"Innalillahi wainna ilaihi rojiun,pelajar Sekolah Meninggal ketika sedang bermain Game Online. Korban ketika itu tiba2 mengalami Kejang2 sebelum meninggal dunia. Korban meninggal karena putus saraf otak/kepala akibat terlalu sering bermain game Online.
Dapat dilihat dalam rakaman video, korban dan rekan2 pelajar kelas masing2 masih memegang HP, terlihat juga game online yang mereka main, Jadi hentikan lah tabiat main game dari sekarang... Semoga almarhum husnul khotimah aamiin ya rabbal alamiin "
""help" anak yang meninggal karena bermain game"
"Pelajar Sekolah Meninggal ketika sedang bermain Game Online. Korban ketika itu tiba2 mengalami Kejang2 sebelum meninggal dunia. Korban meninggal karena putus saraf otak/kepala akibat terlalu sering bermain game Online.
Dapat dilihat dalam rakaman video, korban dan rekan2 pelajar kelas masing2 masih memegang HP, terlihat juga game online yang mereka main, Jadi hentikan lah tabiat main game dari sekarang...
HOAX ATO NYATA..AMBIL POSITIFNYA "
Beredar pesan berantai melalui aplikasi Whatsapp sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa tengah kejang-kejang. Dalam narasi yang menyertainya, disebutkan bahwa pelajar tersebut meninggal lantaran bermain game online. Berikut kutipan narasinya:
Pelajar Sekolah Meninggal ketika sedang bermain Game Online. Korban ketika itu tiba2 mengalami Kejang2 sebelum meninggal dunia. Korban meninggal karena putus saraf otak/kepala akibat terlalu sering bermain game Online.
Dapat dilihat dalam rakaman video, korban dan rekan2 pelajar kelas masing2 masih memegang HP, terlihat juga game online yang mereka main, Jadi hentikan lah tabiat main game dari sekarang...
(GFD-2019-3247) [SALAH] Pelajar Sekolah Meninggal Ketika Sedang Bermain Game Online
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 04/11/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa narasi tersebut tidak tepat. Sebab, siswa tersebut tidak meninggal. Adapun, peristiwa yang terjadi di dalam video tersebut bertempat di salah satu SMA di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penyebab siswa berinisial FH itu kejang-kejang pun bukan karena permainan daring di telepon genggamnya, melainkan FH memang memiliki riwayat penyakit epilepsi. Klarifikasi itu disampaikan oleh pihak sekolah. Berikut kutipan pemberitaannya:
Pemberitaan detik.com tanggal 13 September 2019:
[…] Heboh Siswa di Sulsel Main Game di Kelas Berujung Kejang-kejang, Ini Faktanya
Luwu Timur - Video yang menampilkan siswa SMA di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sedang bermain game lalu kejang-kejang menjadi perbincangan. Kepala SMA tersebut angkat bicara.
Kepala sekolah SMA di Luwu Timur, bernama Muh. Saleh mengatakan siswa yang kejang-kejang dalam video tersebut berinisial FH (16). Dia mengatakan FH memiliki riwayat penyakit epilepsi.
"Siswa itu kelas 11, sekarang ada di ruangan saya. Dia punya riwayat penyakit epilepsi. Kebetulan saat bermain game di sekolah penyakitnya kambuh," ucap Saleh mengklarifikasi video viral tersebut, Jumat (13/9/2019).
Saleh menjelaskan, pada saat kejadian, Selasa (10/9), FH dan rekan-rekannya memang diperbolehkan membawa ponsel android ke kelas karena berhubungan dengan salah satu mata pelajaran sekolah.
"Selesai mata pelajaran itu, kan siang, istirahat dan salat zuhur. Tapi siswa ini main game di kelas sampai kambuhlah itu penyakitnya. Baru ada temannya yang videokan, saya juga masih cari itu siswa yang merekam," sebut Saleh.
Saleh juga membantah informasi beredar yang menyebutkan kalau siswanya tersebut meninggal karena kecanduan bermain game. "Itu juga ada yang bilang meninggal, hoaks itu. Anak itu sudah sehat setelah dibawa ke puskesmas. Jadi salah itu yang bilang meninggal," kata Saleh.
"Malah sebenarnya penyakit anak ini jarang sekali terjadi, ini hanya kebetulan kejadian di sekolah. Sekarang anak itu sudah masuk sekolah lagi seperti biasa," sebut dia.
Video viral FH kejang-kejang saat bermain game online berdurasi 36 detik. Tampak ia sedang kejang-kejang dengan kabel headset menjulur dari tangan hingga pahanya. Sementara, sejumlah rekannya histeris saat insiden itu terjadi. Video itu diunggah salah satu akun Instagram dan sudah berkali-kali ditonton. […]
Pemberitaan kompas.com tanggal 13 September 2019:
[…] Viral Video Pelajar Kejang-kejang Saat Bermain Game Online, Ini Penjelasan Orangtuanya
LUWU TIMUR, KOMPAS.com – Sebuah video yang menunjukkan salah seorang siswa kejang-kejang saat bermain game online di dalam kelasnya, viral di media sosial.
Video berdurasi 38 detik itu diunggah oleh akun @keluhkesahojol.id di instagram.
Dalam video pendek itu, terlihat seorang pelajar SMA pada bagian lengannya terlilit headset yang tersambung dengan telepon seluler (ponsel) di kantong celananya.
Ia mengalami kejang-kejang hingga pingsan. Sementara rekan-rekannya panik, bahkan berteriak histeris melihat kejadian tersebut.
Dalam video itu juga terlihat rekan korban memegang ponsel yang berisi permainan (game).
Dalam keterangan video tersebut disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu SMA di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada 12 September 2019. Video tersebut kini beredar luas dan telah dilihat sebanyak 23.857 kali.
Diketahui siswa itu berinsial PH (17), kelas 11 SMA Negeri 1 Luwu Timur, warga Kilometer 6, Dusun Balambano Indah, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Luwu Timur.
Menurut orangtua PH, Palalloi bahwa peristiwa yang terjadi pada Selasa (10/09/2019) lalu sekitar pukul 11.30 Wita itu karena anaknya belum sarapan saat ke sekolah.
“Ia sakit yang disebabkan tidak sarapan. Memang ia jarang sarapan pagi kalau ke sekolah,, makanya dia sering sakit-sakit,” katanya saat dikonfirmasi media, Jumat (13/09/2019).
Menurutnya, saat peristiwa itu terjadi, anaknya sempat dibawa ke puskesmas dan dirawat selama 3 jam. Setelah itu, ia kembali ke rumah untuk bermain dengan tetangga.
“Jadi setelah dirawat di puskesmas 3 jam, esoknya sudah kembali ke sekolah. Kesibukan anak tersebut kalau pulang sekolah hanya di rumah atau bermain dengan tetangganya,” ucapnya.
Palalloi mengatakan, setelah kejadian tersebut beredar informasi atau isu bahwa anaknya mengonsumsi obat terlarang.
Bahkan ada pula kabar bahwa anaknya kejang-kejang akibat bermain game.
“Anak saya bukan karena minum obat seperti isu yang beredar, bukan pula karena pengaruh main game, tetapi memang karena sakit sampai pingsan akibat tidak sarapan pagi,” ujarnya. […]
Pemberitaan detik.com tanggal 13 September 2019:
[…] Heboh Siswa di Sulsel Main Game di Kelas Berujung Kejang-kejang, Ini Faktanya
Luwu Timur - Video yang menampilkan siswa SMA di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sedang bermain game lalu kejang-kejang menjadi perbincangan. Kepala SMA tersebut angkat bicara.
Kepala sekolah SMA di Luwu Timur, bernama Muh. Saleh mengatakan siswa yang kejang-kejang dalam video tersebut berinisial FH (16). Dia mengatakan FH memiliki riwayat penyakit epilepsi.
"Siswa itu kelas 11, sekarang ada di ruangan saya. Dia punya riwayat penyakit epilepsi. Kebetulan saat bermain game di sekolah penyakitnya kambuh," ucap Saleh mengklarifikasi video viral tersebut, Jumat (13/9/2019).
Saleh menjelaskan, pada saat kejadian, Selasa (10/9), FH dan rekan-rekannya memang diperbolehkan membawa ponsel android ke kelas karena berhubungan dengan salah satu mata pelajaran sekolah.
"Selesai mata pelajaran itu, kan siang, istirahat dan salat zuhur. Tapi siswa ini main game di kelas sampai kambuhlah itu penyakitnya. Baru ada temannya yang videokan, saya juga masih cari itu siswa yang merekam," sebut Saleh.
Saleh juga membantah informasi beredar yang menyebutkan kalau siswanya tersebut meninggal karena kecanduan bermain game. "Itu juga ada yang bilang meninggal, hoaks itu. Anak itu sudah sehat setelah dibawa ke puskesmas. Jadi salah itu yang bilang meninggal," kata Saleh.
"Malah sebenarnya penyakit anak ini jarang sekali terjadi, ini hanya kebetulan kejadian di sekolah. Sekarang anak itu sudah masuk sekolah lagi seperti biasa," sebut dia.
Video viral FH kejang-kejang saat bermain game online berdurasi 36 detik. Tampak ia sedang kejang-kejang dengan kabel headset menjulur dari tangan hingga pahanya. Sementara, sejumlah rekannya histeris saat insiden itu terjadi. Video itu diunggah salah satu akun Instagram dan sudah berkali-kali ditonton. […]
Pemberitaan kompas.com tanggal 13 September 2019:
[…] Viral Video Pelajar Kejang-kejang Saat Bermain Game Online, Ini Penjelasan Orangtuanya
LUWU TIMUR, KOMPAS.com – Sebuah video yang menunjukkan salah seorang siswa kejang-kejang saat bermain game online di dalam kelasnya, viral di media sosial.
Video berdurasi 38 detik itu diunggah oleh akun @keluhkesahojol.id di instagram.
Dalam video pendek itu, terlihat seorang pelajar SMA pada bagian lengannya terlilit headset yang tersambung dengan telepon seluler (ponsel) di kantong celananya.
Ia mengalami kejang-kejang hingga pingsan. Sementara rekan-rekannya panik, bahkan berteriak histeris melihat kejadian tersebut.
Dalam video itu juga terlihat rekan korban memegang ponsel yang berisi permainan (game).
Dalam keterangan video tersebut disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu SMA di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada 12 September 2019. Video tersebut kini beredar luas dan telah dilihat sebanyak 23.857 kali.
Diketahui siswa itu berinsial PH (17), kelas 11 SMA Negeri 1 Luwu Timur, warga Kilometer 6, Dusun Balambano Indah, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Luwu Timur.
Menurut orangtua PH, Palalloi bahwa peristiwa yang terjadi pada Selasa (10/09/2019) lalu sekitar pukul 11.30 Wita itu karena anaknya belum sarapan saat ke sekolah.
“Ia sakit yang disebabkan tidak sarapan. Memang ia jarang sarapan pagi kalau ke sekolah,, makanya dia sering sakit-sakit,” katanya saat dikonfirmasi media, Jumat (13/09/2019).
Menurutnya, saat peristiwa itu terjadi, anaknya sempat dibawa ke puskesmas dan dirawat selama 3 jam. Setelah itu, ia kembali ke rumah untuk bermain dengan tetangga.
“Jadi setelah dirawat di puskesmas 3 jam, esoknya sudah kembali ke sekolah. Kesibukan anak tersebut kalau pulang sekolah hanya di rumah atau bermain dengan tetangganya,” ucapnya.
Palalloi mengatakan, setelah kejadian tersebut beredar informasi atau isu bahwa anaknya mengonsumsi obat terlarang.
Bahkan ada pula kabar bahwa anaknya kejang-kejang akibat bermain game.
“Anak saya bukan karena minum obat seperti isu yang beredar, bukan pula karena pengaruh main game, tetapi memang karena sakit sampai pingsan akibat tidak sarapan pagi,” ujarnya. […]
Kesimpulan
Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pesan berantai yang baru saja beredar tidak tepat. Konten narasi di dalamnya memiliki konteks informasi yang salah terhadap peristiwa pada videonya. Dengan demikian, pesan berantai itu masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1019782448354290/
- https://turnbackhoax.id/2019/11/04/salah-pelajar-sekolah-meninggal-ketika-sedang-bermain-game-online/
- https://turnbackhoax.id/2019/09/16/klarifikasi-siswa-kejang-kejang-saat-bermain-game-online-di-dalam-kelasnya/
- https://news.detik.com/berita/d-4704947/heboh-siswa-di-sulsel-main-game-di-kelas-berujung-kejang-kejang-ini-faktanya
- https://regional.kompas.com/read/2019/09/13/20545541/viral-video-pelajar-kejang-kejang-saat-bermain-game-online-ini-penjelasan
(GFD-2019-3266) [SALAH] “Perintah pemimpin negara,,,,Seluruh karyawan PNS dan ASN diwajib kan berpakaian seperti foto dibawa ini kata mentri agama dan para menteri komunis”
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 04/11/2019
Berita
Unggahan akun Facebook Jokowiryanto Joko Anto yang berisi foto seorang perempuan yang mengenakan gaun dengan warna dominan putih dan tambahan narasi yang berbunyi “Perintah pemimpin negara,,,,Seluruh karyawan PNS dan ASN diwajib kan berpakaian seperti foto dibawa ini kata mentri agama dan para menteri komunis,,,,karena mulai sekarang berpakaian hijab dan bercadar sudah dilarang oleh pemerintah Radikal,,,,!!!,” dalam kategori misinformasi atau disinformasi dari First Draft dapat dikategorikan sebagai Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Diketahui foto yang disematkan oleh akun Facebook Jokowiryanto Joko Anto adalah foto aktris India yang bernama Shiriya Saran, yang tidak ada hubungannya dengan polemik pakaian ASN. Diketahui pakaian ASN, setidaknya diatur oleh dua peraturan yakni Perpres Nomor 71 Tahun 2018 tentang Tata Pakaian pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
NARASI:
“Perintah pemimpin negara,,,,Seluruh karyawan PNS dan ASN diwajib kan berpakaian seperti foto dibawa ini kata mentri agama dan para menteri komunis,,,,karena mulai sekarang berpakaian hijab dan bercadar sudah dilarang oleh pemerintah Radikal,,,,!!!,” tulis akun Facebook Jokowiryanto Joko Anto, Sabtu (2/11).
=====
Diketahui foto yang disematkan oleh akun Facebook Jokowiryanto Joko Anto adalah foto aktris India yang bernama Shiriya Saran, yang tidak ada hubungannya dengan polemik pakaian ASN. Diketahui pakaian ASN, setidaknya diatur oleh dua peraturan yakni Perpres Nomor 71 Tahun 2018 tentang Tata Pakaian pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
NARASI:
“Perintah pemimpin negara,,,,Seluruh karyawan PNS dan ASN diwajib kan berpakaian seperti foto dibawa ini kata mentri agama dan para menteri komunis,,,,karena mulai sekarang berpakaian hijab dan bercadar sudah dilarang oleh pemerintah Radikal,,,,!!!,” tulis akun Facebook Jokowiryanto Joko Anto, Sabtu (2/11).
=====
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto mengunggah gambar seorang perempuan mengenakan gaun yang berwarna dominan putih. Pada unggahan gambar tersebut, akun Jokowiyanto Joko Anto menambahkan narasi sebagai berikut.
“Perintah pemimpin negara,,,,Seluruh karyawan PNS dan ASN diwajib kan berpakaian seperti foto dibawa ini kata mentri agama dan para menteri komunis,,,,karena mulai sekarang berpakaian hijab dan bercadar sudah dilarang oleh pemerintah Radikal,,,,!!!,” tulis akun Facebook Jokowiryanto Joko Anto, Sabtu (2/11).
Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui tidak ditemukan informasi atau berita dari media daring yang terverifikasi di Dewan Pers yang memberitakan bahwa pemerintah maupun Menteri Agama, Fachrul Razi memerintahkan ASN untuk berpakaian seperti foto yang disematkan akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto.
Adanya narasi Menteri komunis yang dituliskan oleh akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto juga adalah hal keliru. Ideologi komunis diketahui sudah dilarang sesuai dengan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966.
Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri menyatakan ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah Pancasila. Karena itu, ia ingin agar seluruh lapisan masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran, tidak menghormati penganut agama lain, etnis lain,” ucap Jokowi, Minggu (14/7/2019).
Kemudian kata “karena mulai sekarang berpakaian hijab dan bercadar sudah dilarang oleh pemerintah Radikal” yang dituliskan akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto juga hal yang keliru. Belum ada keputusan dalam bentuk peraturan yang dikeluarkan terkait ini, yang berarti hal ini masih wacana atau isu.
Diketahui perturan tentang berpakaian PNS sedikitnya diatur oleh dua aturan yaitu, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2018 yang mengatur tentang Tata Pakaian pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
Sementara foto perempuan yang disematkan oleh akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto, diketahui adalah foto aktris India bernama Shriya Saran yang tidak ada hubungannya dengan polemik pakaian ASN di Indonesia.
“Perintah pemimpin negara,,,,Seluruh karyawan PNS dan ASN diwajib kan berpakaian seperti foto dibawa ini kata mentri agama dan para menteri komunis,,,,karena mulai sekarang berpakaian hijab dan bercadar sudah dilarang oleh pemerintah Radikal,,,,!!!,” tulis akun Facebook Jokowiryanto Joko Anto, Sabtu (2/11).
Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui tidak ditemukan informasi atau berita dari media daring yang terverifikasi di Dewan Pers yang memberitakan bahwa pemerintah maupun Menteri Agama, Fachrul Razi memerintahkan ASN untuk berpakaian seperti foto yang disematkan akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto.
Adanya narasi Menteri komunis yang dituliskan oleh akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto juga adalah hal keliru. Ideologi komunis diketahui sudah dilarang sesuai dengan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966.
Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri menyatakan ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah Pancasila. Karena itu, ia ingin agar seluruh lapisan masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran, tidak menghormati penganut agama lain, etnis lain,” ucap Jokowi, Minggu (14/7/2019).
Kemudian kata “karena mulai sekarang berpakaian hijab dan bercadar sudah dilarang oleh pemerintah Radikal” yang dituliskan akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto juga hal yang keliru. Belum ada keputusan dalam bentuk peraturan yang dikeluarkan terkait ini, yang berarti hal ini masih wacana atau isu.
Diketahui perturan tentang berpakaian PNS sedikitnya diatur oleh dua aturan yaitu, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2018 yang mengatur tentang Tata Pakaian pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
Sementara foto perempuan yang disematkan oleh akun Facebook Jokowiyanto Joko Anto, diketahui adalah foto aktris India bernama Shriya Saran yang tidak ada hubungannya dengan polemik pakaian ASN di Indonesia.
Rujukan
(GFD-2019-3271) [SALAH] Charge Ponsel dengan Powerbank Terbakar di Mall Emporium
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 03/11/2019
Berita
Bukan di Mall Emporium. Peristiwa di hypermarket “Marjane” di Agadir (Maroko), bukan karena mengisi ponsel dengan powerbank tetapi karena bakar diri.
NARASI
“Di mall emporium Brusan kejadian ngecas hp pake power bank taruh di kantong
#LaguLamaKambingHitam”.
NARASI
“Di mall emporium Brusan kejadian ngecas hp pake power bank taruh di kantong
#LaguLamaKambingHitam”.
Hasil Cek Fakta
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
* SUMBER membagikan video peristiwa bakar diri di hypermarket “Marjane” di Agadir (Maroko).
* SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun premis pelintiran.
(2) Morocco World News: “… Adegan mengejutkan pembeli Marjane di Agadir. Menurut outlet media setempat, seorang pria berusia 30 tahun membakar dirinya sendiri di pintu masuk utama supermarket pada hari Minggu, 3 Juni … “
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2N85g4m / http://archive.md/iCjCB (arsip cadangan).
======
REFERENSI
(1) Wikipedia: “… Marjane (juga pemegang Marjane ) adalah rantai hypermarket Maroko. Ini sepenuhnya dimiliki oleh SNI , perusahaan induk raja Mohammed VI . Rantai membuka supermarket pertamanya, pada 1990, di Rabat . [1] …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2NvUiVq.
(2) https://www.marjane.ma/, situs hypermarket “Marjane”.
(3) Google Maps:
* http://bit.ly/32cGi8c, “Emporium Pluit Mall”.
* http://bit.ly/2JJ3jth, “Marjane”.
* http://bit.ly/2qcZp50, “Marjane Agadir”.
(4) Sebelumnya dibagikan dengan narasi terjadi di Dubai, AFP: “… Biro Rabat AFP meninjau rekaman video yang terkandung dalam posting Facebook yang menyesatkan dan mengatakan itu jelas menggambarkan insiden di Maroko, bukan Dubai.
Insiden dalam video tersebut terjadi di superstore Marjane ketika logo biru dan kuning merek tersebut terlihat jelas di dinding bagian dalam toko.
Marjane adalah rantai hypermarket Maroko dan hanya ada di Maroko. …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/3398bQ4 / http://archive.md/7RcYd (arsip cadangan).
(5) http://archive.md/9dh8Y, arsip cadangan SUMBER.
(6) http://bit.ly/32g8ck1, laporan (mention) ke akun MAFINDO (twitter.com/turnbackhoax).
======
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
* SUMBER membagikan video peristiwa bakar diri di hypermarket “Marjane” di Agadir (Maroko).
* SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun premis pelintiran.
(2) Morocco World News: “… Adegan mengejutkan pembeli Marjane di Agadir. Menurut outlet media setempat, seorang pria berusia 30 tahun membakar dirinya sendiri di pintu masuk utama supermarket pada hari Minggu, 3 Juni … “
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2N85g4m / http://archive.md/iCjCB (arsip cadangan).
======
REFERENSI
(1) Wikipedia: “… Marjane (juga pemegang Marjane ) adalah rantai hypermarket Maroko. Ini sepenuhnya dimiliki oleh SNI , perusahaan induk raja Mohammed VI . Rantai membuka supermarket pertamanya, pada 1990, di Rabat . [1] …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2NvUiVq.
(2) https://www.marjane.ma/, situs hypermarket “Marjane”.
(3) Google Maps:
* http://bit.ly/32cGi8c, “Emporium Pluit Mall”.
* http://bit.ly/2JJ3jth, “Marjane”.
* http://bit.ly/2qcZp50, “Marjane Agadir”.
(4) Sebelumnya dibagikan dengan narasi terjadi di Dubai, AFP: “… Biro Rabat AFP meninjau rekaman video yang terkandung dalam posting Facebook yang menyesatkan dan mengatakan itu jelas menggambarkan insiden di Maroko, bukan Dubai.
Insiden dalam video tersebut terjadi di superstore Marjane ketika logo biru dan kuning merek tersebut terlihat jelas di dinding bagian dalam toko.
Marjane adalah rantai hypermarket Maroko dan hanya ada di Maroko. …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/3398bQ4 / http://archive.md/7RcYd (arsip cadangan).
(5) http://archive.md/9dh8Y, arsip cadangan SUMBER.
(6) http://bit.ly/32g8ck1, laporan (mention) ke akun MAFINDO (twitter.com/turnbackhoax).
======
Rujukan
(GFD-2019-3272) [KLARIFIKASI] Hati-Hati Jika Ketemu Anak Kecil Menangis di Jalan, Modus baru PENJAHAT untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA & MENCULIK
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 03/11/2019
Berita
Hoaks lama yang sebelumnya sudah diklarifikasi. Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri menyatakan tidak pernah mengeluarkan imbauan terkait modus baru tersebut. Meski imbauan itu palsu, Anda tetap perlu waspada dengan berbagai modus baru kejahatan. Jika menemukan anak menangis sendirian di tempat gelap dan sepi, memang ada baiknya mampir ke kantor atau pos polisi terdekat.
Beredar sebuah artikel yang berjudul “Hati-Hati Jika Ketemu Anak Kecil Menangis di Jalan”. Artikel ini dimuat di situs info-facebookers[dot]blogspot.com pada tahun 2015, namun tetap sering dibagikan oleh warganet hingga kini.
Berikut isi artikel tersebut:
“Sampaikan pesan ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda!!
Pesan ini ditujukan kepada setiap pria dan wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja.
Jika kalian menemukan anak kecil menangis di jalan dengan menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tersebut, bawalah anak itu ke kantor POLISI dan jangan bawa anak itu ke alamat tersebut!!
Anak itu telah di suruh oleh si pelaku kejahatan untuk menggiring kalian menuju ke tempat si pelaku melakukan aksi kejahatannya.
Ini adalah Modus baru PENJAHAT untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA & MENCULIK.
Mohon Informasikan ke semua kawan-kawan.
Jangan ragu untuk membagikan pesan ini kepada yang lainnya.
Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita dan orang yang penting dalam hidup anda….. karena sudah banyak korban. Jadi biarkan POLRI yang mengantarkan anak itu ke alamat tersebut..
Ayo saudara SHARE buat keselamatan saudara2 kita semua..”
Beredar sebuah artikel yang berjudul “Hati-Hati Jika Ketemu Anak Kecil Menangis di Jalan”. Artikel ini dimuat di situs info-facebookers[dot]blogspot.com pada tahun 2015, namun tetap sering dibagikan oleh warganet hingga kini.
Berikut isi artikel tersebut:
“Sampaikan pesan ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda!!
Pesan ini ditujukan kepada setiap pria dan wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja.
Jika kalian menemukan anak kecil menangis di jalan dengan menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tersebut, bawalah anak itu ke kantor POLISI dan jangan bawa anak itu ke alamat tersebut!!
Anak itu telah di suruh oleh si pelaku kejahatan untuk menggiring kalian menuju ke tempat si pelaku melakukan aksi kejahatannya.
Ini adalah Modus baru PENJAHAT untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA & MENCULIK.
Mohon Informasikan ke semua kawan-kawan.
Jangan ragu untuk membagikan pesan ini kepada yang lainnya.
Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita dan orang yang penting dalam hidup anda….. karena sudah banyak korban. Jadi biarkan POLRI yang mengantarkan anak itu ke alamat tersebut..
Ayo saudara SHARE buat keselamatan saudara2 kita semua..”
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, ternyata klaim tersebut adalah isu yang sudah cukup lama beredar.
Pada tahun 2017, Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri langsung memberikan label hoax pada informasi itu. Melalui akun Twitter @PolriMultimedia, mereka meminta masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi.
”Kami tidak pernah mengeluarkan imbauan terkait modus baru penjahat untuk melakukan perampokan, pemerkosaan, dan penculikan,” tulis Biro Multimedia.
Pada tahun 2012 lalu informasi ini pernah beredar melalui BlackBerry Messenger — demikian dikabarkan Merdeka.com dalam artikel berjudul, “BlackBerry Messenger anak minta tolong hoax”.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, yang kala itu dijabat Kombes Rikwanto menegaskan bahwa pesan tersebut adalah hoaks.
Namun, lanjut Rikwanto, meskipun pihak kepolisian belum menerima laporan terkait modus baru yang disampaikan dalam pesan singkat tersebut, tapi saran yang dianjurkan bisa juga diterapkan.
“Itu belum ada laporan kasus tentang itu, tapi sarannya boleh juga diikuti, kalau menemukan demikian daripada berpikir yang tidak-tidak maka dilaporkan ke polisi saja. Jadi tidak menghilangkan niat baik saat akan menolong. Contoh seperti anak menangis, ada orang yang ketinggalan barang, lalu tersesat niat baiknya jangan hilang, untuk keamanan kepada yang menolong salurannya ke polisi,” pungkas Rikwanto.
Berdasarkan hasil penelusuran, ternyata klaim tersebut adalah isu yang sudah cukup lama beredar.
Pada tahun 2017, Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri langsung memberikan label hoax pada informasi itu. Melalui akun Twitter @PolriMultimedia, mereka meminta masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi.
”Kami tidak pernah mengeluarkan imbauan terkait modus baru penjahat untuk melakukan perampokan, pemerkosaan, dan penculikan,” tulis Biro Multimedia.
Pada tahun 2012 lalu informasi ini pernah beredar melalui BlackBerry Messenger — demikian dikabarkan Merdeka.com dalam artikel berjudul, “BlackBerry Messenger anak minta tolong hoax”.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, yang kala itu dijabat Kombes Rikwanto menegaskan bahwa pesan tersebut adalah hoaks.
Namun, lanjut Rikwanto, meskipun pihak kepolisian belum menerima laporan terkait modus baru yang disampaikan dalam pesan singkat tersebut, tapi saran yang dianjurkan bisa juga diterapkan.
“Itu belum ada laporan kasus tentang itu, tapi sarannya boleh juga diikuti, kalau menemukan demikian daripada berpikir yang tidak-tidak maka dilaporkan ke polisi saja. Jadi tidak menghilangkan niat baik saat akan menolong. Contoh seperti anak menangis, ada orang yang ketinggalan barang, lalu tersesat niat baiknya jangan hilang, untuk keamanan kepada yang menolong salurannya ke polisi,” pungkas Rikwanto.
Rujukan
Halaman: 7477/7809





