• (GFD-2021-8528) Keliru, Klaim Ini Video Israel Tembaki Masjid Palestina

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 05/03/2021

    Berita


    Video pendek yang diklaim sebagai video ketika Israel menembak menara masjid Palestina beredar di YouTube pada 3 Maret 2021. Dalam video itu, terlihat sebuah menara masjid yang diberondong oleh tembakan berulang kali. Selain suara senapan, terdengar pula suara azan dalam video tersebut.
    Kanal ini mengunggah video berdurasi 2 menit itu dengan judul "Tentara Israel Tembak Menara Mesjid Palestina". Dalam keterangannya, kanal tersebut menulis, "Tentera Israil(LAKNATULLOH ALAHI) menembaki menara masjid Pelastina ketika azan di kumandang kan namun tetap berdiri tidak tumbang dan terbakar."
    Gambar tangkapan layar unggahan di YouTube yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim Cek Fakta Tempo, video yang diunggah oleh kanal tersebut adalah video lama. Peristiwa dalam video itu terjadi pada 2008. Peristiwa tersebut pun bukan peristiwa penembakan menara masjid Palestina yang dilakukan oleh tentara Israel.
    Untuk memeriksa klaim itu, Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa gambar tangkapan layar video yang sama pernah dipublikasikan oleh situs yang berbasis di Turki, Timeturk, pada 24 Maret 2008.
    Situs tersebut memberikan keterangan bahwa peristiwa dalam gambar itu terjadi saat tentara Amerika Serikat menembaki menara sebuah masjid di Irak. Tembakan dengan senapan mesin berat selama beberapa menit ini dilaporkan menghancurkan beberapa menara.
    Ketika itu, video dari peristiwa tersebut juga beredar di YouTube. Salah satu kanal, Michael Moore, mengunggah video kejadian itu pada 16 Maret 2008 dengan judul "Marinir AS Menembak Masjid Tanpa Alasan". Kanal ini pun memberikan keterangan sebagai berikut:
    “Kesaksian Cpl. (Kopral) Jon M. Turner (3/8 Kilo Company, Peleton 1, Korps Marinir AS) pada tanggal 15 Maret 2008, termasuk dua video penembakan pasukan Turner di masjid-masjid tanpa alasan, suatu pelanggaran terhadap hukum internasional.”
    Penyerangan itu terjadi di tengah invasi AS ke Irak sejak 20 Maret 2003 yang melibatkan sekitar 200 ribu tentara. Meskipun menerima kecaman global dan tidak mendapatkan otorisasi dari PBB, AS, yang didukung oleh pasukan dari Inggris, Australia, dan Polandia, meluncurkan Operasi Kebebasan Irak karena menganggap Saddam Hussein, yang oleh AS disebut diktator, menyembunyikan senjata pemusnah massal.
    Pada 1 Mei 2003, Presiden AS George W. Bush menyatakan "misi sudah tercapai" saat berpidato di kapal induk USS Abraham Lincoln. Pasukan AS berhasil menangkap Saddam tanpa insiden berarti pada 13 Desember, dalam persembunyiannya di sebuah lubang 2,5 meter di daerah pertanian Tikrit, Baghdad. Ia dihukum gantung pada 2006. Tapi senjata pemusnah massal yang menjadi dasar untuk melancarkan serangan tak pernah ditemukan.
    Bush awalnya memenangkan dukungan publik dan politik yang luas untuk melakukan serangan terhadap Baghdad. Tapi pendapat itu berubah setelah perang berlarut-larut. Meskipun Bush menyebut misi telah tercapai pada 2003, perang belum sepenuhnya berakhir.
    Secara resmi, invasi Irak dinyatakan berakhir usai pasukan terakhir AS pergi dari negara itu pada 15 Desember 2011. Mereka terlibat dalam perang selama sepuluh tahun, delapan bulan, tiga minggu, dan empat hari di negara yang berada di belahan bumi lain, yang berjarak ribuan kilometer dari rumahnya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video ketika tentara Israel menembak menara masjid Palestina, keliru. Video itu adalah video lama, yang menunjukkan penembakan masjid di Irak oleh tentara AS pada 2008.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-6467) [SALAH] Video “Detik – detik GUS IDRIS DITEMBAK ORANG TAK DIKENAL SAAT LIVE STREAMING”

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 04/03/2021

    Berita

    Beredar video berjudul “Detik – detik GUS IDRIS DITEMBAK ORANG TAK DIKENAL SAAT LIVE STREAMING” yang diunggah oleh kanal Youtube AFU Formosa (http://bit.ly/3uVQsdg) pada 28 Februari 2021.

    Di kolom komentar, beberapa warganet menuliskan komentar sebagai berikut:

    Ube Oso : “Innalillahi wa innaillaihi roji’un… Moga Allah segera melaknatnya .. Ummat Islam segera merapatkan barisan krn gak bisa berharap pd rezim ini untuk keselamtan para Ulama Khair yg ada.”

    Tetty Juliaty: “Ya Allah , masukkanlha alm Gus Idris ke surga indahmu….balas lha kejahatan mereka …kejamnya manusia penemmbak ini…”

    Darmi Laelastri: “Seperti yg sengaja di giring untuk di tembak… Ko ada yg vidioin..?”

    FiNA: “Bagaimana kita berharap kpd rezim. Bukankah ini adalah ulah rezim?”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa Gus Idris ditembak merupakan klaim yang keliru.

    Faktanya, bukan ditembak. Gus Idris membantah bahwa peristiwa dalam video live streaming pada 28 Februari 2021 itu adalah peristiwa penembakan. Menurut Gus Idris, serangan yang terjadi ketika itu merupakan serangan spiritual.

    Dilansir dari Tempo, ditemukan bahwa video itu merupakan potongan dari video live streaming yang disiarkan oleh kanal YouTube milik Gus Idris, Gus Idris Official, pada 28 Februari 2021. Video tersebut berjudul “[Live] Kalahkan Kekuatan Dayang Nyi Ronggeng Gus Idris: ‘Jangan Kasih Ampun Mamaz Karyo Bersamaku'”.

    Tempo kemudian menelusuri video lain yang diunggah oleh kanal Gus Idris Official. Pada 2 Maret 2021, kanal ini kembali menyiarkan sebuah video live streaming yang berjudul “(Live) Penjelasan Gus Idris Al-Marbawy atas Isu Penembakan”. Dalam video tersebut, Idris membantah bahwa peristiwa dalam video live streaming pada 28 Februari 2021 adalah peristiwa penembakan. “Bukan, bukan penembakan,” katanya.

    Menurut Gus Idris, serangan yang terjadi ketika itu merupakan serangan spiritual. Terkait suara letusan yang terdengar dalam video tersebut, Idris mengatakan sedang menyelidiknya. “Itu adalah murni serangan sihir. Di video memang ada suara tembakan, itu yang aneh. Kita masih selidiki, kok bisa mirip banget kayak tembakan. InsyaAllah, 100 persen bukan penembakan. Itu tembakan sihir, bukan manusia pelakunya,” ujarnya.

    Juru bicara Gus Idris, Ian Firdaus, yang menemani Idris dalam video tersebut, juga mengatakan bahwa tidak ada bekas tembakan di tubuh Idris. Menurut dia, jika Idris mengalami penembakan, pihaknya pasti telah melaporkan hal itu ke polisi. Namun, Ian juga meminta maaf karena, setelah kejadian, ia tidak memberi kabar ke orang-orang terdekatnya dan Idris. Ketika itu, usai kejadian, ia menemani Idris melakukan ritual tapa geni di sebuah sungai di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

    Gus Idris pun menyampaikan permohonan maafnya dalam video tersebut. “Dua hari kita menghilang untuk menenangkan diri. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila membuat Anda khawatir, cemas. Tidak ada unsur kesengajaan,” katanya. Idris pun menuturkan bahwa, saat ini, kondisinya baik-baik saja. “Ada beberapa kendala sedikit, kurang enak di badan. Tapi saya baik-baik saja,” ujarnya.

    Pihak kepolisian juga telah memberikan penjelasan terkait video yang diklaim sebagai video penembakan Gus Idris. Dilansir dari CNN Indonesia, pada 2 Maret 2021, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Gatot Repli Handoko, memastikan bahwa klaim tersebut hoaks. Kesimpulan itu diambil setelah penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menelusuri unggahan video di kanal YouTube bernama Anggsri.

    “Ada dua unggahan video, yang pertama hari Senin (1 Maret 2021), pukul 22.30 WIB malam, video itu menceritakan bahwa Gus Idris ditembak oleh orang tidak dikenal,” katanya. Namun, sehari setelahnya, kanal itu kembali mengunggah video yang menyatakan Idris tidak tertembak dan dalam keadaan baik-baik saja. Berdasarkan fakta tersebut, pihaknya memastikan bahwa kabar tertembaknya Gus Idris adalah informasi bohong.

    Dilansir dari Kumparan, Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Hendri Umar menuturkan bahwa jajarannya juga telah mengklarifikasi kabar penembakan terhadap Gus Idris. Berdasarkan penyelidikan, tidak terjadi penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal. “Gus Idris tidak pernah tertembak dan tidak pernah mengalami luka apapun. Saya sudah bertemu langsung dengan Gus Idris, dan tidak ada sama sekali bekas luka tembak,” ujar Hendri saat mendatangi Pondok Pesantren Thoriqul Jannah pada 2 Maret 2021.

    Di tempat yang sama, Gus Idris juga memberikan pernyataan bahwa dirinya tidak pernah menyebut kata penembakan dalam videonya. “Saya, Idris Al-Marbawi, alhamdulilah sehat wal afiat. Yang ingin saya sampaikan bahwa tidak ada unsur penembakan. Karena saya, dalam video, tidak mengeluarkan pernyataan penembakan,” katanya. Menurut dia, pernyataan soal adanya penembakan dilontarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

    Juru bicara Gus Idris, Ian Firdaus, menyatakan hal serupa, bahwa pihaknya tidak pernah memberikan pernyataan soal adanya penembakan. “Yang menyampaikan penembakan itu bukanlah akun dari kami,” tuturnya. Namun, menurut dia, kabar ini menjadi simpang siur karena baik dirinya maupun Idris tidak bisa dihubungi beberapa hari setelah kejadian. “Yang jadi masalah memang baik dari Gus maupun saya tidak ada kabar beberapa hari. Sehingga orang-orang berkesimpulan bahwa Gus Idris ditembak dan segala macam,” katanya.

    Kesimpulan

    BUKAN ditembak. Gus Idris membantah bahwa peristiwa dalam video live streaming pada 28 Februari 2021 itu adalah peristiwa penembakan. Menurut Gus Idris, serangan yang terjadi ketika itu merupakan serangan spiritual.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6468) [SALAH] Seorang WNI Jadi Imam Masjidil Haram Mekkah

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 04/03/2021

    Berita

    Beredar postingan di Twitter oleh akun bernama @IffahAlqadrie, yang telah membagikan sebuah video berdurasi 2 menit 9 detik, memperlihatkan seorang yang diklaim sebagai WNI telah menjadi Imam salat Tarawih dan Subuh di Masjidil Haram, Mekkah. Postingan tersebut mendapat likes sebanyak 15 ribu dan telah dibagikan di media Twitter 4,8 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran terkait, WNI yang ada dalam video tersebut bukan menjadi Imam di Masjidil Haram, Mekkah, melainkan hanya diundang untuk membaca ayat Al-Quran sebagaimana yang sudah ditampilkan dalam video.

    Dilansir dari kumparan.com, Juru Bicara Duta Besar Indonesia di Saudi Arabia Muhammad Murrajab menyatakan, klaim bahwa WNI dalam video telah menjadi Imam Masjidil Haram adalah hoaks. Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, tidak ada yang menyebutkan bahwa WNI tersebut telah menjadi Imam.

    “Saya pastikan informasi tersebut adalah hoaks. Melihat video dan mendengar suara yang ada di video sama sekali tidak ada yang mengindikasikan informasi seperti dalam cuitan di atas (Twitter),” ujar Murrajab pada kumparan, Selasa (2/3).

    Mujarrab juga menambahkan, bahwa WNI yang ada di video diundang untuk membaca ayat Al-Quran. Diketahui bahwa, acara yang berlangsung saat itu adalah kegiatan pembukaan Tahfizhul Qur’an di Kota Mekah yang berlangsung pada 12 Ramadan 1439. Dalam Video tersebut tampak sejumlah Imam Besar Masjidil Haram, salah satunya Syekh Abdurrahman As-Sudais.

    Lebih lanjut, video dengan narasi yang sama pernah beredar di tahun 2018. Dikutip dari kumparan.com, informasi tersebut telah telah dibantah oleh Kabiro Humas Kementerian Agama Mastuki.

    “Tapi (yang bersangkutan) ini bukan menjadi Imam Masjidil Haram. Yang bersangkutan, Ashal itu bukan imam Masjidil Haram, tapi Imam Masjid Birrul Walidain di Makkah, di Makkah kan banyak masjid,” kata Mastuki kepada kumparan.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim akun @IffahAlqadrie adalah HOAKS dan termasuk kategori FALSE CONTEXT.

    Kesimpulan

    Bukan jadi Imam salat. Faktanya, WNI yang bernama Ashal Yanti Bin Juhri Bakri Al-Banjarihanya diundang untuk membaca ayat Al-Quran di Masjidil Haram, Mekkah.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6469) [SALAH] Video Menara Masjid di Palestina Ditembaki Tentara Israel

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 04/03/2021

    Berita

    Beredar video melalui pesan WhatsApp yang menunjukkan sebuah menara masjid yang diberondong tembakan ketika sedang mengumandangkan adzan. Video tersebut juga disertai narasi yang menyatakan bahwa aksi penembakan tersebut dilakukan oleh tentara Israel terhadap menara masjid di Palestina.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video menara masjid di Palestina yang ditembaki oleh tentara Israel, melainkan menara masjid di Irak yang ditembaki oleh Korps Marinir Amerika Serikat pada bulan Maret 2008 yang lalu. Video yang sama telah diunggah oleh kanal YouTube Michael Moore pada 16 Maret 2008, dengan judul video “WINTER SOLDIER: U.S. Marines Fire on Mosques Unprovoked”.

    Dengan demikian, narasi yang beredar melalui pesan WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Video tersebut bukan merupakan video menara masjid di Palestina yang ditembaki oleh tentara Israel, melainkan menara masjid di Irak yang ditembaki oleh Korps Marinir Amerika Serikat pada bulan Maret 2008 yang lalu.

    Rujukan