(GFD-2021-8564) Keliru, Klaim Ini Foto Petugas yang Seret Rizieq Shihab saat Sidang dan Kini Sakit Parah
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 30/03/2021
Berita
Gambar tangkapan layar sebuah video di YouTube yang memperlihatkan seorang pria berbaju dan berserban putih yang dibawa oleh seorang pria berkemeja kotak-kotak ke dalam sebuah ruangan beredar di Facebook. Video ini disebut sebagai video ketika seorang petugas sidang menyeret mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke dalam ruangan sidang.
Dalam gambar tersebut, terdapat pula foto lain yang ditempelkan yang memperlihatkan seorang pria yang sedang terbaring. Pria ini disebut sebagai petugas sidang yang menyeret Rizieq, yang kini sakit parah. Adapun judul video tersebut adalah "Berita Terkini!!! - Dibayar Kontan | Petugas yang Menganiaya dan Menyeret HRS Langsung Sakit Parah".
Akun ini mengunggah gambar tangkapan layar itu pada 22 Maret 2021. Akun tersebut pun menulis, "Semuga menyusul pada risem penhianat para ulamak kita." Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan 214 reaksi dan 140 komentar serta dibagikan sebanyak 223 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto yang diunggahnya seputar persidangan kasus Rizieq Shihab.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri sumber dari gambar tangkapan layar itu di YouTube. Hasilnya, ditemukan bahwa gambar tersebut berasal dari video yang diunggah oleh kanal YouTube Titik Tumpu pada 21 Maret 2021 dengan judul "Berita Terkini!!! - Dibayar Kontan | Petugas yang Menganiaya dan Menyeret HRS Langsung Sakit Parah".
Tempo kemudian memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengan toolInVid. Gambar-gambar tersebut pun ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa pria yang sedang terbaring dalam foto yang ditempelkan dalam gambar tangkapan layar video itu bukanlah petugas yang membawa pemimpin FPI Rizieq Shihab ke ruangan sidang.
Pria tersebut merupakan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Medan Timur, Medan, Sumatera Utara, yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Surfina Ajis akibat kelelahan selama melaksanakan rekapitulasi suara dalam Pemilu 2019.
Video yang menampilkan anggota KPPS Medan Timur yang sedang dirawat di rumah sakit itu pernah diunggah ke YouTube oleh kanal milik stasiun televisi iNews pada 26 April 2019 dengan judul “KPU Catat 225 Anggota KPPS Meninggal dan 1.470 Dirawat Akibat Kelelahan Pemilu - iNews Pagi 26/04”.
Video yang sama juga pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Panwaslih Medan Timur pada 27 Desember 2019 dengan judul “Komisioner Panwaslih Medan Timur Jalani Rawat Inap”. Dalam video ini, dijelaskan bahwa, akibat kelelahan selama pelaksanaan rekapitulasi suara dalam Pemilu 2019, tiga anggota KPPS Medan Timur dirawat di RS Surfina Ajis. Anggota KPPS Medan Timur yang diklaim sebagai petugas sidang Rizieq Shihab itu bernama Soegeng Afriadi.
Sementara cuplikan yang memperlihatkan Rizieq Shihab dibawa oleh seorang pria berkemeja kotak-kotak ke dalam sebuah ruangan pernah diunggah ke YouTube oleh kanal milik stasiun televisi Kompas TV pada 19 Maret 2021 dengan judul “Terdakwa Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Tetap Tolak Sidang Online”. Dalam video ini, tidak terlihat bahwa Rizieq diseret oleh pria tersebut.
Menurut keterangan Kompas TV, dalam sidang pada 19 Maret 2021, Rizieq menolak sidang tersebut digelar secara online. Ia meminta sidang digelar secara offline. Namun, hakim tetap menggelar sidang dengan agenda pembacaan dakwaan. Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa berulang kali memberi penjelasan soal pentingnya kehadiran Rizieq dalam sidang ini.
Dalam sidang tersebut, jaksa mendakwa Rizieq bersama sejumlah terdakwa lainnya dalam kasus ini sengaja tidak mengindahkan perintah dan imbauan dari polisi serta Wali Kota Jakarta Pusat untuk tidak membuat kerumunanan saat menggelar acara pernikahan anaknya. Jaksa mengatakan pemberitahuan soal aturan larangan membuat kerumunan sudah disampaikan polisi dalam sejumlah kesempatan kepada Rizieq.
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 19 Maret 2021, Rizieq Shihab menolak sidang pembacaan dakwaan untuknya yang digelar secara virtual. Mantan pimpinan FPI itu ngotot hadir secara langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, bukan mengikuti sidang telekonferensi dari Rumah Tahanan Mabes Polri. "Saya tidak rida dunia akhirat," kata Rizieq dalam siaran langsung sidang di YouTube Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Atas penolakan itu, majelis hakim yang dipimpin oleh Suparman Nyompa menjelaskan alasan sehubungan dengan kondisi pandemi Covid-19. Permintaan Rizieq untuk hadir langsung, kata hakim ketua Suparman, tidak bisa dipenuhi untuk menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Saya berharap Habib bisa mengikuti persidangan," katanya.
Rizieq tetap menolak bujukan hakim Suparman. Menurut dia, sidang virtual hanya bisa dilakukan jika ada persetujuan dari terdakwa. Jaksa penuntut umum pun meminta hakim untuk melanjutkan sidang. Rizieq memilih keluar dari persidangan. "Kalau memang dipaksakan sidang online, silakan Yang Mulia melanjutkan sidang ini dengan jaksa tanpa kehadiran saya bersama pengacara. Saya ikhlas, saya rida, saya tunggu berapa pun vonisnya," katanya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa pria dalam foto di atas adalah petugas yang menyeret mantan pemimpin FPI Rizieq Shihab saat sidang dan kini sakit parah, keliru. Pria yang terlihat sedang terbaring itu bernama Soegeng Afriadi, anggota KPPS Medan Timur, Medan, Sumatera Utara. Soegeng, bersama dua rekannya, dirawat di RS Surfina Ajis akibat kelelahan selama pelaksanaan rekapitulasi suara dalam Pemilu 2019.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/rizieq-shihab
- https://www.youtube.com/watch?v=eyQewd2gIHA
- https://www.tempo.co/tag/front-pembela-islam-fpi
- https://www.tempo.co/tag/pemilu-2019
- https://www.youtube.com/watch?v=a7NDUeNfjO4
- https://www.youtube.com/watch?v=GLLhec3b7QU
- https://www.youtube.com/watch?v=PTjdVanMG_c
- https://www.tempo.co/tag/rizieq
- https://metro.tempo.co/read/1443761/rizieq-shihab-walk-out-tolak-sidang-virtual-saya-tunggu-vonisnya/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/sidang-virtual
- https://www.tempo.co/tag/kpps
(GFD-2021-8565) Keliru, Gambar Artikel yang Klaim Mahfud MD Ungkap Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar adalah Polisi
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 30/03/2021
Berita
Gambar tangkapan layar artikel yang berjudul “ Mahfud MD : Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar 3 Oknum Polisi suku Batak, hobi Mabuk Miras, beragama Protestan, yang sakit hati karena di pecat" beredar di Facebook. Artikel itu dimuat pada 28 Maret 2021 pukul 11.45.
Artikel tersebut dilengkapi dengan foto Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Dalam gambar itu, terdapat pula logo situs media Kompas.com. Akun ini membagikan gambar tersebut pada 30 Maret 2021.
Gambar tersebut beredar setelah terjadinya bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Maret 2021 pukul 10.30 WITA. Menurut polisi, pelaku adalah pasangan suami-istri yang berinisial L dan YSF.
Gambar tangkapan layar artikel hasil suntingan yang memuat klaim keliru terkait Menkopolhukam Mahfud MD dan pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, Kompas.com tidak pernah mempublikasikan berita dengan judul “Mahfud MD: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar 3 Oknum Polisi suku Batak, hobi Mabuk Miras, beragama Protestan, yang sakit hati karena di pecat” pada 28 Maret 2021.
Fakta ini didapatkan setelah Tempo memeriksa indeks berita Kompas.com pada 28 Maret 2021. Dalam indeks tersebut, tidak ada berita yang diturunkan pada pukul 11.45 seperti yang terlihat dalam gambar tangkapan layar yang beredar.
Berita Kompas.com yang tayang pada rentang pukul 11.41 hingga pukul 11.46 antara lain:
Menkopolhukam Mahfud MD juga tidak pernah menyatakan bahwa pelaku bom Gereja Katedral Makassar adalah tiga polisi yang bersuku Batak, beragama Kristen Protestan, dan hobi mabuk miras yang sakit hati karena dipecat.
Pada 28 Maret 2021, Kompas.com mempublikasikan beberapa pernyataan Mahfud MD, bahwa pemerintah akan mengejar jaringan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Selain itu, Mahfud menyatakan bahwa jumlah korban yang terluka akibat aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar bertambah menjadi 20 orang.
Tempo kemudian menelusuri foto Mahfud MD yang tercantum dalam gambar tangkapan layar yang beredar denganreverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut adalah dokumentasi Kemenkopolhukam saat Mahfud MD memberikan pernyataan terkait situasi terkini pasca pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020. Foto yang identik pernah dimuat oleh sejumlah media. Namun, foto itu tidak ditemukan di Kompas.com.
Pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar
Berdasarkan arsip berita Tempo, Polri menyebut bahwa pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar adalah pasangan suami-istri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku diduga merupakan bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka ditengarai terhubung dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina bagian selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli juga mengatakan dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar terafiliasi dengan kelompok teroris di Filipina. Kedua pelaku bom Makassar ini merupakan anggota JAD.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar artikel yang berjudul "Mahfud MD: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar 3 Oknum Polisi suku Batak, hobi Mabuk Miras, beragama Protestan, yang sakit hati karena di pecat" tersebut keliru. Gambar itu merupakan hasil suntingan. Kompas.com tidak pernah mempublikasikan berita dengan judul tersebut, termasuk pada 28 Maret 2021. Menkopolhukam Mahfud MD pun tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang diklaim dalam judul itu.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/mahfud-md
- https://archive.is/qSpGS
- https://www.tempo.co/tag/bom-gereja-katedral-makassar
- https://indeks.kompas.com/?site=all&date=2021-03-28&page=10
- https://www.tempo.co/tag/gereja-katedral
- https://nasional.kompas.com/read/2021/03/28/14111751/mahfud-md-pemerintah-kejar-jaringan-pelaku-bom-bunuh-diri-di-katedral?page=all
- https://nasional.kompas.com/read/2021/03/28/19142091/mahfud-md-sebut-korban-luka-akibat-bom-bunuh-diri-di-katedral-makassar?page=all
- https://kumparan.com/kumparannews/tak-singgung-perppu-mahfud-md-umumkan-7-sikap-pemerintah-soal-demo-omnibus-law-1uLwfTtCTGG/full
- https://nasional.tempo.co/read/1447085/pelaku-bom-bunuh-diri-di-katedral-makassar-adalah-suami-istri
- https://nasional.tempo.co/read/1447055/kepala-bnpt-sebut-pelaku-bom-makassar-terafiliasi-kelompok-abu-sayyaf-filipina/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/makassar
(GFD-2021-6602) [SALAH] “Spesies hasil kawin babi dan lembu”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 30/03/2021
Berita
Akun Facebook Vin Ecantik (fb.com/vin.hussin) pada 15 Maret 2021 mengunggah beberapa foto dengan narasi sebagai berikut:
“SPESIS KACUKAN VABI + LEMBU Mula mula tengok ya allah cutenya Kalau buat Korban ! Rupanya kacukan babi + lembu Dah mula masuk ke malaysia dari Thailand Utk buka bulan puasa katanya ! HATI hati Gais Bila tengok gelembung Kulit spesis kacukan VABI + LEMBU Masyaalah macam macam Dunia Zaman sekarang”
Kawin silang hewan
“SPESIS KACUKAN VABI + LEMBU Mula mula tengok ya allah cutenya Kalau buat Korban ! Rupanya kacukan babi + lembu Dah mula masuk ke malaysia dari Thailand Utk buka bulan puasa katanya ! HATI hati Gais Bila tengok gelembung Kulit spesis kacukan VABI + LEMBU Masyaalah macam macam Dunia Zaman sekarang”
Kawin silang hewan
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas, klaim adanya foto hewan hasil kawin silang lembu dan babi adalah klaim yang salah.
Faktanya, bukan hewan hasil kawin silang antara lembu (sapi) dengan babi. Foto hewan yang disertakan dalam narasi yang beredar merupakan foto kerbau kerdil dari Thailand.
Dilansir dari Kompas.com yang mengutip AFP Fact Check, Kamis (26/3/2021), berdasarkan penelusuran dari gambar yang disertakan pada narasi tersebut, diketahui bahwa foto yang beredar pernah diunggah di salah satu kanal televisi Thailand, Matichon TV, pada 11 Oktober 2018. Unggahan tersebut diberi judul “Lihatlah kelucuan ‘Nong Kham Phaeng’, kerbau kerdil yang membawa keberuntungan”.
Kerbau kerdil bernama Nong Kham Paeng itu dimiliki oleh seorang warga provinsi Sakon Nakhon, Thailand, bernama Jiradech Phanlee. Kerbau itu menjadi viral setelah para tetangga Jiradech memotret binatang itu, dan mengunggahnya ke berbagai platform media sosial. Foto kerbau kerdil itu juga pernah diunggah oleh Jiradech ke Facebook pada 4 November 2018.
Sementara itu, diberitakan Harian Metro, 14 Maret 2021, profesor kedokteran hewan, Universitas Putra Malaysia (UPM), Mohd Hair Bejo, mengatakan, babi dan sapi tidak mungkin dikawinkan, apalagi menghasilkan keturunan. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa babi dikelompokkan dalam famili Suidae sedangkan sapi masuk dalam famili Bovidae, dan keduanya tidak dapat menghasilkan spesies hewan baru.
Faktanya, bukan hewan hasil kawin silang antara lembu (sapi) dengan babi. Foto hewan yang disertakan dalam narasi yang beredar merupakan foto kerbau kerdil dari Thailand.
Dilansir dari Kompas.com yang mengutip AFP Fact Check, Kamis (26/3/2021), berdasarkan penelusuran dari gambar yang disertakan pada narasi tersebut, diketahui bahwa foto yang beredar pernah diunggah di salah satu kanal televisi Thailand, Matichon TV, pada 11 Oktober 2018. Unggahan tersebut diberi judul “Lihatlah kelucuan ‘Nong Kham Phaeng’, kerbau kerdil yang membawa keberuntungan”.
Kerbau kerdil bernama Nong Kham Paeng itu dimiliki oleh seorang warga provinsi Sakon Nakhon, Thailand, bernama Jiradech Phanlee. Kerbau itu menjadi viral setelah para tetangga Jiradech memotret binatang itu, dan mengunggahnya ke berbagai platform media sosial. Foto kerbau kerdil itu juga pernah diunggah oleh Jiradech ke Facebook pada 4 November 2018.
Sementara itu, diberitakan Harian Metro, 14 Maret 2021, profesor kedokteran hewan, Universitas Putra Malaysia (UPM), Mohd Hair Bejo, mengatakan, babi dan sapi tidak mungkin dikawinkan, apalagi menghasilkan keturunan. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa babi dikelompokkan dalam famili Suidae sedangkan sapi masuk dalam famili Bovidae, dan keduanya tidak dapat menghasilkan spesies hewan baru.
Kesimpulan
BUKAN hewan hasil kawin silang antara lembu (sapi) dengan babi. Foto hewan yang disertakan dalam narasi yang beredar merupakan foto kerbau kerdil dari Thailand.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/27/211500365/-hoaks-hewan-ternak-hasil-kawin-silang-babi-dengan-sapi
- https://factcheck.afp.com/picture-shows-dwarf-buffalo-thailand
- https://www.youtube.com/watch?v=vehs23HF3AQ
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=263857380985758&set=a.117217385649759&type=3
- https://upm.edu.my/akhbar/lembu_babi_mustahil_dikahwinkan-14989
(GFD-2021-6603) [SALAH] AstraZeneca Punya Arti Senjata yang Membunuh
Sumber: FacebookTanggal publish: 30/03/2021
Berita
Beredar di media sosial terkait arti nama dari AstraZeneca perusahaan farmasi asal Inggris dan Swedia yang memproduksi vaksin covid-19. Postingan itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.
Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Kezia Maria. Dia mengunggahnya di Facebook pada 25 Maret 2021.
Dalam postingannya terdapat narasi:
"Another meaning of AztraZeneca (Arti Lain dari AstraZeneca) Weapon - Senjata That - Yang Kills - MembunuhTulisan berwarna merah artinya : SADARLAH, KALIAN YANG ...... (Artikan sendiri)"
Selain itu juga terdapat gambar orang yang membawa dus lengkap dengan APD dan juga botol vaksin.
Vaksin astrazaneca membuat mati
Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Kezia Maria. Dia mengunggahnya di Facebook pada 25 Maret 2021.
Dalam postingannya terdapat narasi:
"Another meaning of AztraZeneca (Arti Lain dari AstraZeneca) Weapon - Senjata That - Yang Kills - MembunuhTulisan berwarna merah artinya : SADARLAH, KALIAN YANG ...... (Artikan sendiri)"
Selain itu juga terdapat gambar orang yang membawa dus lengkap dengan APD dan juga botol vaksin.
Vaksin astrazaneca membuat mati
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel berjudul "Facebook posts mislead on meaning of 'AstraZeneca'" yang tayang di AFP Fact Check pada 29 Maret 2021. Di sana terdapat penjelasan bahwa AstraZeneca tidak punya arti seperti yang beredar di postingan.
Dalam artikelnya, AFP Fact Check menyebut AstraZeneca telah memberikan penjelasan terkait nama perusahaan itu sejak 17 Oktober 2019 atau jauh sebelum pandemi covid-19. Penjelasan AstraZeneca dituangkan dalam akun Twitter resmi mereka.
Astra berasal dari kata 'Astron' dalam Bahasa Yunani yang berarti Bintang. Sementara 'Zeneca' adalah nama bekas perusahaan farmasi asal Inggris itu dan tidak punya arti apapun.
"Zeneca" adalah nama dibuat oleh agensi yang diinstruksikan untuk menemukan nama yang dimulai dengan huruf dari atas atau bawah alfabet dan dapat diingat secara fonetik, tidak lebih dari tiga suku kata dan tidak memiliki arti ofensif dalam bahasa apapun," bunyi pernyataan AstraZeneca.
AstraZeneca sendiri merupakan gabungan dari dua perusahaan pada tahun 1999 yakni Astra AB dan Zeneca Group. Saat itu penggabungan kedua perusahaan merupakan yang terbesar di Eropa berdasar artikel BBC dan CNN.
Mantan CEO Zeneca, David Barnes mengungkapkan pada media Inggris The Daily Telegraph pada Januari 2001 agar konsultan brand Interbrand untuk mencari nama.
"Saya meminta Interbrand untuk menemukan nama yang dapat diingat secara fonetik, tidak lebih dari tiga suku kata dan tidak berarti sesuatu yang bodoh, lucu, atau kasar dalam bahasa lain. Nama baru juga memungkinkan kami untuk menanamkan budaya perusahaan yang baru," ujar Barnes.
Dalam artikelnya, AFP Fact Check menyebut AstraZeneca telah memberikan penjelasan terkait nama perusahaan itu sejak 17 Oktober 2019 atau jauh sebelum pandemi covid-19. Penjelasan AstraZeneca dituangkan dalam akun Twitter resmi mereka.
Astra berasal dari kata 'Astron' dalam Bahasa Yunani yang berarti Bintang. Sementara 'Zeneca' adalah nama bekas perusahaan farmasi asal Inggris itu dan tidak punya arti apapun.
"Zeneca" adalah nama dibuat oleh agensi yang diinstruksikan untuk menemukan nama yang dimulai dengan huruf dari atas atau bawah alfabet dan dapat diingat secara fonetik, tidak lebih dari tiga suku kata dan tidak memiliki arti ofensif dalam bahasa apapun," bunyi pernyataan AstraZeneca.
AstraZeneca sendiri merupakan gabungan dari dua perusahaan pada tahun 1999 yakni Astra AB dan Zeneca Group. Saat itu penggabungan kedua perusahaan merupakan yang terbesar di Eropa berdasar artikel BBC dan CNN.
Mantan CEO Zeneca, David Barnes mengungkapkan pada media Inggris The Daily Telegraph pada Januari 2001 agar konsultan brand Interbrand untuk mencari nama.
"Saya meminta Interbrand untuk menemukan nama yang dapat diingat secara fonetik, tidak lebih dari tiga suku kata dan tidak berarti sesuatu yang bodoh, lucu, atau kasar dalam bahasa lain. Nama baru juga memungkinkan kami untuk menanamkan budaya perusahaan yang baru," ujar Barnes.
Kesimpulan
Postingan yang menyebut AstraZeneca punya arti "senjata yang membunuh" adalah tidak benar.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4519197/cek-fakta-tidak-benar-astrazeneca-punya-arti-senjata-yang-membunuh
- https://factcheck.afp.com/facebook-posts-mislead-meaning-astrazeneca
- https://twitter.com/AstraZeneca/status/1184743333605847040
- https://www.telegraph.co.uk/finance/personalfinance/comment/4478124/The-name-game.html
Halaman: 6717/7951



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3414730/original/008315200_1617081910-cek_fakta_arti_astra.jpg)