Akun Komandan Sarges She Halilintar (fb.com/komandan.halilintar) pada 1 Januari 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“Sadarlah Kebohongan sedang di lancarkan ke publik!!!
Reposted from @truthhunterid Tonton baik baik!
Perawat ketauan blunder
Silahkan simpulkan sendiri
Cawapres USA Kamala Harris disuntik va*sin disiarkan live di TV
_________________________________________
Follow
@truthhunterid
@truthhunterid
_________________________________________
#teluuur #vivalaresistance #covid19 #truthhunterid #tolakvaksin #joebiden #tolaknewworldorder #vaksincorona #tolak5g #gagalkannewworldorder #conspiracy #globalisasi #faktakonspirasi #donaldtrump #FuckNWO #pfizer #moderna #sinovac #pongrekundharma88#BebaskanJRXSID#savejrxsid #billgates#jrxmeme #fakepandemic #scamdemic #plandemic2020 #newworldorderagenda#bentapper”
(GFD-2021-6238) [SALAH] Video “Cawapres USA Kamala Harris disuntik va*sin disiarkan live di TV, Sadarlah Kebohongan sedang di lancarkan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/02/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa video momen ketika Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris menerima suntikan vaksin Covid-19 dari seorang petugas medis adalah bukti bukti kebohongan vaksinasi Covid-19 karena petugas medis itu terlihat melipat sebuah bagian yang terdapat di alat suntik dengan bantuan pegangan kursi yang diduduki Harris adalah klaim yang menyesatkan.
Faktanya, bagian berwarna merah muda yang terdapat di ujung alat suntik yang dilipat oleh petugas medis itu merupakan sebuah mekanisme keamanan pada alat suntik. Bagian ini berfungsi untuk melindungi pasien atau petugas medis dari cedera dan infeksi. Alat suntik berpengaman telah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade.
Dilansir dari Tempo, video tersebut memperlihatkan momen ketika Wapres AS Kamala Harris menerima vaksin Covid-19 pada 29 Desember 2020 dan disiarkan oleh sejumlah media. Salah satu media yang pernah mengunggah video itu adalah CNN, yakni ke kanal YouTube resminya. Menurut keterangan video tersebut, diketahui bahwa saat itu Harris menerima dosis pertama vaksin Moderna.
Video yang sama, dengan kualitas yang lebih baik, juga pernah diunggah ke YouTube oleh VOA News pada 30 Desember 2020. Dalam keterangannya, tertulis bahwa Harris, pada 29 Desember 2020, menerima dosis pertama vaksin Moderna di depan media secara langsung sebagai bagian dari upaya untuk meyakinkan publik AS bahwa vaksinasi itu aman. “Itu mudah! Terima kasih. Saya hampir tidak merasakannya,” kata Harris setelah menerima vaksin.
Namun, dalam video berkualitas tinggi yang dipublikasikan VOA News ini, ketika petugas medis mencabut bagian penutup alat suntik, terlihat secara jelas bahwa terdapat jarum di alat suntik tersebut. Setelah vaksin disuntikkan, petugas medis itu memang tampak melipat sebuah bagian yang terdapat di ujung alat suntik dengan bantuan lengan kursi yang diduduki Harris. Bagian alat suntik yang dilipat itu berwarna merah muda.
Tapi, seperti dilansir dari France24, bagian alat suntik berwarna merah muda yang tampak berbahan plastik itu merupakan sebuah mekanisme keamanan. Bagian tersebut membantu memastikan bahwa baik pasien atau petugas medis tidak melukai dirinya sendiri secara tidak sengaja akibat jarum suntik selama proses penyuntikan.
Penjelasan serupa dimuat oleh World Today News, yang mengutip AFP. Bagian berwarna merah muda itu sebenarnya adalah mekanisme keamanan yang sudah cukup umum diterapkan dalam alat suntik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan penggunaan bagian semacam ini yang “menekan dan menutup jarum suntik sepenuhnya setelah proses penyuntikan” untuk mencegah pengguna melukai dirinya sendiri secara tidak sengaja dan akhirnya membuat dirinya terpapar risiko infeksi.
Sebelum Kamala Harris menjalani vaksinasi Covid-19, pada pertengahan Desember 2020, isu mengenai jarum palsu ini telah beredar, terutama sejak vaksin Covid-19 diluncurkan di Inggris dan AS. Salah satunya adalah klaim yang dilengkapi dengan video milik BBC yang memperlihatkan vaksinasi Covid-19. Video tersebut diklaim sebagai “bukti” alat suntik yang digunakan untuk vaksinasi palsu.
Menurut penjelasan BBC, rekaman tersebut menunjukkan petugas medis yang menggunakan alat suntik berpengaman, di mana jarum suntik dimasukkan ke dalam bagian tubuh alat suntik setelah digunakan. Alat suntik berpengaman telah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade. Mekanisme keamanan yang diterapkan dalam alat suntik itu melindungi petugas medis dan pasien dari cedera dan infeksi.
Faktanya, bagian berwarna merah muda yang terdapat di ujung alat suntik yang dilipat oleh petugas medis itu merupakan sebuah mekanisme keamanan pada alat suntik. Bagian ini berfungsi untuk melindungi pasien atau petugas medis dari cedera dan infeksi. Alat suntik berpengaman telah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade.
Dilansir dari Tempo, video tersebut memperlihatkan momen ketika Wapres AS Kamala Harris menerima vaksin Covid-19 pada 29 Desember 2020 dan disiarkan oleh sejumlah media. Salah satu media yang pernah mengunggah video itu adalah CNN, yakni ke kanal YouTube resminya. Menurut keterangan video tersebut, diketahui bahwa saat itu Harris menerima dosis pertama vaksin Moderna.
Video yang sama, dengan kualitas yang lebih baik, juga pernah diunggah ke YouTube oleh VOA News pada 30 Desember 2020. Dalam keterangannya, tertulis bahwa Harris, pada 29 Desember 2020, menerima dosis pertama vaksin Moderna di depan media secara langsung sebagai bagian dari upaya untuk meyakinkan publik AS bahwa vaksinasi itu aman. “Itu mudah! Terima kasih. Saya hampir tidak merasakannya,” kata Harris setelah menerima vaksin.
Namun, dalam video berkualitas tinggi yang dipublikasikan VOA News ini, ketika petugas medis mencabut bagian penutup alat suntik, terlihat secara jelas bahwa terdapat jarum di alat suntik tersebut. Setelah vaksin disuntikkan, petugas medis itu memang tampak melipat sebuah bagian yang terdapat di ujung alat suntik dengan bantuan lengan kursi yang diduduki Harris. Bagian alat suntik yang dilipat itu berwarna merah muda.
Tapi, seperti dilansir dari France24, bagian alat suntik berwarna merah muda yang tampak berbahan plastik itu merupakan sebuah mekanisme keamanan. Bagian tersebut membantu memastikan bahwa baik pasien atau petugas medis tidak melukai dirinya sendiri secara tidak sengaja akibat jarum suntik selama proses penyuntikan.
Penjelasan serupa dimuat oleh World Today News, yang mengutip AFP. Bagian berwarna merah muda itu sebenarnya adalah mekanisme keamanan yang sudah cukup umum diterapkan dalam alat suntik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan penggunaan bagian semacam ini yang “menekan dan menutup jarum suntik sepenuhnya setelah proses penyuntikan” untuk mencegah pengguna melukai dirinya sendiri secara tidak sengaja dan akhirnya membuat dirinya terpapar risiko infeksi.
Sebelum Kamala Harris menjalani vaksinasi Covid-19, pada pertengahan Desember 2020, isu mengenai jarum palsu ini telah beredar, terutama sejak vaksin Covid-19 diluncurkan di Inggris dan AS. Salah satunya adalah klaim yang dilengkapi dengan video milik BBC yang memperlihatkan vaksinasi Covid-19. Video tersebut diklaim sebagai “bukti” alat suntik yang digunakan untuk vaksinasi palsu.
Menurut penjelasan BBC, rekaman tersebut menunjukkan petugas medis yang menggunakan alat suntik berpengaman, di mana jarum suntik dimasukkan ke dalam bagian tubuh alat suntik setelah digunakan. Alat suntik berpengaman telah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade. Mekanisme keamanan yang diterapkan dalam alat suntik itu melindungi petugas medis dan pasien dari cedera dan infeksi.
Kesimpulan
Bagian berwarna merah muda yang terdapat di ujung alat suntik yang dilipat oleh petugas medis itu merupakan sebuah mekanisme keamanan pada alat suntik. Bagian ini berfungsi untuk melindungi pasien atau petugas medis dari cedera dan infeksi. Alat suntik berpengaman telah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1220/keliru-klaim-video-kamala-harris-yang-disuntik-ini-bukti-kebohongan-vaksinasi-covid-19
- https://www.youtube.com/watch?v=Jd-icfkZJf8
- https://www.youtube.com/watch?v=mjIBPmJ8uE0
- https://observers.france24.com/en/americas/20210108-was-there-really-no-needle-when-kamala-harris-got-vaccinated-for-covid-19-look-again
- https://www.world-today-news.com/yes-the-syringe-used-to-vaccinate-kamala-harris-was-fitted-with-a-needle/
- https://www.bbc.com/news/live/world-55345020
(GFD-2021-6239) [SALAH] Video “Anda Harus Tahu Kebenaran ada Jarum Suntik/Spuit Palsu Dipersiapkan untuk Para Pemimpin Dunia”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/02/2021
Berita
Akun Jend Widodo Purbalingga (fb.com/jendwidodo.purbalingga) pada 15 Januari 2021 mengunggah sebuah video ke grup PASUKAN ELITE INDONESIA dengan narasi sebagai berikut:
“Anda Harus Tahu Kebenaran ada Jarum Suntik/Spuit Palsu Dipersiapkan untuk Para Pemimpin Dunia”
“Anda Harus Tahu Kebenaran ada Jarum Suntik/Spuit Palsu Dipersiapkan untuk Para Pemimpin Dunia”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ada video bukti adanya jarum suntik atau spuit palsu yang disiapkan untuk para pemimpin dunia adalah klaim yang menyesatkan.
Faktanya, alat suntik yang terlihat dalam video itu hanyalah alat peraga untuk film yang merupakan potongan dari video milik Scott Reeder, ahli alat peraga untuk film dan serial televisi. Dua video lainnya yang digunakan di unggahan menyesatkan sebenarnya memperlihatkan tokoh masyarakat disuntik vaksin influenza di tahun 2019 bukan vaksin Covid-19.
Dilansir dari AFP, video pertama sebenarnya menunjukkan ahli pembuat prop Scott Reeder yang memperlihatkan bagaimana jarum suntik yang bisa ditarik masuk dan prop pentas lainnya di video ini, yang diunggah pada tanggal 2 September 2020 di akun TikToknya. Dia juga mengunggah video yang sama di akun Instagramnya pada tanggal 15 September 2020.
Dilansir dari Tempo, Scott Reeder adalah ahli prop atau alat peraga untuk film dan serial televisi. Dalam video ini, Reeder memperlihatkan sejumlah alat peraga, yakni alat suntik, pisau, dan alat pemecah es. Reeder telah bergelut dengan alat peraga sejak 1989, ketika ia berusia 19 tahun. Pada 2001, dia menjadi master alat peraga bersertifikat, yang berarti dia mengawasi akuisisi dan penggunaan alat peraga untuk film dan acara televisi besar.
Video Reeder lalu dipotong dan digantikan video kedua dengan teks yang berbunyi: “Suntikan palsu ini telah dilaku(k)an kepada beberapa pemimpin dunia untuk meyakinkan masy(a)rakat agar mau disuntik vaksin covid-19.”
Berdasarkan penelusuran Tempo, video ini merupakan potongan dari video berita yang ditayangkan oleh CP24, stasiun televisi Kanada yang berbasis di Toronto, Ontario, pada 15 Desember 2020. Video tersebut memperlihatkan dimulainya program vaksinasi Covid-19 di Kanada. Terdapat sejumlah orang yang menerima suntikan vaksin Covid-19, salah satunya seorang wanita berbaju merah muda. Namun, dalam video ini, terlihat dengan jelas bahwa jarum suntik menembus lengan wanita berbaju merah muda itu.
Wanita berseragam merah muda dalam video tersebut diidentifikasi sebagai Cecile Lasco, pekerja pendukung dari The Rekai Centre, fasilitas perawatan jangka panjang.
Video kedua itu juga dipotong dan lalu menampilkan video ketiga yang memperlihatkan Christine Elliott, menteri kesehatan provinsi Ontario di Kanada.
Teks dalam bahasa Inggris yang ditempelkan ke video jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Menteri Kesehatan Ontario Mempromosikan Vaksin Flu… Tetapi kenapa dia cekikikan … lol soalnya JARUMNYA PALSU.” Video sebenarnya direkam di tahun 2019 dan memperlihatkan Elliot menerima suntikan flu rutin, bukan vaksin Covid-19.
Video ini pernah dimuat oleh CTV News dalam beritanya yang berjudul “Ontarians urged to get their flu shots this year”. Elliott pun pernah mengunggah foto ketika ia menerima suntikan vaksin flu pada 30 Oktober 2019 tersebut di akun Twitter pribadinya. Ia menerima vaksinasi itu di Apotek Rexall, Women’s College Hospital.
Setahun sebelumnya, Elliott juga menerima suntikan vaksin flu. Video ketika Elliott menjalani vaksinasi flu ini pernah diunggah oleh Ontario News Now pada 30 Oktober 2018. Dalam video tersebut, terlihat dengan jelas jarum dari alat suntik yang digunakan untuk Elliott.
Video ketiga itu kemudian terpotong dan digantikan oleh adegan para pembawa acara dari Fox & Friends, acara berita pagi di jaringan Fox News yang berbasis di AS, mendapatkan vaksinasi.
Teks dalam bahasa Inggris di adegan di video itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai: “Jangan merasa bersalah Canucks. Pembawa acara Fox news Brian Kilmeade terjebak dalam penipuan yang sama.”
Foto pembawa acara Fox News Brian Kilmeade saat divaksinasi tersebut merupakan gambar tangkapan layar dari video berita yang ditayangkan oleh Fox News pada 16 September 2019. Video ini juga memperlihatkan ketika Kilmeade menerima suntikan vaksin flu, bukan vaksin Covid-19. Dalam video itu, terlihat dengan jelas jarum dari alat suntik yang digunakan untuk Klimeade.
Faktanya, alat suntik yang terlihat dalam video itu hanyalah alat peraga untuk film yang merupakan potongan dari video milik Scott Reeder, ahli alat peraga untuk film dan serial televisi. Dua video lainnya yang digunakan di unggahan menyesatkan sebenarnya memperlihatkan tokoh masyarakat disuntik vaksin influenza di tahun 2019 bukan vaksin Covid-19.
Dilansir dari AFP, video pertama sebenarnya menunjukkan ahli pembuat prop Scott Reeder yang memperlihatkan bagaimana jarum suntik yang bisa ditarik masuk dan prop pentas lainnya di video ini, yang diunggah pada tanggal 2 September 2020 di akun TikToknya. Dia juga mengunggah video yang sama di akun Instagramnya pada tanggal 15 September 2020.
Dilansir dari Tempo, Scott Reeder adalah ahli prop atau alat peraga untuk film dan serial televisi. Dalam video ini, Reeder memperlihatkan sejumlah alat peraga, yakni alat suntik, pisau, dan alat pemecah es. Reeder telah bergelut dengan alat peraga sejak 1989, ketika ia berusia 19 tahun. Pada 2001, dia menjadi master alat peraga bersertifikat, yang berarti dia mengawasi akuisisi dan penggunaan alat peraga untuk film dan acara televisi besar.
Video Reeder lalu dipotong dan digantikan video kedua dengan teks yang berbunyi: “Suntikan palsu ini telah dilaku(k)an kepada beberapa pemimpin dunia untuk meyakinkan masy(a)rakat agar mau disuntik vaksin covid-19.”
Berdasarkan penelusuran Tempo, video ini merupakan potongan dari video berita yang ditayangkan oleh CP24, stasiun televisi Kanada yang berbasis di Toronto, Ontario, pada 15 Desember 2020. Video tersebut memperlihatkan dimulainya program vaksinasi Covid-19 di Kanada. Terdapat sejumlah orang yang menerima suntikan vaksin Covid-19, salah satunya seorang wanita berbaju merah muda. Namun, dalam video ini, terlihat dengan jelas bahwa jarum suntik menembus lengan wanita berbaju merah muda itu.
Wanita berseragam merah muda dalam video tersebut diidentifikasi sebagai Cecile Lasco, pekerja pendukung dari The Rekai Centre, fasilitas perawatan jangka panjang.
Video kedua itu juga dipotong dan lalu menampilkan video ketiga yang memperlihatkan Christine Elliott, menteri kesehatan provinsi Ontario di Kanada.
Teks dalam bahasa Inggris yang ditempelkan ke video jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Menteri Kesehatan Ontario Mempromosikan Vaksin Flu… Tetapi kenapa dia cekikikan … lol soalnya JARUMNYA PALSU.” Video sebenarnya direkam di tahun 2019 dan memperlihatkan Elliot menerima suntikan flu rutin, bukan vaksin Covid-19.
Video ini pernah dimuat oleh CTV News dalam beritanya yang berjudul “Ontarians urged to get their flu shots this year”. Elliott pun pernah mengunggah foto ketika ia menerima suntikan vaksin flu pada 30 Oktober 2019 tersebut di akun Twitter pribadinya. Ia menerima vaksinasi itu di Apotek Rexall, Women’s College Hospital.
Setahun sebelumnya, Elliott juga menerima suntikan vaksin flu. Video ketika Elliott menjalani vaksinasi flu ini pernah diunggah oleh Ontario News Now pada 30 Oktober 2018. Dalam video tersebut, terlihat dengan jelas jarum dari alat suntik yang digunakan untuk Elliott.
Video ketiga itu kemudian terpotong dan digantikan oleh adegan para pembawa acara dari Fox & Friends, acara berita pagi di jaringan Fox News yang berbasis di AS, mendapatkan vaksinasi.
Teks dalam bahasa Inggris di adegan di video itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai: “Jangan merasa bersalah Canucks. Pembawa acara Fox news Brian Kilmeade terjebak dalam penipuan yang sama.”
Foto pembawa acara Fox News Brian Kilmeade saat divaksinasi tersebut merupakan gambar tangkapan layar dari video berita yang ditayangkan oleh Fox News pada 16 September 2019. Video ini juga memperlihatkan ketika Kilmeade menerima suntikan vaksin flu, bukan vaksin Covid-19. Dalam video itu, terlihat dengan jelas jarum dari alat suntik yang digunakan untuk Klimeade.
Kesimpulan
Alat suntik yang terlihat dalam video itu hanyalah alat peraga untuk film yang merupakan potongan dari video milik Scott Reeder, ahli alat peraga untuk film dan serial televisi. Dua video lainnya yang digunakan di unggahan menyesatkan sebenarnya memperlihatkan tokoh masyarakat disuntik vaksin influenza di tahun 2019 bukan vaksin Covid-19.
Rujukan
- https://periksafakta.afp.com/video-prop-film-dan-vaksin-flu-digunakan-untuk-membuat-klaim-yang-salah-bahwa-vaksinasi-covid-19
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1221/keliru-jarum-suntik-palsu-di-video-ini-disiapkan-untuk-vaksinasi-covid-19-elite-global
- https://www.tiktok.com/@scottpropandroll/video/6867716542566599942
- https://www.instagram.com/p/CFKGiKmlFn7/
- https://www.insider.com/tiktok-how-movie-tv-props-made-behind-the-scenes-video-2020-9
- https://www.cp24.com/video?clipId=2100706
- https://toronto.ctvnews.ca/ontarians-urged-to-get-their-flu-shots-this-year-1.4662324
- https://twitter.com/celliottability/status/1189572290981302272
- https://www.youtube.com/watch?v=4gXP6vfOSaY
- https://video.foxnews.com/v/6086707986001#sp=show-clips
(GFD-2021-6217) [SALAH] Akun Facebook Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor
Sumber: facebook.comTanggal publish: 31/01/2021
Berita
Beredar akun Facebook Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dengan nama pengguna “Isran Noor”. Akun tersebut menggunakan foto profil, Gubernur Isran Noor saat melakukan salam komando bersama Menteri Pertahanan RI yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan latar gambar Jenderal Besar Soedirman, serta memiliki pertemanan sebanyak 160.
Hasil Cek Fakta
Dari penelusuran diketahui akun tersebut palsu. Dikutip dari laman Facebook Pemprov Kaltim, Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim HM Syafranuddin, mengklarifikasi bahwa Gubernur Isran Noor tidak membuat akun pribadi di Facebook dan media sosial lainnya.
“Kepada masyarakat Kaltim dan Indonesia dimana pun berada, kami ingin mengklarifikasi bahwa akun Facebook atas nama Isran Noor itu adalah palsu. Gubernur Isran Noor tidak pernah membuat akun pribadi di Facebook dan media sosial lainnya,” kata Syafranuddin pada Kamis (21/1/2021).
Syafranuddin menambahkan, agar tidak melayani atau merespon akun palsu tersebut, apalagi jika meminta bantuan uang atau bentuk lainnya. Dari penelusuran di atas, akun Facebook Isran Noor masuk kategori Konten Tiruan atau Imposter Content.
“Kepada masyarakat Kaltim dan Indonesia dimana pun berada, kami ingin mengklarifikasi bahwa akun Facebook atas nama Isran Noor itu adalah palsu. Gubernur Isran Noor tidak pernah membuat akun pribadi di Facebook dan media sosial lainnya,” kata Syafranuddin pada Kamis (21/1/2021).
Syafranuddin menambahkan, agar tidak melayani atau merespon akun palsu tersebut, apalagi jika meminta bantuan uang atau bentuk lainnya. Dari penelusuran di atas, akun Facebook Isran Noor masuk kategori Konten Tiruan atau Imposter Content.
Rujukan
(GFD-2021-6218) [SALAH] SMS Berhadiah 100 Juta Dari Telkomsel
Sumber: smsTanggal publish: 31/01/2021
Berita
Beredar SMS yang menyatakan penerima sms tersebut mendapat hadiah sebesar Rp100 juta dari pihak Telkomsel. Dalam pesan SMS tersebut terdapat tautan yang mengarahkan ke laman x-telkomsel[dot]webnote[dot]com.
Slmt..@nda dapat 100jt dari T-E-L-K-O-M-S-E-L KODE ID Anda (257r477) Info klik https://bit.ly/x-telkomsel
100 juta
100 jt
100 jt telkomsel
Slmt..@nda dapat 100jt dari T-E-L-K-O-M-S-E-L KODE ID Anda (257r477) Info klik https://bit.ly/x-telkomsel
100 juta
100 jt
100 jt telkomsel
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari merdeka.com, VP Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati menjelaskan, segala informasi dari Telkomsel untuk pelanggan, baik mengenai program, layanan produk, ataupun promosi berhadiah, selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi. Seperti melalui surat, pemberitaan di media massa nasional, informasi di GraPARI terdekat atau di Call Center Telkomsel, serta website resmi perusahaan.
“Satu-satunya website korporasi Telkomsel yang memberikan informasi resmi terkait program, layanan produk ataupun promosi berhadiah secara transparan dan jelas kepada pelanggan, yaitu www.telkomsel.com,” papar Adita kepada merdeka.com melalui keterangan tertulis, Minggu (15/3).
Mengacu pada laman resmi Telkomsel, yakni telkomsel.com, untuk melaporkan penipuan mengatasnamakan Telkomsel bisa melalui layanan call center 24 jam di nomor 188. Selain itu, bisa melaporkan melalui SMS pengaduan ke nomor 1166 dengan format PENIPUAN#NO. MSISDN PENIPU#ISI SMS PENIPUAN. Atau, bisa melaporkan melalui surat elektronik ke cs@telkomsel.co.id, bisa mention melalui facebook.com/telkomsel, dan mention melalui twitter di @telkomsel.
Berdasarkan penjelasan itu, maka konten SMS tersebut masuk ke dalam kategori Konten Palsu.
“Satu-satunya website korporasi Telkomsel yang memberikan informasi resmi terkait program, layanan produk ataupun promosi berhadiah secara transparan dan jelas kepada pelanggan, yaitu www.telkomsel.com,” papar Adita kepada merdeka.com melalui keterangan tertulis, Minggu (15/3).
Mengacu pada laman resmi Telkomsel, yakni telkomsel.com, untuk melaporkan penipuan mengatasnamakan Telkomsel bisa melalui layanan call center 24 jam di nomor 188. Selain itu, bisa melaporkan melalui SMS pengaduan ke nomor 1166 dengan format PENIPUAN#NO. MSISDN PENIPU#ISI SMS PENIPUAN. Atau, bisa melaporkan melalui surat elektronik ke cs@telkomsel.co.id, bisa mention melalui facebook.com/telkomsel, dan mention melalui twitter di @telkomsel.
Berdasarkan penjelasan itu, maka konten SMS tersebut masuk ke dalam kategori Konten Palsu.
Rujukan
Halaman: 6824/7945



