Akun Fiyud’s Wahyudi (fb.com/fiyoeds.djokam) mengunggah sebuah foto dengan sebagian narasi sebagai berikut:
Berikut nukilan statusnya yang dilayangkan pada 7 November 2020:
“Pada waktu saya mengikuti kursus gaya hidup sehat, seorang penceramah professor di universitas di malaysia, UITM yang juga terlibat dengan kegiatan olah raga negara menasihatkan supaya pada waktu mandi jangan basahkan kepala dulu, basahkan bagian badan. Ini karena apabila kepala basah dan dingin, darah semua akan mengalir ke kepala untuk memanaskan kepala, logika ‘warm blooded human’ dan jika ada saluran darah sempit, maka dapat terjadi kondisi saluran darah pecah. Ini kerapkali berlaku di kamar mandi.
*Berikut cara mandi yang benar : 1. Pertama siramkan air di telapak kaki. 2. Kemudian dilanjutkan dengan segayung di betis. 3. Segayung di paha. 4. Segayung di perut. 5. Segayung di bahu. 6. Berhentilah sejenak 5-10 detik ???
Kita akan merasakan seperti uap/ angin yang keluar dari ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan dengan mandi seperti biasa.”
(GFD-2020-5545) [SALAH] “waktu mandi jangan basahkan kepala dulu, basahkan bagian badan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/11/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas, klaim bahwa membasahkan kepala terlebih dahulu saat mandi mengakibatkan stroke adalah klaim yang salah.
Faktanya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa membasahi kepala lebih dulu saat mandi dapat mengakibatkan stroke. Kepala Stroke Foundation Clinical Council Profesor Bruce Campbell dan Kepala penelitian ilmu saraf di Monash Health Thanh Phan membantah klaim yang beredar di media sosial tersebut.
“Sebagian besar stroke disebabkan oleh gumpalan yang menghalangi aliran darah di otak. Gumpalan ini berasal dari jantung atau pembuluh darah besar (seperti arteri karotis). Penyebab yang kurang umum adalah pembuluh darah yang pecah,” kata Phan dilansir dari AFP Fact Check, Senin (9/11/2020).
Kepala Stroke Foundation Clinical Council Profesor Bruce Campbell juga membantah klaim yang beredar di media sosial tersebut.
“Tidak ada bukti [yang kami] ketahui mengenai hubungan antara mandi dengan stroke,” ujarnya.
Campbell menganjurkan untuk menekan risiko stroke dengan cara mengelola tekanan darah dan kolesterol, makan makanan yang sehat, tidak merokok, olahraga teratur, dan mengurangi konsumsi alkohol. Dia juga menyarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter secara rutin.
Dikutip dari Kompas.com, stroke adalah serangan pada otak yang membuat pasokan darah ke bagian organ vital tersebut terganggu atau berkurang. Ketika pasokan darah ke otak terhambat karena jalur pembuluh darah tersumbat atau pecah, jaringan otak bakal kekurangan oksigen dan nutrisi. Dampaknya, sejumlah sel-sel di otak akan mati dan menimbulkan beragam gejala penyakit.
Berikut 10 penyebab stroke dan faktor risiko yang patut diwaspadai:
1. Tekanan darah tinggi. Diskusikan dengan dokter apabila hasil pengukuran tekanan darah kerap di atas 140/90 mmHg.
2. Merokok. Nikotin yang terkandung dalam tembakau dapat meningkatkan tekanan darah naik. Asap rokok bisa meningkatkan penumpukan lemak di pembuluh darah arteri.
3. Penyakit jantung. Kerusakan katup jantung dan gangguan irama jantung merupakan penyebab stroke menyerang kalangan orang tua.
4. Gula darah tinggi. Penderita diabetes umumnya mengalami tekanan darah tinggi dan punya berat badan berlebih. Keduanya merupakan faktor risiko utama penyakit stroke.
5. Berat badan berlebih. Seseorang jadi lebih rentan terserang stroke apabila berat badannya di atas batas ideal.
6. Efek samping obat tertentu. Sejumlah obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah terkadang dapat menyebabkan stroke.
7. Usia. Umumnya, peluang menderita stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Risiko mengalami stroke jadi lebih besar setelah usia menginjak 55 tahun.
8. Berasal dari keluarga penderita stroke. Stroke dapat diturunkan dari keluarga karena beberapa stroke disebabkan kelainan genetik yang menghalangi aliran darah ke otak.
9. Jenis kelamin. Di usia yang sama, pria cenderung memiliki risiko terserang stroke lebih tinggi ketimbang wanita. Sedangkan, wanita cenderung mengalami stroke di usia lebih tua ketimbang pria.
10. Ras tertentu. Orang yang berasal dari Asia Selatan, Afrika, atau Karibia lebih berisiko terkena stroke karena mereka cenderung menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.
Seperti diberitakan Kompas.com, berdasarkan penelitian dalam jurnal Stroke, risiko stroke dapat ditekan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti berhenti merokok dan berolahraga 30 menit atau lebih setiap hari. Perubahan gaya hidup lain yakni menurunkan berat badan bertahap, menjalani pola makan tinggi serat, mengurangi daging merah seperti diet Mediterania, serta mengurangi konsumsi alkohol.
Faktanya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa membasahi kepala lebih dulu saat mandi dapat mengakibatkan stroke. Kepala Stroke Foundation Clinical Council Profesor Bruce Campbell dan Kepala penelitian ilmu saraf di Monash Health Thanh Phan membantah klaim yang beredar di media sosial tersebut.
“Sebagian besar stroke disebabkan oleh gumpalan yang menghalangi aliran darah di otak. Gumpalan ini berasal dari jantung atau pembuluh darah besar (seperti arteri karotis). Penyebab yang kurang umum adalah pembuluh darah yang pecah,” kata Phan dilansir dari AFP Fact Check, Senin (9/11/2020).
Kepala Stroke Foundation Clinical Council Profesor Bruce Campbell juga membantah klaim yang beredar di media sosial tersebut.
“Tidak ada bukti [yang kami] ketahui mengenai hubungan antara mandi dengan stroke,” ujarnya.
Campbell menganjurkan untuk menekan risiko stroke dengan cara mengelola tekanan darah dan kolesterol, makan makanan yang sehat, tidak merokok, olahraga teratur, dan mengurangi konsumsi alkohol. Dia juga menyarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter secara rutin.
Dikutip dari Kompas.com, stroke adalah serangan pada otak yang membuat pasokan darah ke bagian organ vital tersebut terganggu atau berkurang. Ketika pasokan darah ke otak terhambat karena jalur pembuluh darah tersumbat atau pecah, jaringan otak bakal kekurangan oksigen dan nutrisi. Dampaknya, sejumlah sel-sel di otak akan mati dan menimbulkan beragam gejala penyakit.
Berikut 10 penyebab stroke dan faktor risiko yang patut diwaspadai:
1. Tekanan darah tinggi. Diskusikan dengan dokter apabila hasil pengukuran tekanan darah kerap di atas 140/90 mmHg.
2. Merokok. Nikotin yang terkandung dalam tembakau dapat meningkatkan tekanan darah naik. Asap rokok bisa meningkatkan penumpukan lemak di pembuluh darah arteri.
3. Penyakit jantung. Kerusakan katup jantung dan gangguan irama jantung merupakan penyebab stroke menyerang kalangan orang tua.
4. Gula darah tinggi. Penderita diabetes umumnya mengalami tekanan darah tinggi dan punya berat badan berlebih. Keduanya merupakan faktor risiko utama penyakit stroke.
5. Berat badan berlebih. Seseorang jadi lebih rentan terserang stroke apabila berat badannya di atas batas ideal.
6. Efek samping obat tertentu. Sejumlah obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah terkadang dapat menyebabkan stroke.
7. Usia. Umumnya, peluang menderita stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Risiko mengalami stroke jadi lebih besar setelah usia menginjak 55 tahun.
8. Berasal dari keluarga penderita stroke. Stroke dapat diturunkan dari keluarga karena beberapa stroke disebabkan kelainan genetik yang menghalangi aliran darah ke otak.
9. Jenis kelamin. Di usia yang sama, pria cenderung memiliki risiko terserang stroke lebih tinggi ketimbang wanita. Sedangkan, wanita cenderung mengalami stroke di usia lebih tua ketimbang pria.
10. Ras tertentu. Orang yang berasal dari Asia Selatan, Afrika, atau Karibia lebih berisiko terkena stroke karena mereka cenderung menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.
Seperti diberitakan Kompas.com, berdasarkan penelitian dalam jurnal Stroke, risiko stroke dapat ditekan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti berhenti merokok dan berolahraga 30 menit atau lebih setiap hari. Perubahan gaya hidup lain yakni menurunkan berat badan bertahap, menjalani pola makan tinggi serat, mengurangi daging merah seperti diet Mediterania, serta mengurangi konsumsi alkohol.
Rujukan
(GFD-2020-5546) CEK FAKTA Pilkada Sleman, Sri: Merapi Siaga, Warga Rentan Sudah Diungsikan?
Sumber: Debat Pilkada 2020Tanggal publish: 13/11/2020
Berita
Dalam debat Pilkada Sleman 2020 putaran ketiga, Kamis (12/11/2020) malam, di segmen tiga paslon bupati dan wakil bupati nomor 3 Sri Muslimatun - Amin Purnama menjawab pertanyaan soal bentuk kepedulian terhadap pengungsi Gunung Merapi, terutama lansia, balita, dan perempuan. Terlebih, naiknya status Gunung Merapi menjadi siaga (level III) baru-baru ini terjadi di tengah pandemi Covid-19. Mengawali jawabannya, sebagai wakil bupati petahana, Sri memaparkan tindakan Pemkab Sleman menyikapi kenaikan status Merapi.
Ia mengatakan bahwa saat ini kelompok rentan -- warga lanjut usia (lansia), anak-anak, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga penyandang disabilitas -- telah diungsikan.
"Untuk masyarakat yang rawan, yaitu lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, balita, sudah kita ungsikan ke barak pengungsian. Kemudian ketika awas, mereka akan dikumpulkan ke titik kumpul, akan bersama-sama mengungsi juga di barak pengungsian," kata dia.
Selain itu, dirinya mengungkapkan pula soal keharusan akan diterapkannya protokol kesehatan di barak pengungsian Merapi.
"Di barak pengungsian, karena pandemi Covid-19, maka di barak ini harus dipatuhi protokol kesehatan -- memakai masker, menjaga jarak, sering cuci tangan, jadi satu kamar itu hanya untuk suami-istri saja, tidak boleh untuk orang lain, jadi jaga jarak ini tetap harus diperhatikan," tuturnya.
Ia mengatakan bahwa saat ini kelompok rentan -- warga lanjut usia (lansia), anak-anak, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga penyandang disabilitas -- telah diungsikan.
"Untuk masyarakat yang rawan, yaitu lansia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, balita, sudah kita ungsikan ke barak pengungsian. Kemudian ketika awas, mereka akan dikumpulkan ke titik kumpul, akan bersama-sama mengungsi juga di barak pengungsian," kata dia.
Selain itu, dirinya mengungkapkan pula soal keharusan akan diterapkannya protokol kesehatan di barak pengungsian Merapi.
"Di barak pengungsian, karena pandemi Covid-19, maka di barak ini harus dipatuhi protokol kesehatan -- memakai masker, menjaga jarak, sering cuci tangan, jadi satu kamar itu hanya untuk suami-istri saja, tidak boleh untuk orang lain, jadi jaga jarak ini tetap harus diperhatikan," tuturnya.
Hasil Cek Fakta
Setelah BPPTKG menyatakan kenaikan aktivitas Gunung Merapi dan statusnya dari waspada (level II) ke siaga (level III) pada Kamis (5/11/2020), 133 warga Pedukuhan Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman yang termasuk dalam kelompok rentan dievakusi ke barak pengungsian Glagaharjo pada Sabtu (7/11/2020). Jumlah warga yang diungsikan pun bertambah dari hari ke hari. Hingga Kamis (12/11/2020) malam, warga lereng Gunung Merapi yang mengungsi di barak pengungsian Balai Kalurahan Glagaharjo sudah mencapai 203 orang. Panewu Cangkringan Suparmono merinci, pengungsi tersebut terdiri dari 19 bayi 2 tahun ke bawah, 9 balita berumur 3-5 tahun, 58 pengungsi dewasa, dan 87 lansia.
"Jadi yang selalu tambah adalah pengungsi dewasa. Kalau dari sisi lansia sebenarnya di atas ada 95 orang, tapi belum semua yang turun," ujar Suparmono kepada awak media di barak pengungsian Glagaharjo, Kamis (12/11), seperti diberitakan SuaraJogja.id sebelumnya.
Selain itu, dilansir ANTARA, terkait protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di barak pengungsian, Koordinator Bidang Operasi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Endro Sambodo mengatakan, pihaknya memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan para pengungsi terus dipantau, yakni mulai dari memakai masker, cuci tangan, hingga jaga jarak. Jarak fisik antarpengungsi, kata Endro, diatur dengan cara memisahkan bilik-bilik berukuran 2 x 3 x 2 dengan sekat sesuai dengan kepala keluarga (KK) masing-masing.
"Satu bilik diisi satu KK, yang rata-rata terdiri atas empat orang. Barak itu sudah cukup lapang, sehingga privasinya bisa terjaga," kata dia, Rabu.
"Jadi yang selalu tambah adalah pengungsi dewasa. Kalau dari sisi lansia sebenarnya di atas ada 95 orang, tapi belum semua yang turun," ujar Suparmono kepada awak media di barak pengungsian Glagaharjo, Kamis (12/11), seperti diberitakan SuaraJogja.id sebelumnya.
Selain itu, dilansir ANTARA, terkait protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di barak pengungsian, Koordinator Bidang Operasi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Endro Sambodo mengatakan, pihaknya memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan para pengungsi terus dipantau, yakni mulai dari memakai masker, cuci tangan, hingga jaga jarak. Jarak fisik antarpengungsi, kata Endro, diatur dengan cara memisahkan bilik-bilik berukuran 2 x 3 x 2 dengan sekat sesuai dengan kepala keluarga (KK) masing-masing.
"Satu bilik diisi satu KK, yang rata-rata terdiri atas empat orang. Barak itu sudah cukup lapang, sehingga privasinya bisa terjaga," kata dia, Rabu.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang telah dijabarkan di atas, warga yang tergolong dalam kelompok rentan telah dievakuasi ke barak pengungsian. Selain itu, protokol kesehatan juga telah diatur sedemikian rupa supaya warga yang emngungsi tetap terhindar dari penyebaran Covid-19. Fakta di lapangan itu lantas menunjukkan, klaim Sri bahwa kelompok rentan telah diungsikan sebagai antisipasi erupsi Merapi benar adanya. Di samping itu, pernyataan Sri tentang pemberlakuan protokol kesehatan di barak pengungsian juga sesuai dengan aturan yang diterapkan di lokasi.
Rujukan
(GFD-2020-5547) [SALAH] “Ini Isi Pesan Buat Macros dari Misionaris Prancis yang Muallaf Setelah Ditawan ‘Teroris’ Mali”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/11/2020
Berita
Akun Media Rakyat Indonesia (fb.com/MediaRakyat2017) membagikan artikel berjudul “Ini Isi Pesan Buat Macros dari Misionaris Prancis yang Muallaf Setelah Ditawan ‘Teroris’ Mali” yang dimuat di situs warta-berita[dot]com pada 31 Oktober 2020.
Dalam artikel ini, terdapat klaim yang menyatakan bahwa Sophie Petronin yang telah masuk Islam dan menyebut dirinya sebagai Mariam, mengirim pesan tentang Islam kepada Presiden Emmanuel Macron.
Dalam artikel ini, terdapat klaim yang menyatakan bahwa Sophie Petronin yang telah masuk Islam dan menyebut dirinya sebagai Mariam, mengirim pesan tentang Islam kepada Presiden Emmanuel Macron.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, klaim bahwa Misionaris Prancis yang mualaf mengirim pesan tentang Islam ke Presiden Emmanuel Macron adalah klaim yang salah.
Faktanya, Sophie Petronin bukan Misionaris dan tidak pernah mengirimkan pesan kepada Presiden Emmanuel Macron. Hal ini telah dikonfirmasi oleh putra Petronin, Sebastien Chadaud-Petronin.
Dilansir dari Tempo.co, untuk memverifikasi unggahan tersebut, Tim CekFakta Tempo membandingkan narasi dari unggahan itu dengan informasi dari berbagai pemberitaan media. Menurut laporan BBC dan France24, Sophie Petronin memang disandera di Mali oleh pemberontak Tuareg yang didukung oleh kelompok Islam pada Desember 2016. Ia dibebaskan pada 8 Oktober 2020, bersama mantan pemimpin oposisi Mali Soumaila Cisse dan dua warga Italia, setelah pemerintah Mali melepaskan lebih dari 100 tawanan jihadis.
Namun, Petronin bukan seorang misionaris. Ia adalah pekerja sosial yang fokus dalam membantu anak yatim dan anak kekurangan gizi. Dia menjalankan program dari Asosiasi Amal Swiss untuk Gao sejak 2004. Dia juga merupakan seorang ahli penyakit cacing Guinea yang ditemukan menyebar melalui air yang terkontaminasi di Mali Utara.
Berdasarkan laporan kantor berita Turki Anadolu Agency dan media Cristianity Today, Sophie Petronin memang telah masuk Islam dan menyebut dirinya sebagai Mariam. Hal itu dinyatakan oleh Petronin setelah ia dibebaskan, seperti dikutip dari surat kabar harian Prancis Le Point.
“My greatest joy today is knowing that my assistant was able to continue working without me. For Mali, I will pray, implore Allah’s blessings and mercy, because I am a Muslim. You say Sophie, but you have Mariam in front of you,” katanya.
Meskipun Petronin mualaf, perempuan berusia 75 tahun tersebut tidak pernah mengirimkan pesan kepada Presiden Emmanuel Macron. Hal ini disampaikan oleh Sebastien Chadaud-Petronin, putra Sophie Petronin, kepada organisasi pemeriksa fakta Prancis CheckNews. “Tidak ada surat yang ditujukan kepada Tuan Macron dari Sophie Petronin,” ujarnya.
CheckNews mendokumentasikan bahwa surat yang diklaim dikirim oleh Sophie itu mulanya beredar dalam bahasa Arab di Facebook pada 19 Oktober 2020. Kemudian, surat itu beredar semakin luas setelah dikutip oleh sejumlah situs dan media Arab. Pada 23 Oktober, surat tersebut pun dibagikan oleh media Mesir Al Hiwar. Surat ini juga ditemukan dalam versi online surat kabar Aljazair, El-Khabar, pada 26 Oktober. Akhirnya, surat palsu itu beredar dalam bahasa Prancis.
Faktanya, Sophie Petronin bukan Misionaris dan tidak pernah mengirimkan pesan kepada Presiden Emmanuel Macron. Hal ini telah dikonfirmasi oleh putra Petronin, Sebastien Chadaud-Petronin.
Dilansir dari Tempo.co, untuk memverifikasi unggahan tersebut, Tim CekFakta Tempo membandingkan narasi dari unggahan itu dengan informasi dari berbagai pemberitaan media. Menurut laporan BBC dan France24, Sophie Petronin memang disandera di Mali oleh pemberontak Tuareg yang didukung oleh kelompok Islam pada Desember 2016. Ia dibebaskan pada 8 Oktober 2020, bersama mantan pemimpin oposisi Mali Soumaila Cisse dan dua warga Italia, setelah pemerintah Mali melepaskan lebih dari 100 tawanan jihadis.
Namun, Petronin bukan seorang misionaris. Ia adalah pekerja sosial yang fokus dalam membantu anak yatim dan anak kekurangan gizi. Dia menjalankan program dari Asosiasi Amal Swiss untuk Gao sejak 2004. Dia juga merupakan seorang ahli penyakit cacing Guinea yang ditemukan menyebar melalui air yang terkontaminasi di Mali Utara.
Berdasarkan laporan kantor berita Turki Anadolu Agency dan media Cristianity Today, Sophie Petronin memang telah masuk Islam dan menyebut dirinya sebagai Mariam. Hal itu dinyatakan oleh Petronin setelah ia dibebaskan, seperti dikutip dari surat kabar harian Prancis Le Point.
“My greatest joy today is knowing that my assistant was able to continue working without me. For Mali, I will pray, implore Allah’s blessings and mercy, because I am a Muslim. You say Sophie, but you have Mariam in front of you,” katanya.
Meskipun Petronin mualaf, perempuan berusia 75 tahun tersebut tidak pernah mengirimkan pesan kepada Presiden Emmanuel Macron. Hal ini disampaikan oleh Sebastien Chadaud-Petronin, putra Sophie Petronin, kepada organisasi pemeriksa fakta Prancis CheckNews. “Tidak ada surat yang ditujukan kepada Tuan Macron dari Sophie Petronin,” ujarnya.
CheckNews mendokumentasikan bahwa surat yang diklaim dikirim oleh Sophie itu mulanya beredar dalam bahasa Arab di Facebook pada 19 Oktober 2020. Kemudian, surat itu beredar semakin luas setelah dikutip oleh sejumlah situs dan media Arab. Pada 23 Oktober, surat tersebut pun dibagikan oleh media Mesir Al Hiwar. Surat ini juga ditemukan dalam versi online surat kabar Aljazair, El-Khabar, pada 26 Oktober. Akhirnya, surat palsu itu beredar dalam bahasa Prancis.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1104/relawan-prancis-yang-mualaf-sophie-petronin-tak-pernah-kirim-pesan-tentang-islam-ke-macron
- https://www.bbc.com/news/world-europe-54472504
- https://www.france24.com/en/20201008-french-hostage-sophie-pétronin-released-after-being-held-in-mali-since-2016
- https://www.aa.com.tr/en/africa/freed-french-humanitarian-reveals-she-is-muslim/2001631
- https://www.christianitytoday.com/news/2020/october/swiss-missionary-hostage-killed-mali-islamist-extremist.html
- https://www.liberation.fr/checknews/2020/10/28/non-sophie-petronin-n-a-pas-ecrit-de-lettre-evoquant-sa-conversion-a-l-islam-a-emmanuel-macron_1803741
(GFD-2020-8373) Tidak Benar Putar Video Berjudul India is Doing It Sebabkan Ponsel Diretas
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 13/11/2020
Berita
KLAIM
Pesan berantai yang berisi klaim tentang video yang berjudul “India Is Doing It” beredar di Facebook. Menurut klaim itu, video tersebut menunjukkan grafik kasus Covid-19 di India yang sudah mendatar. Klaim ini pun menyebut, jika seseorang memutar video itu, ponselnya akan diretas dalam waktu 10 detik.
Salah satu akun yang membagikan pesan berantai itu adalah akun Paduka Bahtera Paduka, tepatnya pada 27 Oktober 2020. Pesan ini berbunyi: "Kasih tau ya lain2 nya Jika menerima video di WA yg berjudul *India is doing it*, yg menunjukkan bgmn grafik covid-19 di India sudah mendatar, *jangan dibuka, itu akan nge hack hp mu dlm 10 detik dan tak akan dapat dihentikan.*"
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Paduka Bahtera Paduka.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri berita terkait dengan memasukkan kata kunci “video India is Doing It” di mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa pesan berantai terkait video itu merupakan hoaks dan telah beredar sebelumnya di sejumlah negara.
Pesan berantai serupa, namun dengan judul video yang berbeda, yakni "Argentina is Doing It", pernah beredar di India pada pertengahan Juli 2020. Organisasi cek fakta India, Boom Live, telah memverifikasi pesan itu pada 17 Juli 2020 dan menyatakannya keliru.
Menurut Boom Live, pesan berantai itu memiliki pola yang sama dengan hoaks-hoaks yang kerap beredar di WhatsApp. Contohnya, pesan "Sonia disowns Rahul" yang viral di India pada April 2017. Pesan ini berisi klaim keliru bahwa memutar video dengan judul tersebut akan membuat ponsel terserang virus dan terformat dengan sendirinya. Selain itu, terdapat permintaan kepada orang-orang untuk menyebarkan pesan tersebut.
Menurut verifikasi organisasi cek fakta Argentina, Chequeado, pesan berantai soal video "Argentina is Doing It" pertama kali beredar pada akhir April 2020. Namun, pesan itu keliru. Tidak ada catatan bahwa ponsel dengan sistem operasi yang berbeda dapat diretas dalam waktu yang bersamaan karena adanya video.
Selain itu, menurut jaksa dari Unit Fiskal Khusus Kejahatan Dunia Maya Argentina, Horacio Azzolin, tidak ada laporan atau indikasi terkait manuver serupa. Dia menjelaskan, meskipun terdapat program tersembunyi yang berbahaya dalamfilevideo, program itu dirancang hanya untuk satu sistem operasi tertentu, tidak untuk semuanya dalam waktu yang sama.
Claudio Caracciolo, kepala keamanan siber ElevenPaths, salah satu unit di Telefonica Movistar, juga menyatakan, "Sampai saat ini, tidak ada laporan terkait kerentanan WhatsApp yang disebabkan oleh video. Tahun lalu, ada laporan kerentanan yang memungkinkan perangkat diretas lewat file GIF, tapi itu telah diperbaiki dan tidak ada laporan baru."
Caracciolo menambahkan klaim bahwa "peretasan terjadi dalam waktu 10 detik sejak video itu diputar" tidak masuk akal. Pasalnya, menurut dia, program yang berbahaya, ketika membobol ponsel secara otomatis, akan melakukannya secara instan, atau saat itu juga.
Organisasi cek fakta Inggris, Full Fact, pun telah memeriksa pesan berantai terkait video "India is Doing It" tersebut. Menurut mereka, pesan itu adalah tipuan. "Kami tidak melihat bukti bahwa video itu nyata, atau adanya korban peretasan ini," demikian penjelasan Full Fact.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa memutar video berjudul “India is Doing It” dapat menyebabkan ponsel diretas, keliru. Pesan berantai yang memuat klaim serupa telah beredar sejak Juli 2020. Hingga kini, tidak ada laporan masyarakat terkait peretasan ponsel akibat memutar video tersebut. Selain itu, tidak ada catatan bahwa ponsel dengan sistem operasi yang berbeda dapat diretas dalam waktu yang bersamaan karena adanya video.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://archive.vn/Qquxs
- https://bit.ly/3pjkncl
- https://www.tempo.co/tag/india
- https://chequeado.com/verificacionfb/no-no-circula-en-whatsapp-un-video-sobre-el-coronavirus-que-al-abrirlo-hackea-el-celular-en-10-segundos/
- https://www.tempo.co/tag/whatsapp
- https://fullfact.org/online/india-is-doing-it-hoax-message/
- https://www.tempo.co/tag/peretasan
Halaman: 6995/7927



