• (GFD-2021-6025) [SALAH] Lowongan Kerja PT Angkasa Pura II (Persero) untuk 19 Posisi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/01/2021

    Berita

    Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Sofia Triyani Ginting, memberikan informasi bahwa PT Angkasa Pura II (Persero) membuka lowongan kerja untuk 19 posisi. Dalam postingannya dijelaskan pula lowongan pekerjaan tersebut bersifat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu), berikut tata cara pendaftarannya dengan disertakan link menuju form pendaftaran.

    PT Angakasa Pura

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari kompas.com, tim cek fakta dari Kompas mencoba menghubungi VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano. Yado mengatakan lowongan kerja untuk 19 posisi di PT Angkasa Pura II adalah hoaks.

    “Hoax ini. Untuk lowongan resmi biasanya akan ada di website kami,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, pada Rabu (6/1/2021).

    PT Angkasa Pura II menyediakan website resmi untuk rekrutmen di perusahaannya yakni :

    https://recruitment.angkasapura2.co.id/

    Dalam laman website tersebut pada menu Job Vacancies, masih tertulis “Stay Tuned and Keep Updating”, yang artinya saat ini belum tersedia lowongan kerja yang dibuka.

    Hal ini dibenarkan oleh Yado,

    “Belum ada (lowongan pekerjaan yang dibuka oleh PT Angkasa Pura II),” ungkapnya.

    Yado juga menambahkan, ketika lowongan kerja dibuka, perusahaan tidak akan memungut biaya sepeserpun. Ia juga menghimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap setiap informasi lowongan kerja yang mengatasnamakan PT Angkasa Pura II.

    “Kami dari Angkasa Pura dalam hal pembukaan lowongan diinfokan secara resmi di website kami dan surat kabar nasional dan kami tidak pernah memungut biaya untuk rekrutmen karyawan,” jelas Yado.

    Berdasarkan fakta yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa, postingan berupa informasi pembukaan lowongan kerja PT Angkasa Pura II untuk 19 posisi adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN PALSU.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6026) [SALAH] “Fabiana Souza, penerima perdana suntikan vaksin covid 19 meninggal dunia di RS.Sao Lucas Porto Alegre Brazil Selatan”

    Sumber: artikel
    Tanggal publish: 07/01/2021

    Berita

    Beredar artikel berjudul “Penerima perdana suntikan vaksin covid 19 sinovac cina,meninggal dunia” yang dimuat di situs opositeid[dot]wordpress.com pada 5 Januari 2021.

    Berikut isi paragraf pertama artikel tersebut:

    “Pekerja kesehatan dan sukarelawan Fabiana Souza menerima vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac Biotech di Rumah Sakit Sao Lucas, di Porto Alegre, Brasil selatan,meninggal dunia.”

    Pada bagian akhir artikel tsebut, terdapat foto seseorang yang sedang disuntik.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Fabiana Souza, penerima perdana suntikan vaksin covid 19 meninggal dunia di RS.Sao Lucas Porto Alegre Brazil Selatan adalah klaim yang keliru.

    Faktanya, tidak ditemukan sama sekali pemberitaan terkait Fabiana Souza yang meninggal pasca menjadi salah satu relawan vaksin Sinovac di di RS.Sao Lucas Porto Alegre Brazil Selatan.

    Fabiana Souza adalah salah satu dari dua perempuan yang terlihat dalam foto yang juga dimuat di artikel tersebut. Mereka berdua adalah suster.

    Dilansir dari Kompas, salah satunya bernama Isabelli Guasso sebagai penyuntik, dan yang menerima suntikan adalah Fabiana Souza. Tidak ada keterangan yang menyebut dirinya sebagai relawan pertama yang menerima vaksin, sebagaimana disebutkan pengunggah.

    Foto mereka berdua yang dimuat di artikel tersebut adalah foto yang diunggah pertama kali di situs penyedia foto, gettyimages.com pada 8 Agustus 2020.

    Berikut keterangan foto tersebut:

    “BRAZIL-CHINA-HEALTH-VIRUS-VACCINE-TRIAL Health worker and volunteer Fabiana Souza receives a COVID-19 vaccine produced by Chinese company Sinovac Biotech at the Sao Lucas Hospital, in Porto Alegre, southern Brazil on August 08, 2020. – The vaccine trial is being carried out in Brazil in partnership with Brazilian Research Institute Butanta. (Photo by SILVIO AVILA / AFP) (Photo by SILVIO AVILA/AFP via Getty Images)”

    Lebih lanjut, ketika dicari di mesin pencarian dengan memasukkan kata kunci “Fabiana Souza” tidak ditemukan sama sekali pemberitaan terkait dirinya yang meninggal pasca menjadi salah satu relawan vaksin Sinovac di Brasil.

    Satu-satunya pemberitaan terkait relawan vaksin Sinovac di Brasil yang meninggal dialami oleh seorang relawan laki-laki, bukan perempuan.

    Melansir CGTN (11/11/2020), Kepala Butantan Institute for Medical Research yang mengepalai uji coba klinis vaksin Sinovac di Brasil, Dimas Kovas, membenarkan ada satu relawan vaksin Sinovac di negaranya yang meninggal. Laki-laki itu diketahui berusia 32 tahun dan berasal dari Sao Paulo, tempat uji coba klinis vaksin ini berjalan.

    Namun, kematiannya ditegaskan tidak berhubungan dengan vaksinasi yang diterimanya. Pihak forensik medis setempat menyebut yang bersangkutan tewas akibat melakukan tindak bunuh diri.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8441) Sebagian Benar, Plakat Muhammad Ali Satu-satunya yang Dipasang di Dinding Hollywood karena Orang AS Hargai Nabi Muhammad

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 07/01/2021

    Berita


    Foto yang memperlihatkan plakat bintang milik legenda tinju Muhammad Ali yang dipasang di dinding, bukan di lantai, Hollywood Walk of Fame beredar di Instagram. Menurut klaim yang menyertai foto itu, plakat bintang Muhammad Ali itu merupakan plakat satu-satunya yang dipasang di dinding Walk of Fame karena orang Amerika Serikat menghargai nama Nabi Muhammad.
    "Ketika nama artis2 terkenal, Figur publik, presiden, dll, ditaruh di lantai di hall of Fame, AS. Hanya Nama Muhammad Ali yang ditaruh Di Dinding Hollywood, Lainnya di Lantai! Ini karena orang2 AS menghargai Kemuliaan Nama Nabi Muhammad dan menolak untuk menginjaknya, salut!" demikian klaim yang menyertai foto tersebut.
    Selain foto yang menunjukkan plakat bintang milik Muhammad Ali, klaim tersebut juga dilengkapi dengan foto yang memperlihatkan plakat bintang milik sejumlah selebritas yang dipasang di lantai. Foto beserta klaim itu diunggah oleh akun @hai.fact, tepatnya pada 4 Januari 2021. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun itu telah disukai lebih dari 5 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta


    Dengan penelusuran lewatreverse image toolGoogle, Tim CekFakta Tempo menemukan bahwa foto yang memperlihatkan plakat bintang milik Muhammad Ali adalah karya JC Olivera yang pernah dipublikasikan oleh Getty Images pada 4 Juni 2016.
    Foto ini diberi keterangan: "Bunga dan catatan pribadi yang diletakkan untuk mengenang legenda tinju Muhammad Ali di Hollywood Walk of Fame pada 4 Juni 2016 di Hollywood, Amerika Serikat." Karangan bunga itu dikirim setelah Muhammad Ali meninggal pada 3 Juni 2016 malam dalam usia 74 tahun.
    Dilansir dari Kumparan.com, Hollywood Walk of Fame adalah jalan sepanjang 5,6 kilometer yang berada di Hollywood Boulevard hingga Vine Street. Jalan itu berisi sekitar 2.500 plakat bintang yang berisi nama tokoh populer dunia, mulai dari selebritas, sutradara film, astronot, hingga politikus.
    Tempo pun mendapatkan foto lainnya di Getty Images, karya David Livingston, yang memotret plakat bintang Muhammad Ali di Hollywood Walk of Fame pada 2016. Dalam keterangan fotonya, tertulis bahwa Muhammad Ali memang satu-satunya tokoh yang plakatnya dipasang di dinding, bukan di lantai, karena menurut keyakinannya, nama Muhammad suci dan tidak untuk diinjak.
    Dikutip dari USA Today, Ana Martinez, produser acara Walk of Fame, menjelaskan mengapa plakat bintang Muhammad Ali tidak diletakkan di lantai sebagaimana tokoh lainnya. Menurut Ana, saat Ali menerima plakat bintang pada 2002, ia sendirilah yang tidak ingin nama Muhammad diinjak. Karena itu, plakat bintang Muhammad Ali dipasang di dinding di dekat pintu masuk sebuah gedung yang saat ini merupakan Teater Dolby.
    Ana mengatakan bahwa Ali menerima penghargaan yang umumnya hanya diberikan kepada pembuat film, aktor, dan musisi itu karena, "Dia adalah seorang pemain sandiwara. Dia memiliki dua album kata lisan yang dinominasikan untuk Grammy. Dia juga seorang penghibur."
    Dilansir dari ABC, pada 2002, Kamar Dagang Hollywood menempatkan plakat bintang Muhammad Ali di 6801 Hollywood Boulevard untuk menghormatinya dalam kategori pertunjukan langsung atas kesuksesannya yang luar biasa di ring tinju. ABC juga menulis bahwa, saat menerima penghargaan itu, Ali tidak ingin orang berjalan di atas namanya untuk menghormati nama Nabi Muhammad. Muhammad Ali masuk Islam pada 1960-an.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim yang diunggah akun Instagram @hai.fact, bahwa "plakat bintang Muhammad Ali adalah satu-satunya plakat yang dipasang di dinding Hollywood Walk of Fame karena orang AS menghargai Nabi Muhammad", sebagian benar. Plakat bintang Muhammad Ali memang satu-satunya plakat yang berada di dinding, berbeda dengan plakat bintang lainnya yang diletakkan di Hollywood Walk of Fame. Namun, plakat bintang tersebut dipasang di dinding karena kehendak Muhammad Ali sendiri. Ia tidak ingin orang berjalan di atas namanya untuk menghormati nama Nabi Muhammad.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-8442) Keliru, Halte Berbentuk Palu-Arit di Foto Ini Ada di Cileungsi Jawa Barat

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 07/01/2021

    Berita


    Foto halte berwarna merah yang berbentuk palu-arit di pinggiran jalan sebuah desa viral di media sosial. Menurut klaim yang menyertai foto tersebut, halte yang disebut berbentuk seperti lambang Partai Komunis Indonesia atau PKI itu berada di Cileungsi, Jawa Barat.
    “Kejadian di Cileungsi - Jawa Barat: muncul Halte yang 'nge-tren' bentuknya adalah seperti kata pak 'LP'. Maka perlahan-lahan simbol ini di benarkan untuk TREN KEBANGKITAN KOMUNIS NEO-PKI." Salah satu akun Facebook yang mengunggah foto itu adalah akun Dani Novadi, yakni pada 2 Januari 2021.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Dani Novadi yang memuat klaim keliru terkait foto halte berbentuk palu-arit yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto tersebut pernah beredar sebelumnya dengan narasi serupa pada November 2016, namun lokasi yang disebut berbeda, yakni di Sukoharjo, Jawa Tengah. Meskipun demikian, foto itu bukanlah foto halte yang berada di Sukoharjo maupun Cileungsi, melainkan halte yang berada di negara bagian Kerala, India.
    Untuk memverifikasi klaim itu, Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto halte tersebut denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan foto yang identik dengan kualitas gambar yang lebih baik di situs stok foto Alamy pada Desember 2015. Dalam keterangannya, tertulis bahwa halte itu berada di daerah Pantai Malabar, Kerala, India.
    Kolase foto-foto halte berbentuk palu-arit di Kerala, India, salah satunya foto di atas, juga pernah diunggah oleh pakar ilmu politik Lahore University of Management Sciences (LUMS) Pakistan, Taimur Rahman, di akun Twitter miliknya pada 19 Agustus 2020. Menurut Taimur, negara bagian Kerala dijalankan oleh partai komunis.
    Komunis di Kerala
    Dikutip dari The Washington Post, negara bagian Kerala di India bagian selatan, yang berpenduduk sekitar 35 juta orang, merupakan salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana komunis masih memimpin pemerintahan. Alih-alih mengeras menjadi kekuatan otokratis, komunis Kerala merangkul politik elektoral dan sejak 1957 secara rutin dipilih untuk berkuasa.
    Selain itu, alih-alih dikaitkan dengan penindasan atau kegagalan, partai komunis secara luas dikaitkan dengan investasi besar dalam pendidikan yang telah menghasilkan tingkat melek huruf 95 persen, tertinggi di India, dan sistem perawatan kesehatan di mana warganya yang hanya berpenghasilan beberapa dolar sehari masih memenuhi syarat untuk operasi jantung gratis.
    Komunisme di Kerala tidak dimulai dengan revolusi atau penyerbuan ibukota. Permulaannya pada 1939 berakar pada penolakan terhadap pemerintahan Inggris, komitmen terhadap reformasi tanah, dan oposisi terhadap sistem kasta India. Tidak seperti komunis di Cina, Amerika Latin, atau Eropa Timur, pemimpin partai tidak merebut pabrik atau melarang kepemilikan pribadi.
    Komunisme bagi banyak orang Kerala menjadi identitas mereka. Pada 1970-an dan 1980-an, tidak jarang orang tua menamai anak mereka "Lenin", "Stalin", atau, jika perempuan, "Soviet Breeze". Foto para pemimpin awal Soviet, seperti Vladimir Lenin dan Joseph Stalin, digantung di dinding kantor partai bersama pahlawan India serta pendiri partai, Krishna Pillai.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa halte berbentuk palu-arit dalam foto di atas berada di Cileungsi, Jawa Barat, keliru. Halte tersebut berada di negara bagian Kerala, India. Kerala merupakan salah satu wilayah di dunia di mana komunis masih memegang kekuasaan.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan