• (GFD-2020-4799) [SALAH] “Info kemkes 6 kota zona kuning corona”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/02/2020

    Berita

    “Info kemkes 6 kota zona kuning corona: Medan, Batam, Jkt, Sby, Bali dan Manado.

    Sediakan masker di rumah dan hand sanitizer. Usahakan jangan dl ke tempat umum dan travelling”.

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan pesan palsu, berdasarkan klarifikasi dari yang terkait TIDAK ADA himbauan dari Kemenkes.

    kumparan: “pesan itu dibantah oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono.

    “Kemenkes tidak pernah mengeluarkan zonasi kewaspadaan dan atau kedaruratan karena Covid-19,” kata Anung saat dihubungi, Jumat (28/2).

    Anung juga memastikan pihaknya juga tidak mengeluarkan imbauan khusus terhadap enam kota seperti yang tertulis dalam pesan berantai tersebut. Pihaknya mengeluarkan imbauan yang sama untuk seluruh wilayah di Indonesia.

    “Seluruh kota/kabupaten di Indonesia yang harus waspada,” ucap dia.”

    Medanbisnisdaily.com: “Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah membantah keras bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Ia menyebutkan, Kemenkes maupun Dinas Kesehatan Sumut, sama sekali tidak ada mengeluarkan pernyataan jika 6 kota tersebut (termasuk Medan) sebagai zona kuning COVID-19.

    “Dipastikan berita bohong,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

    Sementara itu, anggota Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Restuti Hidayani Saragih, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H.(Kes) juga mengatakan bahwa sampai saat ini Kemenkes RI tidak ada mengeluarkan peringatan terkait adanya zona kuning atau warna apapun di Indonesia terkait COVID-19.

    Karenanya ia meminta kepada semua pihak agar membantu melawan hoax dan menyebarluaskan informasi yang benar. “Bersama kita bisa, lawan hoax, tetap siap siaga menghadapi COVID-19,” sebutnya.”

    OKEZONE.COM: “Anung pun mengimbau agar masyarakat mengikuti pemberitahuan yang dilakukan oleh Kementerian kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat. Terutama yang berkaitan dengan kejadian COVID- 19 ini.

    Dia juga menegaskan, masyarakat harus pintar saat mendapatkan informasi apapun terkait COVID-19. Apabila ragu, Anda dapat konfirmasi ke hotline Kementerian Kesehatan atau otoritas kesehatan setempat.

    “Jadilah orang pintar, mencerna pemberitaan. Selanjutnya hati-hati dalam membagi pemberitaan atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tuturnya.”

    detikNews.com: “Alwi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan pesan tersebut. Dia meminta masyarakat mengecek terlebih dulu kebenaran sebuah berita sebelum ikut menyebarkannya.

    “Kalau ada berita, jangan panik, tidak buru-buru di-share sebelum dicek kebenarannya, cari info yang benar dari saluran yang tepat, check and recheck,” jelas Alwi.”

    Kesimpulan

    Kemenkes TIDAK PERNAH mengeluarkan himbauan seperti yang diedarkan di pesan berantai WhatsApp, masyarakat dihimbau untuk pintar dan hati-hati dalam mencerna dan membagikan informasi.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3622) [SALAH] Video “karyawan yang sedang menyortir atau memasukkan masker tiga ply dengan merek solida”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 28/02/2020

    Berita

    Pihak Solida membantah bahwa apa yang terlihat pada video itu merupakan produksi dan pengemasan masker Solida. Faktanya, produksi masker Solida dilakukan di pabrik yang berstandar dan tanpa sentuhan tangan manusia.

    Akun Siti Budiman (fb.com/siti.budiman.792) mengunggah foto dan video dengan narasi “Peringatan semua orang masker solida jangan dibeli bekas orang pakai”

    Pada foto, tampak kotak produk Face Mask dengan merk Solida. Sementara video memperlihatkan pengemasan masker. Video berdurasi selama 1 menit 23 detik itu direkam oleh seseorang pria. Pria itu juga terdengar berbicara ketika video sedang berlangsung.

    Secara lengkap, berikut transkrip dari suara yang terdengar dari video tersebut:

    “Rabu, 19 Februari 2020. Waktu menunjukkan jam 12.30 WIB. Ini untuk orderan Ibu Mariana melalui mediator bapak dengan Bapak Yanto di Jakarta. Jadi kalau misalnya ini, posisi-posisi ini di gudang atau di pabriknya. Ini karyawan-karyawan yang sedang sortir atau memasukkan masker 3 ply dengan merek Solida. Ini barangnya asli. 3 ply bukan 2 ply. Jadi kalau mau booking atau order dipersilakan melalui mediator bapak Yanto dipersilakan. Ini bukan barang gaib ya. Barang-barang nyata bukan barang gaib”.

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Solida membantah bahwa apa yang terlihat pada video itu merupakan produksi dan pengemasan masker Solida. Faktanya, produksi masker Solida dilakukan di pabrik yang berstandar dan tanpa sentuhan tangan manusia.

    Tim CekFakta Medcom.id menghubungi Yosephine Anita selaku Humas Produsen Solida terkait video viral tersebut.Yosephine mengatakan, proses produksi masker Solida oleh pabrik di Bantul, Yogyakarta ini, telah memiliki sertifikasi Produksi Alat Kesehatan, CPAKB, memiliki NIE-AKD dari Kemenkes RI dan telah melakukan ekspor selama bertahun-tahun.

    Berikut secara lengkap klarifikasi dari pihak Solida:

    “Bersama ini kami menyatakan bahwa video viral produksi masker rumahan yang tidak berstandar, namun potongan masker SOLIDA yang diexpose di media sosial tersebut, adalah bukan produksi resmi masker SOLIDA.

    Kami sangat menyayangkan video tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, karena produksi masker SOLIDA oleh pabrik di Bantul, Yogyakarta ini telah meliliki Sertifikasi Produksi Alat Kesehatan, CPAKB, memiliki NIE-AKD dari Kemenkes RI dan telah melakukan ekspor selama bertahun-tahun. Maka tidak mungkin masker SOLIDA diproduksi seperti yang terlihat pada video tersebut.

    Oleh karena itu, SOLIDA telah melakukan klarifikasi melalui story Instagram akun @solida.proteksi dengan menunjukkan kondisi pabrik SOLIDA yang sebenarnya saat proses produksi.

    Maka kami mengharapkan agar video viral tersebut tidak disebarluaskan agar tidak merugikan brand kami, dan tidak membuat panik masyarakat.

    Terima kasih,
    SOLIDA”.

    Bantahan resmi juga disampaikan melalui akun media sosial Solida, @solida.proteksi

    Melalui unggahan tersebut, Solida juga memberikan klarifikasi:

    “PABRIK MASKER SOLIDA YANG SEBENARNYA Video ini merupakan pabrik resmi masker SOLIDA yang berlokasi di Yogyakarta. Sangat berbeda dengan video viral yang beredar di media sosial belakangan ini. . cc : @kemenkes_ri@kemendag fyi : @lambe_turah@undercover.id @ndorobeii#maskersolida” tulis postingan akun Solida Proteksi

    Rujukan

  • (GFD-2020-3623) [SALAH] Pesan Undian Berhadiah dari PT Pertamina

    Sumber: www.whatsapp.com
    Tanggal publish: 28/02/2020

    Berita

    Sebuah pesan berantai mengatasnamakan PT. Pertamina dengan klaim bahwa penerima pesan tersebut berhasil mendapat hadiah sejumlah uang. Menanggapi adanya pesan tersebut, pihak Pertamina pun angkat bicara dengan menyatakan bahwa pesan tersebut bukanlah produk buatan mereka.
    NARASI:

    Info resmi

    KANTOR PUSAT

    PT.PERTAMINA (Persero)

    M-ngucapkan

    SELAMAT..!!!

    Anda Mendapatkan

    Hadiah Rp. 100juta

    PIN-(27dd45)

    U/info klik

    Bit.ly/promo2020-pertamina

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Pertamina angkat bicara terkait dengan munculnya pesan undian berhadiah yang mengklaim berasal dari PT. Pertamina. Pesan tersebut dikirim baik melalui SMS, Whatsapp dan juga email. Untuk mencegah adanya indikasi penipuan, pihak terkait pun akhirnya angkat bicara.

    Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan bahwa pesan tersebut bukan produk Pertamina. Fajriyah menjelaskan seluruh program promosi Pertamina disampaikan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan, yakni www.pertamina.com, akun media sosial Pertamina @pertamina.com dan aplikasi resmi MyPertamina.

    “Bagi masyarakat yang mendapat pesan pribadi bahwa memenangkan undian tertentu dari Pertamina, baik melalui SMS atau Whatasapp maupun email, agar segera menghubungi Call Center 135 untuk memastikan kebenaran tersebut,” jelas Fajriyah.

    Fajriyah menuturkan, memang benar saat ini pihaknya tengah melaksanakan Program Berbagi Berkah MyPertamina, namun hal tersebut dilakukan secara terbuka dan tanpa dipungut biaya sedikit pun.

    “Jika ada program promosi atau undian berhadiah yang disampaikan secara tertutup, maka dipastikan itu penipuan dan hoaks atau berita bohong, bukan dari Pertamina. Segera hubungi Call Center 135, jangan sampai menjadi korban dari modus penipuan,” jelas Fajriyah.

    ===

    Rujukan

  • (GFD-2020-3624) [SALAH] “Kejadian GALAXY MALL 3 Surabaya”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 28/02/2020

    Berita

    BUKAN di Surabaya. Lokasi kejadian: daerah Ratchadaphisek di THAILAND, para pelaku adalah komplotan pencuri barang bermerek mahal (branded)

    NARASI

    “Kejadian GALAXY MALL 3 Surabaya,
    Tahu ndirilah Galaxy Mall brasa di Hongkong ????????
    ti atiloh gaeeeeaas…iku rupane tacik².
    Maling yo maling ae…”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

    Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

    * SUMBER membagikan video rekaman kamera pengawas peristiwa di daerah Ratchadaphisek (THAILAND).

    * SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun kesimpulan pelintiran.



    (2) Salah satu berita yang berkaitan, YouTube @ 20 Feb 2020: “Daerah Ratchadaphisek Menurut gambar yang dipublikasikan di media sosial sebelum melarikan diri oleh gambar CCTV Penjahat yang tertangkap adalah dua gadis yang mencuri tas tangan”

    Google Translate Chrome Ekstension, video dan selengkapnya (bahasa asli, Thailand) di http://bit.ly/3cbgXSv / http://archive.md/Anc0a (arsip cadangan).

    ======

    Rujukan