(GFD-2021-6300) [SALAH] Terseret Korupsi Dana Formula E, Anies Baswedan Terancam Penjara Seumur Hidup
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/02/2021
Berita
T3RSER3T KORUPSI DANA FORMULA E, ANIES T3RANCAM BUI SEUMUR HIDUP
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Facebook bernama Samudra Bayu, mengunggah sebuah tautan video Youtube dengan judul yang mengklaim bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah terlibat kasus korupsi dana Formula E dan terancam pidana penjara seumur hidup. Video tersebut telah ditonton lebih dari 200 ribu kali dan mendapat ratusan komentar dari masyarakat.
Namun, setelah memeriksa video tersebut, tidak ditemukan pernyataan dari lembaga resmi tentang penetapan Anies sebagai tersangka kasus korupsi dana Formula E. Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menganggarkan commitment fee sebesar Rp560 miliar atau sekitar £31 juta untuk penyelenggaraan Formula E. Rinciannya, Rp360 miliar untuk commitment fee tahun 2020 dan Rp200 miliar untuk tahun 2021.
Ternyata, klaim yang menyatakan bahwa Anies melakukan korupsi dana Formula E, masih berupa tudingan dari beberapa pengamat partai politik. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya pernyataan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tentang status dana yang diminta oleh pemerintah DKI itu termasuk merugikan negara atau tidak.
Melalui keterangan tertulis, Manajer Komunikasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pelaksana Formula E, Melisa Sjach menyatakan bahwa penundaan pelaksanaan Formula E, murni dikarenakan arahan Gubernur DKI untuk memprioritaskan keselamatan di masa pandemi Covid-19. Sebelumnya penundaan Formula E telah dilakukan pada awal-awal merebaknya pandemi Covid-19.
Jadi dapat disimpulkan bahwa video dengan judul yang mengklaim bahwa Gubernur Anies Baswedan terseret kasus korupsi dana Formula E adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan masyarakat.
Namun, setelah memeriksa video tersebut, tidak ditemukan pernyataan dari lembaga resmi tentang penetapan Anies sebagai tersangka kasus korupsi dana Formula E. Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menganggarkan commitment fee sebesar Rp560 miliar atau sekitar £31 juta untuk penyelenggaraan Formula E. Rinciannya, Rp360 miliar untuk commitment fee tahun 2020 dan Rp200 miliar untuk tahun 2021.
Ternyata, klaim yang menyatakan bahwa Anies melakukan korupsi dana Formula E, masih berupa tudingan dari beberapa pengamat partai politik. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya pernyataan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tentang status dana yang diminta oleh pemerintah DKI itu termasuk merugikan negara atau tidak.
Melalui keterangan tertulis, Manajer Komunikasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pelaksana Formula E, Melisa Sjach menyatakan bahwa penundaan pelaksanaan Formula E, murni dikarenakan arahan Gubernur DKI untuk memprioritaskan keselamatan di masa pandemi Covid-19. Sebelumnya penundaan Formula E telah dilakukan pada awal-awal merebaknya pandemi Covid-19.
Jadi dapat disimpulkan bahwa video dengan judul yang mengklaim bahwa Gubernur Anies Baswedan terseret kasus korupsi dana Formula E adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan masyarakat.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Klaim tersebut salah. Faktanya, belum ada pernyataan dari lembaga resmi tentang penetapan Anies sebagai tersangka kasus korupsi dana Formula E. Hal tersebut masih berupa tudingan dari para pengamat.
Klaim tersebut salah. Faktanya, belum ada pernyataan dari lembaga resmi tentang penetapan Anies sebagai tersangka kasus korupsi dana Formula E. Hal tersebut masih berupa tudingan dari para pengamat.
Rujukan
- https://pangandaran.pikiran-rakyat.com/cek-fakta/pr-101361114/cek-fakta-anies-baswedan-dikabarkan-terseret-kasus-korupsi-formula-e-rp560-m-simak-faktanya
- https://megapolitan.kompas.com/read/2021/01/22/18290361/formula-e-2021-resmi-ditunda-anies-jamin-commitment-fee-rp-560-miliar-tak?page=all
- https://cnnindonesia.com/nasional/20210122104058-32-597033/ferdinand-soal-formula-e-batal-dana-31-juta-pounds-kemana
- https://jakarta.bisnis.com/read/20210125/77/1347469/formula-e-ditunda-pdip-tuding-anies-hamburkan-dana-rp11-triliun-lebih
(GFD-2021-6301) [SALAH] Menyamar Dengan Baju Nakes, Tentara Cina Berhasil Masuk Ke Indonesia
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/02/2021
Berita
“Tentara Cina Berdatangan ke Indonesia? Ada Apa??”
Tentara cina masuk indonesia
Tentara cina masuk indonesia
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video dari media sosial Facebook, yang mengklaim bahwa dari 153 WN Cina yang masuk ke Indonesia, terdapat juga beberapa tentara Cina yang masuk dengan menyamar menggunakan baju hazmat. Video ini pun mempertanyakan integritas kantor imigrasi Indonesia perihal izin WNA yang memasuki wilayah Indonesia di masa pandemi.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa video tersebut adalah hoaks. Unggahan ini merupakan potongan-potongan video yang digabungkan untuk membentuk sebuah klaim bahwa memang ada tentara Cina yang menyamar untuk masuk ke Indonesia.
Melalui pencarian gambar Google, sebuah potongan video dari unggahan tersebut mengarahkan pembaca pada artikel periksa fakta oleh turnbackhoax.id, Mei 2020 lalu. Melansir dari artikel tersebut, diketahui bahwa potongan video itu merupakan video TKA Cina yang akan dipulangkan ke negara asalnya menggunakan baju hazmat, masker dan protokol kesehatan lainnya.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Nur Purwoko mengatakan bahwa terkait penggunaan pakaian hazmat oleh TKA Cina itu bukan merupakan bentuk kekhawatiran mereka atas wabah COVID-19 yang masih sangat marak saat itu.
Sedangkan potongan video lain dalam unggahan juga diketahui tidak ada hubungannya dengan kedatangan 153 WN Cina. Dalam salah satu video berita dari netTV news, diketahui bahwa potongan video itu merupakan video rombongan tenaga ahli dari Cina yang bekerja pada sebuah pabrik di Banten.
Melansir dari detiknews, Direktur PT Krakatau Engineering, Utomo Nugroho, membenarkan para TKA di dalam video itu bekerja di perusahaan tersebut. Utomo menyebutkan bahwa mereka dipekerjakan sebagai tenaga ahli yang sedang mengerjakan proyek blast furnace complex untuk peningkatan kapasitas produksi baja nasional.
Lalu, perihal izin 153 WN Cina yang datang ke Indonesia di masa pandemi Covid-19, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akhirnya memberikan tanggapan.
Dilansir dari media Kompas.com, dirinya menjelaskan bahwa terdapat pengecualian yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Covid-19.
Pengecualian ini meliputi WNA yang memegang visa diplomatik, visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri keatas, pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, serta pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
Retno menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia langsung menelusuri terkait status 153 TKA yang sedang viral tersebut. Retno mengatakan, Pemerintah Indonesia telah mengecek apakah terdapat kelalaian dalam menerbitkan visa baru yang tidak diperkenankan.
“Kita cek ternyata tidak ada visa baru. Dan ternyata 153 TKA ini adalah mereka pemegang ITAS dan ITAP,” ujarnya.
Hal tersebut, lanjut Retno, sudah dikonfirmasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. WN Cina yang masuk ke Indonesia pun dipastikan terpantau oleh Pemerintah Indonesia.
Jadi klaim yang menyatakan bahwa terdapat tentara Cina yang menyamar menggunakan baju hazmat melalui rombongan 153 WN Cina yang masuk ke Indonesia adalah hoaks kategori misleading content.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa video tersebut adalah hoaks. Unggahan ini merupakan potongan-potongan video yang digabungkan untuk membentuk sebuah klaim bahwa memang ada tentara Cina yang menyamar untuk masuk ke Indonesia.
Melalui pencarian gambar Google, sebuah potongan video dari unggahan tersebut mengarahkan pembaca pada artikel periksa fakta oleh turnbackhoax.id, Mei 2020 lalu. Melansir dari artikel tersebut, diketahui bahwa potongan video itu merupakan video TKA Cina yang akan dipulangkan ke negara asalnya menggunakan baju hazmat, masker dan protokol kesehatan lainnya.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Nur Purwoko mengatakan bahwa terkait penggunaan pakaian hazmat oleh TKA Cina itu bukan merupakan bentuk kekhawatiran mereka atas wabah COVID-19 yang masih sangat marak saat itu.
Sedangkan potongan video lain dalam unggahan juga diketahui tidak ada hubungannya dengan kedatangan 153 WN Cina. Dalam salah satu video berita dari netTV news, diketahui bahwa potongan video itu merupakan video rombongan tenaga ahli dari Cina yang bekerja pada sebuah pabrik di Banten.
Melansir dari detiknews, Direktur PT Krakatau Engineering, Utomo Nugroho, membenarkan para TKA di dalam video itu bekerja di perusahaan tersebut. Utomo menyebutkan bahwa mereka dipekerjakan sebagai tenaga ahli yang sedang mengerjakan proyek blast furnace complex untuk peningkatan kapasitas produksi baja nasional.
Lalu, perihal izin 153 WN Cina yang datang ke Indonesia di masa pandemi Covid-19, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akhirnya memberikan tanggapan.
Dilansir dari media Kompas.com, dirinya menjelaskan bahwa terdapat pengecualian yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Covid-19.
Pengecualian ini meliputi WNA yang memegang visa diplomatik, visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri keatas, pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, serta pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
Retno menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia langsung menelusuri terkait status 153 TKA yang sedang viral tersebut. Retno mengatakan, Pemerintah Indonesia telah mengecek apakah terdapat kelalaian dalam menerbitkan visa baru yang tidak diperkenankan.
“Kita cek ternyata tidak ada visa baru. Dan ternyata 153 TKA ini adalah mereka pemegang ITAS dan ITAP,” ujarnya.
Hal tersebut, lanjut Retno, sudah dikonfirmasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. WN Cina yang masuk ke Indonesia pun dipastikan terpantau oleh Pemerintah Indonesia.
Jadi klaim yang menyatakan bahwa terdapat tentara Cina yang menyamar menggunakan baju hazmat melalui rombongan 153 WN Cina yang masuk ke Indonesia adalah hoaks kategori misleading content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Bukan tentara Cina. Faktanya, tidak ada tentara Cina yang datang atau masuk ke Indonesia dengan menyamar menggunakan baju hazmat. 153 WN Cina yang masuk ke Indonesia sendiri telah dipastikan memenuhi syarat pengecualian dan pemeriksaan oleh Direktorat Jendral Imigrasi Indonesia.
Bukan tentara Cina. Faktanya, tidak ada tentara Cina yang datang atau masuk ke Indonesia dengan menyamar menggunakan baju hazmat. 153 WN Cina yang masuk ke Indonesia sendiri telah dipastikan memenuhi syarat pengecualian dan pemeriksaan oleh Direktorat Jendral Imigrasi Indonesia.
Rujukan
(GFD-2021-6275) [SALAH] Obat Klorin Dioksida Temuan Prof Dr Richard Claproth Dapat Menyembuhkan Covid-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/02/2021
Berita
“INDONESIAONLINE – Viral, masyarakat Malang Raya membuat testimoni sembuh dari Covid-19 dengan mengonsumsi obat khlorin dioksida temuan Prof Dr Richard Claproth. Video testimoni-testimoni tersebut tersebar di media chatting whatsapp. Sederet tokoh publik bahkan juga ikit memberikan keterangan akan keampuhan dari obat ini. Seperti, Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Malang Achmad Andi, yang mengakui hasil konsumsi obat tersebut cepat menyembuhkan kolega di pemerintahan dan warga Kabupaten Malang dari Covid-19….
https://indonesiaonline.co.id/…/viral-warga-asal-malang-se…/”
https://indonesiaonline.co.id/…/viral-warga-asal-malang-se…/”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Berita Indonesia Online VIRAL memposting sebuah link website dengan judul “Viral, Warga Asal Malang Sebut Sembuh Dari Covid-19 Pasca Konsumsi Obat Dr Richard Claproth”, pada artikel tersebut berisikan testimoni dari warga Malang yang sembuh dari Covid-19 setelah menggunakan obat klorin dioksida yang merupakan temuan Prof Dr Richard Claproth. Postingan tersebut diposting pada 1 Februari 2021.
Berdasarkan dari artikel fda.gov, produk dari klorin dioksida tidak terbukti aman dan efektif untuk penggunaan medis termasuk untuk menangani Covid-19. Pada artikel tersebut dijabarkan efek berbahaya jika meminum klorin dioksida seperti kegagalan sistem pernapasan yang diakibatkan oleh berkurangnya oksigen yang memasuki aliran darah, menyebabkan ritme detak jantung yang abnormal, gagal hati akut, diare, muntah-muntah, tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh dehidrasi, hingga menyebabkan rendahnya jumlah sel darah diakibatkan oleh tingkat kecepatan hancurnya sel darah lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk membuat sel darah baru (hemolytic anemia). Klorin dioksida biasanya digunakan untuk produk pembersih atau disinfektan dan pemutih.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim klorin dioksida dapat menyembuhkan Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Berdasarkan dari artikel fda.gov, produk dari klorin dioksida tidak terbukti aman dan efektif untuk penggunaan medis termasuk untuk menangani Covid-19. Pada artikel tersebut dijabarkan efek berbahaya jika meminum klorin dioksida seperti kegagalan sistem pernapasan yang diakibatkan oleh berkurangnya oksigen yang memasuki aliran darah, menyebabkan ritme detak jantung yang abnormal, gagal hati akut, diare, muntah-muntah, tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh dehidrasi, hingga menyebabkan rendahnya jumlah sel darah diakibatkan oleh tingkat kecepatan hancurnya sel darah lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk membuat sel darah baru (hemolytic anemia). Klorin dioksida biasanya digunakan untuk produk pembersih atau disinfektan dan pemutih.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim klorin dioksida dapat menyembuhkan Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Obat yang diklaim tersebut adalah klorin dioksida yang digunakan untuk produk pembersih atau disinfektan sehingga berbahaya jika dikonsumsi.
Informasi yang salah. Obat yang diklaim tersebut adalah klorin dioksida yang digunakan untuk produk pembersih atau disinfektan sehingga berbahaya jika dikonsumsi.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4472846/cek-fakta-tidak-benar-obat-klorin-dioksida-bisa-sembuhkan-covid-19
- https://www.merdeka.com/properti/cek-fakta-hoaks-obat-klorin-dioksida-bisa-sembuhkan-covid-19.html
- https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/mythbusters
- https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-fda-warns-seller-marketing-dangerous-chlorine-dioxide-products-claim
- https://oatext.com/chemical-pneumonitis-secondary-to-chlorine-dioxide-consumption-in-a-patient-with-severe-covid-19.php
- https://www.paho.org/en/news/5-8-2020-paho-warns-against-use-chlorine-products-treatments-covid-19
(GFD-2021-6276) [SALAH] Yahya Waloni Menuai Balasan dari Ucapannya yang Menantang Covid-19 dan Enggan Menggunakan Masker
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/02/2021
Berita
“KADRUN SATU INI SEDANG MENUAI BUAH SEMUA UCAPAN / CERAMAHNYA
KUASA ALLAH LBH NYATA ,
DAN DOANYA DI KABULKAN ..
KUN FAYAKUN …KADRUN TDK BISA BERKUTIK ..
MAKASIH YA ALLAH”
KUASA ALLAH LBH NYATA ,
DAN DOANYA DI KABULKAN ..
KUN FAYAKUN …KADRUN TDK BISA BERKUTIK ..
MAKASIH YA ALLAH”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Maya Sinta mengunggah tiga gambar hasil tangkapan layar artikel berita. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Yahya Waloni menuai balasan dari ucapannya yang menantang Covid-19 dan keengganannya menggunakan masker sehingga ia terinfeksi virus Covid-19 dan meminta doa kepada masyarakat agar sembuh dari sakitnya. Postingan tersebut mendapat 33 reaksi 40 komentar dan 18 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.
Berdasarkan hasil penelusuran, dua dari tiga gambar hasil tangkapan layar yang diunggah oleh akun Facebook Maya Sinta adalah hasil suntingan/editan. Pada gambar yang berjudul “Yahya Waloni: Minta Doa Dari Masyarakat Agar Cepat Sembuh Dari Sakit” ditemukan artikel dengan cover serupa pada artikel rri.co.id berjudul “Yahya Waloni Tolak Kata Muallaf, Kenapa?” diunggah pada 12 Desember 2019 oleh Deni Yusman.
Sementara itu, gambar yang berjudul “Ruang Isolasi Covid-19 Yahya Waloni.Kondisinya Memprihatinkan Tidak Bergerak Sama Sekali.Keluarga Minta Masyarakat Indonesia Untuk Sholat Ghoib.Agar Diberi Kesembuhan” ditemukan artikel dengan cover serupa pada artikel merdeka.com berjudul “Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Bandung Hampir Sentuh 100 Persen” diunggah pada 28 Desember 2020 oleh Aksara Bebey.
Dengan demikian, dua gambar pada unggahan akun Facebook Maya Sinta merupakan hasil editan dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, dua dari tiga gambar hasil tangkapan layar yang diunggah oleh akun Facebook Maya Sinta adalah hasil suntingan/editan. Pada gambar yang berjudul “Yahya Waloni: Minta Doa Dari Masyarakat Agar Cepat Sembuh Dari Sakit” ditemukan artikel dengan cover serupa pada artikel rri.co.id berjudul “Yahya Waloni Tolak Kata Muallaf, Kenapa?” diunggah pada 12 Desember 2019 oleh Deni Yusman.
Sementara itu, gambar yang berjudul “Ruang Isolasi Covid-19 Yahya Waloni.Kondisinya Memprihatinkan Tidak Bergerak Sama Sekali.Keluarga Minta Masyarakat Indonesia Untuk Sholat Ghoib.Agar Diberi Kesembuhan” ditemukan artikel dengan cover serupa pada artikel merdeka.com berjudul “Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Bandung Hampir Sentuh 100 Persen” diunggah pada 28 Desember 2020 oleh Aksara Bebey.
Dengan demikian, dua gambar pada unggahan akun Facebook Maya Sinta merupakan hasil editan dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Gambar hasil suntingan/editan. Ditemukan artikel dengan cover serupa pada artikel rri.co.id berjudul “Yahya Waloni Tolak Kata Muallaf, Kenapa?” diunggah pada 12 Desember 2019 oleh Deni Yusman. Dan pada artikel merdeka.com berjudul “Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Bandung Hampir Sentuh 100 Persen” diunggah pada 28 Desember 2020 oleh Aksara Bebey.
Gambar hasil suntingan/editan. Ditemukan artikel dengan cover serupa pada artikel rri.co.id berjudul “Yahya Waloni Tolak Kata Muallaf, Kenapa?” diunggah pada 12 Desember 2019 oleh Deni Yusman. Dan pada artikel merdeka.com berjudul “Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Bandung Hampir Sentuh 100 Persen” diunggah pada 28 Desember 2020 oleh Aksara Bebey.
Rujukan
Halaman: 6978/8116



