Beredar informasi yang menyebut konsumsi minuman alkohol bisa kurangi risiko terinfeksi virus corona COVID-19. Pemberitahuan ini juga terdapat logo Saint Luke’s Health System, sebuah Rumah Sakit di Kota Kansas, Missouri, Amerika Serikat.
Berikut narasinya:
“After extensive research, our findings show that consuming alcoholic beverages may help reduce the risk of infection by the novel coronavirus; COVID-19. Vodka is the most recommended for drinking, cleaning and sanitizing.”
Atau yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menggunakan Google Terjemahan:
“Setelah penelitian yang luas, temuan kami menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman beralkohol dapat membantu mengurangi risiko infeksi oleh coronavirus baru; COVID-19. Vodka paling direkomendasikan untuk minum, membersihkan, dan membersihkan.”
(GFD-2020-4828) [SALAH] “minuman beralkohol bisa mengurangi risiko infeksi dari novel coronavirus; COVID-19”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 12/03/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Terkait klaim yang beredar itu, pihak Saint’s Luke Hospital menegaskan tidak benar minum alkohol dapat menurunkan risiko terinfeksi virus corona. Saint’s Luke Hospital juga membantah surat edaran itu dari mereka.
“Ada laporan yang bilang minum alkohol bisa mengurangi risiko COVID-19. INI TIDAK BENAR. Saint’s Luke mengikuti panduan dari CDC,” tulis pihak rumah sakit seperti dikutip dari akun resmi Facebook-nya, Kamis (12/4/2020).
Saint’s Luke Hospital menyebut apa yang harusnya dilakukan orang-orang adalah menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan yang baik. Cara yang dianjurkan, seperti rutin cuci tangan pakai sabun, hindari orang sakit, jangan sentuh area wajah, dan tutup mulut saat batuk atau bersin.
Berikut klarifikasi lengkapnya:
“False reports are circulating that say drinking alcohol can reduce the risk of COVID-19. THIS IS NOT TRUE. Saint Luke’s follows CDC guidance:
-Practice good hand hygiene
-Wash for at least 20 seconds, especially after using the restroom, before eating, after blowing your nose or coughing.
-If soap and water aren’t available, use a hand sanitizer with at least 60 percent alcohol
-Avoid close contact with people who are sick and stay home when you are sick
-Avoid touching your eyes, nose, and mouth
-Cover coughs and sneezes with a tissue, then throw the tissue in the trash
-Clean and disinfect frequently touched objects and surfaces using regular household cleaning spray or wipe”
Yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menggunakan Google Terjemahan:
“Laporan palsu beredar yang mengatakan bahwa minum alkohol dapat mengurangi risiko COVID-19. INI TIDAK BENAR. Saint Luke mengikuti panduan CDC:
-Praktek kebersihan tangan yang baik
-Cuci minimal 20 detik, terutama setelah menggunakan kamar kecil, sebelum makan, setelah meniup hidung atau batuk.
-Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan dengan alkohol setidaknya 60 persen
-Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit dan tinggal di rumah saat Anda sakit
-Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda
-Tutup batuk dan bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah
-Bersihkan dan desinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh menggunakan semprotan pembersih rumah tangga biasa”
“Ada laporan yang bilang minum alkohol bisa mengurangi risiko COVID-19. INI TIDAK BENAR. Saint’s Luke mengikuti panduan dari CDC,” tulis pihak rumah sakit seperti dikutip dari akun resmi Facebook-nya, Kamis (12/4/2020).
Saint’s Luke Hospital menyebut apa yang harusnya dilakukan orang-orang adalah menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan yang baik. Cara yang dianjurkan, seperti rutin cuci tangan pakai sabun, hindari orang sakit, jangan sentuh area wajah, dan tutup mulut saat batuk atau bersin.
Berikut klarifikasi lengkapnya:
“False reports are circulating that say drinking alcohol can reduce the risk of COVID-19. THIS IS NOT TRUE. Saint Luke’s follows CDC guidance:
-Practice good hand hygiene
-Wash for at least 20 seconds, especially after using the restroom, before eating, after blowing your nose or coughing.
-If soap and water aren’t available, use a hand sanitizer with at least 60 percent alcohol
-Avoid close contact with people who are sick and stay home when you are sick
-Avoid touching your eyes, nose, and mouth
-Cover coughs and sneezes with a tissue, then throw the tissue in the trash
-Clean and disinfect frequently touched objects and surfaces using regular household cleaning spray or wipe”
Yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menggunakan Google Terjemahan:
“Laporan palsu beredar yang mengatakan bahwa minum alkohol dapat mengurangi risiko COVID-19. INI TIDAK BENAR. Saint Luke mengikuti panduan CDC:
-Praktek kebersihan tangan yang baik
-Cuci minimal 20 detik, terutama setelah menggunakan kamar kecil, sebelum makan, setelah meniup hidung atau batuk.
-Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan dengan alkohol setidaknya 60 persen
-Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit dan tinggal di rumah saat Anda sakit
-Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda
-Tutup batuk dan bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah
-Bersihkan dan desinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh menggunakan semprotan pembersih rumah tangga biasa”
Kesimpulan
Pihak Saint’s Luke Hospital menegaskan tidak benar minum alkohol dapat menurunkan risiko terinfeksi virus corona. Saint’s Luke Hospital juga membantah surat edaran itu dari mereka.
Rujukan
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4935731/beredar-info-minum-alkohol-bisa-kurangi-risiko-kena-corona-ini-faktanya
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4200009/cek-fakta-vodka-bisa-mengurangi-risiko-infeksi-covid-19-ini-faktanya
- https://factcheck.afp.com/fake-us-hospital-letter-says-alcohol-reduces-covid-19-risks
- https://www.kctv5.com/coronavirus/saint-luke-s-warns-against-false-release-of-covid-/article_f1010eb4-63d2-11ea-b63e-5b4fcefa2709.html
- https://www.facebook.com/saintlukeskc/posts/2888755154540009 (
- https://perma.cc/8QGA-QQLM – Arsip)
- https://www.stlukesonline.org/blogs/st-lukes/notes-and-announcements/2020/mar/st-lukes-covid-19-coronavirus-announcement
(GFD-2020-3647) [SALAH] Video Angin Puting Beliung Menerjang Sukabumi
Sumber: twitter.comTanggal publish: 11/03/2020
Berita
Beredar postingan video yang diklaim sebagai bencana alam puting beliung di Sukabumi. Postingan tersebut beredar di Twitter dan dibagikan pada tanggal 3 Maret 2020. Berikut kutipan narasinya:
“Innaa lilllaahi..... angin puting beliung menerjang Sukabumi.... semoga tidak ada korban jiwa...”
“Innaa lilllaahi..... angin puting beliung menerjang Sukabumi.... semoga tidak ada korban jiwa...”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa video tersebut bukanlah video mengenai bencana puting beliung di Sukabumi. Peristiwa sebenarnya dalam video itu ialah bencana puting beliung pada tanggal 11 Januari 2019 di Rancaekek, Bandung.
Hal itu diketahui dari postingan @ElshintaBandung pada tanggal 11 Januari 2019 yang mencuitkan kembali cuitan akun @abdiagoes91. “16.11: RT @abdiagoes91 Inilah angin puting beliung di daerah Rancaekek, yang sempat terekam. #VisiGenerasiKini,” cuit akun @ElshintaBandung.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah pemberitaan terkait bencana alam yang terjadi di bulan Januari 2019 tersebut. Berikut kutipan pemberitaannya:
Dari liputan6.com:
[…] Puting Beliung Terjang Rancaekek, Ratusan Rumah Rusak dan Warga Terluka
Liputan6.com, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung merilis data sementara wilayah terdampak angin puting beliung di wilayah Rancaekek.
Menurut keterangan BPBD, angin puting beliung paling berdampak di tiga titik, yakni di Kampung Papanggungan, Kampung Jati Sari dan Komplek Perum Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong.
Adapun kerusakan akibat bencana tersebut membuat ratusan rumah mengalami kerusakan. Di Kampung Jati Sari Rt 01 Rw 14, sebnyak 15 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Kampung Papanggungan RT 02 RW 06, sebanyak 50 unit rumah rusak ringan.
Sebanyak 300 unit menimpa wilayah Komplek Rancaekek Permai 2. Masing-masing di blok D, C dan E. Adapun korban akibat puting beliung yang terjadi sore tadi yaitu sebanyak 15 orang mengalami luka ringan dan satu luka berat.
BPBD telah berkoordinasi dengan pihak Desa Jelegong dan Satpol PP Kecamatan Rancaekek untuk penyesuaian data kerusakan awal.
"Untuk kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsi sementara, terpal, alat penerangan, bahan makanan dan air bersih," ujar Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Johara, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/1/2019).
Sementara itu, juru bicara Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor menyampaikan, hasil penanganan sementara tim SAR yakni membantu penyelamatan warga yang mengalami luka-luka. Korban luka selanjutnya dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban luka satu orang dibawa ke Puskesmas," katanya.
Ia menyebutkan, kondisi terkini korban puting beliung sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. "Dibawa ke kantor desa dan ada yang mengungsi ke rumah keluarganya. Yang terluka sebagian besar pemulihan di tempat," kata Joshua. […]
Dari tempo.co:
[…] BNPB: 640 Rumah di Rancaekek Rusak Diterjang Puting Beliung
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 640 unit rumah rusak akibat angin puting beliung yang melanda Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bencana tersebut terjadi pada Jumat sore, 11 Januari 2019, sekitar pukul 15.15 WIB.
"Sebanyak 640 unit rumah rusak akibat puting beliung," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 12 Januari 2019.
Sutopo mengatakan angin puting beliung ini juga menyebabkan korban luka berat sebanyak 1 orang, dan luka ringan 15 orang. Selain itu, 82 keluarga untuk sementara mengungsi akibat bencana itu. "Warga mengungsi di tenda pengungsian serta Masjid At-Taqwa," katanya.
Sutopo menuturkan penanganan dampak bencana angin puting beliung ini masih terus dilakukan pemerintah daerah serta pihak terkait. Selain itu, kata dia, Bupati Bandung juga menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari terhitung dari 12-18 Januari 2019. "Status tanggap darurat ditetapkan agar ada kemudahan akses karena dampaknya cukup besar," ucapnya.
Menurut Sutopo, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendirikan sarana penanganan bencana seperti 1 unit tenda pengungsian. Tim ini juga menyalurkan 80 unit family kit serta menyediakan 4 tangki air bersih untuk kebutuhan warga terdampak. "Dinas Sosial Kabupaten Bandung juga telah mendirikan dapur umum dan 1 unit tenda pengungsi lain," tuturnya.
Bencana angin puting beliung ini juga terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa seperti Wonogiri, Karanganyar, Cepu, Boyolali, serta Yogyakarta. Menurut Sutopo, meski dampak angin puting beliung di daerah-daerah tersebut tak banyak, penanganan darurat masih dilakukan oleh BPBD dan aparat terkait. "Khususnya penanganan pohon tumbang, perbaikan rumah, bantuan logistik, dan lainnya kepada masyarakat terdampak," katanya. […]
Hal itu diketahui dari postingan @ElshintaBandung pada tanggal 11 Januari 2019 yang mencuitkan kembali cuitan akun @abdiagoes91. “16.11: RT @abdiagoes91 Inilah angin puting beliung di daerah Rancaekek, yang sempat terekam. #VisiGenerasiKini,” cuit akun @ElshintaBandung.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah pemberitaan terkait bencana alam yang terjadi di bulan Januari 2019 tersebut. Berikut kutipan pemberitaannya:
Dari liputan6.com:
[…] Puting Beliung Terjang Rancaekek, Ratusan Rumah Rusak dan Warga Terluka
Liputan6.com, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung merilis data sementara wilayah terdampak angin puting beliung di wilayah Rancaekek.
Menurut keterangan BPBD, angin puting beliung paling berdampak di tiga titik, yakni di Kampung Papanggungan, Kampung Jati Sari dan Komplek Perum Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong.
Adapun kerusakan akibat bencana tersebut membuat ratusan rumah mengalami kerusakan. Di Kampung Jati Sari Rt 01 Rw 14, sebnyak 15 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Kampung Papanggungan RT 02 RW 06, sebanyak 50 unit rumah rusak ringan.
Sebanyak 300 unit menimpa wilayah Komplek Rancaekek Permai 2. Masing-masing di blok D, C dan E. Adapun korban akibat puting beliung yang terjadi sore tadi yaitu sebanyak 15 orang mengalami luka ringan dan satu luka berat.
BPBD telah berkoordinasi dengan pihak Desa Jelegong dan Satpol PP Kecamatan Rancaekek untuk penyesuaian data kerusakan awal.
"Untuk kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsi sementara, terpal, alat penerangan, bahan makanan dan air bersih," ujar Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Johara, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/1/2019).
Sementara itu, juru bicara Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor menyampaikan, hasil penanganan sementara tim SAR yakni membantu penyelamatan warga yang mengalami luka-luka. Korban luka selanjutnya dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban luka satu orang dibawa ke Puskesmas," katanya.
Ia menyebutkan, kondisi terkini korban puting beliung sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. "Dibawa ke kantor desa dan ada yang mengungsi ke rumah keluarganya. Yang terluka sebagian besar pemulihan di tempat," kata Joshua. […]
Dari tempo.co:
[…] BNPB: 640 Rumah di Rancaekek Rusak Diterjang Puting Beliung
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 640 unit rumah rusak akibat angin puting beliung yang melanda Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bencana tersebut terjadi pada Jumat sore, 11 Januari 2019, sekitar pukul 15.15 WIB.
"Sebanyak 640 unit rumah rusak akibat puting beliung," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 12 Januari 2019.
Sutopo mengatakan angin puting beliung ini juga menyebabkan korban luka berat sebanyak 1 orang, dan luka ringan 15 orang. Selain itu, 82 keluarga untuk sementara mengungsi akibat bencana itu. "Warga mengungsi di tenda pengungsian serta Masjid At-Taqwa," katanya.
Sutopo menuturkan penanganan dampak bencana angin puting beliung ini masih terus dilakukan pemerintah daerah serta pihak terkait. Selain itu, kata dia, Bupati Bandung juga menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari terhitung dari 12-18 Januari 2019. "Status tanggap darurat ditetapkan agar ada kemudahan akses karena dampaknya cukup besar," ucapnya.
Menurut Sutopo, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendirikan sarana penanganan bencana seperti 1 unit tenda pengungsian. Tim ini juga menyalurkan 80 unit family kit serta menyediakan 4 tangki air bersih untuk kebutuhan warga terdampak. "Dinas Sosial Kabupaten Bandung juga telah mendirikan dapur umum dan 1 unit tenda pengungsi lain," tuturnya.
Bencana angin puting beliung ini juga terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa seperti Wonogiri, Karanganyar, Cepu, Boyolali, serta Yogyakarta. Menurut Sutopo, meski dampak angin puting beliung di daerah-daerah tersebut tak banyak, penanganan darurat masih dilakukan oleh BPBD dan aparat terkait. "Khususnya penanganan pohon tumbang, perbaikan rumah, bantuan logistik, dan lainnya kepada masyarakat terdampak," katanya. […]
Kesimpulan
Dari penjelasan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa video yang diklaim sebagai bencana alam puting beliung di Sukabumi menyesatkan. Peristiwa sebenarnya dari video tersebut terjadi di Rancaekek, Bandung pada tanggal 11 Januari 2019. Oleh sebab itu, konten postingan sumber masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2020-4816) [SALAH] “Setelah tahu orang-orang Uyghur tidak tertular corona orang-orang di china berebut mendapatkan Alquran”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 11/03/2020
Berita
“Setelah mereka tahu orang-orang Uyghur dan suku-suku di Sinchiang yang mayoritas muslim tidak tertular corona. Kini orang-orang di china berebut-rebut untuk mendapatkan Alquran dan mulai belajar membacanya dan belajar mengerti artinya.
Subhanallah”.
Subhanallah”.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video lama, sebelumnya pernah diunggah pada tahun 2013. SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun kesimpulan pelintiran.
Salah satu situs yang sebelumnya memuat video, gospelprime.com.br: “Penyelundupan Alkitab di Tiongkok direkam dalam video.
7 tahun yang lalu masuk 19 Maret 2013 Oleh Jarbas Aragon”
Alt News: “Media sosial penuh dengan informasi yang salah seputar virus corona baru. Alt News telah membantah beberapa klaim semacam itu dalam beberapa minggu terakhir. Sebuah video sekarang viral di media sosial dengan klaim bahwa dalam terang epidemi, Cina memungkinkan umat Islam untuk membaca Quran yang sebelumnya dilarang.”
Salah satu situs yang sebelumnya memuat video, gospelprime.com.br: “Penyelundupan Alkitab di Tiongkok direkam dalam video.
7 tahun yang lalu masuk 19 Maret 2013 Oleh Jarbas Aragon”
Alt News: “Media sosial penuh dengan informasi yang salah seputar virus corona baru. Alt News telah membantah beberapa klaim semacam itu dalam beberapa minggu terakhir. Sebuah video sekarang viral di media sosial dengan klaim bahwa dalam terang epidemi, Cina memungkinkan umat Islam untuk membaca Quran yang sebelumnya dilarang.”
Kesimpulan
Video lama, TIDAK berkaitan dengan COVID-19. Yang diperebutkan adalah Alkitab, BUKAN Al-Qur’an.
Rujukan
(GFD-2020-3636) [SALAH] Video “Perilaku Polisi India Terhadap Wanita yang Membawa Anak”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 10/03/2020
Berita
Bukan polisi India, tetapi polisi Nepal, peristiwa tersebut di daerah Bhaisepati, Lalitpur,Nepal pada 27 Februari 2020
[NARASI] Perilaku polisi india terhadap wanita yang membawa anak
[NARASI] Perilaku polisi india terhadap wanita yang membawa anak
Hasil Cek Fakta
[PENJELASAN]
Fanspage Status Lucu 2019 pada tanggal 29 Februari 2020 pukul 22:24 WIB mengunggah video polisi sedang memukul wanita sambil menggendong anak kecil dengan menggunakan tongkat dan mendorongnya sampai tersungkur yang oleh fanspage Status Lucu 2019 dikatakan kejadian itu dilakukan oleh polisi India, dengan narasi sebagai berikut “Perilaku polisi india terhadap wanita yang membawa anak”. Postingan inipun mendapatkan 544 tanggapan, 253 komentar dan 5.651 share saat periksa fakta ini dibuat.
Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut bukan terjadi di India, tetapi di Bhaisepati, Lalitpur,Nepal pada 27 Februari 2020 yang dilakukan oleh Inspektur polisi di Sektor Kepolisian Metropolitan Bungmati.
Menurut polisi, insiden itu terjadi pada hari Kamis di kediaman Bhainsepati Hem Khatri, seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat Nepal, di mana sekelompok wanita telah berkumpul untuk memprotes, “menuntut keadilan” untuk seorang wanita, yang diidentifikasi sebagai Mala Shah, yang telah menuduh bahwa dia menjalin hubungan dengan Khatri. Shah mulai memprotes setelah Khatri diduga memutuskan kontak dengannya, menurut Inspektur Senior Tek Prasad Rai, kepala Polisi Lalitpur. Hema Shrestha, wanita yang terlihat dipukuli, ada di sana untuk mendukung Shah dalam protesnya.
Dilansir dari radiokantipur.com “Investigasi telah dimulai pada Inspektur Poudel setelah menikam Hema Shrestha, seorang peserta dalam tim yang mengepung rumah Rathi Hem Khatri, seorang pensiunan asisten Tentara Nepal di Bhansapati.
Inspektur Poudel kemarin diduga melobi Shrestha, yang menyebut dirinya ekspedisi, selama perselisihan antara Khatri dan seorang wanita bernama Mala Shah.
Video Inspektur Poudel yang memanas di Shrestha yang menggendong bayi itu beredar di media sosial.
Mengikuti arahan dari Markas Besar Kepolisian, Kampus Polisi Metropolitan, Lalitpur, telah membentuk komite investigasi beranggotakan tiga orang yang dipimpin oleh SP Durga Singh”.
Sedangkan laporan dari onlinekhabar.com polisi tersebut sudah dipindahkan dari Polisi Metropolitan Bhaisepati.
“Kepala Polisi Metropolitan Range, Lalitpur, SSP Tek Prasad Rai, menginformasikan bahwa Paudel telah dipindahkan ke Jawalakhel setelah insiden tersebut. Inspektur Sujit Ojha yang baru diangkat telah ditunjuk untuk Lingkaran Polisi Metropolitan, Bhaisepati”.
KESIMPULAN
Benar kejadian dalam video tersebut seorang polisi memukul seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil yang sedang melakukan protes.
Kejadian bukan di India tetapi di Nepal.
Fanspage Status Lucu 2019 pada tanggal 29 Februari 2020 pukul 22:24 WIB mengunggah video polisi sedang memukul wanita sambil menggendong anak kecil dengan menggunakan tongkat dan mendorongnya sampai tersungkur yang oleh fanspage Status Lucu 2019 dikatakan kejadian itu dilakukan oleh polisi India, dengan narasi sebagai berikut “Perilaku polisi india terhadap wanita yang membawa anak”. Postingan inipun mendapatkan 544 tanggapan, 253 komentar dan 5.651 share saat periksa fakta ini dibuat.
Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut bukan terjadi di India, tetapi di Bhaisepati, Lalitpur,Nepal pada 27 Februari 2020 yang dilakukan oleh Inspektur polisi di Sektor Kepolisian Metropolitan Bungmati.
Menurut polisi, insiden itu terjadi pada hari Kamis di kediaman Bhainsepati Hem Khatri, seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat Nepal, di mana sekelompok wanita telah berkumpul untuk memprotes, “menuntut keadilan” untuk seorang wanita, yang diidentifikasi sebagai Mala Shah, yang telah menuduh bahwa dia menjalin hubungan dengan Khatri. Shah mulai memprotes setelah Khatri diduga memutuskan kontak dengannya, menurut Inspektur Senior Tek Prasad Rai, kepala Polisi Lalitpur. Hema Shrestha, wanita yang terlihat dipukuli, ada di sana untuk mendukung Shah dalam protesnya.
Dilansir dari radiokantipur.com “Investigasi telah dimulai pada Inspektur Poudel setelah menikam Hema Shrestha, seorang peserta dalam tim yang mengepung rumah Rathi Hem Khatri, seorang pensiunan asisten Tentara Nepal di Bhansapati.
Inspektur Poudel kemarin diduga melobi Shrestha, yang menyebut dirinya ekspedisi, selama perselisihan antara Khatri dan seorang wanita bernama Mala Shah.
Video Inspektur Poudel yang memanas di Shrestha yang menggendong bayi itu beredar di media sosial.
Mengikuti arahan dari Markas Besar Kepolisian, Kampus Polisi Metropolitan, Lalitpur, telah membentuk komite investigasi beranggotakan tiga orang yang dipimpin oleh SP Durga Singh”.
Sedangkan laporan dari onlinekhabar.com polisi tersebut sudah dipindahkan dari Polisi Metropolitan Bhaisepati.
“Kepala Polisi Metropolitan Range, Lalitpur, SSP Tek Prasad Rai, menginformasikan bahwa Paudel telah dipindahkan ke Jawalakhel setelah insiden tersebut. Inspektur Sujit Ojha yang baru diangkat telah ditunjuk untuk Lingkaran Polisi Metropolitan, Bhaisepati”.
KESIMPULAN
Benar kejadian dalam video tersebut seorang polisi memukul seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil yang sedang melakukan protes.
Kejadian bukan di India tetapi di Nepal.
Rujukan
Halaman: 7392/7813




