• (GFD-2020-5722) [SALAH] Foto Gadis Kecil yang Kehilangan Keluarganya Akibat Perang di Irak Tertidur di atas Lukisan Sosok Ibunya yang Telah Meninggal

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/12/2020

    Berita

    “Gagap

    FOTO ini saya ambil dari sebuah Grup WA. Mungkin karena keterbatasan saya, konon foto ini sempat beredar tahun lalu, bahkan viral di dunia 4 atau 5 tahun lalu. Namun fakta, narasi dan relevansi – dikaitkan dengan situasi kekinian di tanah-air – tetap menyentuh nurani dan menggugah nalar kita.

    Foto ini menggambarkan situasi dampak perang di Irak. Seorang gadis kecil yang kehilangan keluarga akibat perang, melukis sosok ibunya yang telah meninggal di lantai panti asuhan anak yatim piatu tempat tinggalnya. Sebelum tidur, gadis kecil ini dengan hati-hati melepaskan sepatunya, meletakkan tubuhnya di atas lukisan, tepat di dada “ibu” untuk kemudian tertidur.

    Kata-kata seolah tidak mampu – setidaknya saya pribadi, sehingga membuat caption Gagap – menguraikan makna di balik foto tersebut.

    Kerusakan masif untuk kehidupan seorang gadis kecil…? Rasanya jauh, kalau tidak mau disebut sebagai cerminan hancurnya kemanusiaan akibat perang yang dipicu syahwat kekuasaan pribadi dan kelompok.

    Ironisnya, kadang mengatas-namakan agama dan Tuhan untuk menciptakan konflik dan perang, seperti yang kini kita hadapi. Padahal, perintahNYA sangat jelas: jangan membunuh…!

    Seperti halnya foto gadis kecil yang tertidur di atas lukisan sang ibu, saya gagap melihat sikap mereka yang beriman tapi menghalalkan tindakan radikal, penindasan, bahkan sampai memenggal dan menggorok leher manusia lain sambil meneriakkan nama Tuhan.

    Peace

    Oleh: Ferdinand Matita”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook KataKita menggunggah sebuah gambar yang memperlihatkan seorang gadis kecil tengah tertidur di atas lukisan sosok ibu. Foto itu diklaim sebagai foto gadis kecil yang kehilangan keluarganya akibat perang di Irak. Postingan yang diunggah pada 1 Desember 2020 itu telah mendapatkan sebanyak 221 komentar dan telah dibagikan sebanyak 293 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim foto itu adalah gadis kecil yang tertidur di atas lukisan sosok ibunya yang telah meninggal akibat perang di Irak adalah tidak benar. Melansir dari tempo.co, foto yang identik pernah dimuat oleh situs Iron.com pada 17 Agustus 2014 dengan judul “Unreality: Bahareh Bisheh’s photography”. Foto yang sama juga pernah dimuat oleh situs Childreninfamilies.org, pada 26 Februari 2016. Situs ini menjelaskan bahwa foto tersebut merupakan karya fotografer sekaligus seniman Iran yang bernama Bahareh Bisheh.

    Dikutip dari Childreninfamilies.org, bocah perempuan dalam foto tersebut merupakan salah satu saudara sepupu Bisheh. Foto itu diambil ketika saudara sepupu Bisheh itu tertidur di trotoar di luar rumah mereka. Namun, foto ini kemudian menghebohkan media sosial karena dibagikan bersama kisah tentang anak yatim-piatu yang merindukan ibunya.

    Foto itu pertama kali diunggah oleh Bisheh di situs stok foto Flickr pada 15 Juli 2012. Foto tersebut diberi keterangan “I Have a Mother… photo By: Baharer bisheh from iran”. Foto itu pun banyak mendapatkan komentar. Dalam kolom komentar, Bisheh menjawab beberapa pertanyaan tentang kisah di balik foto tersebut.

    Bisheh memastikan bahwa gadis kecil dalam foto itu adalah sepupunya. Bocah ini, menurut dia, benar-benar tertidur di aspal tepat di luar rumah Bisheh. “Dia pasti bermain selama beberapa waktu dan hanya berbaring untuk beristirahat, tapi kemudian tertidur. Saya menggunakan kursi untuk mengambil foto ini sembari berdiri,” katanya.

    Bisheh juga menyatakan bahwa foto tersebut tidak ada hubungannya dengan panti asuhan. “Tidak ada panti asuhan yang terkait dan tidak ada kisah tragis di balik ini. Saya mengambil kesempatan ini untuk menjadi kreatif. Ini adalah gaya fotografi,” ujar Bisheh.

    Dengan demikian, klaim foto itu adalah gadis kecil yang kehilangan keluarganya akibat perang di Irak yang tertidur di atas lukisan sosok ibunya yang telah meninggal adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).

    Klaim yang salah. Foto tersebut merupakan karya fotografer sekaligus seniman Iran yang bernama Bahareh Bisheh. Foto tersebut merupakan saudara sepupu Bisheh, diambil ketika saudara sepupu Bisheh yang tertidur di trotoar di luar rumah mereka. Bisheh juga menyatakan bahwa foto tersebut tidak ada hubungannya dengan panti asuhan dan tidak ada kisah tragis.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5723) [SALAH] Foto Lars Bo Larsen di Papua

    Sumber: twitter,com
    Tanggal publish: 07/12/2020

    Berita

    “Jamesbon itu bisa dilapangan & juga bisa bertemu langsung dengan presiden manapun yang ia mau.jikalau james bind indonesia suka Nha di hotel mewah,dikawal, di caffe elite di kantor kantor lembaga,apalagi jikalau masih magang lulus sekolah.jamesbond film dan jamesbind.code (papua)”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di Twitter akun dengan nama Garuda Hitam memposting 3 foto dengan disertai narasi yang mengklaim foto tersebut di Papua. Postingan Twitter itu di unggah pada 03 Desember 2020.

    Setelah ditelusuri, dua foto yang sama terdapat pada akun Twitter resmi Lars Bo Larsen. Dalam salah satu narasi akun tersebut ditemukan infomasi bahwa foto tersebut berlokasi di Jambi tepatnya di Hutan Harapan. Lars Bo Larsen menyatakan pada tanggal 28 April 2020 adalah minggu terakhir dia di Indonesia karena tugasnya akan segera berakhir. Foto lainnya adalah foto Lars Bo Larsen yang sedang bersama Jokowi diambil ketika penyerahan surat kepercayaan yang digelar di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta.

    Dengan demikian, klaim bahwa lokasi tersebut di Papua tidak benar. Foto tersebut berlokasi di Jambi tepatnya di Hutan Harapan dan foto Lars Bo Larsen yang sedang bersama Jokowi berlokasi di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta, sehingga unggahan akun Twitter Garuda Hitam masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Klaim lokasi tersebut tidak benar. Faktanya, dua foto tersebut berlokasi di Jambi tepatnya di Hutan Harapan dan foto Lars Bo Larsen yang sedang bersama Jokowi berlokasi di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5724) [SALAH] Kopi Bisa Cegah dan Sembuhkan Covid-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/12/2020

    Berita

    Facebook:
    “Kopi Jadi Kandidat Obat Covid 19?
    Ada yang baru – baru ini viral nih di twitter. Tweet dari dr. Gia Pratama yang mengatakan bahwa kopi dalam dosis tertentu berpotensi mencegah Covid dengan cara menghambat proteasenya Virus Corona menempel pada sel kita.
    Penasaran? Cek post kita!” unggah akun Kolaboraa, Jumat (04/12/2020).

    Twitter:
    “Kabar gembira. Kopi dalam dosis tertentu berpotensi mencegah Covid dengan cara menghambat proteasenya Virus Corona menempel pada sel kita.

    -Journal Biomolekuler 10/20-” unggah akun Twitter @GiaPratama MD, Kamis (04/12/2020).
    Minum kopi untuk menangkal covid-19
    kopi pahit anti covid
    Kopi pahit anti covid
    minum kopi setelah vaksin

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Kolaboraa mengunggah sebuah postingan yang berisi klaim soal kopi yang bisa mencegah Covid-19, postingan tersebut diunggah pada Jumat (04/12/2020).

    Sebelumnya pada Kamis (3/12/2020), postingan tersebut juga viral di media sosial Twitter setelah diunggah akun @GiaPratamaMD.

    Dari hasil penelusuran, melansir liputan6.com, dr. RA Adaninggar, SP.PD. Dia menjelaskan kopi atau kafein belum terbukti efektif dan aman untuk mengobati covid-19.

    “Dalam jurnal yang viral disebarkan memang disebut kafein bisa menghambat enzim protease dari virus corona covid-19. Artinya kafein bisa menghambgat perkembangbiakan virus corona covid-19,” ujar dr Adaninggar.

    “Namun yang harus dicermati dalam jurnal itu penelitiannya masih sebatas in silico atau menggunakan simulasi komputer. Penelitian in silico ini masih tahap yang sangat awal dalam mengidentifikasi senyawa yang berpotensial untuk menjadi obat,” katanya menambahkan.

    “Tahapan untuk menemukan obat sangat panjang. Setelah in silico masih ada invitro (uji lab), in vivo (uji di hewan), lalu uji klinis pada manusia. Setelah itu masih ada review dari badan pengawas obat masing-masing negara dan uji klinis fase IV yang mengawasi keamanan pasca pemasaran.”

    Melalui penelusuran lebih lanjut, mengutip klikdokter.com, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan, masih perlu penelitian lanjutan atas riset tersebut. Dia juga menggarisbawahi bahwa penelitian Elzupir berfokus pada kandungan kafein, bukan pada kopi sebagaimana yang diperbincangkan sebagian warganet.

    “Bukan fokus ke kopi, karena kopi banyak jenisnya. Sedangkan yang diteliti hanya kandungan kafeinnya saja,” terang dr. Dyah Novita.

    Menurut dr. Dyah Novita, beberapa obat yang ada saat ini memang memiliki kandungan kafein di dalamnya.

    “Dan faktanya, (obat tersebut) lebih murah dibandingkan obat COVID-19 yang sudah jadi terapi di rumah sakit selama ini; seperti remdesivir, indinavir, dan lain sebagainya,” ucap dr. Dyah Novita.

    Lebih lanjut, Badan Kesehatan Dunia (WHO), melalui laman resminya who.int menyatakan sampai saat ini tidak ada obat khusus yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (Covid-19).

    Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit parah harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan. Beberapa perawatan spesifik sedang diselidiki, dan akan diuji melalui uji klinis. WHO membantu mempercepat upaya penelitian dan pengembangan dengan sejumlah atau mitra.

    Berdasarkan seluruh referensi, maka unggahan akun Facebook Kolaboraa dan Twitter @GiaPratamaMD tersebut masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika).

    Faktanya, dr. RA Adaninggar, SP.PD. menjelaskan kopi atau kafein belum terbukti efektif dan aman untuk mengobati Covid-19. Sementara itu WHO menyatakan sampai saat ini tidak ada obat khusus yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati Covid-19.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5725) [SALAH] Foto Kutipan Gus Mus kepada Warga Keturunan Arab

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/12/2020

    Berita

    “Jadi warga keturunan Arab, jangan klaim bahwa kalianlah yang pertama mengajari kami berislam, karena ada Wali Songo yang telah lebih dulu membimbing kami, bahkan 3 diantaranya dari Cina. Biarkan kami beragama Islam melakukan hablumminallah dan hablumminnas dengan cerdas, bukan teriak takbir, tapi kelakuan kafir.

    Kami akan ikuti akhlak Rasulullah sebagai pedagang yang menghidupi jutaan manusia. Itulah yang dilakukan jutaan orang Cina. Jangan tularkan kepada kami kebiasaan perang, biarkan kami terbiasa menjadi pedagang, tetapi bukan dagangan agama, menjual surga.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Ochik Rambe mengunggah foto kutipan dengan disertai wajah Gus Mus pada 5 Desember 2020. Unggahan tersebut mendapat respon sebanyak 46 reaksi, 10 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 1 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto unggahan tersebut adalah foto hasil suntingan. Kutipan yang dipakai dalam foto itu adalah kutipan dari tulisan panjang akun Facebook Iyyas Subiakto pafa 19 November 2020.

    Selain itu, melalui unggahan akun Facebook Ienas Tsuroiya, putri dari Gus Mus itu mengklarifikasi bahwa foto kutipan itu hoaks. Ia juga memastikan untuk mengetahui keaslian unggahan terkait Gus Mus, terdapat logo pembuatnya seperti “Gus Mus Channel” atau “Mata Air Radio”.

    Dengan demikian, unggahan akun Facebook Ochik Rambe dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi karena kutipan dalam foto unggahan itu bukan kutipan dari Gus Mus, melainkan potongan dari tulisan Iyyas Subiakto di akun Facebook pribadinya pada 19 November 2020.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Foto hasil suntingan. Faktanya, kutipan dalam foto tersebut merupakan potongan dari tulisan Iyyas Subiakto di akun Facebook pribadinya.

    Rujukan