjalan pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar kerabat korban, Ade Munir (56) kepada radartasikmalaya.com.
Terang dia, menurut informasi yang dia terima dari ibunya yang berprofesi sebagai pedagang lontong, dua hari sebelum kejadian korban sempat murung dan terdiam.
“Kata ibunya yang cerita ke saya begitu. 2 hari sebelum kejadian murung dan diam. Tak ceria seperti biasanya,” terangnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro membenarkan adanya temuan jasad siswi SMP ini.
“Jadi tadi kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada temu mayat dan memang betul,” tuturnya.
Mayatnya, tambah dia, saat ditemukan masih berada di dalam gorong-gorong dan saat ini sudah dievakuasi ke RSUD.
“Dari identitas yang ada memang betul, yang bersangkutan siswa SMP 6. Korban masih pakai baju sekolah lengkap berseragam pramuka,” tambahnya.
Hingga kini belum bisa dipastikan apa penyebab korban meninggal. “Dugaanya karena apa? kami belum bisa menyimpulkan dan akan kami lakukan otopsi,” katanya.
Lalu, jelas dia, awal mula ketahuan jasad korban berada di dalam got, berawal dari bau busuk yang tercium warga sekitar dan penjaga sekolah. “Lalu mencari sumber bau tersebut,” katanya.
Singkat cerita, warga mencari sumber bau tersebut dan diketahui berasal jasad korban.
“Saat ini tidak ditemukan tanda mencurigakan tapi masih kami koordinasikan dengan pihak dokter. Jadi memang sebelumnya korban sempat dinyatakan hilang dan dilaporkan ke Polsek Mangkubumi,” jelasnya. […]
Atas dasar itu, klaim bahwa korban berasal dari SMPN 6 Cirebon dan ginjalnya diambil adalah informasi yang keliru. Kejadian sebenarnya ialah di SMPN 6 Tasikmalaya dan belum terbukti ada kaitannya dengan penculikan anak untuk diambil ginjalnya.
Kesimpulan
Oleh sebab itu, konten yang tersebar melalui pesan berantai Whatsapp tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1114227518909782/
- https://turnbackhoax.id/2020/02/17/salah-pesan-berantai-telah-di-temukan-mayat-di-depan-skolah-smp-n-6-cirebon/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/8N00o47N-penemuan-mayat-siswi-di-depan-smpn-6-cirebon-tanpa-ginjal-ini-faktanya
- https://www.radartasikmalaya.com/ini-hasil-pemeriksaan-polisi-soal-jasad-siswi-smpn-6-kota-tasik-yang-ditemukan-nyumbat-gorong-gorong/
(GFD-2020-3597) [SALAH] Pesan Berantai ‘Cipularang longsor lagi, di km.118, Kanan kiri jalan, jalan terancam putus bila longsoran lanjut’
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/02/2020
Berita
"Longsor di kedua sisi jalan tol Cipularang KM 118"
Beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa Tol Cipularang di kilometer 118 terjadi longsor kembali. Disebutkan dalam narasi bahwa longsor terjadi di sebelah kanan dan kiri jalan sehingga membuat jalan tol terancam putus. Berikut kutipan narasinya:
Cipularang longsor lagi, di km.118, Kanan kiri jalan, jalan terancam putus bila longsoran lanjut .....
Mungkin ada yg baru plg dari bandung dan sebaliknya pd hari ini bs share kabar terkini ?
Beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa Tol Cipularang di kilometer 118 terjadi longsor kembali. Disebutkan dalam narasi bahwa longsor terjadi di sebelah kanan dan kiri jalan sehingga membuat jalan tol terancam putus. Berikut kutipan narasinya:
Cipularang longsor lagi, di km.118, Kanan kiri jalan, jalan terancam putus bila longsoran lanjut .....
Mungkin ada yg baru plg dari bandung dan sebaliknya pd hari ini bs share kabar terkini ?
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut sudah dibantah oleh pihak terkait. PT Jasa Marga (Persero) Tbk segera mengklarifikasi kabar yang beredar viral di media sosial hari ini. Informasi tentang longsor yang terjadi di Jalan Tol Cipularang Km 118+600 itu sendiri menimbulkan persepsi bahwa hari ini terjadi longsor lagi sehingga membuat jalan tol tersebut terancam putus.
"Hal itu adalah tidak benar atau hoaks," kata General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Purbaleunyi, Pratomo Bimawan Putra. Menurut dia, foto yang viral tersebar di platform Whatsapp Group, maupun media sosial lainnya, merupakan foto yang diambil pada saat kejadian longsor pada hari Selasa, 11 Februari 2020 lalu. Dia menegaskan bahwa saat ini tidak ada longsor lanjutan.
Jasa Marga juga telah melakukan serangkaian perbaikan, dan menjamin kondisi Jalan Tol Cipularang tersebut, tepatnya di Km 118+600, dapat dilintasi oleh pengguna jalan. Kedua arah jalan tol, baik yang menuju ke arah Bandung maupun yang ke arah Jakarta dapat dilalui dengan aman.
Sama halnya dengan Pratomo, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru menyatakan bahwa foto yang viral tersebar itu diambil saat longsor pertama kali terjadi, yaitu pada 11 Februari 2020. Saat ini, kondisi sudah aman dan sudah dilakukan perbaikan.
"Jasa Marga menegaskan bahwa saat ini tidak ada longsor lanjutan. Longsor terjadi Selasa, tanggal 11 Februari 2020, dan Jasa Marga telah melakukan serangkaian perbaikan, dan menjamin kondisi Jalan Tol Cipularang tersebut, tepatnya di Km 118+600, dapat dilintasi oleh pengguna jalan, baik yang menuju ke arah Bandung maupun yang ke arah Jakarta dengan aman," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kasat PJR Dirlantas Polda Jabar Kompol Zainal Abidin. Ia menyatakan bahwa Jalan Tol Cipularang, khususnya Km 118+600 masih dapat dilintasi kedua arah. Dia mengatakan, hingga sore ini, jalan tol masih aman untuk dilintasi di kedua arah.
"Informasi yang beredar apalagi sampai jalan terputus itu tidak benar. Sekali lagi dipastikan, hingga sore ini Jalan Tol Cipularang, khususnya Km 118+600, masih dapat dilintasi di kedua arah dengan aman," kata Zainal.
Sejak longsor yang terjadi pada Selasa lalu, Jasa Marga Cabang Purbaleunyi sebagai pengelola Jalan Tol Cipularang bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, dibantu Ditjen Bina Marga dan BBWS Citarum Kementerian PUPR, serta Tim Ahli telah melakukan berbagai upaya perbaikan dan antisipasi terjadi hal serupa di sekitar lokasi kejadian.
Juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI Angkatan Darat untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan di sekitar lokasi.
Kondisi saat ini di lokasi longsor KM 118+600 arah Jakarta, telah dilakukan pemasangan dolken/cerucuk dan sandbag, serta pemasangan terpal untuk menghindari meresapnya air hujan secara langsung.
Kemudian pengaliran drainase air hujan, serta menyiagakan petugas pengawasan.
Telah dilakukan juga pengujian sondir pada area longsoran untuk mengetahui karakteristik tanah.
Selanjutnya direncanakan untuk penanganan lereng dengan melakukan penguatan dengan boredpile dan retaining wall untuk menstabilkan kondisi lereng, serta melakukan penataan saluran air dan perbaikan saluran irigasi.
Selain itu, penanganan longsor juga dilakukan secara komprehensif dengan mengantisipasi genangan yang tepatnya berada 8 meter dari Rumija KM 118+600 Arah Bandung.
Ini dilakukan dengan menggunakan lima pompa dengan kapasitas total 450 liter/detik.
Dilakukan juga pembersihan material lumpur untuk normalisasi saluran dengan mengoperasikan tiga unit excavator untuk pembersihan sedimentasi yang menghambat saluran gorong-gorong.
Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan akibat hal ini.
Pengendara juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan mentaati rambu-rambu, serta memantau kondisi lalu lintas perjalanan.
Informasi lalu lintas di seputar tol milik Jasa Marga dapat di akses melalui Call Center 24 Jam Jasa Marga di nomor 14080.
"Hal itu adalah tidak benar atau hoaks," kata General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Purbaleunyi, Pratomo Bimawan Putra. Menurut dia, foto yang viral tersebar di platform Whatsapp Group, maupun media sosial lainnya, merupakan foto yang diambil pada saat kejadian longsor pada hari Selasa, 11 Februari 2020 lalu. Dia menegaskan bahwa saat ini tidak ada longsor lanjutan.
Jasa Marga juga telah melakukan serangkaian perbaikan, dan menjamin kondisi Jalan Tol Cipularang tersebut, tepatnya di Km 118+600, dapat dilintasi oleh pengguna jalan. Kedua arah jalan tol, baik yang menuju ke arah Bandung maupun yang ke arah Jakarta dapat dilalui dengan aman.
Sama halnya dengan Pratomo, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru menyatakan bahwa foto yang viral tersebar itu diambil saat longsor pertama kali terjadi, yaitu pada 11 Februari 2020. Saat ini, kondisi sudah aman dan sudah dilakukan perbaikan.
"Jasa Marga menegaskan bahwa saat ini tidak ada longsor lanjutan. Longsor terjadi Selasa, tanggal 11 Februari 2020, dan Jasa Marga telah melakukan serangkaian perbaikan, dan menjamin kondisi Jalan Tol Cipularang tersebut, tepatnya di Km 118+600, dapat dilintasi oleh pengguna jalan, baik yang menuju ke arah Bandung maupun yang ke arah Jakarta dengan aman," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kasat PJR Dirlantas Polda Jabar Kompol Zainal Abidin. Ia menyatakan bahwa Jalan Tol Cipularang, khususnya Km 118+600 masih dapat dilintasi kedua arah. Dia mengatakan, hingga sore ini, jalan tol masih aman untuk dilintasi di kedua arah.
"Informasi yang beredar apalagi sampai jalan terputus itu tidak benar. Sekali lagi dipastikan, hingga sore ini Jalan Tol Cipularang, khususnya Km 118+600, masih dapat dilintasi di kedua arah dengan aman," kata Zainal.
Sejak longsor yang terjadi pada Selasa lalu, Jasa Marga Cabang Purbaleunyi sebagai pengelola Jalan Tol Cipularang bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, dibantu Ditjen Bina Marga dan BBWS Citarum Kementerian PUPR, serta Tim Ahli telah melakukan berbagai upaya perbaikan dan antisipasi terjadi hal serupa di sekitar lokasi kejadian.
Juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI Angkatan Darat untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan di sekitar lokasi.
Kondisi saat ini di lokasi longsor KM 118+600 arah Jakarta, telah dilakukan pemasangan dolken/cerucuk dan sandbag, serta pemasangan terpal untuk menghindari meresapnya air hujan secara langsung.
Kemudian pengaliran drainase air hujan, serta menyiagakan petugas pengawasan.
Telah dilakukan juga pengujian sondir pada area longsoran untuk mengetahui karakteristik tanah.
Selanjutnya direncanakan untuk penanganan lereng dengan melakukan penguatan dengan boredpile dan retaining wall untuk menstabilkan kondisi lereng, serta melakukan penataan saluran air dan perbaikan saluran irigasi.
Selain itu, penanganan longsor juga dilakukan secara komprehensif dengan mengantisipasi genangan yang tepatnya berada 8 meter dari Rumija KM 118+600 Arah Bandung.
Ini dilakukan dengan menggunakan lima pompa dengan kapasitas total 450 liter/detik.
Dilakukan juga pembersihan material lumpur untuk normalisasi saluran dengan mengoperasikan tiga unit excavator untuk pembersihan sedimentasi yang menghambat saluran gorong-gorong.
Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan akibat hal ini.
Pengendara juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan mentaati rambu-rambu, serta memantau kondisi lalu lintas perjalanan.
Informasi lalu lintas di seputar tol milik Jasa Marga dapat di akses melalui Call Center 24 Jam Jasa Marga di nomor 14080.
Kesimpulan
Berdasarkan hal itu, maka informasi yang beredar melalui Whatsapp tersebut masuk ke dalam Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan. Sebab, dalam narasi sudah disebutkan bahwa adanya longsor susulan padahal tidak terjadi longsor sususlan. Adapun, pihak terkait sudah langsung bertindak ketika terjadi longsor pertama pada Selasa, 11 Februari 2020.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1114299185569282/
- https://turnbackhoax.id/2020/02/17/salah-pesan-berantai-cipularang-longsor-lagi-di-km-118-kanan-kiri-jalan-jalan-terancam-putus-bila-longsoran-lanjut/
- https://news.detik.com/berita/d-4901532/penjelasan-jasa-marga-soal-foto-longsor-di-tol-cipularang-yang-viral
- https://www.liputan6.com/news/read/4180352/polisi-kabar-tol-cipularang-terancam-putus-akibat-longsor-hoaks
- https://bisnis.tempo.co/read/1308333/kabar-tol-cipularang-terancam-putus-viral-jasa-marga-hoaks/full&view=ok
- https://www.ayobandung.com/read/2020/02/17/79662/waspada-hoaks-longsor-tol-cipularang-menyebar-di-media-sosial
- https://jabar.suara.com/read/2020/02/17/112606/viral-di-medsos-info-longsor-di-tol-cipularang-ternyata-hoaks
- https://regional.kompas.com/read/2020/02/16/22494271/hoaks-foto-tol-cipularang-km-118600-kembali-longsor-dan-terancam-putus?page=all
- https://news.okezone.com/read/2020/02/16/525/2169390/polda-jabar-pastikan-viral-tol-cipularang-terancam-putus-pasca-longsor-hoaks
(GFD-2020-4788) [SALAH] “SOLAT JUM’AT DI BALIK VIRUS CORONA”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/02/2020
Berita
“MASYA ALLAH DI BALIK VIRUS CORONA SEKARANG DI CINA SANGGUP BER DESAK2 KAN, SOLAT JUM’AT SAMPAI KEJALAN JALAN….”.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video yang sudah dipublikasikan sebelumnya pada tahun 2018. Narasi SUMBER menimbulkan kesimpulan yang salah. Video yang dibagikan TIDAK BERKAITAN dengan COVID-19 karena sudah beredar SEBELUM Desember 2019, bulan dimana COVID-19 (Coronavirus 2019) dilaporkan mulai menyebar.
Pada tanggal 31 Desember 2019, sebuah konsorsium ahli medis China didakwa oleh CDC China dengan menyelidiki permulaan apa yang sekarang dikenal sebagai Wuhan Coronavirus. [216] Pada 24 Januari 2020, laporan mereka dipublikasikan di The Lancet. [217] Mereka mencatat dari ulasan mereka tentang catatan medis lokal bahwa pasien pertama yang kemudian didiagnosis dengan Coronavirus Wuhan pertama kali mengalami gejala pada 8 Desember 2019. Namun, konsorsium menemukan kasus sebelumnya dari seorang pasien yang pertama kali mengalami gejala pada 1 Desember 2019, menunjuk ke asal yang lebih awal. [218] Terlepas dari kasus awal ini, antara 8 hingga 18 Desember 2019, tujuh kasus yang kemudian didiagnosis dengan Wuhan Coronavirus didokumentasikan, dua di antaranya terkait dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, lima tidak. [219]”
Pada tanggal 31 Desember 2019, sebuah konsorsium ahli medis China didakwa oleh CDC China dengan menyelidiki permulaan apa yang sekarang dikenal sebagai Wuhan Coronavirus. [216] Pada 24 Januari 2020, laporan mereka dipublikasikan di The Lancet. [217] Mereka mencatat dari ulasan mereka tentang catatan medis lokal bahwa pasien pertama yang kemudian didiagnosis dengan Coronavirus Wuhan pertama kali mengalami gejala pada 8 Desember 2019. Namun, konsorsium menemukan kasus sebelumnya dari seorang pasien yang pertama kali mengalami gejala pada 1 Desember 2019, menunjuk ke asal yang lebih awal. [218] Terlepas dari kasus awal ini, antara 8 hingga 18 Desember 2019, tujuh kasus yang kemudian didiagnosis dengan Wuhan Coronavirus didokumentasikan, dua di antaranya terkait dengan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, lima tidak. [219]”
Kesimpulan
Video yang dibagikan sudah beredar pada tahun 2018, sebelum COVID-19 (Coronavirus 2019) dilaporkan mulai menyebar pada Desember 2019.
Rujukan
(GFD-2020-4790) [SALAH] Di Bekasi Sudah Ada Terduga Pasien Virus Corona
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/02/2020
Berita
Diberitahukan kepada seluruh Masyarakat Kab Bekasi bahwa mulai hari ini diharapkan agar memakai MASKER guna untuk menghindari tertularnya penyakit terutama Corona. Karna di RSUD kab Bekasi sudah ada 1 pasien yg diduga terkena Corona. Terimakasi*Info Dari Dinas Kesehatan Kab. Bekasi
Hasil Cek Fakta
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengklarifikasi guna beredarnya sebuah pesan berantai yang menyatakan bahwa telah ditemukan satu orang pasien yang diduga terkena virus corona. Informasi tersebut beredar melalui pesan berantai Whatsapp dalam beberapa hari terakhir. Dalam pesan disebutkan bahwa di RSUD Kabupaten Bekasi telah ditemukan satu orang yang diduga terkena virus corona.
Guna meluruskan informasi tersebut, Dinas Kesehatan setempat pun akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny dengan tegas membantah seluruh narasi yang tertera di dalam pesan. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
“Tidak benar. Masyarakat harus bisa bijak menanggapi berita, dan bila belum yakin untuk tidak menyebarkan informasi tersebut,” jelas Sri Enny.
Hal serupa juga disampaikan oleh akun Instagram Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dalam unggahannya dijelaskan bahwa apa yang disampaikan dalam pesan berantai tersebut adalah tidak benar. Dijelaskan pula agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid.
Guna meluruskan informasi tersebut, Dinas Kesehatan setempat pun akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny dengan tegas membantah seluruh narasi yang tertera di dalam pesan. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
“Tidak benar. Masyarakat harus bisa bijak menanggapi berita, dan bila belum yakin untuk tidak menyebarkan informasi tersebut,” jelas Sri Enny.
Hal serupa juga disampaikan oleh akun Instagram Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dalam unggahannya dijelaskan bahwa apa yang disampaikan dalam pesan berantai tersebut adalah tidak benar. Dijelaskan pula agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid.
Kesimpulan
Sebuah pesan berantai dengan narasi yang menyebut bahwa ditemukan satu pasien terduga virus corona di wilayah Kabupaten Bekasi. Informasi tersebut beredar melalui pesan berantai Whatsapp dan cukup membuat masyarakat Kabupaten Bekasi resah akan kebenaran hal tersebut. Namun belakangan diketahui bahwa apa yang terdapat dalam pesan berantai itu adalah tidak benar. Fakta tersebut didapat melalui klarifikasi yang dilontarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.
Rujukan
Halaman: 7579/7986



