(GFD-2021-6035) [SALAH] Artikel Liputan6 Berjudul “Menjadi Penyanyi Dangdut Adalah Cita Cita Cita Citata Yang Sudah Lama Cita Citata Cita Citakan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/01/2021
Berita
Akun Facebook Suntuk-,- mengunggah foto tangkapan layar artikel Liputan6 berjudul “Menjadi Penyanyi Dangdut Adalah Cita Cita Cita Citata Yang Sudah Lama Cita Citata Cita Citakan” dengan disertai narasi. Unggahan tersebut mendapat respon sebanyak 37 reaksi dan telah dibagikan sebanyak 249 kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tangkapan layar tersebut adalah foto yang dimanipulasi. Ditemukan artikel dengan foto dan waktu tayang yang sama pada 12 Januari 2019 pukul 15.40 WIB pada portal Liputan6 berjudul “Cita Citata jadi Produser di Single Barunya”. Di dalam artikel tersebut, disebutkan bahwa Cita Citata mengeluarkan single terbaru yang ia produseri sendiri dan tidak ada bahasan tentang cita-cita dari penyanyi dangdut tersebut.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook Suntuk-,- dapat dikategorikan sebagai Satire karena judul asli dari artikel yang tayang pada 12 Januari 2019 itu adalah “Cita Citata jadi Produser di Single Barunya” dan tidak membahas tentang cita-cita dari penyanyi dangdut tersebut.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook Suntuk-,- dapat dikategorikan sebagai Satire karena judul asli dari artikel yang tayang pada 12 Januari 2019 itu adalah “Cita Citata jadi Produser di Single Barunya” dan tidak membahas tentang cita-cita dari penyanyi dangdut tersebut.
Rujukan
(GFD-2021-8444) Keliru, Jurnal Inggris Sebut Vaksin Covid-19 Sinovac Bikin Alat Kelamin Membesar
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/01/2021
Berita
Foto potongan berita di sebuah koran yang berisi informasi bahwa vaksin Covid-19 buatan perusahaan Cina, Sinovac, bisa memberi efek samping alat kelamin pria membesar hingga 3 inci beredar di media sosial. Menurut berita itu, informasi tersebut berasal dari sebuah jurnal terbitan Inggris.
"Dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Lelaki yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut disebutkan alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi," demikian narasi yang tertulis dalam berita itu.
Di Facebook, salah satu akun yang mengunggah foto potongan berita itu adalah akun Azmi Brel, tepatnya pada 7 Januari 2021. Akun ini pun menuliskan narasi, “Efek Samping Vaksin dapat Memperbesar dan memperpanjang Alat vital Pria hingga 3 inchi. Apa ya...?”
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Azmi Brel yang berisi klaim keliru terkait vaksin Covid-19 Sinovac.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait di Google. Hasilnya, ditemukan bahwa klaim ini juga sempat beredar di luar negeri sebelumnya. Beredar di media sosial gambar tangkapan layar hasil sebuah studi ilmiah bahwa vaksin Covid-19 meningkatkan ukuran alat kelamin pria. Namun, gambar itu sebenarnya merupakan hasil suntingan.
Dilansir dari situs cek fakta Snopes, pada awal 2021, beredar di internet sebuah studi ilmiah yang diterbitkan di New England Journal of Medicine yang menyimpulkan bahwa vaksin Covid-19 bisa meningkatkan ukuran alat kelamin hingga 3 inci pada beberapa pria.
Namun, berdasarkan pemeriksaan Snopes, studi itu hoaks. Kesalahan ejaan dan tata bahasa, di mana yang digunakan adalah bahasa non-akademis, menunjukkan bahwa gambar studi itu sebenarnya dimaksudkan sebagai humor. Faktanya, tulisan itu merupakan salinan yang ditempelkan pada seluruh bagian dari sebuah studi yang nyata.
Studi yang asli diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 10 Desember 2020 dengan judul “Phase 1-2 Trial of SARS-CoV-2 Recombinant Spike Protein Nanoparticle Vaccine”. Bagian "Methods" dalam studi ini identik dengan yang terdapat dalam gambar tangkapan layar yang beredar.
Tempo pun menelusuri judul studi dalam gambar yang beredar itu, yakni "SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis length by 3 inches in some individuals", ke kolom pencarian situs New England Journal of Medicine. Namun, tidak ditemukan studi yang terbit di New England Journal of Medicine dengan judul tersebut.
Dilansir dari D etik.com, yang mengutip situs cek fakta Pesacheck, gambar tangkapan layar studi itu dibuat dengan alat "Break Your Own News" dengan tujuan parodi. Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia pun telah menyatakan informasi tersebut hoaks. "Mana ada jurnal ilmiah pakai bahasa seperti itu. Lagian vaksin kita bukan rekombinan," ujar Lucia pada 7 Januari 2021.
Isi berita di koran dalam foto yang beredar
Tempo menemukan berita yang identik dengan berita di koran dalam foto yang beredar, yang mengutip pernyataan Plt Direktur RSUD dr Moh. Saleh, Abraar Hs Kuddah. Berita ini dimuat oleh situs Koran Pantura pada 5 Januari 2021 dengan judul “Vaksin Bisa Perbesar Alat Vital? Satgas: Jangan Mudah Percaya”.
Jika dibaca secara menyeluruh, pernyataan Abraar dalam berita itu bermaksud mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai informasi yang tidak benar soal vaksin Covid-19. Salah satu informasi yang tidak benar yang dicontohkan oleh Abraar yakni soal vaksin bisa memperbesar alat kelamin.
Berikut sebagian isi berita yang dimuat oleh Koran Pantura tersebut:
Beredar banyak informasi tentang efek samping vaksin Covid-19 yang sudah dijalankan di beberapa negara. Namun, tidak semua informasi itu mengandung kebenaran. Plt Direktur RSUD Dr Moh. Saleh sekaligus jubir Satgas Covid-19 Kota Probolinggo dr Abraar HS Kuddah minta masyarakat tidak mudah percaya informasi seperti itu.
Dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Lelaki yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut disebutkan alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi.
Dokter Abraar yang juga CEO dari RS Dharma Husada Kota Probolinggo ini juga mengingatkan, berita-berita seperti itu tidak benar, karena belum ada warga yang divaksin di Indonesia sehingga terdampak. “Kalau memang warga harus divaksin, ya kita ikuti saja aturannya. Jangan takut, karena tidak mungkin pemerintah akan menjerumuskan warganya,” kata Abraar kepada sejumlah wartawan usai RDP.
Efek samping vaksin Sinovac
Dilansir dari Kompas.com, vaksin Covid-19 Sinovac yang tengah diuji klinis di Bandung selama lima bulan terakhir telah menunjukkan efek samping pada relawan. Ketua Tim Peneliti Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjajaran Kusnandi Rusmil mengatakan, selama lima bulan ini, vaksin Covid-19 dari Sinovac telah disuntikkan kepada 1.620 relawan berusia 18-59 tahun.
"Penyuntikan dosis sudah selesai pada tanggal 6 November dan pengambilan 14 hari pasca suntikan sudah selesai pada 20 November 2020," ujar Kusnandi di Bio Farma, Bandung, pada 30 Desember 2020. "Semua subyek dipantau efek samping yang dirasakan pasca-suntikan," katanya.
Kusnandi mengatakan, sejauh ini, efek samping yang timbul terbanyak pada para relawan adalah reaksi lokal, berupa nyeri pada tempat suntikan dengan intensitas mayoritas ringan. Kemudian, reaksi sistemik terbanyak yang dirasakan lainnya adalah pegal pada otot dengan mayoritas ringan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa sebuah jurnal Inggris menyebut vaksin Sinovac bisa membuat alat kelamin pria membesar hingga 3 inci, keliru. Gambar tangkapan layar yang menunjukkan sebuah studi dalam jurnal tersebut, yang menyatakan vaksin Covid-19 bisa membuat alat kelamin membesar, merupakan hasil suntingan. Gambar itu dibuat dengan tujuan sebagai humor.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://archive.vn/M8ynD
- https://bit.ly/3npHKPe
- https://www.nejm.org/search?q=COVID-19+Vaccine+has+shown+to+increase+penis+length&asug=
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5324630/viral-vaksin-covid-19-memperbesar-penis-bpom-hoax-lah
- https://koranpantura.com/sosial-budaya-dan-pariwisata/8466/vaksin-bisa-perbesar-alat-vital-satgas-jangan-mudah-percaya/
- https://bit.ly/3pTTRpo
- https://www.tempo.co/tag/sinovac
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-sinovac
(GFD-2021-6018) [SALAH] Video “Mereka lp akn kematian 6 orng.. Mrk melupakan semua itu.. Mrk asyik bersukaria”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/01/2021
Berita
Akun Om Teddy (fb.com/om.teddy.75) pada 5 Januari 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan Tri Risma Harini, atau yang akrab disapa Risma sedang berjoget dengan sejumlah orang ke grup Indonesia ONE dengan narasai sebagai berikut:
“Mereka lp akn kematian 6 orng.. Mrk melupakan semua itu.. Mrk asyik bersukaria.. Dia lp Di setiap pelosok dr sabang sampai merauke, bnyk yg kelaparan.. Ampunilah pemimpin kami ya allah dan jgn lah kau hukum kami atas kesalahan kami yg tdk bisa memilih pemimpin yg amanah,,, aamiin”
“Mereka lp akn kematian 6 orng.. Mrk melupakan semua itu.. Mrk asyik bersukaria.. Dia lp Di setiap pelosok dr sabang sampai merauke, bnyk yg kelaparan.. Ampunilah pemimpin kami ya allah dan jgn lah kau hukum kami atas kesalahan kami yg tdk bisa memilih pemimpin yg amanah,,, aamiin”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim adanya video Tri Risma Harini, atau yang akrab disapa Risma yang sedang berjoget disebut lupa akan kematian enam orang yang sedang menjadi sorotan, terkait penembakan 6 Laskar FPI adalah klaim yang salah.
Faktanya, video itu adalah video 31 Januari 2020, sebelum peristiwa yang menewaskan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di sekitar pintu Tol Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (7/12/2020).
Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube Antara Jatim pada 3 Februari 2020 dengan judul “Mendagri Nyanyi Gemu Famire, Risma Joget Maumere, Mahfud Md Ikutan”.
“Saat rakor Pemprov Jatim dan kepala daerah se-Jatim pada Jumat (31/1/2020) di Grand City, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berjoget maumere dengan iringan nyanyian dari mendagri Tito Karnavian. Saat asyik berjoget, Menkopolhukam Mahfud MD melintas dan ikut berjoget meski sebentar” tulis kanal Antara Jatim di kolom keterangannya. Kala itu, Risma masih menjadi Wali Kota Surabaya.
Sementara itu, kasus kematian 6 orang yang sedang menjadi sorotan, terkait penembakan 6 Laskar FPI. Kasus itu terjadi pada Senin 7 Desember 2020 di sekitar KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.
Dari sini dapat dipastikan, video Risma berjoget Maumere sama sekali tidak ada kaitannya dengan kematian tersebut. Jika dihitung mundur, Risma berjoget lebih awal 10 bulan 7 hari atau 311 hari ketimbang peristiwa tersebut.
Faktanya, video itu adalah video 31 Januari 2020, sebelum peristiwa yang menewaskan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di sekitar pintu Tol Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (7/12/2020).
Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube Antara Jatim pada 3 Februari 2020 dengan judul “Mendagri Nyanyi Gemu Famire, Risma Joget Maumere, Mahfud Md Ikutan”.
“Saat rakor Pemprov Jatim dan kepala daerah se-Jatim pada Jumat (31/1/2020) di Grand City, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berjoget maumere dengan iringan nyanyian dari mendagri Tito Karnavian. Saat asyik berjoget, Menkopolhukam Mahfud MD melintas dan ikut berjoget meski sebentar” tulis kanal Antara Jatim di kolom keterangannya. Kala itu, Risma masih menjadi Wali Kota Surabaya.
Sementara itu, kasus kematian 6 orang yang sedang menjadi sorotan, terkait penembakan 6 Laskar FPI. Kasus itu terjadi pada Senin 7 Desember 2020 di sekitar KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.
Dari sini dapat dipastikan, video Risma berjoget Maumere sama sekali tidak ada kaitannya dengan kematian tersebut. Jika dihitung mundur, Risma berjoget lebih awal 10 bulan 7 hari atau 311 hari ketimbang peristiwa tersebut.
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/DkqlM36b-video-risma-joget-ini-lagi-ramai-dihujat-simak-faktanya
- https://www.youtube.com/watch?v=tlok0aKmjtk
- https://jatim.antaranews.com/berita/348205/mendagri-nyanyi-gemu-famire-risma-berjoget-maumere
- https://tirto.id/6-orang-yang-ditembak-mati-polisi-laskar-fpi-pengawal-rizieq-shihab-f7Q4
(GFD-2021-6019) [SALAH] Terkait Drone China, Prabowo Mengatakan China Adalah Negara Sahabat
Sumber: twitter.comTanggal publish: 07/01/2021
Berita
Akun Twitter @cobeh09 men-tweet sebuah video yang memperlihatkan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mengatakan “kita masing-masing punya sikap ya kita harus mencari suatu solusi yang baiklah. Diujungnya saya kira kita bisa dapatkan solusi yang baik. Ya saya kira kita harus selesaikan dengan baik. Bagaimana pun China adalah negara sahabat,” cuplikan video tersebut diberi keterangan bahwa wilayah NKRI telah ternodai drone China namun Menteri Pertahanan mengatakan bahwa China adalah negara sahabat.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video tersebut merupakan video setahun lalu yang diunggah di Channel Youtube KOMPASTV pada 4 Januari 2020 lalu. Komentar tersebut dilontarkan saat adanya polemik China di Perairan Natuna.
Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (TNIAL) mengungkapkan benda mirip pesawat yang ditemukan nelayan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan sea glider atau kendaraan bawah laut nirawak. Alat itu tidak berfungsi untuk aktivitas intelijen.
“Alat ini banyak digunakan untuk keperluan survei atau mencari data oseanografi di laut, di bawah lautan. Ini bisa diakses melalui website oleh semua yang bisa mengakses data,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono saat memberikan keterangan resmi mengenai temuan sea glider di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Ancol, Jakarta.
Sehingga, klaim mengenai Prabowo yang mengatakan China adalah negara sahabat terkait drone China yang ditemukan di Sulawesi Selatan termasuk hoaks dengan kategori konten yang salah.
Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (TNIAL) mengungkapkan benda mirip pesawat yang ditemukan nelayan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan sea glider atau kendaraan bawah laut nirawak. Alat itu tidak berfungsi untuk aktivitas intelijen.
“Alat ini banyak digunakan untuk keperluan survei atau mencari data oseanografi di laut, di bawah lautan. Ini bisa diakses melalui website oleh semua yang bisa mengakses data,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono saat memberikan keterangan resmi mengenai temuan sea glider di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Ancol, Jakarta.
Sehingga, klaim mengenai Prabowo yang mengatakan China adalah negara sahabat terkait drone China yang ditemukan di Sulawesi Selatan termasuk hoaks dengan kategori konten yang salah.
Rujukan
Halaman: 6874/7940



