Sebuah video yang diklaim penampakan perempuan misterius berambut panjang saat pencarian korban di sungai beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan oleh channel YouTube NEWS TV pada 22 Maret 2021.
Video tersebut berjudul "Viralđź’Ą Penampakan Perempuan Rambut Panjang saat Pencarian Korban di Sungai". Dalam video berdurasi 1 menit 44 detik itu, memperlihatkan sejumlah petugas tengah menyusuri sungai. Terdapat sosok penampakan perempuan berambut panjang dalam video tersebut.
"Video yang memperlihatkan sosok wanita berambut panjang saat pencarian korban kecelakaan di Bali viral di media sosial.
Perlu diketahui sebelumnya, petugas dari Basarnas Bali tengah melakukan pencarian terhadap Ni Komang Ayu Ardani (37).
Korban diketahui mengalami kecelakaan di Tukad (Sungai) Petanu, disekitar Goa Gajah, Ubud, Gianyar, Bali
Video pencarian menjadi bahan perbicangan setelah diunggah akun media sosial (medsos) Tribun Bali pada Sabtu 20 Maret 2021," tulis channel YouTube NEWS TV.
Video yang disebarkan channel YouTube NEWS TV telah 6.402 kali ditonton dan mendapat beberapa respons warganet.
(GFD-2021-6580) [SALAH] Video Penampakan Perempuan Misterius Saat Evakuasi Korban di Sungai
Sumber: YouTubeTanggal publish: 24/03/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim penampakan perempuan misterius berambut panjang saat pencarian korban di sungai.
Penelusuran dilakukan dengan memasukan kata kunci "perempuan misterius evakuasi korban di sungai" di kolom pencarian situs berbagi video YouTube. Hasilnya terdapat beberapa video serupa yang diunggah beberapa channel YouTube.
Satu di antaranya video berjudul "Heboh Penampakan Wanita Rambut Panjang yang Terekam Ikut Pencarian Korban Kecelakaan, Ini Faktanya" yang dimuat channel YouTube Tribunnews.com pada 22 Maret 2021.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa sosok perempuan berambut panjang itu adalah salah seorang relawan asal Meksiko, yang ikut turun membantu dalam pencarian Ni Komang Ayu Ardani di sekitaran Goa Gajah, Gianyar.
Hal itu disampaikan Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, Anak Agung Alit Supartana. Relawan itu datang dan ikut membantu oencarian Ni Komang Ayu Ardani. WN asing itu diketahui tinggal di sebuah vila dekat lokasi pencarian. Wanita itu lantas membantu pencarian saat guide-nya memberitahu adanya korban kecelakaan.
Penelusuran dilakukan dengan memasukan kata kunci "perempuan misterius evakuasi korban di sungai" di kolom pencarian situs berbagi video YouTube. Hasilnya terdapat beberapa video serupa yang diunggah beberapa channel YouTube.
Satu di antaranya video berjudul "Heboh Penampakan Wanita Rambut Panjang yang Terekam Ikut Pencarian Korban Kecelakaan, Ini Faktanya" yang dimuat channel YouTube Tribunnews.com pada 22 Maret 2021.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa sosok perempuan berambut panjang itu adalah salah seorang relawan asal Meksiko, yang ikut turun membantu dalam pencarian Ni Komang Ayu Ardani di sekitaran Goa Gajah, Gianyar.
Hal itu disampaikan Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, Anak Agung Alit Supartana. Relawan itu datang dan ikut membantu oencarian Ni Komang Ayu Ardani. WN asing itu diketahui tinggal di sebuah vila dekat lokasi pencarian. Wanita itu lantas membantu pencarian saat guide-nya memberitahu adanya korban kecelakaan.
Kesimpulan
Video yang diklaim penampakan perempuan misterius berambut panjang saat pencarian korban di sungai ternyata tidak benar.
Faktanya, sosok yang dianggap misterius itu ternyata relawan asal Meksiko yang turut membantu pencarian korban kecelakaan di sekitaran Goa Gajah, Gianyar, Bali.
Faktanya, sosok yang dianggap misterius itu ternyata relawan asal Meksiko yang turut membantu pencarian korban kecelakaan di sekitaran Goa Gajah, Gianyar, Bali.
Rujukan
(GFD-2021-6581) [SALAH] Foto “HRS Jelas Didzolimi, Tangan Dipelintir Oleh Petugas Hingga Lebam”
Sumber: youtube.comTanggal publish: 24/03/2021
Berita
Beredar video berjudul “GEMPAR!!! – TANGAN HABIB RIZIEK DIPELINTIR UNTUK MENGHADIRI PERSIDANGAN HINGGA TERKILIR DAN LEBAM” yang diunggah oleh kanal Youtube TITIK TUMPU pada 19 Maret 2021.
Pada gambar thumbnail video ini, terdapat foto HRS sedang mengepalkan tangan dan pergelangan tangannya tampak berwarna merah dan terdapat narasi “# REZIM SENGAJA INGIN MENGHABISI HABIB RIZIEK, HRS JELAS DIDZOLIMI TANGAN DIPELINTIR OLEH PETUGAS HINGGA LEBAM.”
Pada gambar thumbnail video ini, terdapat foto HRS sedang mengepalkan tangan dan pergelangan tangannya tampak berwarna merah dan terdapat narasi “# REZIM SENGAJA INGIN MENGHABISI HABIB RIZIEK, HRS JELAS DIDZOLIMI TANGAN DIPELINTIR OLEH PETUGAS HINGGA LEBAM.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa tangan HRS dipelintir oleh petugas untuk menghadiri persidangan hingga terkilir dan lebam merupakan klaim yang dimanipulasi.
Faktanya, foto itu merupakan foto editan dengan menambahkan warna merah pada tangan HRS. Foto asli memperlihatkan suasana HRS saat tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu 12 Desember 2020. Pada foto itu tidak terlihat pergelangan HRS mengalami lebam atau memar.
Dilansir dari Medcom, foto yang identik diunggah salah satunya diunggah oleh situs Okezone pada Sabtu 12 Desember 2020 12:56 WIB dengan keterangan “Habib Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya (Foto: Ari Sandita)”
Sementara itu, foto yang seolah memperlihatkan tangan Rizieq dipelintir merupakan suasana saat kasus Rizieq sudah masuk persidangan pada pertengahan Maret 2021. Di antaranya seperti diunggah Kanal YouTube Kompas TV pada 19 Maret 2021. Tidak ada laporan atau hasil pemeriksaan resmi bahwa tangan Rizieq benar dipelintir petugas. Pula tidak ada hasil pemeriksaan resmi dari pihak kedokteran terkait kondisi tangan Rizieq.
Faktanya, foto itu merupakan foto editan dengan menambahkan warna merah pada tangan HRS. Foto asli memperlihatkan suasana HRS saat tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu 12 Desember 2020. Pada foto itu tidak terlihat pergelangan HRS mengalami lebam atau memar.
Dilansir dari Medcom, foto yang identik diunggah salah satunya diunggah oleh situs Okezone pada Sabtu 12 Desember 2020 12:56 WIB dengan keterangan “Habib Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya (Foto: Ari Sandita)”
Sementara itu, foto yang seolah memperlihatkan tangan Rizieq dipelintir merupakan suasana saat kasus Rizieq sudah masuk persidangan pada pertengahan Maret 2021. Di antaranya seperti diunggah Kanal YouTube Kompas TV pada 19 Maret 2021. Tidak ada laporan atau hasil pemeriksaan resmi bahwa tangan Rizieq benar dipelintir petugas. Pula tidak ada hasil pemeriksaan resmi dari pihak kedokteran terkait kondisi tangan Rizieq.
Kesimpulan
Foto editan dengan menambahkan warna merah pada tangan HRS. Foto asli memperlihatkan suasana HRS saat tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu 12 Desember 2020. Pada foto itu tidak terlihat pergelangan HRS mengalami lebam atau memar.
Rujukan
(GFD-2021-6582) [SALAH] Video “kelakuan Yahudi ngebohongin dunia se olah² di vaccine padahal tdk”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 24/03/2021
Berita
Akun Twitter Fahmi Alkatiri (twitter.com/FKadrun) pada 23 Maret 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“tu liat kelakuan Yahudi ngebohongin dunia se olah² di vaccine padahal tdk, dia ga tau ada cctv yg lg ngerekam..”
“tu liat kelakuan Yahudi ngebohongin dunia se olah² di vaccine padahal tdk, dia ga tau ada cctv yg lg ngerekam..”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim adanya video Yahudi membohongi dunia dengan seolah-olah divaksin adalah klaim yang salah.
Faktanya, video itu merupakan simulasi yang dilakukan oleh staf sebuah organisasi kesehatan di Israel, Magen David Adom (MDA) atas dasar permintaan seorang pasien yang tidak punya waktu untuk merekam proses vaksinasi.
Dilansir dari Medcom, kegiatan vaksinasi itu dilakukan sebuah organisasi kesehatan di Israel, Magen David Adom (MDA). MDA memberikan klarifikasi terkait video itu.
“Kami berbicara tentang berita palsu dari tingkat paling bawah. Staf Magen David Adom, yang telah memberikan lebih dari satu juta vaksinasi kepada orang Israel, dari waktu ke waktu memenuhi permintaan vaksinasi untuk merekam proses vaksinasi dalam foto atau video. . Dalam kasus ini, pasien tidak punya waktu untuk merekam proses vaksinasi. Oleh karena itu, dia meminta anggota staf MDA untuk mensimulasikan proses injeksi dengan jarum suntik kosong. Klaim apa pun bahwa itu adalah jarum suntik yang diisi sama sekali tidak benar,” tulis situs newsru.co.il dalam laporannya, 2 Maret 2021.
Faktanya, video itu merupakan simulasi yang dilakukan oleh staf sebuah organisasi kesehatan di Israel, Magen David Adom (MDA) atas dasar permintaan seorang pasien yang tidak punya waktu untuk merekam proses vaksinasi.
Dilansir dari Medcom, kegiatan vaksinasi itu dilakukan sebuah organisasi kesehatan di Israel, Magen David Adom (MDA). MDA memberikan klarifikasi terkait video itu.
“Kami berbicara tentang berita palsu dari tingkat paling bawah. Staf Magen David Adom, yang telah memberikan lebih dari satu juta vaksinasi kepada orang Israel, dari waktu ke waktu memenuhi permintaan vaksinasi untuk merekam proses vaksinasi dalam foto atau video. . Dalam kasus ini, pasien tidak punya waktu untuk merekam proses vaksinasi. Oleh karena itu, dia meminta anggota staf MDA untuk mensimulasikan proses injeksi dengan jarum suntik kosong. Klaim apa pun bahwa itu adalah jarum suntik yang diisi sama sekali tidak benar,” tulis situs newsru.co.il dalam laporannya, 2 Maret 2021.
Rujukan
(GFD-2021-8553) Keliru, Klaim Ini Foto Drone Israel di Palestina yang Tertangkap Elang
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 23/03/2021
Berita
Foto yang memperlihatkan seekor elang yang menangkap sebuah drone beredar di Facebook. Foto itu diklaim sebagai foto drone pengintai milik Israel yang tertangkap oleh elang ketika terbang rendah di atas langit Gaza, Palestina.
Di Facebook, foto beserta klaim tersebut dibagikan oleh akun ini pada 16 Maret 2021. Akun itu menulis, "Drone pengintai Israel terbang rendah diatas langit Gaza palestina.. Pertolongan Alloh drone Ditangkap Elang. Kita berharap semua manusia melihatnya."
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto elang yang menangkap drone yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto di atas dengan reverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu bukan foto drone Israel di Palestina yang tertangkap elang. Foto tersebut diambil di Katwijk, Belanda, saat elang milik perusahaan Guard from Above menangkap drone dalam sebuah latihan polisi.
Foto itu terdapat dalam database situs stok foto Getty Images, yang merupakan karya fotografer kantor berita AFP, Koen Van Weel. Foto ini diberi keterangan: "Seekor elang milik perusahaan Guard from Above menangkap drone dalam sebuah latihan polisi di Katwijk pada 7 Maret 2016. Burung pemangsa ini bisa mendapatkan drone yang terbang di udara dengan menangkap mereka menggunakan kakinya. Koen Van Weel/AFP via Getty Images."
Situs media yang fokus pada perkembangan drone, Drone DJ, juga pernah memuat foto itu dalam artikelnya pada 5 Maret 2019. Menurut laporan Drone DJ, yang mengutip organisasi cek fakta Snopes, foto itu menunjukkan elang yang sudah terlatih milik perusahaan Guard from Above selama sesi pelatihan dengan polisi Belanda untuk mencegat drone.
Kantor berita BBC pun pernah memuat video yang memperlihatkan elang milik perusahaan Guard from Above selama sesi pelatihan dengan polisi Belanda untuk menangkap drone tersebut. Video ini dimuat pada 5 April 2016 dalam artikelnya yang berjudul "The eagle that chases drones".
Dalam perjalanannya, seperti dikutip dari Drone DJ, polisi Belanda merasa bahwa terlalu banyak waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam pelatihan dan pemeliharaan elang-elang penangkap drone ini. Polisi juga mengakui menangkap drone di udara tidak sepenuhnya aman bagi elang. Penggunaan elang untuk menangkap drone ini pun dihentikanoleh polisi Belanda pada 2017.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto drone Israel di Gaza, Palestina, yang tertangkap elang, keliru. Foto itu diambil di Katwijk, Belanda, saat elang milik perusahaan Guard from Above menangkap drone dalam sebuah sesi pelatihan yang digelar oleh polisi Belanda.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/israel
- https://archive.ph/jJJ6F
- https://www.tempo.co/tag/palestina
- https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/an-eagle-of-the-guard-from-above-company-grasps-a-drone-news-photo/514147794
- https://www.tempo.co/tag/drone
- https://dronedj.com/2019/03/05/drone-catching-eagle-photo/
- https://www.bbc.com/news/av/technology-35921123
- https://dronedj.com/2017/12/07/dutch-police-eagles-drones/
- https://www.tempo.co/tag/elang
- https://www.tempo.co/tag/gaza
Halaman: 6727/7951
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3409835/original/059559300_1616566173-Penampakan1.jpg)


