(GFD-2021-8603) Benar, Klaim Ini Video Tumpukan Jenazah Covid-19 yang Penuhi RS di India
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/04/2021
Berita
Video yang memperlihatkan kantong-kantong jenazah yang memenuhi sebuah rumah sakit beredar di media sosial. Dalam video itu, terlihat beberapa petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Video ini diklaim menunjukkan tumpukan jenazah korban Covid-19 di India. Video itu beredar di tengah "tsunami Covid" di India karena melonjaknya kasus infeksi virus Corona di sana.
Di Instagram, video berdurasi 38 detik tersebut dibagikan oleh akun ini pada 23 April 2021. Akun itu pun menulis, "India baru saja memecahkan rekor harian covid19 sebanyak 300K lebih jiwa yg terpapar dalam satu hari. Bahkan 2.000 nyawa meninggal dalam sehari. Sehingga ibukota New Delhi, India mengalami krisis Oksigen beberapa hari belakangan."
Gambar tangkapan layar unggahan di Instagram yang berisi video yang memperlihatkan tumpukan jenazah Covid-19 di sebuah rumah sakit di India.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut direkam di Dr. Bhim Rao Ambedkar Memorial Hospital, Raipur, Chhattisgarh, India. Rumah sakit ini kewalahan karena lonjakan jumlah kematian akibat infeksi virus Corona per hari sehingga kehabisan ruang untuk menyimpan jenazah.
Video tersebut pernah diunggah ke Twitter oleh akun @VickyKedia pada 13 April 2021. Akun ini menulis, "Dr Bhim Rao Ambedkar Memorial Hospital di Raipur, Chhattisgarh, telah kehabisan ruang untuk menyimpan mayat. Mayat ditumpuk di luar gedung rumah sakit. #StaySafe #MaskUpIndia."
Video yang sama juga pernah diunggah oleh akun @brajeshabpnews, akun Twitter milik jurnalis media India ABP News, Brajesh Rajput, pada tanggal yang sama. Dia menulis, "Video di rumah sakit Raipur ini akan membuat merinding. Tempat penyimpanan jenazah yang meninggal karena #Corona sangat sedikit di rumah sakit. Siapa yang bertanggung jawab atas kengerian ini, para pemimpin kami diam."
Gambar-gambar tangkapan layar video itu pun pernah dimuat oleh situs media India, India.com, dalam artikelnya pada 13 April 2021. Artikel ini berjudul "Kematian Virus Corona Chhattisgarh: Sebuah pemandangan kematian, gambar-gambar dari rumah sakit terbesar di Chhattisgarh ini menyesakkan".
Menurut laporan India.com, gambar-gambar tersebut diambil di rumah sakit milik pemerintah terbesar di Raipur, ibukota Chhattisgarh, Dr. Bhim Rao Ambedkar Memorial Hospital. Dalam gambar-gambar itu, terlihat tumpukan jenazah Covid-19 di setiap sisi rumah sakit, dari yang berada di atas tandu hingga yang diletakkan di lantai, akibat kurangnya ruang penyimpanan.
Dilansir dari situs media India lainnya, NDTV, pihak Dr. Bhim Rao Ambedkar Memorial Hospital mengaku tidak berdaya dengan kondisi ini. Menurut mereka, jenazah pasien Covid-19 menumpuk di kamar mayat lebih cepat daripada yang bisa mereka kremasi. Unit perawatan intensif rumah sakit dan tempat tidur yang dilengkapi oksigen hampir penuh 100 persen selama seminggu terakhir.
"Tidak ada yang bisa menduga akan ada begitu banyak kematian sekaligus. Kami memiliki ruang pendingin yang cukup untuk jumlah kematian normal. Tapi kami tidak dapat memahami bagaimana tempat yang hanya cukup untuk 1-2 kematian kemudian melaporkan 10-20 kematian. Jika kita bersiap untuk 10-20 kematian, ada 50-60 orang yang meninggal. Bagaimana kita bisa mengatur ruang pendingin untuk begitu banyak orang sekaligus? Bahkan krematorium kewalahan," kata Kepala Petugas Medis dan Kesehatan Raipur, Meera Baghel.
Menurut sumber resmi, setiap harinya, rata-rata sebanyak 55 jenazah dikremasi di Raipur, dan kebanyakan dari mereka adalah pasien Covid-19. Sementara Chhatisgarh merupakan satu di antara 10 negara bagian yang paling terpukul oleh gelombang kedua Covid-19 di di India. Pada 25 April 2021, Chhatisgarh melaporkan sebanyak 10.521 kasus Covid-19 baru dan 122 kematian.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video itu adalah video tumpukan jenazah Covid-19 yang memenuhi rumah sakit di India, benar. Video tersebut direkam di Dr. Bhim Rao Ambedkar Memorial Hospital, Raipur, Chhattisgarh, India. Sejak gelombang kedua Covid-19 melanda India, rumah sakit tersebut kewalahan karena lonjakan jumlah kematian per hari sehingga kehabisan ruang untuk menyimpan jenazah.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/india
- https://www.instagram.com/p/COAV3CVn0kA/?utm_source=ig_embed
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
- https://twitter.com/VickyKedia/status/1381705640389709824
- https://twitter.com/brajeshabpnews/status/1381653705989099522
- https://www.india.com/hindi-news/gallery-hindi/chhattisgarh-corona-virus-deaths-horrific-pictures-of-dead-bodies-of-covid-19-patients-dekhen-tasweeren-4581169/coronavirus-death7/
- https://www.tempo.co/tag/jenazah-covid-19
- https://www.ndtv.com/india-news/bodies-pile-up-in-government-hospital-in-chhattisgarhs-covid-horror-2412040
- https://www.tempo.co/tag/pasien-covid-19
- https://www.tempo.co/tag/gelombang-kedua-covid-19
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
(GFD-2021-6812) [SALAH] Kemenag Beri Bantuan Ramadhan Rp10 Juta Ke Sekolah Islam
Sumber: Surat ElektronikTanggal publish: 27/04/2021
Berita
Direktoran Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Surat tersebut berisi bahwa Kementerian Agama akan memberikan bantuan Ramadhan sebesar Rp10 juta kepada lembaga swasta pendidikan Islam.
Hasil Cek Fakta
Beredar surat elektronik yang mengatasnamakan Direktoran Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Surat tersebut berisi bahwa Kementerian Agama akan memberikan bantuan Ramadhan sebesar Rp10 juta kepada lembaga swasta pendidikan Islam.
Dalam dokumen yang beredar, bantuan tersebut berasal dari anggaran 2021. Untuk menerima bantuan tersebut, pihak sekolah diminta mengirimkan sejumlah dokumen, seperti KTP, kartu keluarga, buku rekening, NPWP, hingga nomor izin operasional lembaga.
Berdasarkan penelusuran, melalui akun instagram @pendidikanpesantren, yang dikelola Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, dalam unggahannya pada 23 april 2021 menyatakan surat tersebut bukan produk Kemenag dan merupakan modus penipuan.
Program bantuan Kemenag tahun anggaran 2021 akan disampaikan secara resmi melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kanto Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan situs www.ditpdpontren.kemenag.go.id.
Informasi soal bantuan Kemenag juga akan disebarluaskan melalui kanal media sosial resmi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Dalam dokumen yang beredar, bantuan tersebut berasal dari anggaran 2021. Untuk menerima bantuan tersebut, pihak sekolah diminta mengirimkan sejumlah dokumen, seperti KTP, kartu keluarga, buku rekening, NPWP, hingga nomor izin operasional lembaga.
Berdasarkan penelusuran, melalui akun instagram @pendidikanpesantren, yang dikelola Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, dalam unggahannya pada 23 april 2021 menyatakan surat tersebut bukan produk Kemenag dan merupakan modus penipuan.
Program bantuan Kemenag tahun anggaran 2021 akan disampaikan secara resmi melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kanto Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan situs www.ditpdpontren.kemenag.go.id.
Informasi soal bantuan Kemenag juga akan disebarluaskan melalui kanal media sosial resmi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Kesimpulan
Surat palsu. Program bantuan Kemenag tahun anggaran 2021 akan disampaikan secara resmi melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan situs www.ditpdpontren.kemenag.go.id
Rujukan
(GFD-2021-8604) Keliru, Klaim Microsoft Masukkan Chip ke Vaksin Pfizer
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/04/2021
Berita
Klaim bahwa raksasa teknologi milik Bill Gates, Microsoft, memasukkan chip ke dalam vaksin Covid-19 buatan Pfizer beredar dalam dua pekan terakhir. Klaim ini disertai dengan artikel berbahasa Inggris yang dimuat oleh situs Valuewalk.com pada 9 April 2021 dengan judul "Pfizer Announces Covid-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms".
Akun ini membagikan klaim beserta gambar tangkapan layar artikel tersebut pada 14 April 2021. Akun itu pun menulis, "Akhirnya Pfizer mengakui menempatkan chip/teknologi nano Microsoft ( Bill Gates ) dalam vaksinnya, dengan melimpahkan bukti yang luar biasa dan sebelum seseorang mengambil vaksin ke laboratorium dan menghancurkannya."
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait vaksin Covid-19 Pfizer dan chip buatan Microsoft.
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa artikel berjudul "Pfizer Announces Covid-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms" itu sebenarnya adalah artikel satire. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, satire adalah sindiran atau ejekan. Dengan demikian, artikel tersebut tidak berdasarkan fakta atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
Sebelum dimuat di situs Valuewalk.com, Tempo menemukan bahwa artikel tersebut dimuat pertama kali di situs The Stonk Market pada 8 April 2021. Situs ini memberikan keterangan bahwa mereka adalah situs satire keuangan. Konten-konten yang mereka buat ditujukan untuk memberikan humor harian dan membuat stonk naik. Stonk adalah plesetan yang merupakan gabungan dari kata stock (saham) dan zonk (kosong).
Situs itu mempublikasikan artikel satire berisi tiga paragraf yang menyatakan Pfizer menandatangani kesepakatan dengan Microsoft untuk mengintegrasikan chip prosesor pluton dalam vaksinnya untuk mengurangi efek. Artikel ini pun menyebut Apple juga dikabarkan berencana menandatangani kesepakatan serupa dengan Moderna, namun belum terkonfirmasi.
Tempo kemudian menelusuri informasi tentang chip prosesor pluton. Chip ini tidak mungkin ditanamkan ke dalam vaksin, termasuk vaksin Covid-19, karena ukurannya lebih besar. Prosesor pluton diluncurkan oleh Microsoft pada 17 November 2020 dan digunakan untuk keamanan komputer dengan sistem operasi Windows.
Dikutip dari laman resmi Microsoft, berikut penjelasan tentang chip prosesor pluton:
"Hari ini, Microsoft bersama mitra silikon terbesar kami mengumumkan visi baru keamanan Windows untuk membantu memastikan pelanggan kami terlindungi saat ini dan di masa depan. Bekerja sama dengan mitra silikon terkemuka AMD, Intel, dan Qualcomm Technologies Inc, kami mengumumkan prosesor keamanan Microsoft Pluton. Teknologi keamanan chip-ke-cloud ini, yang dipelopori di Xbox dan Azure Sphere, akan membawa lebih banyak lagi kemajuan keamanan ke PC Windows masa depan dan menandakan dimulainya perjalanan dengan ekosistem dan mitra OEM."
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa perusahaan teknologi milik Bill Gates, Microsoft, memasukkan chip ke dalam vaksin Pfizer, keliru. Klaim itu bersumber dari artikel yang dipublikasikan oleh situs yang khusus menyajikan konten-konten satire dan humor tentang keuangan.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/pfizer
- https://web.facebook.com/groups/322023911817831/permalink/733452390674979?_rdc=1&_rdr
- https://www.tempo.co/tag/bill-gates
- https://thestonkmarket.com/pfizer-announces-covid-19-vaccine-upgrade-now-includes-microsoft-chip-for-reduced-symptoms/
- https://www.tempo.co/tag/chip
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://www.microsoft.com/security/blog/2020/11/17/meet-the-microsoft-pluton-processor-the-security-chip-designed-for-the-future-of-windows-pcs/
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-pfizer
(GFD-2021-6813) [SALAH] “negara SOMALIA pernah mencetak bentuk Mata uang Koin bergambar Wajah Pendiri NU Kyai Haji Hasyim Asyari”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/04/2021
Berita
Akun Facebook Maha Brata (fb.com/maha.brata.9674) pada 21 April 2021 mengunggah sebuah foto koin emas yang bergambar KH Hasyim Asyari. Terdapat pula sebuah tulisan Arab, angka tahun “1871” dan “1947”, serta nama “KHM Hasyim Asy’ari” ke grup Pecinta Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan dengan narasi sebagai berikut:
“Taukah Anda..?? Khususnya warga Kultur NU (Nahdlatul Ulama 1926 ). Bahwa negara SOMALIA pernah mencetak bentuk Mata uang Koin bergambar Wajah Pendiri (NU) NAHDLATUL ULAMA,Kyai Haji Hasyim Asyari. Somalia (bahasa Somali: Soomaaliya; bahasa Arab: الصومال), dahulu bernama Republik Demokratik Somali, adalah sebuah negara yang terletak di Tanduk Afrika. Negara ini berbatasan dengan Djibouti di barat laut, Kenya di barat daya, Teluk Aden dan Yaman di utara, Samudra Hindia di sebelah timur, dan Ethiopia di sebelah barat. #nu”
“Taukah Anda..?? Khususnya warga Kultur NU (Nahdlatul Ulama 1926 ). Bahwa negara SOMALIA pernah mencetak bentuk Mata uang Koin bergambar Wajah Pendiri (NU) NAHDLATUL ULAMA,Kyai Haji Hasyim Asyari. Somalia (bahasa Somali: Soomaaliya; bahasa Arab: الصومال), dahulu bernama Republik Demokratik Somali, adalah sebuah negara yang terletak di Tanduk Afrika. Negara ini berbatasan dengan Djibouti di barat laut, Kenya di barat daya, Teluk Aden dan Yaman di utara, Samudra Hindia di sebelah timur, dan Ethiopia di sebelah barat. #nu”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Somalia pernah mencetak uang koin bergambar wajah pendiri NU, KH Hasyim Asyari adalah klaim yang salah.
Faktanya, bukan cetakan Somalia. Koin emas tersebut merupakan koin buatan perusahaan multi-level marketing (MLM) PT Gold Quest Indonesia (GQI) pada 2003. Namun, pencetakan koin ini ditentang para santri dan alumni Pondok Pesantren Tebuireng sehingga produksi dan pemasaran koin itu dihentikan.
Dilansir dari Tempo, Tempo menemukan bahwa koin emas bergambar KH Hasyim Ashari itu dijual seharga Rp 250 ribu di situs jual-beli online OLX. Dalam keterangannya, penjual koin ini menjelaskan bahwa koin tersebut merupakan koleksi “Gold Quest” yang terbuat dari emas murni bersertifikat Mayer’s Mint Jerman.
Dikutip dari situs resmi NU, NU Online, GQI yang memproduksi koin emas itu adalah anak perusahaan Gold Quest International. Perusahaan ini berkantor pusat di Hongkong dan membuka cabang di Indonesia. Semula, Gold Quest merencanakan peluncuran koin emas tersebut pada 21 Oktober 2003 di Hotel JW Marriott, Surabaya.
Tapi rencana itu digagalkan oleh demonstrasi besar para santri dan alumni Pondok Pesantren Tebuireng, pondok pesantren yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari. Pasalnya, Gold Quest menerbitkan koin emas bergambar KH Hasyim Asyari tersebut untuk diperjualbelikan kepada publik. Namun, penerbitan koin ini tanpa seizin keluarga KH Hasyim Asyari.
Unjuk rasa para santri dan alumni Ponpes Tebuireng tersebut juga diberitakan oleh Liputan6.com pada 21 Oktober 2003. Menurut laporan Liputan6.com, jumlah pendemo mencapai sekitar 800 orang. Mereka menolak peluncuran koin emas bergambar KH Hasyim Asyari.
Mereka mengikuti fatwa Pengurus Wilayah NU Jawa Timur yang menyatakan bahwa koin tersebut haram, sebab diproduksi oleh perusahaan MLM Gold Quest yang dianggap berbau riba. Dalam unjuk rasa, para santri juga menilai penerbitan koin tersebut ilegal karena tanpa seizin keluarga dan ahli waris KH Hasyim Asyari.
Dikutip dari arsip berita Tempo pada 21 Oktober 2003, pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, KH Yusuf Hasyim alias Pak Ud, mengatakan, “Sebagai satu-satunya anak KH Hasyim Asyari, saya menolak bila beliau dijadikan gambar di koin emas. Saya siap maju secara hukum untuk menyelesaikan kasus ini.”
Pembatalan peluncuran koin emas bergambar KH Hasyim Asyari itu membuat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, cucu KH Hasyim Asyari, berang. Ia menyatakan akan membawa kasus itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurut dia, tidak ada alasan bagi polisi menggagalkan peluncuran itu. Gus Dur pun menegaskan akan selalu memperjuangkan demokrasi, kebebasan berpendapat, dan kemerdekaan berpikir, termasuk pembuatan keping emas itu.
Gus Dur mengaku melakukan kerja sama dengan Gold Quest, di mana sebagian hasilnya akan diserahkan ke Yayasan Darussalam, yayasan pendidikan anak-anak terlantar yang dikelola oleh Gus Dur di Jakarta. Sehingga, tidak alasan bagi Pimpinan Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur mengharamkan perdagangan koin emas.
“Syuriah tidak melarang. PWNU lupa pada jiwa NU,” katanya. “Pemasangan gambar KH Hasyim Asyari pada koin emas bukan melecehkan keluarga besar pendiri NU. Justru, mencantumkan gambar kakek itu mengagungkan namanya,” ujar Gus Dur. Perbedaan pendapat internal NU soal koin emas itu, menurut dia, akan diputuskan dalam musyawarah nasional alim ulama.
Namun, pada tahun 2007 Gus Dur melapor ke Polda Metro Jaya karena mengaku jadi korban penipuan PT GoldQuest.
“Kita mau lihat dulu apakah laporannya memenuhi unsur atau tidak,” kata Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Pol Adang Firman pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (11/5/2007). Polisi, kata Adang, hingga saat ini belum mendapatkan laporan soal penipuan itu. Gus Dur adalah satu-satunya korban penipuan GoldQuest yang telah melapor.
“Belum ada lagi, kita kan masih punya kesempatan (20 hari) untuk memproses mereka. Kalau ada laporan, kita lihat dulu kasusnya, kalau tidak ada langsung kita serahkan,” kata Adang.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah dikirimi red notice dari Kepolisian Filipina. Hal ini terkait 4 tersangka kasus penipuan PT GoldQuest yang dilakukan di berbagai negara.Gus Dur adalah salah satu korban penipuan perusahaan itu. PT GoldQuest telah mencetak dan mengedarkan koin emas bergambar Gus Dur dan kakeknya, Hasyim Asy’ari, tanpa seijin mantan presiden keempat itu.
Faktanya, bukan cetakan Somalia. Koin emas tersebut merupakan koin buatan perusahaan multi-level marketing (MLM) PT Gold Quest Indonesia (GQI) pada 2003. Namun, pencetakan koin ini ditentang para santri dan alumni Pondok Pesantren Tebuireng sehingga produksi dan pemasaran koin itu dihentikan.
Dilansir dari Tempo, Tempo menemukan bahwa koin emas bergambar KH Hasyim Ashari itu dijual seharga Rp 250 ribu di situs jual-beli online OLX. Dalam keterangannya, penjual koin ini menjelaskan bahwa koin tersebut merupakan koleksi “Gold Quest” yang terbuat dari emas murni bersertifikat Mayer’s Mint Jerman.
Dikutip dari situs resmi NU, NU Online, GQI yang memproduksi koin emas itu adalah anak perusahaan Gold Quest International. Perusahaan ini berkantor pusat di Hongkong dan membuka cabang di Indonesia. Semula, Gold Quest merencanakan peluncuran koin emas tersebut pada 21 Oktober 2003 di Hotel JW Marriott, Surabaya.
Tapi rencana itu digagalkan oleh demonstrasi besar para santri dan alumni Pondok Pesantren Tebuireng, pondok pesantren yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari. Pasalnya, Gold Quest menerbitkan koin emas bergambar KH Hasyim Asyari tersebut untuk diperjualbelikan kepada publik. Namun, penerbitan koin ini tanpa seizin keluarga KH Hasyim Asyari.
Unjuk rasa para santri dan alumni Ponpes Tebuireng tersebut juga diberitakan oleh Liputan6.com pada 21 Oktober 2003. Menurut laporan Liputan6.com, jumlah pendemo mencapai sekitar 800 orang. Mereka menolak peluncuran koin emas bergambar KH Hasyim Asyari.
Mereka mengikuti fatwa Pengurus Wilayah NU Jawa Timur yang menyatakan bahwa koin tersebut haram, sebab diproduksi oleh perusahaan MLM Gold Quest yang dianggap berbau riba. Dalam unjuk rasa, para santri juga menilai penerbitan koin tersebut ilegal karena tanpa seizin keluarga dan ahli waris KH Hasyim Asyari.
Dikutip dari arsip berita Tempo pada 21 Oktober 2003, pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, KH Yusuf Hasyim alias Pak Ud, mengatakan, “Sebagai satu-satunya anak KH Hasyim Asyari, saya menolak bila beliau dijadikan gambar di koin emas. Saya siap maju secara hukum untuk menyelesaikan kasus ini.”
Pembatalan peluncuran koin emas bergambar KH Hasyim Asyari itu membuat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, cucu KH Hasyim Asyari, berang. Ia menyatakan akan membawa kasus itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurut dia, tidak ada alasan bagi polisi menggagalkan peluncuran itu. Gus Dur pun menegaskan akan selalu memperjuangkan demokrasi, kebebasan berpendapat, dan kemerdekaan berpikir, termasuk pembuatan keping emas itu.
Gus Dur mengaku melakukan kerja sama dengan Gold Quest, di mana sebagian hasilnya akan diserahkan ke Yayasan Darussalam, yayasan pendidikan anak-anak terlantar yang dikelola oleh Gus Dur di Jakarta. Sehingga, tidak alasan bagi Pimpinan Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur mengharamkan perdagangan koin emas.
“Syuriah tidak melarang. PWNU lupa pada jiwa NU,” katanya. “Pemasangan gambar KH Hasyim Asyari pada koin emas bukan melecehkan keluarga besar pendiri NU. Justru, mencantumkan gambar kakek itu mengagungkan namanya,” ujar Gus Dur. Perbedaan pendapat internal NU soal koin emas itu, menurut dia, akan diputuskan dalam musyawarah nasional alim ulama.
Namun, pada tahun 2007 Gus Dur melapor ke Polda Metro Jaya karena mengaku jadi korban penipuan PT GoldQuest.
“Kita mau lihat dulu apakah laporannya memenuhi unsur atau tidak,” kata Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Pol Adang Firman pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (11/5/2007). Polisi, kata Adang, hingga saat ini belum mendapatkan laporan soal penipuan itu. Gus Dur adalah satu-satunya korban penipuan GoldQuest yang telah melapor.
“Belum ada lagi, kita kan masih punya kesempatan (20 hari) untuk memproses mereka. Kalau ada laporan, kita lihat dulu kasusnya, kalau tidak ada langsung kita serahkan,” kata Adang.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah dikirimi red notice dari Kepolisian Filipina. Hal ini terkait 4 tersangka kasus penipuan PT GoldQuest yang dilakukan di berbagai negara.Gus Dur adalah salah satu korban penipuan perusahaan itu. PT GoldQuest telah mencetak dan mengedarkan koin emas bergambar Gus Dur dan kakeknya, Hasyim Asy’ari, tanpa seijin mantan presiden keempat itu.
Kesimpulan
BUKAN cetakan Somalia. Koin emas tersebut merupakan koin buatan perusahaan multi-level marketing (MLM) PT Gold Quest Indonesia (GQI) pada 2003. Namun, pencetakan koin ini ditentang para santri dan alumni Pondok Pesantren Tebuireng sehingga produksi dan pemasaran koin itu dihentikan.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1343/keliru-somalia-cetak-uang-koin-bergambar-kh-hasyim-asyari
- https://archive.is/kAMCn (Arsip koin di OLX)
- https://www.nu.or.id/post/read/815/pak-ud–gold-quest-harus-di-tutup
- https://www.liputan6.com/news/read/64901/pwnu-jatim-koin-emas-hasyim-ashari-haram
- https://archive.ph/tLbqh (Arsip artikel Tempo.co)
- https://news.detik.com/berita/d-779577/kapolda-baru-gus-dur-yang-lapor-ditipu-goldquest-
Halaman: 6660/7953



