• (GFD-2020-3488) [SALAH] Cengar-Cengir Selfie di Tengah Warga Jakarta yang Kebanjiran

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 02/01/2020

    Berita

    Akun Twitter Guntur Romli, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengedarkan foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Bima Arya di depan Bendung Katulampa. Foto tersebut ia edarkan pada tanggal 2 Januari 2020 disertai narasi “Cengar cengir selfie di tengah warga Jakarta yang kebanjiran.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa foto tersebut merupakan foto pada tahun 2018. Klarifikasi mengenai foto tersebut berasal dari tahun 2018 sudah diberikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya melalui akun Instagramnya (@bimaaryasugiarto). Berikut klarifikasi dari Wali Kota Bima Arya:

    […] Bencana itu membuat duka. Tapi menebar hoax di tengah bencana itu menyedihkan.
    Beredar foto saya dengan Gubernur DKI Jakarta @aniesbaswedan sedang berswafoto di Bendung Katulampa Bogor yang diunggah ulang pada 2 Januari 2020. Seolah tak empati dengan musibah. Padahal foto tersebut diambil pada Senin, 12 Februari 2018, bukan pada banjir yang terjadi pada 1 - 2 Januari 2020.
    Saat itu, pak Gubernur berkunjung ke Bogor untuk bicarakan kerjasama pencegahan banjir. Termasuk rencana bantuan Pemprov DKI untuk menganggarkan pembangunan kolam retensi di beberapa titik di Kota Bogor. Agar volume air ke Jakarta berkurang.

    Banjir 1 Januari 2020 di Kota Bogor, tercatat ada 26 titik longsor (1 korban meninggal dunia), 5 titik banjir lintasan, 7 rumah ambruk, 2 peristiwa pohon tumbang dan 1 kebakaran.

    Korban longsor sudah dievakuasi ke titik aman untuk mencegah longsor susulan. Banjir sudah surut namun perlu tetap waspada mengingat menurut prediksi BMKG cuaca ekstrem masih akan terjadi sepekan ke depan.

    Posko Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Bencana juga sudah didirikan di Kantor BPBD Kota Bogor, Jalan Pool Bina Marga No. 2 RT02/01, Kayu Manis, Tanah Sareal, Kota Bogor.

    Bagi warga yang membutuhkan penanganan cepat terkait kebencanaan dan hal-hal darurat lainnya, dapat menghubungi nomor:
    1. 112
    2. 0251 - 7596006 (call center BPBD Kota Bogor),
    3. 0888-0911-2569 (WhatsApp Pusdalops BPBD Kota Bogor). Terimakasih. […]

    Selain itu, untuk mengetahui kebenaran klarifikasi Arya Bima tersebut, melalui hasil penelusuran melalui metode reverse image, didapati kejadian dalam foto tersebut memang pada tahun 2018. Foto yang disebarkan Guntur Romli terlihat sama dengan foto utama pada laman pemberitaan mediabogor.id pada tanggal 12 Februari 2018.

    Adapun, kala itu, Gubernur Anies dan Wali Kota Arya Bima berkoordinasi guna penanganan banjir. Beberapa media pun sudah meliput peristiwa itu. Berikut kutipan pemberitaannya:

    Dari Mediabogor.id:

    […] Petakan Penanganan Banjir, Ini Cara Anies Baswedan dan Bima Arya Kenalkan Katulampa ke Publik

    Petakan Penanganan Banjir, Ini Cara Anies Baswedan dan Bima Arya Kenalkan Katulampa ke Publik
    Mediabogor.com, BOGOR – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menyambut hangat kedatangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balaikota Bogor, Senin (12/2/2018). Terlebih, Anies merupakan Gubernur DKI pertama yang singgah ke Balaikota Bogor untuk membahas penanganan banjir sepanjang 536 tahun usia kota hujan ini.

    Anies dan rombongan tiba di Gedung Balaikota Bogor sekira jam 11.00 WIB. Sang tuan rumah Bima Arya langsung mengajak pemimpin Ibukota itu ke Ruang Paseban Sri Bima. Di ruangan tersebut Anies disuguhkan pemutaran cuplikan video tentang Kota Bogor.


    Usai itu, Bima Arya membuka perbincangan dengan intermezo bahwa Anies Baswedan merupakan Gubernur DKI Jakarta pertama yang datang ke Kota Bogor untuk membahas banjir. “Sepanjang usia Kota Bogor 536 tahun, rupanya baru kali ini Gubernur Jakarta yang datang ke sini (Balaikota Bogor). Presiden saja sudah. Pak SBY pernah ke sini, Pak Jokowi juga sudah ke sini. Ini sejarah,” ungkap Bima.

    Setelah berbincang dan pengenalan staf, Bima kemudian mengajak Anies ke kolam retensi di kawasan Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor. Kolam retensi atau waduk kecil itu dibangun dengan kedalaman 5 meter dan luas 7.000 meter persegi sehingga dapat menampung 35 ribu meter kubik air.

    Selain sebagai pengendali banjir, fungsi lain dari kolam retensi adalah sebagai pengolahan limbah karena mampu menampung dan mentreatment limbah sebelum dibuang. Kolam retensi dibangun untuk mempermudah pemeliharaan dan penjernihan air waduk.

    Kemudian, peninjauan dilanjutkan ke Bendung Katulampa, Bogor Timur. Di sana Bima dan Anies nampak berbincang serius. Bima bahkan menjelaskan kepada Anies bahwa ada salah kaprah dipandangan masyarakat mengenai Bendung Katulampa.

    “Jadi pak gubernur, orang Jakarta itu kalau mendengar atau melihat Katulampa itu serem banget. Menurut saya ada persepsi yang salah soal Katulampa. Seolah-olah itu bendungan yang kalau jebol, Jakarta banjir. Katulampa bukan seperti itu. Katulampa itu early warning system. Hanya untuk melihat ketinggiannya berapa,” jelas Bima kepada Anies.

    Di tengah rintik hujan keduanya berbincang mengenai kemungkinan-kemungkinan kerjasama dan arah kebijakan yang bisa disenergikan antara pemerintah pusat, Provinsi DKI Jakarta dan wilayah-wilayah Jabodetabek, termasuk Kota Bogor.

    “Khusus Pak Bima Arya. Saya apresiasi leadership-nya, dan juga inisiatif-inisiatifnya di hari-hari kemarin. Karena di masa-masa krisis seperti itu kita bisa komunikasi leluasa. Kita bisa interaksi dan sama-sama memantau perkembangan dengan baik. Jakarta mengapresiasi Pak Bima dengan jajaran. Yang senin minggu lalu persis jam segini kita sedang telpon-telponan, saat itu Katulampa berada dalam status siaga 1 dengan ketinggian air 240 cm,” ungkap Anies.

    Mengenai komitmen sinergi lintas wilayah soal penanganan banjir, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan apapun demi menyelamatkan Jakarta.

    “Bagi saya prinsipnya adalah saya akan kerjakan apapaun, yang harus dikerjakan untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir. Dan saya siap menemui siapaun yang ada kaitannya dengan penyelamatan Jakarta dari banjir,” jelasnya.

    Menurut dia, Pemerintah DKI Jakarta tidak akan membuat kebijakan hal yang berubah-ubah soal banjir. “Kita tidk ingin sekedar sporadik, kita ingin direncanakan dengan matang dan dieksekusi dengan baik. Saya menyambut baik apa yang sudah dikerjakan Walikota Bogor, dan kita akan dukung terus. Nanti sesegera mungkin kita akan ketemu menyamakan rencana,” beber dia.

    Bima Arya sendiri menyatakan siap bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta, utamanya dalam penanganan banjir. Karena menurut Bima mengenai banjir bukan soal Jakarta yang butuh Bogor ataupun sebaliknya.

    “Bogor ini dilalui oleh Cisadane dan Ciliwung. Yg mempengaruhi Jakarta adalah Ciliwung karena Cisadane ke Tangerang. Jadi kerjasama kita ini harusnya normalisasi sungai lintas batas, penataan bantaran sungai, revitalisasi situ-situ. Jadi bagaimana caranya supaya air itu tidak semua ke Jakarta. Semaksimal mungkin kita serap di Bogor. Yang kita usulkan sebelumnya terkait itu,” ungkap Bima.

    Ia menambahkan, selama ini pola kerjasama yang diterapkan Kota Bogor dengan gubernur sebelumnya adalah dengan menyusun proposal. “Lalu proposal itu disampaikan ke Jakarta. Kemudian Jakarta melakukan assement, dan mengucurkan bantuan kira-kira begitu. Kalau boleh kami ingin format itu diperbaiki dan kita sempurnakan dengan model yang lebih dialogis ya. Apa sebetulnya apa persolan utamanya dan lain sebagainya.

    Doyan Jengkol
    Mengakhiri kegiatan, Bima Arya mengajak Anies dan rombongan makan bersama dengan konsep ‘ngaliwet’. Masakan khas Sunda disajikan, termasuk semur jengkol.

    “Ternyata Pak Gubernur juga jengkol mania,” kata Bima yang melihat dengan lahap Anies menyantap jengkol.

    Bima dan Anies juga menengok Kampung Warna Warni di Katulampa yang dilenglapi wahana ban air atau ‘ngalun’. Anies juga tertarik dengan konsep Kampung Warna Warni dan akan diterapkan di Jakarta. “Sudah kami siapkan konsepnya,” tutup Anies. (*) […]

    Dari Kumparan:

    […] Saat Anies dan Bima Arya Ajak Warga Selfie di Bendung Katulampa, Bogor

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya mengunjungi Bendung Katulampa, Bogor. Bendung tersebut pada saat hujan deras beberapa minggu lalu, berstatus siaga.

    Dalam tinjauannya kali ini, Anies menggunakan sepatu boot warna oranye dan jaket warna merah. Sementara itu Bima Arya memakai sepatu boot warna hitam dan jaket warna hitam. Warga sekitar menyambut dengan antusias kedatangan Anies dan Bima Arya.

    Tampak Bima Arya menunjukkan bagaimana derasnya aliran air dari Bendung Katulampa yang mengarah ke Sungai Ciliwung. Melihat

    Kesimpulan

    Dari hasil penelusuran itu, maka konten yang disebarkan oleh Guntur Romli beserta narasinya tidak tepat konteks peristiwanya. Konteks yang benar ialah peristiwanya terjadi pada tahun 2018, bukan pada Januari 2020. Lantaran konteks yang salah itu maka konten cuitan Guntur Romli pun salah. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3476) [SALAH] China Menunggu Kekacauan Indonesia, Bila Indonesia Sudah Kacau, China Akan Masuk Ke Indonesia Dengan Alasan Mengamankan Harta Mereka

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 31/12/2019

    Berita

    Beredar konten dari akun Twitter @TanYoana yang menyebutkan bahwa China tengah menunggu kekacauan di Indonesia agar dapat mengamankan harta yang berasal dari peminjaman ke Indonesia. Bersama narasi itu disertakan pula link berita dengan judul “Dubes Buka-bukaan Soal Kabar China Mau Kuasai RI Lewat Utang” dari laman idtoday.co. Konten tersebut kemudian disebarkan lagi dalam platform Facebook dengan rupa tangkapan layar dari akun Twitter @TanYoana. Berikut kutipan narasinya:

    China Menunggu Kekacauan Indonesia, Bila Indonesia Sudah Kacau, China Akan Masuk Ke Indonesia Dengan Alasan : Mengamankan Harta Mereka Yang Di Pinjamkan Untuk Indonesia ????
    #AYT

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa konten narasi akun @TanYoana tidak berkaitan dengan isi pemberitaan yang dibagikannya. Artikel berjudul “Dubes Buka-bukaan Soal Kabar China Mau Kuasai RI Lewat Utang” dari idtoday.co diketahui berasal dari laman detik.com dengan judul yang sama.

    Pada pemberitaan pada artikel yang tayang pada 13 Desember 2019 di detik.com itu tidak seperti narasi yang disampaikan akun @TanYoana. Artikel itu justru menampilkan hasil wawancara dengan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, yang membahas mengenai bantahan terkait isu China akan menguasai aset di Indonesia melalui utang-utang pemberian negara tersebut. Berikut kutipan pemberitaannya dari detik.com:

    […] Dubes Buka-bukaan Soal Kabar China Mau Kuasai RI Lewat Utang

    Jakarta - China adalah salah satu negara pemberi utang ke Indonesia lewat sejumlah pembiayaan khususnya untuk infrastruktur. Ada anggapan dan kekhawatiran bahwa China bisa menguasai aset Indonesia lewat utang-utang tersebut.

    Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian membantah. Menurutnya, anggapan tersebut tidak berdasar dan tak masuk akal. Xiao sadar bahwa belakangan ini ada opini yang melihat kerja sama tersebut dari sudut pandang negatif.

    "Memang ada sebagian orang tidak tahu kondisi sebenarnya, tapi juga ada orang dengan sengaja memutarbalikkan fakta," katanya kala berbincang dengan tim detikcom tengah pekan ini.

    Dia menyebut China bukan pemberi utang terbanyak untuk Indonesia. Proporsi utang dari China di utang luar negeri Indonesia masih terbilang kecil.

    "Obligator terbesar Indonesia bukan China, urutannya yang besar Singapura, Jepang, Amerika Serikat kemudian Bank Dunia. Kalau Singapura US$ 66,497 miliar, US$ Jepang 29,428 miliar, AS US$ 22,467 miliar, Bank Dunia US$ 17,78 miliar, China hanya US$ 17,756 miliar," rincinya.

    Selanjutnya, di porsi utang pemerintah, Amerika Serikat disebutkannya menyumbang pinjaman paling banyak yaitu sekitar 12,64%.

    "Utang pemerintah Indonesia yang totalnya sebanyak US$ 194,355 miliar di antaranya AS mengambil porsi paling banyak sekitar 12,64% dengan US$ 24,39 miliar, kemudian Jepang, Jerman dan Perancis,utang terhadap China hanya US$ 1,695 miliar belum sampai 1%.

    Dari situ, dia menyimpulkan bahwa anggapan China bisa menguasai Indonesia itu tidak masuk akal. "Yang disebut China menguasai Indonesia melalui utang atau investasi sama sekali tidak masuk akal," tegasnya.

    Penjelasannya juga sekaligus membantah kabar mengenai Chinese Money Trap. Kekhawatiran yang sama mengenai utang China ini disebut-sebut telah terjadi di negara benua Afrika.

    "Saya kira kondisi kerja sama dengan negara-negara di Afrika juga sama dengan kondisi di Indonesia. Apa yang disebut Teori Kontrol melalui Utang, atau Teori Jebakan Utang sama sekali tidak berdasar," tutupnya. […]

    Selain itu, merujuk pada data dari Bank Indonesia, utang dari China pada April 2019 sebesar USD17 miliar. Jumlah utang terbesar yang diberikan ke Indonesia ialah dari Singapura pada April 2019, yakni USD64 miliar.

    Kesimpulan

    Atas dasar itu, maka dapat dikatakan bahwa konten @TanYoana memelintir informasi dari judul link berita yang dibagikannya. Berdasarkan hal tersebut, maka konten tersebut masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3474) [SALAH] Video Jokowi Mulai Pucat SBY Ungkap Pelaku Korupsi

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 30/12/2019

    Berita

    Beredar video yang menampilkan informasi dengan judul “'JOKOWI MULAI PUC4T' SBY UNGK4P P3L4KU K0rup51 Jiwasraya Diduga Orang Belakang JOKOW1 (HEBOH)” di Youtube dan Facebook. Dalam video tersebut disebutkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI Keenam akan ungkap kasus yang menimpa Jiwasraya. Video itu pun disertai narasi berikut:

    'JOKOWI MULAI PUC4T' SBY UNGK4P P3L4KU K0rup51 Jiwasraya Diduga Orang Belakang JOKOW1 (HEBOH)

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi dalam video tersebut tidak benar. Diketahui bahwa narasi yang disulihsuarakan dalam video tersebut berasal dari pemberitaan cnnindonesia.com dengan judul “Kejagung: 95 Persen Dana Investasi Jiwasraya di Saham Buruk” dan “Mengulas dan Menghindari Saham Gorengan yang Jerat Jiwasraya” yang tayang di cnnindonesia.com pada 13 Desember 2019 dan 23 Desember 2019. Berikut cuplikan beritanya:

    Cuplikan berita berjudul “Mengulas dan Menghindari Saham Gorengan yang Jerat Jiwasraya” yang tayang pada tanggal 23 Desember 2019:

    […] Jakarta, CNN Indonesia -- Permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyedot perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, perseroan menunggak pembayaran klaim polis jatuh tempo kepada nasabah hingga Rp12,4 triliun untuk periode Oktober-Desember 2019.

    Tunggakan tersebut disebabkan tekanan likuiditas yang dialami perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia tersebut. Usut punya usut tekanan likuiditas ternyata terjadi karena manajemen Jiwasraya terdahulu menempatkan investasi pada portofolio saham dan reksa dana saham dengan underlying saham buruk.

    Dalam perkembangannya, instrumen tersebut ditengarai sebagai saham gorengan.

    Hasil penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan manajemen Jiwasraya menaruh 22,4 persen dana investasi atau senilai Rp5,7 triliun di keranjang saham.

    "Untuk mengejar keuntungan tinggi, antara lain 95 persen dari dana kelolaan di saham ditempatkan pada pilihan saham-saham buruk. Cuma 5 persen saja yang ditaruh di saham dengan kinerja baik," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin beberapa waktu lalu.

    Tidak hanya itu, 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk. Sisanya, hanya 2 persen yang dikelola oleh perusahaan manajer investasi dengan kinerja baik.

    Imbasnya, ekuitas perseroan tercatat negatif Rp23,92 triliun per September 2019. Jiwasraya membutuhkan dana sebesar Rp32,89 triliun untuk memenuhi rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) 120 persen.

    Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo menuturkan saham gorengan merepresentasikan perusahaan yang belum memiliki fundamental kuat. Tak ayal, saham tersebut rentan mengalami penurunan sehingga merugikan investor yang menempatkan portofolio di saham tersebut.

    "Kalau definisi bahasa umumnya, gorengan itu cepat panas tetapi cepat juga dinginnya," katanya kepada CNNIndonesia.com.

    Ia bilang ciri paling kentara dari saham gorengan, kenaikan tajam dan terjadi secara tiba-tiba. Apalagi, lanjut dia, jika saham tersebut memiliki riwayat cenderung stagnan dalam kurun tiga tahun terakhir.

    Investor patut curiga, jika meroketnya laju saham tidak disertai aksi korporasi positif maupun kinerja baik dari perusahaan tercatat.

    "Saham gorengan itu memberikan kejutan atau syok tiba-tiba kencang naik, terus turun, lalu tidak naik-naik lagi karena fundamentalnya tidak bagus," ucapnya.

    Ia menuturkan kenaikan harga saham ditengarai disebabkan pihak-pihak tertentu yang ingin mendapatkan cuan dengan jalan pintas. Ketika harga saham naik mereka mengantongi untung, lantas mereka menjual kembali saham tersebut sehingga harganya merosot.

    Karenanya, tindakan menggoreng saham ini juga kerap disebut sebagai insider trading.

    Berkaitan dengan kasus Jiwasraya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporan hasil pemeriksaan Jiwasraya tahun 2016 menemukan manajemen Jiwasraya menempatkan investasi pada beberapa saham dengan kinerja buruk.

    Mengutip laporan BPK, Jiwasraya berinvestasi pada 47 saham senilai Rp1,31 triliun berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2015. Dari 47 saham tersebut, terdapat tiga saham dengan persentase mayoritas yakni 67,77 persen dari total investasi di saham atau setara Rp885,8 miliar.

    Ketiga saham tersebut meliputi PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), dan PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP). Sayangnya, BPK menyatakan penempatan investasi pada ketiga saham tersebut tidak didukung oleh informasi dan data akurat. Ironisnya, BPK menegaskan Jiwasraya tidak mempertimbangkan fundamental ketiga perusahaan yang merugi.

    Jiwasraya memborong saham Sugih Energy di level Rp470 per saham. Saat ini, saham perusahaan bidang perdagangan, jasa, industri dan pertambangan itu terpantau mengalami suspensi. Sahamnya mandek di posisi Rp50 per saham. Dalam lima tahun terakhir, saham Sugih Energy menukik 88,01 persen.

    Lebih lanjut, Jiwasraya membeli saham Trikomsel Oke di posisi Rp2.000 per saham. Senasib, saham perusahaan penyedia produk dan layanan telekomunikasi seluler itu terpantau mengalami suspensi. Sahamnya mandek di posisi Rp426 per saham. Dalam lima tahun terakhir, saham Trikomsel Oke merosot 73,12 persen.

    Terakhir, Jiwasraya membeli saham Eureka Prima Jakarta seharga Rp620 per saham. Saham perusahaan bidang real estate dan pembangunan itu juga mengalami suspensi. Sahamnya mandek di posisi Rp114 per saham. Dalam lima tahun terakhir, saham Eureka Prima Jakarta melemah 73,36 persen.

    BPK juga menyebut investasi Jiwasraya di instrumen reksa dana tak jauh berbeda. Jiwasraya membeli produk reksa dana dengan underlying saham kinerja buruk. Salah satu saham yang menjadi sorotan BPK adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP).

    Saat ini, saham perusahaan perikanan, perdagangan, industri, dan perkebunan itu tak bergerak di posisi Rp50 per saham. Dalam lima tahun terakhir, sahamnya turun 58,33 persen.

    Terkait laju saham, Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan regulator yang memiliki kewenangan mengawasi gerak saham. Sebagai wasit di pasar modal, bursa berhak mengeluarkan peringatan jika suatu saham terindikasi Unusual Market Activity (UMA).

    UMA adalah aktivitas perdagangan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu. Akan tetapi, bursa tak mengungkapkan berapa besar persentase pergerakan harga suatu saham sehingga dapat dinyatakan UMA. Bagi perusahaan, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan pelanggaran.

    Selain memberikan pengumuman UMA, bursa juga memberikan suspensi atau penghentian perdagangan sementara untuk saham-saham yang dinilai bergerak tidak wajar.

    Suspensi juga dikeluarkan jika perusahaan bersangkutan tersangkut masalah berkepanjangan misalnya, terbelit utang, dan pelanggaran Good Corporate GOvernance (GCG) yang mengganggu operasional perusahaan.

    Bursa juga dapat menghentikan perdagangan saham sementara, jika mendapati perusahaan yang melakukan aksi korporasi namun tidak diungkapkan kepada publik. Saham emiten itu baru bisa diperdagangkan kembali jika perusahaan melakukan paparan publik (public expose).

    Senada, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan pelaku pasar harus memahami fundamental perusahaan sebelum membeli saham. Fundamental perusahaan secara sederhana dapat dipelajari dari bisnis perusahaan. Ia menyarankan investor membeli saham perusahaan yang memiliki bisnis nyata di lingkungan dan memiliki prospek ke depannya. […]

    Cuplikan berita “Kejagung: 95 Persen Dana Investasi Jiwasraya di Saham Buruk” yang tayang pada tanggal 13 Desember 2019:

    […] "Untuk mengejar keuntungan tinggi, antara lain 95 persen dari dana kelolaan di saham ditempatkan pada pilihan saham-saham buruk. Cuma 5 persen saja yang ditaruh di saham dengan kinerja baik," ujarnya, Rabu (18/12).

    Tidak hanya itu, ia melanjutkan, 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk. "Hanya 2 persen yang dikelola oleh perusahaan manajer investasi dengan kinerja baik." […]

    Sedangkan, untuk cuplikan video Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tayang di awal video diambil dari beberapa pemberitaan, yakni saat Konferensi Pers perihal kasus Jiwasraya yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Erick, serta komentar Menteri Sri mengenai kasus Jiwasraya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, maka konten video yang tersebar di Youtube tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan. Sebab, informasi di dalamnya tidak ada pernyataan dari Presiden RI Keenam SBY dan di dalamnya hanya menarasikan pemberitaan dari cnnindonesia.com.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3475) [BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/12/2019

    Berita

    Muncul isu yang menyebutkan bahwa di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta dipasang sejumlah pohon natal. Isu itu muncul lantaran sebaran foto deretan pohon yang diklaim berada di dalam Masjid Gedhe.

    Hasil Cek Fakta

    Atas merebaknya isu tersebut, pihak Keraton Yogyakarta pun angkat bicara. Gusti Kanjeng Ratu Hayu, Putri Keempat Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan dalam akun Twitternya (@GKRHayu) pohon-pohon yang diisukan sebagai pohon natal merupakan pohon untuk peringatan Isra Mikraj.

    “Salah satu fungsi online presence @kratonjogja adalah mencegah kekosongan informasi diisi oleh misinformasi, apalagi disinformasi. Itu pohon-pohon tiap tahun dibuat dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj yes,” cuitnya.

    Selain mencuitkan perihal klarifikasi foto pohon tersebut, GKR Hayu pun menyematkan tautan ke laman kratonjogja.id. Dalam laman tersebut terdapat penjelasan mengenai pohon-pohon yang diklaim sebagai pohon natal. Nyatanya, pohon-pohon tersebut ialah pohon bunga yang merupakan satu kesatuan rangkaian Peksi Burak. Berikut kutipan penjelasannya:

    […] Memperingati Isra' Mi'raj dengan Yasa Peksi Burak

    Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj yang jatuh pada tanggal 27 Rejeb tahun Jawa, Keraton Yogyakarta mengadakan Hajad Dalem Yasa Peksi Burak. Yasa berarti membuat atau mengadakan. Peksi adalah burung. Burak adalah Buraq, makhluk yang diyakini menjadi kendaraan nabi saat melakukan Isra' Mi'raj. Hajad Dalem ini diawali dengan membuat Peksi Burak, pohon buah dan empat pohon bunga.

    Peksi Burak dibuat menggunakan buah dan kulit jeruk bali. Kulit tersebut dibentuk dan diukir menyerupai badan, leher, kepala, dan sayap burung. Burung jantan diberi jengger (pial) untuk membedakannya dari burung betina. Masing-masing Peksi Burak akan diletakkan di atas sebuah susuh, atau sarang, yang dirangkai dari daun kemuning sebagai tempat bertengger. Peksi Burak dan susuh ini diletakkan di bagian paling atas dari pohon buah, dengan disangga oleh ruas-ruas bambu.

    Pohon buah dibuat dari tujuh macam buah lokal yang dirangkai pada sebuah anyaman bambu, sehingga menyerupai bentuk sebuah pohon. Bilangan tujuh dalam bahasa Jawa disebut pitu. Pitu di sini dimaksudkan agar memperoleh pitulungan atau pertolongan, keselamatan, dan kesejahteraan. Secara berurutan tujuh macam buah yang dirangkai pada pohon tersebut terdiri dari salak, sawo, apel malang, jeruk bali, rambutan, manggis, dan di bagian paling bawah terdapat pisang raja. Pisang raja melambangkan bahwa Raja Kasultanan Ngayogyakarta adalah pengayom bagi rakyatnya. Sebagai sentuhan terakhir, pohon buah ini akan dililit dengan untaian bunga melati yang melambangkan kesucian.

    Empat pohon bunga dibuat dari rangkaian dedaunan dan berbagai macam bunga yang dirangkai pada kerangka bambu. Pohon bunga ini menggambarkan taman surga. Keseluruhan hiasan Peksi Burak menggambarkan sepasang burung jantan dan betina yang sedang bertengger pada pohon buah-buahan di taman surga.

    Yasa Peksi Burak dilaksanakan sejak pagi hari dan dilaksanakan oleh para kerabat dan Abdi Dalem puteri. Permaisuri ataupun putri sulung sultan akan memimpin jalannya Yasa Peksi Burak. Pekerjaan membuat Peksi Burak , miniatur pohon buah-buahan, merangkai bunga melati, dan kantil hanya boleh dilakukan oleh para kerabat dekat sultan (isteri pangeran, Wayah Dalem/cucu, dan Sentana Dalem/kerabat). Sedangkan pembuatan pohon bunga atau taman bunga dilakukan oleh para Abdi Dalem Keparak (Abdi Dalem wanita). Proses ini diselenggarakan hingga menjelang waktu shalat Dhuhur di Bangsal Sekar Kedhaton, yang berada di wilayah keputren.

    Selepas shalat Asar, Peksi Burak yang telah selesai dirangkai akan diarak menuju Masjid Gedhe. Sebelum prosesi arak-arakan, Abdi Dalem Punokawan Kaji akan memimpin doa bersama yang diikuti oleh semua hadirin yang ada di Bangsal Sekar Kedhaton. Setelah selesai doa bersama Abdi Dalem Punakawan Kaji dibantu oleh Abdi Dalem Suranata dan Kanca Abrit akan membawa Peksi Burak menuju Masjid Gedhe.

    Peksi Burak akan dibawa melewati halaman tengah atau pelataran keraton, keluar melalui Regol Kamandungan Lor, melewati Jalan Rotowijayan, kemudian menuju Masjid Gedhe yang berada di sisi barat Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. Sesampainya di Masjid Gedhe, Abdi Dalem Suranata yang bertugas akan menyerahkan Peksi Burak kepada Abdi Dalem Pengulon Masjid Gedhe

    Penyerahan dilanjutkan dengan doa permohonan keselamatan dan kesehatan bagi Sultan dan keluarganya, kelestarian Keraton Yogyakarta, serta kesejahteraan rakyat dan kawula pada umumnya. Setelah Peksi Burak diterima dan selesai didoakan maka semua Abdi Dalem yang membawa arak-arakan Peksi Burak akan undur diri untuk kembali ke Keraton Yogyakarta.

    Peringatan Isra’ Mi’raj dilaksanakan pada malam hari selesai shalat Isya. Acara ini dihadiri oleh para Abdi Dalem Punakawan Kaji, Abdi Dalem Suranata, serta dari beberapa lembaga keraton. Masyarakat pun turut hadir dalam acara ini, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. Para hadirin yang datang, akan duduk melingkari Peksi Burak beserta segala perlengkapannya. Kaum wanita duduk di belakang kaum laki-laki. Sedangkan para Abdi Dalem Punakawan Kaji dan kawan-kawannya duduk di belakang Kiai Pengulu. Kiai Pengulu menempatkan diri di belakang meja kecil dengan membawa kitab yang mengisahkan peristiwa Isra’ Mi’raj. Kitab yang dibacakan oleh Kiai Pengulu ini menceritakan latar belakang terjadinya Isra’ Mi’raj, dialog pendek antara nabi dengan Malaikat Jibril yang terjadi selama perjalanan Isra’ Mi’raj, dan juga hikmah-hikmah pada perjalanan Isra’ Mi’raj.

    Selama pembacaan riwayat Isra’ Mi’raj para tamu diharapkan untuk mendengarkan dengan khidmat. Setelah rangkaian acara selesai, Abdi Dalem Pengulon akan membagikan buah-buahan yang ada dirangkaian Peksi Burak kepada seluruh warga masyarakat yang hadir. Dengan berakhirnya upacara peringatan Isra’ Mi’raj maupun pembagian buah-buahan, maka berakhirlah pula rangkaian Hajad Dalem Yasa Peksi Burak di Keraton Yogyakarta.

    Peringatan Isra’ Mi’raj yang dilakukan ini merupakan sarana dakwah yang dilakukan oleh keraton. Melalui Yasa Peksi Burak, masyarakat diharapkan dapat mengambil hikmah dari perjalanan Isra’ Mi’raj dan perintah shalat lima waktu kepada umat muslim yang diterima oleh Nabi Muhammad kepada umat muslim. […]

    Demikianlah klarifikasi terkait isu pohon natal di Masjid Gedhe Kauman yang sempat tersebar.

    Rujukan