• (GFD-2020-4727) [SALAH] Pegawai Pusat Perbelanjaan Luwes Gading Dijemput Petugas Medis

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 24/05/2020

    Berita

    “Ojo Nang Luwes Gading Sik, Hari Ini Pegawene Ono Sing Dijemput Soko Muwardi”

    Hasil Cek Fakta

    Tangkapan layar dengan imbauan berupa larangan untuk warga Solo berkunjung ke pusat perbelanjaan Luwes Gading beredar di masyarakat. Hal tersebut didasari adanya pekerja di tempat tersebut yang dijemput oleh petugas medis. Menanggapi viralnya tangkapan layar tersebut, pihak terkait yakni Luwes Gading pun akhirnya angkat bicara.

    Melalui media sosial Instagram @luwesgading, dijelaskan bahwa tidak benar jika ada pekerja dari Luwes Gading yang dijemput oleh petugas medis. Foto yang terlihat pada tangkapan layar merupakan pelaksanaan pemeriksaan rapid test yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Surakarta pada Jumat, 22 Mei 2020. Rapid test sendiri dilakukan di berbagai tempat keramaian di Kota Solo dan salah satunya mencakup pusat perbelanjaan seperti Beteng Trade Center (BTC), Pusat Grosir Solo (BGS, Luwes Gading, Luwes Nusukan dan Matahari Singosaren.

    Melansir dari solopos.com, akibat dari narasi yang terdapat pada tangkapan layar tersebut, lima orang akhirnya melakukan permintaan maaf secara tertulis. Humas Resources (HR) Manajer Luwes Gading, Bengawan Tedjo Handoyo menjelaskan bahwa saat itu kegiatan rapid test diikuti oleh 20 orang. Ketika tenaga medis melakukan pemeriksaan, terdapat orang yang mendokumentasikan kegiatan tersebut tanpa izin dan kemudian menyebarkannya ke media sosial.

    “Foto tersebut berkembang dan dibagikan kepada masyarakat hingga menjadi berita yang menggangu dan meresahkan masyarakat,” jelas Bengawan.

    Dengan beredarnya informasi tersebut, Bengawan menjelaskan bahwa hal itu cukup berdampak pada penurunan jumlah pengunjung di Luwes Gading. Meski begitu, ia juga menyatakan bahwa saat ini para penyebar telah datang ke kantor dan melakukan permintaan maaf secara tertulis.

    “Ada banyak yang terlibat, tetapi sore ini para penyebar kabar bohong itu datang ke kantor kami. Kami beryukur pelaku sudah ketahuan dan minta konfirmasi mengenai pemberitaan tersebut,” tandasnya.

    Kesimpulan

    Lima orang terpaksa harus melakukan permintaan maaf secara tertulis akibat mengunggah informasi yang tidak tepat. Foto tersebut bukan foto penjemputan pekerja Luwes Gading oleh petugas medis, melainkan kegiatan pelaksanaan rapid test yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan pemerintah Surakarta.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4000) [SALAH] Ellen DeGeneres Membagikan Bantuan Untuk Virus Corona di Facebook

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/05/2020

    Berita

    Beredar postingan dari akun Mam Ellen’s yang menyatakan dirinya adalah Ellen DeGeneres, pembawa acara ternama dari Amerika Serikat, dan berkeinginan membagi-bagikan uang kepada 10 ribu pengguna Facebook yang beruntung.

    Berikut kutipan narasinya:

    “✅MY NAME "ELLEN DEGENERES" BECAUSE BRONZE CORONA VIRUS I WANT TO HELP 10,000 FACEBOOK FIRST USER MEMBERS ...
    Tell me, how much money do you need now? Choose the first letter of your name and you will receive a gift of your choice.
    Do it now with faith ... !!!
    [A] 3. $ 3,000,000
    [B] 2,000 $ 2,000,000
    [C] 800 $ 800,000
    [D] 1,000 $ 1,000,000
    [E] 3. $ 3,000,000
    [F] 1,000 $ 1,000,000
    [G] ???????? $ 200,000
    [H] 1,000 $ 1,000,000
    [I] 6 $ 6,000,000
    [J] 7 $ 7,000,000
    [K] 800 $ 800,000
    [L] ???????? $ 3,000,000
    [M] 2,000 $ 2,000,000
    [N] 5,000 $ 5,000,000
    [O] 1,000 $ 1,000,000
    [P] 4 $ 4,000,000
    [Q] 600 $ 600,000
    [R] 1,000 $ 1,000,000
    [S] ???????? $ 300,000
    [T] 8 $ 8,000,000
    [U] 3. $ 3,000,000
    [V] 1,000 $ 1,000,000
    [W] 6 $ 6,000,000
    [X] 900 $ 900,000
    [S] 7 $ 7,000,000
    [Z] 10,000 $ 10,000,000
    Share this post in 5-7 groups now. The more action the more chances to win. Your money will be sent 30 minutes after you send us a message, please don't ignore this, this might be your chance. Your time starts now. Good luck and God bless you!
    Prepare $ 1,000,000.00 million for you today”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa akun tersebut bukan milik Ellen DeGeneres. Konten postingan semacam itu sudah sering muncul dan diperiksa faktanya oleh snopes.com. Dalam lamannya, Snopes menyatakan bahwa modus semacam itu bertujuan untuk membangun pengikut (follower) atas akun yang mengatasnamakan selebriti.

    Setelah mendapatkan banyak “like” atau komentar maka akun tersebut akan dijual kepada pihak lain. Modus seperti juga berpotensi digunakan sebagai user data mining oleh para penipu dan di beberapa kasus tertentu ada konten yang menyebarkan malware.

    Untuk mengetahui perbedaan akun Ellen DeGeneres yang asli dapat dilihat dari label centang biru di sebelah namanya. Di Facebook, akun Ellen DeGeneres yang terverifikasi ialah Ellen DeGeneres (https://web.facebook.com/ellentv/). Bila ada akun lain mengatasnamakan pembawa acara ternama tersebut tanpa centang biru maka dapat dipastikan akun tersebut palsu.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten tersebut merupakan akun palsu. Dengan demikian, konten tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content atau Konten Tiruan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4728) [SALAH] Video “PENJELASAN AHLI VIRUS BAHWA CORONA TIDAK MEMBUNUH”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/05/2020

    Berita

    Akun Ditaleni Rafia (fb.com/slankcooters.jombang) mengunggah video dengan narasi sebagai berikut:

    “DENGARKAN DAN SIMAK BAIK BAIK PENJELASAN AHLI VIRUS
    TENTANG COVID 19
    *BAHWA CORONA TIDAK MEMBUNUH*”

    Video yang diunggah adalah wawancara Jawa Pos TV dengan Mohammad Indro Cahyono. Wawancara itu membahas seputar virus Corona baru penyebab Covid-19, SARS-CoV-2.

    Narasi “virus Corona tidak membunuh” memang berasal dari pernyataan Indro dalam wawancara tersebut, terutama pada bagian akhir segmen, mulai menit 7:18. Pernyataan itu dilontarkan Indro untuk menjawab presenter yang bertanya mengenai prediksi darinya soal kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

    Indro menjawab bahwa virus Corona sebenarnya tidak tahan lama. Apabila masyarakat melakukan gerakan massal untuk hidup bersih, minum vitamin, dan cuci tangan, pandemi akan selesai dalam 2-3 minggu. Namun, dia menganggap permasalahan pandemi Covid-19 ini bergeser ke persoalan lockdown.

    “Sebenarnya, intinya kan di virusnya. Kalau kita tahu virusnya tidak berbahaya. Ya, (virus) ini memang akan menimbulkan penyakit, tapi tidak menimbulkan kematian. Belum tentu menimbulkan kematian bagi manusia normal. Nah, kalau ini terjadi ini, tidak ada kehebohan itu semua,” katanya.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, klaim bahwa virus Corona baru penyebab Covid-19, SARS-CoV-2 tidak membunuh adalah klaim yang menyesatkan.

    Hingga 22 Mei 2020, jumlah kematian akibat Covid-19 di dunia telah mencapai 323.256 orang dan di Indonesia 1.326 orang. Pasien yang meninggal karena Covid-19 bukan saja mereka yang memiliki penyakit penyerta dan berusia tua, melainkan juga kelompok usia muda dan tanpa penyakit penyerta.

    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, wawancara Jawa Pos TV dengan Mohammad Indro Cahyono dilakukan pada 7 April 2020. Jawa Pos TV memberikan keterangan bahwa Indro adalah seorang ahli virus atau virolog. Namun, dalam video itu, tidak dijelaskan bahwa Indro sebenarnya merupakan dokter hewan.

    Indro adalah lulusan Universitas Gajah Mada. Sejak 2006, ia bekerja di Badan Penelitian Veteriner (Balitvet), sebuah unit yang berada di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Kementerian Pertanian. Di Balitvet, Indro bertugas sebagai peneliti di Laboratorium Virologi. Pada 2018, Indro keluar dari Balitvet dan menjadi peneliti di kantor swasta.

    Dilihat dari latar belakang tersebut, Indro sebenarnya adalah ahli kesehatan atau ahli virus pada hewan, bukan ahli virus pada manusia. Ia juga tidak terlibat dalam penanganan klinis pasien yang terinfeksi Covid-19. Dengan alasan ini, Tempo perlu memeriksa klaim Indro dalam wawancaranya dengan Jawa Pos TV di atas.

    Untuk memverifikasi klaim Indro itu, Tempo mewawancarai ahli epidemiologi Universitas Padjajaran, Panji Fortuna Hadisoemarto, dan dokter spesialis paru sekaligus juru bicara Tim Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan. Tempo juga menggunakan data-data dari pemberitaan terkait.

    Saat dihubungi pada 22 Mei 2020, Panji mengatakan bahwa pernyataan Indro itu bertolak belakang dengan fakta yang ada. SARS-CoV-2 telah menyebabkan kematian pasien di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kasus kematian tidak hanya menimpa pasien di kelompok usia tua, melainkan juga di kelompok usia lainnya. “Faktanya, sudah banyak kematian di mana-mana, tingkat kematian sudah cukup tinggi,” kata Panji.

    Orang berusia tua dan yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas, kata Panji, memang menjadi kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19. Akan tetapi, mereka yang berusia lebih muda dan tanpa penyakit penyerta juga punya risiko untuk terinfeksi. Kelompok ini, meski tanpa gejala, juga berisiko menularkan kepada sesama.

    Menurut Panji, virus Corona memang memiliki banyak jenis, yang mana beberapa di antaranya menyebabkan flu biasa. Namun, beberapa jenis virus Corona juga menyebabkan kematian, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS), pun SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. “SARS-CoV-2 ini adalah jenis virus Corona baru, bukan virus Corona yang menyebabkan flu biasa,” katanya.

    Panji juga menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak mungkin selesai dalam waktu 2-3 minggu. Merujuk kasus pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, infeksi Covid-19 masih terus terjadi sampai hari ini. Itu berarti pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung hampir tiga bulan.

    Erlina menjelaskan hal serupa. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kematian dengan risiko terbesar pada orang tua dan yang memiliki penyakit penyerta. Meskipun begitu, sekitar 15-20 persen pasien yang tidak memiliki penyakit penyerta bisa terinfeksi SARS-CoV-2.

    Menurut Erlina, mereka yang tidak memiliki penyakit penyerta bisa terinfeksi saat imunitasnya turun, sebagai dampak dari stres atau kurang istirahat. Saat SARS-CoV-2 menginfeksi dan terjadi replikasi virus yang cukup besar pada organ tubuh, hal ini dapat memicu badai sitokin. “Ini yang bisa merusak sistem organ lain dan bisa menyebabkan kematian,” kata Erlina.

    Sitokin adalah protein kecil yang dilepaskan oleh banyak sel berbeda di dalam tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh tempat mereka mengkoordinasikan respons terhadap infeksi. Reaksi yang berlebihan memicu peradangan. Pada beberapa pasien, tingkat sitokin tidak terkontrol yang kemudian mengaktifkan lebih banyak sel imun menghasilkan hiperinflamasi. Pada akhirnya, hal itu dapat membahayakan atau bahkan membunuh pasien.

    Tingkat kematian Covid-19 di dunia 6,6 persen
    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia per 22 Mei 2020 mencapai 4.893.186 kasus dengan 323.256 orang meninggal. Tingkat kematian Covid-19 di dunia sebesar 6,6 persen. Adapun tingkat kematian Covid-19 di Indonesia mencapai 6,4 persen, dengan jumlah kematian sebanyak 1.326 orang.

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan bahwa kasus meninggal akibat Covid-19 di Indonesia paling banyak dialami oleh kelompok rentang usia 30-59 tahun, yakni sebanyak 351 orang dari total kematian sebesar 773 orang per 28 April 2020. Jumlah kasus kematian terbanyak kedua adalah pada kelompok rentang usia 60-79 tahun, yaitu 302 orang. Kemudian, pada rentang usia 0-4 tahun dua orang, rentang usia 5-14 tahun tiga orang, dan rentang usia 15-29 tahun 19 orang.

    Mencuplik data kasus Covid-19 di New York dalam Worldometers, kasus kematian Covid-19 di sana juga terjadi pada seluruh rentang usia, yakni usia 0-17 tahun (0,06 persen), 18-44 tahun (3,9 persen), 45-64 tahun (22,4 persen), 65-74 tahun (24,9 persen), dan 75 tahun ke atas (48,7 persen).

    Erlina pun mengingatkan bahwa kasus kematian tidak bisa hanya dilihat sebagai angka statistik. Sebab, setiap kematian memiliki dampak sosial, baik terhadap keluarga terdekat ataupun lingkungan sekitarnya.

    Kesimpulan

    Pernyataan bahwa virus Corona baru penyebab Covid-19, SARS-CoV-2 tidak membunuh itu bertolak belakang dengan fakta yang ada. Hingga 22 Mei 2020, jumlah kematian akibat Covid-19 di dunia telah mencapai 323.256 orang dan di Indonesia 1.326 orang. Pasien yang meninggal karena Covid-19 bukan saja mereka yang memiliki penyakit penyerta dan berusia tua, melainkan juga kelompok usia muda dan tanpa penyakit penyerta.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3998) [SALAH] Video Bimbim Slank Komunisme/PKI

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 23/05/2020

    Berita

    Akun NyaiBack (@CintaNKRI08) mengunggah sebuah video Bimbim Slank mengucapkan selamat ulang tahun. Dalam narasi penyertanya akun tersebut mengaitkan video Bimbim dengan komunisme dan PKI.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Selama Dirimu Mimpin Jow @jokowi. Semua Terang Benderang Ttg Komunisme , Salah Satu Pndukung setia mu Mantan pemakai Narkoba ,ternyata Saya Tahu siapa dia sekarang ? #RakyatKompakTumpasPKI”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Pencarian dilakukan dengan melihat ada logo bertuliskan “Boedoet” di video tersebut. Dari hasil pencarian ditemukan video serupa dari akun Boedoet 40 (@Boedoetcus).

    Pada twit akun tersebut tanggal 21 Mei 2020 jam 4.30 terdapat narasi Bimbim mengucapkan ulang tahun kepada sekolah Boedi Oetomo. “Masih suasana #Boedoet112tahun. Kali ini ucapan selamat ulang tahun dari Bimbim slank,” twit akun @Boedoetcus.

    Selain itu, akun Slank Band (@slankdotcom) memberikan klarifikasi terkait isi video tersebut. Dalam twitnya, akun tersebut menyatakan bahwa video tersebut ucapan selamat ulang tahun dari Bimbim Slank kepada sekolah Boedi Oetomo yang ke 112.

    “Kita lurusin ya guys, di video ini #Bim2x ngucapin selamat hari jadi Boedoet yang diakhiri kalimat ‘peace always.’ Coba dengerin pelan-pelan, pakai headphone biar jelas. Nggak baik nyebarin fitnah/hoax, apalagi di bulan suci,” cuit akun @slankdotcom.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim narasi tidak benar dan menyesatkan. Oleh sebab itu, konten twit Twitter tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan