(GFD-2021-6905) [SALAH] Video Said Aqil Dibaptis Atas Nama Yesus Di Gereja
Sumber: youtube.comTanggal publish: 10/05/2021
Berita
“BERITA TERBARU ~SAID AQIL DI BAPTIS ATAS NAMA YESUS DI GREJA~!!!NEWS TERKINI”
Hasil Cek Fakta
Sebuan Channel youtube bernama CYBER UMMAT mengunggah video dengan judul “BERITA TERBARU ~SAID AQIL DI BAPTIS ATAS NAMA YESUS DI GREJA~!!!NEWS TERKINI” pada 12 april 2021. Video berdurasi 13 menit tersebut berisikan potongan video Said Aqil berada di sebuah Gereja, serta terdapat juga dalam video tersebut beberapa foto para ustadz.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim pada judul video tersebut yang menyebut bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dibaptis adalah salah. Dilansir dari medcom.id, video itu merupakan kunjungan Said di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan Said itu dilakukan pascaledakan di depan gereja tersebut. Said menyampaikan duka atas ledakan yang terjadi.
Dilansir dari beritasatu.com, Kedatangan PBNU ke Gereja Katedral Makassar ini bertujuan memberikan dukungan moral untuk jemaat umat katolik di Makasar tidak down dan terus bersemangat membangun toleransi.
Dalam kunjungan tersebut, PBNU memberikan bantuan kemanusiaan berupa uang tunai kepada korban bom Gereja Katedral Makasar.
“PBNU bersama warga NU (Nahdlatul Ulama) mengutuk terhadap teror bom di Gereja Katedral Makasar ini, tidak usah takut hanya tetap meningkatkan kewaspadaan, tapi tidak usah takut mari kita rapatkan barisan semakin insaniyah semakin harmonis satu sama lain,” kata KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim pada judul video tersebut yang menyebut bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dibaptis adalah salah. Dilansir dari medcom.id, video itu merupakan kunjungan Said di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan Said itu dilakukan pascaledakan di depan gereja tersebut. Said menyampaikan duka atas ledakan yang terjadi.
Dilansir dari beritasatu.com, Kedatangan PBNU ke Gereja Katedral Makassar ini bertujuan memberikan dukungan moral untuk jemaat umat katolik di Makasar tidak down dan terus bersemangat membangun toleransi.
Dalam kunjungan tersebut, PBNU memberikan bantuan kemanusiaan berupa uang tunai kepada korban bom Gereja Katedral Makasar.
“PBNU bersama warga NU (Nahdlatul Ulama) mengutuk terhadap teror bom di Gereja Katedral Makasar ini, tidak usah takut hanya tetap meningkatkan kewaspadaan, tapi tidak usah takut mari kita rapatkan barisan semakin insaniyah semakin harmonis satu sama lain,” kata KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya.
Kesimpulan
Bukan dibaptis. Video itu merupakan kunjungan Said Aqil di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan Said itu dilakukan pascaledakan di depan gereja tersebut. Said menyampaikan duka atas ledakan yang terjadi.
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/0k8RxWLN-cek-fakta-video-penampakan-ketum-pbnu-said-aqil-dibaptis-ini-faktanya
- https://www.beritasatu.com/nasional/758845/kunjungi-gereja-katedral-makassar-ketua-pbnu-jangan-takut-tetap-perkuat-toleransi
- https://rakyatku.com/read/198631/kunjungi-gereja-katedral-makassar-ketua-pbnu-doakan-para-korban-bom-bunuh-diri
(GFD-2021-6892) [SALAH] Video “BERITA TERKINI ~ TAK DISANGKA SANGKA, DEKLARASI GANJAR 2024, LANGSUNG DISAMBUT PEMECATAN DARI PDIP”
Sumber: youtube.comTanggal publish: 09/05/2021
Berita
“BERITA TERKINI ~ TAK DISANGKA SANGKA, DEKLARASI GANJAR 2024, LANGSUNG DISAMBUT PEMECATAN DARI PDIP”
Hasil Cek Fakta
Kanal Youtube Saka Nusantara mengunggah video berjudul “BERITA TERKINI ~ TAK DISANGKA SANGKA, DEKLARASI GANJAR 2024, LANGSUNG DISAMBUT PEMECATAN DARI PDIP” pada 8 Mei 2021. Pada bagian thumbnailsnya bertuliskan “MESRA DENGAN ANIES MEGAWATI PECAT GANJAR DARI PDIP TAKTIK JAHAT…! DEMI PUAN CATATAN HITAM GANJAR DI UMBAR KEPUBLIK.”
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa isi video tersebut merupakan pembacaan berita dari artikel berjudul “Bappilu PDIP Sindir Ganjar: Siapa yang Minta Bertempur? Bu Mega Belum Kasih Sinyal” yang tayang di merdeka.com pada 6 Mei 2021. Di dalam artikel itu tidak ada pernyataan terkait pemecataan Ganjar Pranowo dari PDIP.
Artikel itu hanya membahas pernyataan Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto terkait wacana Ganjar maju sebagai Calon Presiden di tahun 2024 dari PDIP. Bambang menyatakan bahwa Ganjar Pranowo belum masuk pertimbangan sebagai calon presiden. Selain itu, ia menyatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum memberikan sinyal kepada dirinya untuk memenangkan Ganjar di Pilpres 2024.
“Itu tidak hanya pertarungan udara, sementara yang lain belum bertempur. Siapa yang minta bertempur? Bu Mega belum kasih sinyal,” kata Bambang di DPR, Kamis (6/5).
Dengan demikian, konten video yang diunggah kanal Youtube Saka Nusantara masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa isi video tersebut merupakan pembacaan berita dari artikel berjudul “Bappilu PDIP Sindir Ganjar: Siapa yang Minta Bertempur? Bu Mega Belum Kasih Sinyal” yang tayang di merdeka.com pada 6 Mei 2021. Di dalam artikel itu tidak ada pernyataan terkait pemecataan Ganjar Pranowo dari PDIP.
Artikel itu hanya membahas pernyataan Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto terkait wacana Ganjar maju sebagai Calon Presiden di tahun 2024 dari PDIP. Bambang menyatakan bahwa Ganjar Pranowo belum masuk pertimbangan sebagai calon presiden. Selain itu, ia menyatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum memberikan sinyal kepada dirinya untuk memenangkan Ganjar di Pilpres 2024.
“Itu tidak hanya pertarungan udara, sementara yang lain belum bertempur. Siapa yang minta bertempur? Bu Mega belum kasih sinyal,” kata Bambang di DPR, Kamis (6/5).
Dengan demikian, konten video yang diunggah kanal Youtube Saka Nusantara masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Tidak ada pernyataan pemecatan Ganjar Pranowo dari PDIP dalam video. Diketahui isi video hanya menarasikan artikel berjudul “Bappilu PDIP Sindir Ganjar: Siapa yang Minta Bertempur? Bu Mega Belum Kasih Sinyal” yang tayang di merdeka.com pada 6 Mei 2021.
Rujukan
(GFD-2021-6893) [SALAH] “Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli..Kau Ini Siapa? Ini Indonesia,Bukan Negaramu Yaman,Tahu Kamu?”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/05/2021
Berita
“Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli.. Kau Ini Siapa? Ini Indonesia, Bukan Negaramu Yaman,Tahu Kamu?”
Hasil Cek Fakta
Beredar informasi di media sosial dari akun Facebook Ferry Ansyah berupa sebuah tangkapan layar dengan headline berita “Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli..Kau Ini Siapa? Ini Indonesia,Bukan Negaramu Yaman,Tahu Kamu?”. Postingan tersebut disukai 10 kali, dikomentari 19 kali dan disebarkan kembali 9 kali.
Berdasarkan penelusuran, artikel dengan judul yang mirip adalah artikel yang dipublikasi oleh wartaekonomi.co.id pada 16 April 2021 dengan judul “Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli…”, terlihat ternyata headline atau judul dari artikel tersebut telah dimodifikasi dan ditambahkan dari judul sebenarnya.
Melihat dari penjelasan tersebut, artikel berjudul “Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli..Kau Ini Siapa? Ini Indonesia,Bukan Negaramu Yaman,Tahu Kamu?” adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang dimanipulasi/Manipulated Content.
Berdasarkan penelusuran, artikel dengan judul yang mirip adalah artikel yang dipublikasi oleh wartaekonomi.co.id pada 16 April 2021 dengan judul “Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli…”, terlihat ternyata headline atau judul dari artikel tersebut telah dimodifikasi dan ditambahkan dari judul sebenarnya.
Melihat dari penjelasan tersebut, artikel berjudul “Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli..Kau Ini Siapa? Ini Indonesia,Bukan Negaramu Yaman,Tahu Kamu?” adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang dimanipulasi/Manipulated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang dimodifikasi. Judul sebenarnya adalah “Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli…” yang dipublikasi oleh wartaekonomi.co.id.
Informasi yang dimodifikasi. Judul sebenarnya adalah “Rizieq Kena Lagi, Sekarang Giliran PKB: Dengar Bib, Hukum Berlaku Buat Semua, Tak Peduli…” yang dipublikasi oleh wartaekonomi.co.id.
Rujukan
(GFD-2021-6894) [SALAH] Video Warga India Menyerang Kendaraan Tenaga Medis dan Menolak PCR
Sumber: twitter.comTanggal publish: 09/05/2021
Berita
[diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia]
“Pemerintah kepada para warga: “Ini saatnya kalian melakukan tes COVID-PCR…”
Warga India kepada Pemerintah:”
PCR Swab
“Pemerintah kepada para warga: “Ini saatnya kalian melakukan tes COVID-PCR…”
Warga India kepada Pemerintah:”
PCR Swab
Hasil Cek Fakta
Pengguna Twitter dengan nama pengguna philosopherssto mengunggah sebuah tautan video yang menunjukkan sekelompok warga tengah menyerang sebuah mobil berwarna putih pada 1 Mei 2021 lalu. Unggahan tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa penyerangan tersebut merupakan bentuk penolakan warga untuk melakukan tes PCR.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut sebenarnya merupakan video warga di Bhadrak, India, yang menyerang mobil polisi untuk melampiaskan kemarahan mereka setelah seorang remaja warga sekitar yang diduga telah disiksa oleh polisi saat proses interogasi ditemukan tewas karena bunuh diri pada 13 Januari 2021 lalu. Video serupa sebelumnya telah diunggah oleh akun Facebook media India, Pratinidhi Odia, pada 13 Januari 2021 yang lalu.
Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs AFP dengan judul artikel “Indian Villagers Are Not ‘Rebelling against Covid-19 testing’ in Social Media Video”.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Twitter dengan nama pengguna philosopherssto tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut sebenarnya merupakan video warga di Bhadrak, India, yang menyerang mobil polisi untuk melampiaskan kemarahan mereka setelah seorang remaja warga sekitar yang diduga telah disiksa oleh polisi saat proses interogasi ditemukan tewas karena bunuh diri pada 13 Januari 2021 lalu. Video serupa sebelumnya telah diunggah oleh akun Facebook media India, Pratinidhi Odia, pada 13 Januari 2021 yang lalu.
Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs AFP dengan judul artikel “Indian Villagers Are Not ‘Rebelling against Covid-19 testing’ in Social Media Video”.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Twitter dengan nama pengguna philosopherssto tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Video tersebut sebenarnya merupakan video warga di Bhadrak, India, yang menyerang mobil polisi untuk melampiaskan kemarahan mereka setelah seorang remaja warga sekitar yang diduga telah disiksa oleh polisi saat proses interogasi ditemukan tewas karena bunuh diri pada 13 Januari 2021 lalu.
Video tersebut sebenarnya merupakan video warga di Bhadrak, India, yang menyerang mobil polisi untuk melampiaskan kemarahan mereka setelah seorang remaja warga sekitar yang diduga telah disiksa oleh polisi saat proses interogasi ditemukan tewas karena bunuh diri pada 13 Januari 2021 lalu.
Rujukan
Halaman: 6810/8128



