(GFD-2021-8558) Keliru, Klaim Ini Video Jaksa Penuntut Rizieq Shihab yang Ditangkap karena Suap
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 25/03/2021
Berita
Video yang diklaim sebagai video penangkapan jaksa penuntut umum dalam sidang kasus terkait kekarantinaan kesehatan yang menjerat pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Menurut klaim itu, jaksa tersebut ditangkap karena menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar.
Dalam video berdurasi sekitar 1,5 menit ini, terlihat sejumlah petugas yang menggiring seorang pria masuk ke dalam sebuah gedung. Beberapa petugas juga tampak membawa sebuah kardus. Terdapat pula rekaman seorang pria lain yang memberikan keterangan bahwa mereka telah menangkap seorang jaksa dan menemukan barang bukti berupa uang senilai Rp 1,5 miliar.
Gambar tangkapan layar video penangkapan seorang jaksa yang diedarkan di WhatsApp dengan klaim keliru.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar ini ditelusuri denganreverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu telah beredar di internet sejak November 2016, jauh sebelum munculnya kasus kekarantinaan yang melibatkan Rizieq Shihab. Jaksa yang ditangkap dalam video itu adalah jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang diduga menerima suap perkara tanah.
Video yang identik pernah dimuat oleh kanal YouTube Kompas TV pada 25 November 2016 dengan judul “Jaksa Terlibat Penyuapan Perkara Persidangan”. Pria yang memberi keterangan pers dalam video tersebut adalah Yulianto, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Penindakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.
Menurut Yulianto, jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tersebut ditangkap di kamar kosnya. Setelah ditelusuri, jaksa itu beserta satu tersangka lainnya diduga terlibat praktik suap dalam perkara penjualan tanah kas desa di Kali Mok, Kalianget, Sumenep, Jawa Timur. Dia pun mengatakan bahawa pemberi suap berharap dibebaskan dari jeratan hukum.
Video yang sama juga pernah dimuat oleh tvOne ke kanal YouTube-nya, tvOneNews, pada 28 November 2016 dengan judul “Terima Suap, Tim Saber Pungli Tangkap Oknum Kejati Jawa Timur”. Menurut laporan tvOne, jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur ini tertangkap tangan menerima suap senilai Rp 1,5 miliar.
Penangkapan tersebut bermula dari adanya laporan dari masyarakat kepada tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Kejaksaan Agung bahwa akan ada transaksi suap yang dilakukan oleh jaksa itu dalam rangka menyelesaikan sebuah kasus.
Kejaksaan Agung juga telah menanggapi klaim yang menyebut video itu sebagai video penangkapan jaksa penuntut umum dalam sidang Rizieq Shihab karena suap. “Informasi dalam video tersebut tidak benar atau hoaks,” kata Kepala Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, pada 20 Maret 2021.
Menurut Leonard, video itu adalah rekaman lawas. Video tersebut menunjukkan penangkapan terhadap seorang jaksa oleh Tim Saber Pungli Kejaksaan Agung pada November 2016. Jaksa berinisial AF itu diduga menerima uang terkait perkara korupsi penjualan tanah kas desa di Kali Mok, Sumenep, Jawa Timur.
Pria dalam video itu yang menjelaskan penangkapan tersebut adalah Yulianto, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung. “Video penangkapan jaksa AF tidak ada sama sekali kaitan dan hubungannya dengan proses sidang Muhammad Rizieq alias Habib Rizieq Sihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang saat ini sedang disidangkan,” kata Leonard.
Kejaksaan Agung pun telah melakukan pemeriksaan terhadap F, penyebar video dengan klaim hoaks terkait Rizieq Shihab tersebut. Menurut Leonard, berdasarkan hasil pemeriksaan, F mengaku akunnya diretas. "Alibi dari yang bersangkutan saat dilakukan wawancara menyatakanusername-nya diretas, sehingga yang bersangkutan belum dapat dinyatakan sebagai pelaku," ucap Leonard pada 22 Maret 2021.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video penangkapan jaksa penuntut umum dalam sidang kasus yang menjerat pemimpin FPI Rizieq Shihab karena menerima suap, keliru. Video itu adalah video lawas, terkait penangkapan seorang jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada November 2016. Jaksa berinisial AF itu diduga menerima suap terkait perkara korupsi penjualan tanah kas desa di Kali Mok, Sumenep, Jawa Timur.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/rizieq-shihab
- https://www.tempo.co/tag/jaksa
- https://www.youtube.com/watch?v=MbMNmfve0yU
- https://www.tempo.co/tag/kejaksaan
- https://www.youtube.com/watch?v=OYw9s30DiUs
- https://nasional.tempo.co/read/1444459/kejagung-jelaskan-video-jaksa-terima-suap-di-sidang-rizieq-shihab/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/jawa-timur
- https://nasional.tempo.co/read/1444782/kejagung-penyebar-video-jaksa-disuap-rizieq-shihab-mengaku-akunnya-diretas/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/front-pembela-islam-fpi
(GFD-2021-6583) [SALAH] “Haji 2021 Akan Berlangsung Seperti Biasa Tanpa Batasan, Raja Saudi Meyakinkan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/03/2021
Berita
Akun Facebook Dody Aswito (fb.com/adodyaswitonh) pada 15 Maret 2021 mengunggah sebuah video yang diberi narasi sebagai berikut:
“UPDATE HAJI 2021 / 1442H
Haji 2021 Akan Berlangsung Seperti Biasa Tanpa Batasan, Raja Saudi Meyakinkan
Berita bagus untuk semua Muslim di seluruh dunia karena Raja Salman memastikan bahwa Haji 2021 akan berlangsung sesuai jadwal tanpa batasan jamaah, demikian konfirmasi dari Reuters.”
“UPDATE HAJI 2021 / 1442H
Haji 2021 Akan Berlangsung Seperti Biasa Tanpa Batasan, Raja Saudi Meyakinkan
Berita bagus untuk semua Muslim di seluruh dunia karena Raja Salman memastikan bahwa Haji 2021 akan berlangsung sesuai jadwal tanpa batasan jamaah, demikian konfirmasi dari Reuters.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ibadah Haji 2021 akan berlangsung seperti biasa tanpa batasan adalah klaim yang menyesatkan.
Faktanya, klaim tersebut merupakan informasi hoaks. Raja Salman dan otoritas terkait sampai saat ini belum mengeluarkan keputusan resmi soal teknis pelaksanaan haji 2021.
Dilansir dari situs resmi Kementrian Agama Republik Indonesia, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi memastikan bahwa informasi tersebut hoaks alias tidak benar.
“Itu hoaks, tidak benar. Sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 2021,” tegas Khoirizi usai bersilaturahim dengan Duta Besar Arab Saudi Esam bin Ahmad bin ‘Abid at Tsaqafi di kantornya, Selasa (16/3/2021).
Ikut mendampingi, Sesditjen PHU Ramadan Harisman, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, serta Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Nasrullah Jasam.
Menurut Khoirizi, pihaknya sudah mengkonfirmasi informasi yang beredar itu kepada Dubes Saudi. “Kami sudah konfirmasi mengenai berita yang viral bahwa Raja Salman membuka haji 2021 seluas-luasnya, dan dijawab oleh Dubes bahwa kabar itu tidak jelas sumbernya,” ujar Khoirizi.
“Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa itu hoaks,” tandasnya.
Menurut Khoirizi, Dubes Saudi berjanji akan segera memberikan informasi terkait penyelenggaraan haji 2021 jika sudah ada keputusan dari Pemerintah Saudi. “Kepada kami, Dubes menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang menerima informasi kepastian haji, mengingat jumlah jemaahnya terbesar di dunia,” tutupnya.
Sementara itu, dikutip dari Kompas, saat ditelusuri, tak ditemukan satu pun artikel yang menyebutkan bahwa haji 2021 dilaksanakan secara normal tanpa ada batasan. Artikel Reuters terkait hanya menyebutkan jemaah yang diizinkan pergi haji tahun adalah mereka yang sudah divaksin Covid-19. Selain itu, tak ada unggahan media sosial resmi dari Dewan Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi terkait teknis penyelenggaraan haji 2021.
Faktanya, klaim tersebut merupakan informasi hoaks. Raja Salman dan otoritas terkait sampai saat ini belum mengeluarkan keputusan resmi soal teknis pelaksanaan haji 2021.
Dilansir dari situs resmi Kementrian Agama Republik Indonesia, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi memastikan bahwa informasi tersebut hoaks alias tidak benar.
“Itu hoaks, tidak benar. Sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 2021,” tegas Khoirizi usai bersilaturahim dengan Duta Besar Arab Saudi Esam bin Ahmad bin ‘Abid at Tsaqafi di kantornya, Selasa (16/3/2021).
Ikut mendampingi, Sesditjen PHU Ramadan Harisman, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, serta Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Nasrullah Jasam.
Menurut Khoirizi, pihaknya sudah mengkonfirmasi informasi yang beredar itu kepada Dubes Saudi. “Kami sudah konfirmasi mengenai berita yang viral bahwa Raja Salman membuka haji 2021 seluas-luasnya, dan dijawab oleh Dubes bahwa kabar itu tidak jelas sumbernya,” ujar Khoirizi.
“Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa itu hoaks,” tandasnya.
Menurut Khoirizi, Dubes Saudi berjanji akan segera memberikan informasi terkait penyelenggaraan haji 2021 jika sudah ada keputusan dari Pemerintah Saudi. “Kepada kami, Dubes menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang menerima informasi kepastian haji, mengingat jumlah jemaahnya terbesar di dunia,” tutupnya.
Sementara itu, dikutip dari Kompas, saat ditelusuri, tak ditemukan satu pun artikel yang menyebutkan bahwa haji 2021 dilaksanakan secara normal tanpa ada batasan. Artikel Reuters terkait hanya menyebutkan jemaah yang diizinkan pergi haji tahun adalah mereka yang sudah divaksin Covid-19. Selain itu, tak ada unggahan media sosial resmi dari Dewan Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi terkait teknis penyelenggaraan haji 2021.
Rujukan
(GFD-2021-6584) [SALAH] Parfum Garuda Indonesia Dijual Bebas
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/03/2021
Berita
Beredar di Facebook akun bernama Nasrul Masse memposting gambar produk parfum badan berlogokan Garuda Indonesia. Postingan tersebut diunggah pada 21 Maret pada grup Bursa Barang Bontang – BBB.
NARASI:
“Bismillah Mari kaka siapa tau ada yang minat parfum ED Garuda nya ada 2 varian Aroma, Aroma original dan Aroma Jasmin. Barang rady yah kak stok terbatas”
NARASI:
“Bismillah Mari kaka siapa tau ada yang minat parfum ED Garuda nya ada 2 varian Aroma, Aroma original dan Aroma Jasmin. Barang rady yah kak stok terbatas”
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, Garuda Indonesia menjual sejumlah produk merupakan bagian dari layanan penerbangan atau in flight service. Namun barang-barang tersebut tidak dijual bebas apalagi yang berlogo Garuda Indonesia seperti yang tersebar di media sosial.
“Tukang tipu itu,” kata Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menjawab konfirmasi kumparan, Senin (22/3).
Dengan demikian postingan Facebook produk parfum Garuda Indonesia tidak benar. Produk Garuda Indonesia tidak diperjual belikan secara bebas karena merupakan bagian dari layanan penerbangan sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
“Tukang tipu itu,” kata Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menjawab konfirmasi kumparan, Senin (22/3).
Dengan demikian postingan Facebook produk parfum Garuda Indonesia tidak benar. Produk Garuda Indonesia tidak diperjual belikan secara bebas karena merupakan bagian dari layanan penerbangan sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Rujukan
- https://kumparan.com/kumparanbisnis/hoax-garuda-indonesia-jualan-parfum-beredar-viral-ini-perkembangan-kasusnya-1vP3E9XrCbm/full?utm_source=kumApp&utm_campaign=share&shareID=kcY5cU3VKsEZ
- https://www.kominfo.go.id/content/detail/33459/hoaks-parfum-dengan-label-dan-merek-garuda-indonesia-dijual-bebas/0/laporan_isu_hoaks
(GFD-2021-6585) [SALAH] Lowongan Pekerjaan Pemkot Surabaya
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/03/2021
Berita
Beredar di Facebook postingan tentang informasi tentang lamaran pekerjaan di Pemkot Surabaya. Postingan tersebut diunggah oleh Moch Djatim Leo pada 19 Maret. Dalam postingan tersebut juga disertakan cara-caranya.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Febriadhitya Prajatara memastikan informasi tersebut hoaks dan bukan berasal dari Pemkot Surabaya.
Pemkot Surabaya sedang mendata masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut Febri, data MBR plus tersebut akan menjadi dasar dan landasan Pemkot Surabaya untuk memberikan intervensi berbentuk pelatihan dan pemberdayaan wirausaha serta pengelolaan aset. Bisa pula dipekerjakan pada perusahaan swasta di Surabaya dan menjadi tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya.
Dengan demikian informasi lowongan pekerjaan di Pemkot Surabaya tidak benar hal tersebut sudah dipastikan oleh Kepala Humas Pemkot Surabaya sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Pemkot Surabaya sedang mendata masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut Febri, data MBR plus tersebut akan menjadi dasar dan landasan Pemkot Surabaya untuk memberikan intervensi berbentuk pelatihan dan pemberdayaan wirausaha serta pengelolaan aset. Bisa pula dipekerjakan pada perusahaan swasta di Surabaya dan menjadi tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya.
Dengan demikian informasi lowongan pekerjaan di Pemkot Surabaya tidak benar hal tersebut sudah dipastikan oleh Kepala Humas Pemkot Surabaya sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Rujukan
Halaman: 6893/8120



