(GFD-2020-5538) [SALAH] Paket dari China Berisikan Narkoba
Sumber: facebook.comTanggal publish: 12/11/2020
Berita
Beredar postingan dari akun Facebook Aman Libera berisikan foto sebuah paket dengan klaim bahwa paket COD dari China berisikan narkoba. Postingan ini disukai sekitar 10 kali dan dikomentari sebanyak 25 kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan artikel berita dari detik.com, polisi telah mengungkapkan bahwa isi paket dari China di Yogyakarta ternyata berisikan jam tangan. Dedi Prasetyo sebagai Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen menjelaskan bahwa ada seorang petugas ekspedisi datang ke sebuah toko untuk mengirim paket sedangkan sang pemilik toko merasa tidak memesan paket tersebut.
Petugas ekspedisi kemudian menjelaskan untuk mengirimkan foto KTP agar paket tersebut dapat dikembalikan tetapi pemilik toko menolak dan sempat mengirimkan foto paket tersebut ke grup pengajian dan mengaku tidak menyebarkannya ke media sosial. Hoax ini beredar sejak tahun 2018 lalu.
Melihat dari penjelasan tersebut, paket COD dari China berisikan narkoba adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Petugas ekspedisi kemudian menjelaskan untuk mengirimkan foto KTP agar paket tersebut dapat dikembalikan tetapi pemilik toko menolak dan sempat mengirimkan foto paket tersebut ke grup pengajian dan mengaku tidak menyebarkannya ke media sosial. Hoax ini beredar sejak tahun 2018 lalu.
Melihat dari penjelasan tersebut, paket COD dari China berisikan narkoba adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2018/09/17/benar-divisi-humas-polri-klarifikasi-terkait-pesan-berantai-paket-gelap-cod-dari-china/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/yNL4yrWN-cek-fakta-waspada-kiriman-paket-berisi-narkoba-dari-china-ini-faktanya
- https://www.merdeka.com/peristiwa/polda-diy-buru-penyebar-hoaks-paket-dari-china-berisi-narkoba.html
- https://news.detik.com/berita/d-4218524/terungkap-ini-isi-paket-dari-china-yang-viral-dikira-narkoba
- https://www.viva.co.id/digital/digilife/1076004-viral-paket-cod-dari-china-begini-yang-sebenarnya-terjadi
- https://news.detik.com/berita/d-4220920/cerita-penerima-paket-dari-china-yang-viral-sempat-dikira-narkoba
(GFD-2020-5539) [SALAH] “Ombak Menyentuh Awan”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 12/11/2020
Berita
Akun Twitter bernama ‘RADICALISM – BROKEN WING’ (@LordADF2020) mengunggah status pada tanggal 09/11/2020 berupa video ombak dengan klaim ombak tersebut menyentuh awan.
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran diketahui informasi tersebut salah. Ombak dalam video tidak menyentuh awan, bagian yang disebut awan dalam video merupakan ‘semprotan laut’ (sea spray) yaitu partikel aerosol yang terbentuk langsung dari lautan. Gelombang yang menerjang pantai menghasilkan tetesan kecil air yang memindahkan panas dan air laut ke atmosfer. Selain itu, awan tidak terbentuk dari ketinggian rendah seperti dalam video.
Semprotan laut (sea spray) terbentuk dari pemecahan ombak oleh gesekan angin, percikan atau semburan gelembung udara di permukaan gelombang. Ketika angin, kepala ombak, dan gelombang pecah mencampurkan udara ke permukaan laut, udara berkumpul kembali untuk membentuk gelembung, mengapung ke permukaan, dan menyembur di antara udara-laut.
Menurut peneliti, ‘sea spray’ memengaruhi suhu dan kelembapan secara signifikan antara atmosfer dan laut, mempengaruhi pola iklim global dan intensitas badai tropis. Sea spray juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan distribusi spesies di ekosistem dan meningkatkan korosi bahan bangunan di wilayah pesisir.
Sementara video tersebut pertama kali diunggah tahun 2015 oleh pengguna bernama Conor Hegyi pada situs Vimeo berjudul ‘SHOWREEL’ di menit ke 03:36. Video yang sama dapat juga dilihat dari postingan akun Instagram @conorhegyi pada 19/9/2020. Dari penelusuran di atas, status tersebut masuk kategori Konten yang Salah.
Semprotan laut (sea spray) terbentuk dari pemecahan ombak oleh gesekan angin, percikan atau semburan gelembung udara di permukaan gelombang. Ketika angin, kepala ombak, dan gelombang pecah mencampurkan udara ke permukaan laut, udara berkumpul kembali untuk membentuk gelembung, mengapung ke permukaan, dan menyembur di antara udara-laut.
Menurut peneliti, ‘sea spray’ memengaruhi suhu dan kelembapan secara signifikan antara atmosfer dan laut, mempengaruhi pola iklim global dan intensitas badai tropis. Sea spray juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan distribusi spesies di ekosistem dan meningkatkan korosi bahan bangunan di wilayah pesisir.
Sementara video tersebut pertama kali diunggah tahun 2015 oleh pengguna bernama Conor Hegyi pada situs Vimeo berjudul ‘SHOWREEL’ di menit ke 03:36. Video yang sama dapat juga dilihat dari postingan akun Instagram @conorhegyi pada 19/9/2020. Dari penelusuran di atas, status tersebut masuk kategori Konten yang Salah.
Rujukan
(GFD-2020-8371) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video saat Trump Mengamuk usai Kalah dari Biden di Pilpres AS?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 12/11/2020
Berita
Video pendek yang diklaim sebagai video saat calon presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump, mengamuk usai kalah dari lawannya, Joe Biden, dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres AS beredar di Facebook dan YouTube. Berdurasi 18 detik, video itu memang memperlihatkan seorang pria yang mirip dengan Trump yang memecahkan barang-barang di sebuah ruangan dengan tongkat kayu.
Salah satu kanal YouTube yang mengunggah video itu adalah kanal Sawit Masa Depan TV, tepatnya pada 5 November 2020. Video yang telah ditonton lebih dari 4 ribu kali ini diberi judul "Trump ngamuk setelah kalah di Negara Bagian Arisona.." Sementara di Facebook, salah satu akun yang membagikan video itu adalah akun Eddy Mujoko, yakni pada 9 November 2020. Akun ini menulis, "Donal Trump Ngamuk kalah.. Pilpres...Gunakan senjata..."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Eddy Mujoko.
Apa benar video tersebut adalah video saat Donald Trump mengamuk usai kalah dari Joe Biden dalam Pilpres AS?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa video tersebut adalah bagian dari tayangan serial televisi komedi satire AS, The President Show, episode "The Boss Smashes Everything" edisi 21 Juli 2017. Pria yang terlihat dalam video itu pun bukan Donald Trump, melainkan aktor dan komedian Anthony Atamanuik, yang memang berperan sebagai Trump.
Untuk memeriksa fakta terkait klaim di atas, Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, didapatkan petunjuk dari sebuah artikel yang dimuat oleh situs media berbahasa Arab, Fatabyyano, pada 26 April 2020.
Artikel tersebut berisi penelusuran Fatabyyano terhadap video yang sama. Tapi, saat itu, klaim yang menyertai video tersebut tidak terkait dengan kekalahan Trump dalam Pilpres AS, melainkan terkait keruntuhan ekonomi AS karena pandemi Covid-19. Fatabyyano memberikan penjelasan bahwa video tersebut sebenarnya adalah video parodi satire dari episode The President Show berjudul "The Boss Smashes Everything" edisi Juli 2017.
Dengan petunjuk ini, Tempo pun menelusuri kanal YouTube The President Show dan mencari episode yang berjudul "The Boss Smashes Everything". Hasilnya, ditemukan bahwa episode tersebut memang ditayangkan pada 21 Juli 2017. Pada menit 2:45, terdapat adegan ketika pria yang mirip dengan Trump menghancurkan barang-barang di sekitarnya dengan tongkat bisbol, sama seperti yang terlihat dalam video yang kini beredar.
The President Show merupakan serial televisi komedi satire yang ditujukan untuk menyindir Presiden AS Donald Trump. Pria yang mirip Trump itu tak lain adalah aktor dan komedian Anthony Atamanuik. Sementara itu, Wakil Presiden Mike Pence dalam acara ini diperankan oleh Peter Grosz. Serial televisi ini tayang perdana pada 27 April 2017 di saluran televisi kabel Comedy Central.
Dalam serial ini, Atamanuik yang memerankan Trump diperkenalkan sebagai "Presiden AS ke-45 dan terakhir". Ia memulai setiap episode dalamsetting"konferensi pers", di mana ia mengumumkan tema episode tersebut dan melontarkan slogan: "Saya presiden. Percayakah Anda? Ayo mulai!". Usai pembukaan, Trump dan Pence ditampilkan dalamsettingGedung Putih. Keduanya membawakan tema yang berkaitan dengan berita pekan tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video ketika Donald Trump mengamuk usai kalah dari Joe Biden dalam Pilpres AS, menyesatkan. Video tersebut adalah bagian dari salah satu episode serial televisi parodi satire AS, The President Show, yang berjudul "The Boss Smashes Everything" edisi 21 Juli 2017. The President Show merupakan tayangan komedi yang dikhususkan untuk menyindir Trump.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/donald-trump
- https://www.youtube.com/watch?v=ULG-rXPNpyA
- https://archive.is/Zi96U
- https://s.id/uD7XM
- https://www.tempo.co/tag/pilpres-as
- https://www.youtube.com/watch?v=AkTmtPW-rro
- https://www.commonsensemedia.org/tv-reviews/the-president-show
- https://s.id/uDaAB
- https://www.tempo.co/tag/joe-biden
(GFD-2020-8372) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Terawan yang Dapat Penghargaan WHO karena Berhasil Tangani Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 12/11/2020
Berita
Foto yang memperlihatkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang berkalung medali sedang memegang piala serta piagam penghargaan beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Foto ini dibagikan dengan narasi bahwa Terawan mendapatkan penghargaan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO atas keberhasilan Indonesia menangani pandemi Covid-19.
Foto ini beredar bersamaan dengan menyebarnya undangan WHO kepada Terawan untuk mengikuti pertemuan virtual pada 6 November 2020. Undangan ini sempat disebut sebagai bentuk apresiasi WHO atas keberhasilan Terawan menangani Covid-19. Belakangan, undangan itu disebut hanya menyinggung implementasiIntra-Action-Review(IAR) Covid-19.
Gambar tangkapan layar pesan WhatsApp yang berisi foto Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan klaim keliru bahwa ia mendapatkan penghargaan dari WHO karena berhasil menangani pandemi Covid-19.
Apa benar foto tersebut merupakan foto Menkes Terawan yang mendapat penghargaan WHO atas keberhasilannya menangani Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto Menkes Terawan tersebut denganreverse image toolSource, Yandex, dan Google. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa piagam penghargaan dalam foto itu bukan berasal dari WHO, melainkan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid). Penghargaan yang diberikan Leprid itu pun tidak terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Foto yang identik pernah dimuat oleh situs media Sindonews.com dalam beritanya pada 21 Juli 2019 dengan judul “Dokter Terawan Raih Lifetime Achievement Award dari Leprid”. Kemiripan terlihat dari seragam TNI yang dikenakan oleh Terawan, bentuk interior ruangan, serta desain piagam penghargaan Leprid. Dalam piagam itu pun, terdapat logo Leprid, berupa bintang berwarna emas yang sudut bagian atasnya berwarna merah-putih.
Menurut berita tersebut, Leprid memberikan penghargaan itu ketika masih menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Apresiasi tersebut diberikan karena Terawan menemukan metode cuci otak untuk penyakit stroke. Dilansir dari Suaramerdeka.com, Ketua Umum Leprid Paulus Pangka memberikan penghargaan dalam bentuk medali, piagam, dan piala kepada Terawan di RSPAD Gatot Soebroto pada 17 Juli 2019.
Undangan WHO
Menkes Terawan memang mendapatkan undangan dari WHO untuk menghadiri pertemuan virtual pada 6 November 2020. Namun, undangan ini tidak terkait dengan pemberian penghargaan kepada Terawan, melainkan terkait implementasi Intra-Action-Review (IAR) Covid-19 di Indonesia.
Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengatakan, "Bila dilihat isi suratnya, tidak ada pernyataan keberhasilan Indonesia dalam pengendalian pandemi, hanya mengakui keberhasilan indonesia dalam mengadakan kegiatan IAR."
Menurut Dicky, IAR adalah mekanisme monitoring evaluasi terkait salah satu pilar dalam peraturan kesehatan internasional (IHR) hasil revisi pada 2005. Tujuannya, agar setiap negara bisa mawas diri terhadap capaian dan kekurangan dalam pengendalian pandeminya.
"Jadi, undangan konferensi pers dari WHO tersebut bukan dalam arti mengakui keberhasilan Indonesia dalam pengendalian pandeminya, tapi apresiasi karena telah melaksanakan kegiatan IAR yang dianggap 'sukses'," ujar Dicky.
Masih dilansir dari Kompas.com, konferensi pers virtual pada 6 November 2020 itu juga diikuti oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Menkes Thailand Anutin Charnvirakul, dan Menkes Afrika Selatan Zweli Mkhize.
Dalam konferensi pers virtual itu, Terawan yang mendapatkan giliran berbicara keempat memberikan apresiasi atas dukungan WHO kepada Indonesia dalam pelaksanaan IAR Covid-19 di Indonesia. Menurut dia, menangani Covid-19 di Indonesia bukan perkara mudah.
Pasalnya, ada banyak pemangku kepentingan yang harus diajak bekerja sama dalam satu komando. "Meski begitu, di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan koordinasi Covid-19 Task Force Luhut Binsar Pandjaitan, seluruh stakeholder bisa berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung IAR."
Dikutip dari Katadata.co.id, Dicky Budiman mengatakan pelaksanaan rekomendasi IAR Covid-19 di Indonesia hanya tercapai 16 persen. Karena itu, pekerjaan rumah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 masih banyak, terutama dalam tiga pilar penting, yaitu komando dan koordinasi, pengendalian infeksi, serta laboratorium.
Menurut Dicky, aspek komando dan koordinasi di Indonesia harus diperbaiki. Pasalnya, manajemen menjadi salah satu hal yang kritikal dalam penanganan pandemi. Pengendalian infeksi pun harus diutamakan. Lalu, penyediaan jaringan laboratorium dan kapasitas tes harus ditingkatkan. Hal tersebut penting untuk mencapai tingkat positivity rate sebesar 5 persen.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto Menkes Terawan yang mendapat penghargaan WHO atas keberhasilannya menangani Covid-19 keliru. Penghargaan yang diterima Terawan dalam foto tersebut diberikan oleh Leprid karena telah menemukan metode cuci otak untuk penyakit stroke. Penghargaan itu diterima saat Terawan masih menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, tepatnya pada 17 Juli 2019. Undangan WHO kepada Terawan untuk mengikuti pertemuan virtual pada 6 November 2020 pun bukan dalam rangka memberikan penghargaan, melainkan membahas implementasi IAR Covid-19 di Indonesia.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/terawan
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://bit.ly/3pkmaxF
- http://rekor-leprid.org/
- https://bit.ly/2Ue93Qz
- https://nasional.kompas.com/read/2020/11/06/13021451/epidemiolog-sebut-terawan-diundang-who-karena-sukses-terapkan-iar-bukan?page=all
- https://www.tempo.co/tag/who
- https://nasional.kompas.com/read/2020/11/06/19314121/bicara-penanganan-pandemi-di-forum-who-terawan-puji-jokowi-hingga-luhut
- https://katadata.co.id/febrinaiskana/berita/5fa4db42cd584/who-undang-terawan-bahas-penanganan-covid-19-bagaimana-iar-di-ri
- https://www.tempo.co/tag/menkes-terawan
Halaman: 6998/7926



