• (GFD-2021-6484) [SALAH] Kadrun Jangan Sholat di Masjid Hadiah Pangeran Arab untuk Jokowi di Solo

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/03/2021

    Berita

    “Kita gak boleh ikut sholat gaes.. Mau di pakek cebong sam klompotanya… Arabd benci tapi hadiah di embat. Sumpah gak tau malu tuh si jokowi…dan komplotan nya”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Jaenudinngaciro Plongaplongo mengunggah gambar hasil tangkapan layar. Gambar itu memperlihatkan sebuah masjid dan terdapat narasi “Mewah, Inilah Desain Masjid Hadiah Pangeran Arab untuk Jokowi di Solo, Sabtu Besok Mulai Dibangun, Kalau Bisa Kadrun Jangan Sholat Di Sini, Sebab Mengganggu”.

    Berdasarkan hasil penelusuran, gambar tersebut adalah hasil tangkapan layar artikel yang kemudian diedit dengan menambahkan redaksi di bagian judul. Ditemukan artikel serupa pada solo.tribunnews.com berjudul “Mewah, Inilah Desain Masjid Hadiah Pangeran Arab untuk Jokowi di Solo, Sabtu Besok Mulai Dibangun” diunggah pada 3 Maret 2021, 17:55.

    Masjid dalam gambar tersebut adalah masjid Shaikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, yang nantinya desain masjid ini menjadi desain masjid hadiah Pangeran UEA untuk Jokowi yang akan berdiri di Gilingan Solo.

    Dengan demikian, gambar hasil tangkapan layar seperti pada unggahan akun Facebook Jaenudinngaciro Plongaplongo adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).

    Gambar editan. Ditemukan artikel serupa pada solo.tribunnews.com berjudul “Mewah, Inilah Desain Masjid Hadiah Pangeran Arab untuk Jokowi di Solo, Sabtu Besok Mulai Dibangun” diunggah pada 3 Maret 2021, 17:55.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6485) [SALAH] Pesan Berantai Video “Potensi Bahaya Vaksin COVID-19”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 07/03/2021

    Berita

    program vaksinasi yang saat ini sedang berlangsung. Video tentang respon imun ADE (Antibody-dependent Enhancement)
    Bahaya vaksin corona

    ADE Vaksin
    Bahaya vaksin covid 19

    Hasil Cek Fakta

    Sebelumnya pada 12 Oktober 2020, Kusnandi Rusmil (Guru Besar Fakultas Kedokteran & Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Unpad) mengklarifikasi: “Hingga saat ini belum ada bukti terjadinya ADE (pada kandidat vaksin COVID-19). Kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin tetap harus dilakukan,”

    Dijelaskan oleh CHOP (Children’s Hospital of Philadelphia): “Baik penyakit COVID-19 maupun vaksin COVID-19 baru tidak menunjukkan bukti penyebab ADE. Orang yang terinfeksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, kemungkinan tidak mengembangkan ADE setelah terpapar berulang. Ini juga berlaku untuk virus korona lainnya. Demikian pula, penelitian vaksin di laboratorium dengan hewan atau uji klinis pada manusia belum menemukan bukti ADE.”

    Referensi dari PubMed.gov: “Mungkinkah vaksin COVID-19 membuat manusia peka terhadap infeksi terobosan yang bergantung pada antibodi (ADE)? Ini tidak mungkin karena penyakit virus corona pada manusia tidak memiliki atribut klinis, epidemiologis, biologis, atau patologis dari penyakit ADE yang dicontohkan oleh virus dengue (DENV). Berbeda dengan DENV, SARS dan MERS CoVs terutama menginfeksi epitel pernapasan, bukan makrofag. Penyakit parah berpusat pada orang tua dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya dan bukan pada bayi atau individu dengan infeksi virus corona sebelumnya. Tantangan virus hidup pada hewan yang diberi vaksin SARS atau MERS menghasilkan reaksi hipersensitivitas vaksin (VAH), serupa dengan yang terjadi pada manusia yang diberi vaksin campak atau virus pernapasan yang tidak aktif. Vaksin COVID-19 yang aman dan efektif harus menghindari VAH.”

    Selain itu, video yang sama hasil suntingan dengan tambahan narasi “rakyat akan dibunuh vaksin Cina” sudah pernah diperiksa sebelumnya

    Kesimpulan

    Isu yang sebelumnya sudah diklarifikasi, disebarkan kembali berkaitan dengan program vaksinasi yang saat ini sedang berlangsung. Video tentang respon imun ADE (Antibody-dependent Enhancement), yang berdasarkan hasil penelitian hingga saat ini TIDAK ditemukan karena penyakit virus corona pada manusia TIDAK memiliki atribut klinis, epidemiologis, biologis, atau patologis dari penyakit ADE.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6477) [SALAH] Pemberian Vaksin Covid-19 oleh Badan Litbangkes

    Sumber: Tangkapan layar
    Tanggal publish: 06/03/2021

    Berita

    Telah beredar surat elektronik (surel) yang mengatasnamakan Bagian Informasi, Publikasi, dan Diseminasi (IPD) Sekretariat Badan Litbang Kesehatan terkait pendaftaran untuk pemberian vaksin Covid-19 untuk seluruh WNI dan WNA yang jangka panjang tinggal di Indonesia.

    Dalam surel tersebut juga dijelaskan bahwa sebelum mendapatkannya masyarakat harus mendaftar melalui email ipd-balit-bangkes@litbang.kemkes.go.id.

    Narasi:

    “Pemerintah Indonesia memberika vaksin Covid-19 gratis bagi seluruh WNI dan orang asing yang jangka panjang tinggal di Indonesia. Vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bertahap karena pasokan vaksin terbatas. Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan kami mohon anda memeriksa Panduan Kesehatan (lampiran 1), dst”.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, Badan Litbangkes menyatakan bahwa surel tersebut adalah hoaks, hal itu disampaikannya melalui media sosial Twitter @litbangkemenkes pada 3 Maret 2021.

    “Sehubungan dengan beredarnya surat elektronik yang mengatasnamakan Bagian Informasi, Publikasi, dan Diseminasi (IPD) Sekretariat Badan Litbangkes yang berisi pemberian vaksin Covid-19, kami sampaikan bahwa Badan Litbangkes tdk melakukan program pemberian Vaksin ya. #HOAX.”

    Badan Litbangkes tidak pernah mengirimkan pesan melalui email ipd-balitbangkes@litbang.kemkes.go.id dan saat ini akun email tersebut bukan email resmi Badan Litbangkes yang digunakan untuk hubungan eksternal. Berdasarkan Permenkes No. 64 tahun 2015, IPD bukan lagi struktur yang ada di Sekretariat Badan Litbangkes.

    Badan Litbangkes juga mengimbau untuk mengabaikan apabila menerima pesan-pesan ataupun hal lainnya yang mengatasnamakan Badan Litbangkes melalui akun email tersebut.

    Dengan demikian, surel yang mengatasnamakan Badan Litbangkes adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Badan Litbangkes menyatakan bahwa surel tersebut adalah hoaks dan Badan Litbangkes tidak melakukan program pemberian vaksin Covid-19, hal itu disampaikannya melalui media sosial Twitter @litbangkemenkes pada 3 Maret 2021.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6478) [SALAH] Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo Meninggal Dunia

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 06/03/2021

    Berita

    Beredar pada pesan berantai whatsapp sebuah informasi yang ucapan belasungkawa atas meninggalnya mantan Gubernur Jatim Ir Soekarwodinoto CES atau Pakde Karwo.

    [NARASI]:

    “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roo’jiuun.., Allahummaghfirlahuu warhamhuu wa’afihi wa’fu’anhuu.. Turut Berbela Sungkawa atas meninggalnya Bpk. Ir. Soekarwodinoto, CES, ( Pakde Karwo mantan Gubernur Jatim) semoga Almarhum diampuni salah, khilaf & dosa²nya, diterima seluruh amal ibadahnya & diberi tempat yg terbaik disisi NYA…_ Bagi keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, serta keikhlasan dlm ketentuan NYA Aamiin³ yaa robbal’aalamiin.. Al-Fatihah“

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, dialnsir dari detik.com, saat dikonfirmasi kepada Anom Surahno, yang merupakan salah satu orang dekat Soekarwo. Pria yang juga menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur menyebut, kabar itu tidak benar alias hoaks.

    “Nggak, hoaks itu. Pakde alhamdulillah sehat wal afiat,” ujar Anom saat dihubungi detikcom.

    Menurut Anom, kabar meninggalnya Ir Soekarwodinoto, CES itu memang benar. Tapi bukan Soekarwo mantan Gubernur Jatim.

    “Iya itu namanya Seokarwodinoto, pejabat Kabupaten Banyuwangi. Yang meninggal betul Soekarwodinoto, tapi itu insinyur. Tapi yang berita di WhatsApp itu ada kurungnya, itu keliru,” jelasnya.

    “Yang meninggal itu namanya benar Soekarwodinoto CES. Kalau Pakde Karwo kan Dr Soekarwo SH M.hum,” imbuh Anom.

    Terpisah, Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden Agus Widodo juga menegaskan informasi yang menyebut Soekarwo meninggal dunia adalah hoaks. Menurutnya, Soekarwo dalam keadaan sehat wal afiat.

    Rujukan