• (GFD-2020-5668) [SALAH] Akun Facebook Wakil Wali Kota Pekanbaru “Ayat Cahyadi”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/11/2020

    Berita

    Muncul sebuah akun Facebook dengan nama “Ayat Cahyadi” menggunakan foto Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi yang menggunakan pakaian Dinas Upacara (PDU) warna putih yang lengkap dengan tanda pangkat.

    Hasil Cek Fakta

    Menanggapi hal tersebut, Ayat Cahyadi melalui situs berita riauaktual.com menegaskan bahwa akun Facebook dengan nama “Ayat Cahyadi” bukan miliknya.

    “Kami mengimbau pengguna akun FB waspadai akun tersebut,” pinta Ayat Cahyadi pada hari Minggu (8/11/2020) kemarin.

    Ayat Cahyadi sendiri menegaskan, telah memiliki akun Facebook sendiri dengan nama “Ayat Cahyadi Full (https://www.facebook.com/ayat.cahyadifull).

    “Jadi bukan saya pemilik akun FB itu (@Ayat Cahyadi), karena saya cuma punya satu akun FB (Ayat Cahyadi Full),” imbuhnya melaui riauaktual.com.

    Ayat mengimbau masyarakat mewaspadai akun tersebut, meskipun belum ada pengguna akun Facebook yang dirugikan, akan tetapi pemilik akun palsu telah meminta pertemanan ke sejumlah orang.

    Dengan demikian akun Facebook yang mengatasnamakan Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi adalah tidak benar sehingga hal ini masuk dalam kategori konten palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2020-8386) Tidak Benar Perempuan yang Naik Panser TNI di Dekat Markas FPI Wartawan Detikcom dan Ahoker

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 23/11/2020

    Berita


    KLAIM
    Klaim bahwa wartawan Detikcom, Odilia Winneke, berada di atas panser TNI saat konvoi di sekitar markas Front Pembela Islam ( FPI ) di Petamburan, Jakarta, viral di media sosial. Menurut klaim itu, Odilia merupakan seorang Ahoker, sebutan bagi pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
    Di Twitter, klaim itu dibagikan oleh akun Pagut Irut, @IrutPagut, pada 21 November 2020. Akun ini pun mengunggah foto seorang perempuan berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah yang berada di atas panser TNI. Akun ini menulis, “Wanita di atas panser ini ternyata bernama 'Odilia Winneke' editor Detik.com grup Gramedia. Odilia Winneke Ahoker sejati beragama Kristen.”
    Unggahan akun @IrutPagut itu kemudian dibagikan ulang di Facebook, salah satunya oleh akun Junot Arifan pada 23 November 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Junot Arifan telah mendapatkan lebih dari 600 reaksi dan 100 komentar serta telah dibagikan lebih dari 250 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @IrutPagut.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, pada 22 November 2020, redaksi Detik.com menerbitkan bantahan terhadap klaim tersebut. Pemimpin Redaksi Detik.com Alfito Deannova Gintings menyatakan informasi itu hoaks. Pasalnya, sehari-hari, Odilia Winneke bekerja sebagai editor di kanal DetikFood di mana kontennya hanya terkait resep makanan dan wisata kuliner.
    “Jadi, tuduhan yang menyebut bahwa yang bersangkutan (Odilia) sampai naik panser untuk membela salah satu kubu politik, itu merupakan tuduhan yang tidak masuk akal," kata Alfito. Selain itu, menurut Alfito, kesalahan lain dalam klaim tersebut adalah Detik.com bagian dari grup Gramedia. Padahal, Detik.com merupakan bagian dari grup Transmedia.
    Menurut Alfito, Detik.com dan karyawannya hanya melaksanakan kegiatan jurnalistik sesuai dengan kaidah yang berlaku, yakni Undang-Undang Pers, kode etik jurnalistik, dan pedoman media siber, atas dasar kebenaran dan keadilan. "Kami tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis dan kegiatan-kegiatan turunannya," kata Alfito.
    Lewat pencarian lanjutan di Detik.com, memang tidak ditemukan berita terkait penurunan baliho pemimpin FPI Rizieq Shihab yang ditulis maupun disunting oleh Odilia Winneke. Dalam daftar redaksi Detik.com pun, nama Odilia Winneke tercantum sebagai redaktur pelaksana kanal DetikFood yang mengulas mengenai makanan dan wisata kuliner.
    Odilia juga pernah menulis dua buku kuliner yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Dua buku itu berjudul "Seri Rahasia Dapur: Mengolah Ayam dan Bebek" serta "Kamus Lengkap Bumbu Indonesia". Dalam biografi singkat di situs Gramedia, Odilia disebut sempat terjun ke bisnis komputer selama beberapa tahun sebelum akhirnya menjadi editor dan wartawan kuliner di sebuah majalah wanita terkemuka selama 13 tahun.
    Kini, Odilia menjadifood stylistbeberapa produk makanan untuk iklan televisi dan media cetak. Ia juga terlibat dalam produksi program memasak di televisi, melakukan uji rasa untuk beberapa produk makanan ternama, serta mengisi kelas memasak. Sejak dua tahun silam, ia menjadi mitra konten untuk kanal kuliner sebuah portal terkemuka di Indonesia. Di sela-sela kesibukannya, ia mengikuti beberapa kursus kuliner serta menulis untuk beberapa media.
    Dikutip dari Pos Kota dan Detik.com, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Letnan Kolonel Arh Herwin Budi Saputra, juga memberikan keterangan bahwa perempuan berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah dalam foto serta video yang beredar tersebut adalah jurnalis, namun bukan jurnalis Detik.com.
    Ada tujuh awak media yang meliput kegiatan penertiban baliho Rizieq Shihab oleh TNI di seluruh jalan protokol, termasuk di sekitar markas FPI di Petamburan, pada 20 November 2020 tersebut. Namun, dari ketujuh awak media itu, tidak satu pun yang berasal dari Detik.com. Menurut dia, tujuh awak media yang menaiki kendaraan tempur TNI ketika itu berasal dari CNN TV, Wartakota, Genpi.com, Antara, Medcom.id, Koran Lampu Hijau, dan Indosiar.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "perempuan yang naik panser TNI di dekat markas FPI di Petamburan, Jakarta, adalah Odilia Winneke, wartawan Detik.com dan Ahoker" keliru. Perempuan berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah dalam foto yang beredar adalah satu dari tujuh jurnalis yang menaiki panser TNI saat meliput kegiatan penertiban baliho Rizieq Shihab di seluruh jalan protokol, termasuk di sekitar markas FPI pada 20 November 2020. Namun, perempuan itu bukan jurnalis Detik.com. Enam jurnalis lainnya pun tidak ada yang berasal dari Detik.com. Selain itu, Odilia merupakan redaktur pelaksana DetikFood yang bertanggung jawab terhadap konten terkait kuliner.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8387) Klaim Ini Video Pengusiran FPI Semarang di Tengah Penolakan Safari Rizieq Shihab Menyesatkan

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 23/11/2020

    Berita


    Video yang diklaim sebagai video pengusiran Front Pembela Islam atau FPI oleh warga Semarang, Jawa Tengah, viral di media sosial. Video ini beredar seiring dengan munculnya berbagai aksi penolakan terhadap rencana safari dakwah pemimpin FPI, Rizieq Shihab, ke sejumlah daerah di Indonesia.
    Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, terlihat seorang pria yang sedang menyampaikan alasan penolakannya terhadap FPI di Semarang. Di pojok kanan atas video itu, terdapat logo Tribun Jateng. Ada pula teks yang tertulis di video tersebut, "FPI Di Usir dari Semarang...."
    Di Facebook, video tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Annaz Osing pada 20 November 2020 dengan narasi sebagai berikut: “FPI diusir dari kota Semarang. Semoga kota2 lain segera mengikuti.” Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan 57 ribu reaksi dan dibagikan 6.400 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Annaz Osing.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video itu merupakan video lama. Video tersebut telah beredar di internet sejak April 2017 dan tidak terkait dengan munculnya berbagai aksi penolakan terhadap rencana safari dakwah Rizieq Shihab ke sejumlah daerah di Indonesia.
    Untuk memverifikasi klaim dalam unggahan akun Annaz Osing, Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image toolGoogle.
    Hasilnya, ditemukan bahwa video itu diambil dari video yang pernah ditayangkan oleh kanal YouTube Tribun Jateng pada 13 April 2017. Video itu berjudul “GEGER Ratusan Warga Gagalkan Pembentukan FPI di Kota Semarang”. Video tersebut memperlihatkan dialog antara tokoh FPI Jateng dengan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) di Semarang.
    Video itu diambil di sebuah rumah di Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara. Menurut laporan Tribun Jateng, beberapa orang akan meresmikan FPI di Semarang. Namun, puluhan ormas dan warga Semarang menolak, bahkan menggagalkan acara peresmian tersebut.
    Video serupa juga pernah dimuat oleh kanal milik stasiun televisi NET Biro Jawa Tengah pada tanggal yang sama. Dalam keterangan video tersebut, dijelaskan bahwa debat alot mewarnai proses mediasi ormas di Semarang dengan FPI. Selain membentuk Dewan Pimpinan Wilayah Kota Semarang, FPI Jateng berencana menunjuk tujuh pengurus. Massa dari 18 ormas meminta acara tersebut dibubarkan.
    Peristiwa ini juga pernah diberitakan oleh Tempo pada 14 pril 2017. Kepengurusan FPI di Semarang batal dikukuhkan usai sejumlah ormas mendatangi rumah tokoh insiator FPI Semarang, Zaenal Arifin, di Jalan Pergiwati, Semarang.
    Setelah mediasi yang berlangsung panas, pertemuan antara FPI dan perwakilan 15 ormas akhirnya dimediasi oleh kepolisian. “Kami mediasi, sudah tercapai kesepakatan, prinsip tak perlu ada FPI di Semarang, tak perlu dibentuk, lantik, dan kukuhkan,” kata Kepala Porestabes Semarang, Komisaris Besar Abioso Seno Aji, pada 13 April 2017.
    Beberapa ormas yang menolak kehadiran FPI di Semarang  kala itu antara lain Garda Nusantara, Persatuan Alumni (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Garda Nasionalis, Patriot Indonesia, Laskar Nusantara, Banteng Muda Indonesia (BMI), dan Laskar Merah Putih.
    Penolakan safari dakwah Rizieq Shihab
    Rencana safari dakwah Rizieq Shibab ke sejumlah daerah dalam beberapa waktu ke depan menuai penolakan. Massa yang menolak kehadiran pemimpin FPI tersebut antara lain berada di daerah Cianjur, Jawa Barat; Serang, Banten; Medan, Sumatera Utara; Sidoarjo, Jawa Timur; dan Solo, Jawa Tengah.
    Dilansir dari Suara.com, demonstran di Medan menolak kehadiran Rizieq dengan alasan telah menggelar kegiatan dengan pengumpulan massa di Tangerang, Jakarta, dan Bogor. Mereka juga mengecam pernyataan Rizieq yang dinilai sebagai ujaran kebencian dan dapat memecah belah umat. Penolak Rizieq di Medan ini datang dari Front Pembela Pancasila (FPP).
    Di Banten, demonstrasi menolak kedatangan Rizieq dilakukan di Alun-alun Serang. Mereka yang berdemo adalah organisasi sayap Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) dan Peguron Jalak Banten juga berdemo.
    Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Cianjur, Dudi Sudrajat Abdurachim, juga menyatakan tidak akan mengeluarkan izin untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19. Ini termasuk izin keramaian jika Rizieq akan menggelar kegiatan tablig akbar.
    Di Sidoarjo, dilansir dari CNN Indonesia, demonstrasi digelar oleh Aliansi Massa Sidoarjo pada 21 November 2020. Mereka menolak kedatangan Rizieq karena dianggap memecah belah masyarakat. Sementara di Solo, aksi serupa dilakukan oleh Aliansi Warga Kota Solo, juga pada 21 November 2020.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah "video pengusiran FPI oleh warga Semarang, Jateng, di tengah penolakan safari dakwah Rizieq Shihab" menyesatkan. Video tersebut adalah video lama, diambil pada 13 April 2017, yang memperlihatkan penolakan sejumlah ormas di Semarang terhadap pembentukan FPI di kota mereka. Video ini pun tidak terkait dengan munculnya berbagai aksi penolakan terhadap rencana safari dakwah Rizieq ke sejumlah daerah di Indonesia.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-5603) [SALAH] Foto Kecelakaan Helikopter di Perkebunan Tomohon Sulawesi Utara

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/11/2020

    Berita

    “Kecelakan hely di perkebunan d tomohon”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dari akun Facebook Aldrian Rambitan berupa beberapa foto sebuah helikopter yang diklaim adalah kecelakaan helikopter di perkebunan Tomohon. Postingan ini disukai sebanyak 64 kali dan disebarkan kembali sebanyak 232 kali.

    Berdasarkan artikel periksa fakta tempo.com, ternyata hoax ini sudah beredar dalam beberapa versi di berbagai negara dan diketahui kecelakaan helicopter ini sebenarnya terjadi di Portugal pada tanggal 31 Mei 2020. Menurut artikel berita jn.pt, helicopter dari perusahaan Helibravo ini jatuh di paroki Aigra Vekha, Kota Góis. Helikopter yang biasa dipakai dalam memadamkan kebakaran itu jatuh sesaat setelah lepas landas untuk pelatihan pemadam kebakaran dan 2 orang mengalami luka ringan yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Coimbra.

    “Itu adalah manuver untuk mengumpulkan air di dalam tangki, untuk melatih pilot, yang menyebabkan dua luka ringan,” jelas komandan pemadam kebakaran Góis, Fernando Gonçalves.

    Melihat dari penjelasan tersebut, foto kecelakaan helikopter di perkebunan Tomohon adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Klaim tersebut tidak benar, foto kecelakaan helikopter tersebut ternyata terjadi di Portugal pada 31 Mei 2020.

    Rujukan