(GFD-2021-6091) [SALAH] Akun Facebook Bupati Klaten Sri Mulyani
Sumber: facebook.comTanggal publish: 14/01/2021
Berita
Terdapat pada Facebook akun Bupati Klaten Sri Mulyani.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, pada klatenkab.go.id, Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) Klaten Amin Mustofa, menegaskan sekaligus mengingatkan kepada warga masyarakat agar diabaikan terhadap akun yang mengatasnamakan Bupati Klaten Sri Mulyani tersebut.
“Tadi pagi (Selasa, 12/01/20) Bupati sudah menyampaikan pesan secara pribadi bahwa beliau tidak punya akun media sosial Facebook. Apalagi dengan nama Sri Mulyani. Untuk diketahui masyarakat kalau pemerintah dan Bupati Klaten tidak bertanggungjawab terhadap konten yang diposting di akun Facebook tersebut. Masyarakat untuk memblokir saja” terang Amin Mustofa kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo (Selasa, 12/01/20) dilansir dari klatenkab.go.id.
Amin menambahkan, Bupati Klaten saat ini hanya punya dua akun di media sosial yakni Twitter di alamat @yanisunarno dengan follower 9 ribu dan instagram @yani_sunarno dengan follower sekitar 44 ribu. Dipastikan akun Twitter dan Instagram tersebut milik pribadi Bupati Klaten Sri Mulyani
Dengan demikian akun Facebook yang mengatasnamakan Bupati Klaten Sri Mulyani adalah tidak benar sehingga hal ini masuk dalam kategori konten tiruan.
“Tadi pagi (Selasa, 12/01/20) Bupati sudah menyampaikan pesan secara pribadi bahwa beliau tidak punya akun media sosial Facebook. Apalagi dengan nama Sri Mulyani. Untuk diketahui masyarakat kalau pemerintah dan Bupati Klaten tidak bertanggungjawab terhadap konten yang diposting di akun Facebook tersebut. Masyarakat untuk memblokir saja” terang Amin Mustofa kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo (Selasa, 12/01/20) dilansir dari klatenkab.go.id.
Amin menambahkan, Bupati Klaten saat ini hanya punya dua akun di media sosial yakni Twitter di alamat @yanisunarno dengan follower 9 ribu dan instagram @yani_sunarno dengan follower sekitar 44 ribu. Dipastikan akun Twitter dan Instagram tersebut milik pribadi Bupati Klaten Sri Mulyani
Dengan demikian akun Facebook yang mengatasnamakan Bupati Klaten Sri Mulyani adalah tidak benar sehingga hal ini masuk dalam kategori konten tiruan.
Rujukan
(GFD-2021-8450) Keliru, Klaim Ini Video Pengangkatan Badan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 13/01/2021
Berita
Video yang diklaim sebagai video pengangkatan badan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 beredar di media sosial. Video ini menyebar tak lama setelah pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta Pontianak hilang kontak pada 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Di Facebook, video beserta klaim tersebut diunggah salah satunya oleh akun Ardian, tepatnya pada 10 Januari 2021. Akun ini menulis, "Pengangkatan badan pesawat (SJ 182)." Video berdurasi 24 detik itu berasal dari platform video pendek TikTok, yang diunggah oleh akun @sams_mj.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ardian yang memuat klaim keliru terkait video yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan toolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image tool Yandex dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut memperlihatkan pesawat Airbus A330 bekas yang sengaja ditenggelamkan di lepas pantai barat laut Turki sebagai tujuan wisata selam.
Video yang diunggah oleh akun Ardian telah mengalami suntingan, yakni dengan membalik video itu, sehingga badan pesawat terlihat ditarik dari dalam laut. Padahal, dalam video aslinya, pesawat tersebut sedang ditenggelamkan ke dalam laut.
Video penenggelaman pesawat Airbus A330 di lepas pantai barat laut Turki ini pernah dimuat oleh kantor berita BBC pada 14 Juni 2019 dengan judul “Turkish Airbus plane sunk for diving tourism”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa pesawat penumpang bekas itu sengaja ditenggelamkan di lepas pantai untuk menarik wisatawan selam.
Pesawat sepanjang 65 meter atau 213 kaki tersebut ditenggelamkan sedalam 30 meter di bawah permukaan Laut Aegea di lepas pantai Pelabuhan Ibrice, Edirne, Turki. Pejabat setempat berharap kawasan itu segera menjadi surga bagi para penyelam.
Video yang sama juga pernah diunggah ke YouTube oleh kanal DiveMagazine pada 18 Juni 2019 dengan judul “Turkey Airbus A330 Sinking Ibrice 14 June 2019”. Menurut DiveMagazine, pesawat itu ditenggelamkan hingga kedalaman sekitar 30 meter di Laut Aegea, sekitar 1 mil dari Pelabuhan Ibrice, dan bertujuan untuk memperluas wisata scuba diving ke daerah tersebut.
Kantor berita Turki Anadolu Agency pun pernah memberitakan pesawat Airbus A330 yang sengaja ditenggelamkan di lepas pantai Pelabuhan Ibrice itu. Menurut Ali Uysal, Wakil Gubernur Edirne, Teluk Saros di Laut Aegea sangat penting dalam hal pariwisata.
“Wisata scuba diving memiliki segmen pasar yang berbeda dari pariwisata pada umumnya,” kata Uysal, yang mencatat bahwa turis biasa menghasilkan pendapatan kurang dari 500-600 dolar, sementara turis yang datang untuk scuba diving menghasilkan 2-3 ribu dolar. “Untuk alasan ini, menurut saya, bidang yang ditenggelamkan dan terumbu buatan sangat penting,” ujarnya.
Pesawat tersebut melakukan penerbangan pertamanya pada 1995 dan pensiun pada 2018. Pesawat itu kemudian dibawa ke distrik Kesan di Edirne dari kota resor Mediterania di Antalya pada Maret 2019. Berbagai benda yang mewakili Perang Canakkale juga ditenggelamkan sebagai bagian dari proyek terumbu buatan.
Kondisi badan pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Berdasarkan arsip berita Tempo, tim gabungan pencari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta Pontianak yang hilang di perairan Kepulauan Seribu, pada 9 Januari 2021, akhirnya menemukan titik jatuhnya pesawat tersebut. Diketahui potongan pesawat ditemukan di kedalaman 23 meter.
Menurut Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Bagus Puruhito, pada 10 Januari 2021, tim SAR telah menemukan beberapa serpihan dan potongan dari Sriwijaya SJ 182. Serpihan itu tersebar di sejumlah lokasi di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.
Pada 11 Januari 2021, para penyelam Basarnas menemukan puing pesawat yang berukuran lebih besar dibandingkan dua hari pertama. Salah satunya adalah bagian kerangka pesawat dengan tulisan PK yang berukuran besar. Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 memiliki nomor registrasi PK-CLC.
Di hari keempat, pada 12 Januari 2021, tim SAR kembali menemukan sejumlah puing pesawat. Direktur Operasi Basarnas Brigadir Jenderal TNI (Mar) Rasman mengatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan pendalaman soal temuan itu, untuk penyelidikan penyebab pesawat jatuh.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video pengangkatan badan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, keliru. Video itu sudah mengalami penyuntingan. Video tersebut merupakan video pesawat Airbus A330 bekas yang sengaja ditenggelamkan di lepas pantai barat laut Turki sebagai tujuan wisatawa selam. Sriwijaya Air SJ 182 sendiri ditemukan tim SAR dalam kondisi yang sudah tidak utuh. Potongan dan serpihan badan pesawat tersebar di sejumlah lokasi di perairan Kepulauan Seribu.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/sriwijaya-air-sj-182
- https://archive.vn/zczKT
- https://www.tempo.co/tag/turki
- https://bbc.in/3nEe5C0
- https://bit.ly/2XAkhAt
- https://bit.ly/2Xz25ae
- https://nasional.tempo.co/read/1421912/sriwijaya-air-sj182-ditemukan-potongan-pesawat-terkubur-di-kedalaman-23-meter
- https://bisnis.tempo.co/read/1422290/evakuasi-sriwijaya-air-sj-182-hari-ketiga-puing-pesawat-ukuran-besar-ditemukan/full&view=ok
- https://metro.tempo.co/read/1422558/petugas-kembali-evakuasi-potongan-tubuh-dan-puing-pesawat-sriwijaya-air-sj182/full&view=ok
(GFD-2021-8451) Keliru, Klaim Ini Video Detik-detik Sebelum Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 13/01/2021
Berita
Video yang memperlihatkan suasana kepanikan penumpang di dalam sebuah pesawat viral di media sosial. Dalam video itu, terdengar pula suara penumpang yang berulang kali mengucapkan "Allahu Akbar". Video ini diklaim sebagai video detik-detik sebelum pesawat Sriwijaya Air jatuh.
Video tersebut beredar tak lama setelah pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB. Pesawat jenis Boeing 737-500 bernomor register PK-CLC ini diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Di Facebook, video beserta klaim tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Mas Gun Guriru pada 11 Januari 2021. Video itu berasal dari akun TikTok @barnabasccoll, diunggah pada 10 Januari 2021. Di TikTok, video tersebut telah dibagikan lebih dari 59,5 ribu kali dan disukai lebih dari 1 juta kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Mas Gun Guriru yang memuat klaim keliru terkait video yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video tersebut bukan video suasana kabin sebelum pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. Video itu memperlihatkan suasana di dalam pesawat Etihad Airways EY474 rute Abu Dhabi-Jakarta yang mengalami turbulensi cukup kuat pada 4 Mei 2016.
Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo mengambil gambar tangkapan layar video itu dan menelusurinya denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan sejumlah kanal YouTube milik media yang pernah mempublikasikan video tersebut.
Salah satunya adalah CBS Evening News, yang mengunggah video itu dengan durasi yang lebih panjang pada 5 Mei 2016. Dalam keterangannya, tertulis: “Pengalaman mengerikan di langit Indonesia, menimbulkan ketakutan yang sangat besar bagi penumpang pesawat Etihad Airlines. Penumpang mengkhawatirkan nyawa mereka saat pesawat mengalami turbulensi yang mengerikan.” Video ini berasal dari Dewi Rachmayani yang mengunggahnya di platform jurnalisme warga NET CJ.
Kanal CNN juga pernah memberitakan peristiwa itu, dan menyertakan video dari Dewi Rachmayani tersebut. Menurut laporan CNN, Dewi mengambil video tersebut dalam penerbangan pesawat Etihad Airways dari Abu Dhabi ke Jakarta saat turbulensi mengguncang kabin.
Laman Emirates247 pun pernah memberitakan turbulensi yang terjadi dalam penerbangan pesawat Etihad Airways EY474 rute Abu Dhabi-Jakarta pada 4 Mei 2016 tersebut. Menurut laman ini, "turbulensi tak terduga" itu terjadi selama 45 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
Namun, pesawat berhasil mendarat dengan selamat. Meskipun begitu, peristiwa tersebut menyebabkan 31 penumpang terluka. Sebanyak 22 penumpang dirawat oleh paramedis di bandara karena hanya menderita cedera ringan. Sementara sembilan penumpang lainnya mesti dilarikan ke rumah sakit di Jakarta.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video detik-detik sebelum pesawat Sriwijaya Air jatuh, keliru. Video itu memperlihatkan suasana di dalam pesawat Etihad Airways EY474 rute Abu Dhabi-Jakarta yang mengalami turbulensi cukup kuat pada 4 Mei 2016. Rekaman tersebut diambil oleh Dewi Rachmayani dan dipublikasikan di platform jurnalisme warga NET CJ sebelum dimuat ulang oleh sejumlah media.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/sriwijaya-air-sj-182
- https://archive.is/yJWXF
- https://www.tempo.co/tag/sriwijaya-air
- https://www.youtube.com/watch?v=Entl3Hv1OXQ
- https://www.youtube.com/watch?v=NWpRc07X_AU
- https://www.emirates247.com/news/emirates/31-hurt-as-turbulence-hits-etihad-flight-2016-05-05-1.629207
- https://www.tempo.co/tag/sriwijaya-air-jatuh
(GFD-2021-6073) [SALAH] Risma Joget Tanpa Menggunakan Masker
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/01/2021
Berita
“Breaking news
Ada hiburan joget dan dansa para pejabat, kenapa tidak pakai masker???.
Mereka begitu bahagia.”
Ada hiburan joget dan dansa para pejabat, kenapa tidak pakai masker???.
Mereka begitu bahagia.”
Hasil Cek Fakta
Beredar di Facebook video yang merekam Tri Rismaharini sedang berjoget dalam sebuah acara tanpa menggunakan masker. Video tersebut diunggah oleh Ali Mansur pada 6 Januari 2021.
Setelah ditelusuri, terdapat foto yang memperlihatkan Risma dengan baju yang sama dalam artikel antaranews.com berjudul “Mendagri nyanyi ” Gemuk Famire”, Risma berjoget Maumere” yang dimuat tanggal 31 Januari 2020. Dalam artikel tersebut ditemukan informasi Risma berjoget di sela Rapat Koordinasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur 2020 di Grand City Surabaya.
Video yang sama ditemukan pada kanal YouTube Antara Jatim dengan judul “Mendagri Nyanyi Gemu Famire, Risma Joget Maumere, Mahfud Md Ikutan” video yang berdurasi lebih panjang yaitu 3 menit 19 detik.
“Saat rakor Pemprov Jatim dan kepala daerah se-Jatim pada Jumat (31/1/2020) di Grand City, Walikota Surabaya Tri Rismaharini berjoget maumere dengan iringan nyanyian dari mendagri Tito Karnavian. Saat asyik berjoget, Menkopolhukam Masuk MD melintas dan ikut berjoget meski sebentar” dalam diskripsi video YouTube Antara Jatim pada 4 Februari 2020.
Pada tanggal 2 Maret 2020 Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan temuan kasus Covid-19 pertama di Indonesia.
Dengan demikian video Risma sedang berjoget tersebut diambil saat rapat koordinasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur 2020 di Grand City Surabaya pada 31 Januari 2020, sedangkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020 sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang salah.
Setelah ditelusuri, terdapat foto yang memperlihatkan Risma dengan baju yang sama dalam artikel antaranews.com berjudul “Mendagri nyanyi ” Gemuk Famire”, Risma berjoget Maumere” yang dimuat tanggal 31 Januari 2020. Dalam artikel tersebut ditemukan informasi Risma berjoget di sela Rapat Koordinasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur 2020 di Grand City Surabaya.
Video yang sama ditemukan pada kanal YouTube Antara Jatim dengan judul “Mendagri Nyanyi Gemu Famire, Risma Joget Maumere, Mahfud Md Ikutan” video yang berdurasi lebih panjang yaitu 3 menit 19 detik.
“Saat rakor Pemprov Jatim dan kepala daerah se-Jatim pada Jumat (31/1/2020) di Grand City, Walikota Surabaya Tri Rismaharini berjoget maumere dengan iringan nyanyian dari mendagri Tito Karnavian. Saat asyik berjoget, Menkopolhukam Masuk MD melintas dan ikut berjoget meski sebentar” dalam diskripsi video YouTube Antara Jatim pada 4 Februari 2020.
Pada tanggal 2 Maret 2020 Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan temuan kasus Covid-19 pertama di Indonesia.
Dengan demikian video Risma sedang berjoget tersebut diambil saat rapat koordinasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur 2020 di Grand City Surabaya pada 31 Januari 2020, sedangkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020 sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
Faktanya, video tersebut diambil saat rapat koordinasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur 2020 di Grand City Surabaya pada 31 Januari 2020 sedangkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020.
Faktanya, video tersebut diambil saat rapat koordinasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur 2020 di Grand City Surabaya pada 31 Januari 2020 sedangkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020.
Rujukan
Halaman: 6858/7940



