• (GFD-2021-6825) [SALAH] Foto Syuting Film Horor agar Masyarakat Indonesia Mau Divaksin

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/04/2021

    Berita

    Pengguna Facebook dengan nama pengguna Hakim Waluyo mengunggah sebuah foto yang menunjukkan beberapa kantong mayat berjejer di tepi jalan. Dalam foto tersebut juga tampak seseorang tengah membawa salah satu kantong mayat dengan satu tangan. Unggahan tersebut disertai narasi yang menyatakan bahwa foto tersebut merupakan foto syuting film horor yang tengah dilakukan agar masyarakat Indonesia bersedia divaksin.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto syuting film horor agar masyarakat Indonesia bersedia divaksin, melainkan foto properti yang digunakan saat demonstrasi di Miami, Florida, pada 27 Mei 2020 yang lalu. Demonstrasi tersebut bertujuan untuk memprotes kebijakan Gubernur Florida dan Presiden Trump yang dianggap ceroboh dan kurang sigap dalam menangani pandemi Covid-19. Properti kantong mayat tersebut digunakan untuk menyimbolkan korban jiwa yang disebabkan oleh Covid-19. Foto yang sama pertama kali diunggah oleh fotografer Cristobal Herrera dalam situs European Pressphoto Agency (EPA) pada 27 Mei 2020.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook dengan nama pengguna Hakim Waluyo tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
    Foto tersebut bukan merupakan foto syuting film horor agar masyarakat Indonesia bersedia divaksin, melainkan foto properti yang digunakan saat demonstrasi di Miami, Florida, pada 27 Mei 2020 yang lalu. Foto yang sama pertama kali diunggah oleh fotografer Cristobal Herrera dalam situs European Pressphoto Agency (EPA) pada 27 Mei 2020.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6826) [SALAH] Foto Anies Baswedan bersama Donatur Terbesar yang merupakan Tokoh ISIS

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/04/2021

    Berita

    Beredar di media sosial yang diunggah oleh akun Facebook Ida Rosa berupa sebuah foto penjabat dari PKS Hidayat Nur Wahid dan Anies Baswedan berfoto bersama Syekh Yusuf Al-Qaradhawi yang diklaim adalah tokoh ISIS dan donatur terbesar FPI. Postingan tersebut disukai sebanyak 5 kali dan dikomentari 3 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelurusan, ternyata hoax ini sudah beredar sejak tahun 2017 dan terus muncul kembali dari tahun ke tahun. Menurut artikel dari kumparan.com, dijelaskan bahwa Syekh Yusuf Al-Qaradhawi tidak ada bukti yang kuat yang menyatakan bahwa ia berafiliasi dengan ISIS maupun menjadi donator FPI. Yusuf Al-Qaradhawi sendiri adalah seorang aktivits Ikhwanul Muslimin dan ahli ijtihad di Mesir. Ia pernah mengunjungi Indonesia pada bulan Januari 2007 dan bulan Januari 2009 serta bertemu dengan beberapa tokoh seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Hidayat Nur Wahid, dan Aksa Mahmud selaku pimpinan MPR.

    Melihat dari penjelasan tersebut, foto Anies Baswedan dan Hidayat Nur Wahid berfoto bersama seorang tokoh ISIS yang merupakan donatur FPI adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
    Informasi yang salah. Syekh Yusuf Al-Qaradhawi adalah aktivis Ikhwanul Muslimin dari Mesir bukan tokoh ISIS dan tidak ada bukti bahwa ia menjadi donatur FPI.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6827) [SALAH] Sebuah Peralatan Telekomunikasi Bertuliskan “COV-19” Siap Dipasang di Tiang Pemancar 5G

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 29/04/2021

    Berita

    Beredar video di berbagai media sosial, memperlihatkan seorang petugas jaringan telekomunikasi membawa sebuah circuit board (papan sirkuit) bertuliskan ‘COV-19’. Ia kemudian mengklaim bahwa papan sirkuit tersebut mengandung virus penyebab COVID-19 dan akan siap dipasang di tiang untuk dipancarkan ke seluruh wilayah Inggris selama lockdown.

    Dalam video pria tersebut mengatakan:
    “Saya benar-benar tidak tau, perusahaan mana yang memproduksi papan sirkuit ber-merek COV-19, tapi itulah kenyataan yang tertulis di alat ini. Saya bukanlah ahli teori konspirasi, tapi saya sudah membaca dari beragam sumber online tentang virus Corona dan COVID-19, tapi kenapa mereka memasang papan sirkuit dengan nama seperti itu (COV-19) di atas tiang pemancar 5G?”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, diketahui bahwa papan sirkuit bertuliskan ‘COV-19’ bukan bagian dari tiang pemancar 5G, namun berasal dari komponen TV kabel. Tidak diketahui pula apakah pria dalam video tersebut merupakan pertugas jaringan 5G.

    Dilansir dari Reuters, diketahui bahwa papan sirkuit di video berasal dari perusahaan telekomunikasi seluler bernama “Virgin Media”. Juru bicara Virgin Media membenarkan bahwa papan sirkuit tersebut diproduksi dari perusahaannya dan sebelumnya digunakan untuk komponen TV kabel yang sudah usang.

    Lebih lanjut, Virgin Media menyatakan, tulisan ‘COV-19’ di papan sirkuit tersebut adalah PALSU. Pihaknya tidak pernah mencetak, menuliskan, mencap komponennya dengan tulisan ‘COV-19’. Selain itu papan sirkuit tersebut juga tidak digunakan untuk infrastruktur jaringan seluler manapun, termasuk jaringan 5G.

    Reuters melanjutkan penelusuran dengan membandingkan beberapa komponen papan sirkuit di video dengan papan sirkuit asli milik Virgin Media. Hasilnya beberapa komponen dan tata letak seperti lubang kabel berwarna abu-abu, sama persis seperti milik Virgin Media.

    Video berisikan hoax COVID-19 yang dipancarkan dari menara 5G sebenarnya sudah banyak beredar sejak awal pandemi tahun 2020, namun tahun ini hoax serupa beredar kembali. Meski begitu, sampai dengan saat ini tidak ada bukti bahwa COVID-19 berasal dari jaringan 5G ataupun disebarkan lewat tiang jaringan 5G.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa, peralatan telekomunikasi bertuliskan ‘COV-19’ yang siap dipadang di jaringan 5G adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
    Kit yang ditunjukkan petugas tersebut bukan untuk jaringan 5G. Diketahui kit berasal dari perusahaan telekomunikasi seluler, Virgin Media, yang dipergunakan untuk TV kabel.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8605) Keliru, Klaim Ini Video Proses Evakuasi Jenazah Awak KRI Nanggala 402

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 28/04/2021

    Berita


    Video berjudul "KRI Nanggala Hancur.! Detik Detik Proses Evakuasi jenazah Awak KRI Nanggala 402" beredar YouTube. Video ini beredar setelah, pada 21 April 2021 lalu, kapal selam KRI Nanggala 402 milik TNI Angkatan Laut hilang kontak saat mengikuti latihan tempur di perairan Bali, lalu dinyatakan tenggelam ke dasar laut.
    Dalamthumbnailvideo itu, terdapat teks yang berbunyi "Hancur Berkeping Keping Ya Allah Kondisi Kru Memprihatinkan". Kanal ini mengunggah video berdurasi 10 menit 5 detik tersebut pada 27 April 2021. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 4,3 juta kali dan disukai lebih dari 37 ribu kali.
    Gambar tangkapan layar video yang beredar di YouTube yang berisi klaim keliru terkait evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula menonton video itu secara menyeluruh. Tempo juga memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantool InVid, lalu gambar-gambar ini ditelusuri denganreverse image tool Google dan Yandex.
    Hasilnya, ditemukan bahwa tidak satu pun cuplikan dalam video tersebut yang memperlihatkan proses evakuasi jenazah awak KRI Nanggala 402. Video tersebut merupakan gabungan dari beberapa cuplikan yang berbeda.
    Di bagian awal, video itu memperlihatkan pernyataan Ade Supandi, Kepala Staf TNI AL pada periode 2014-2018, yang diwawancarai oleh CNN Indonesia. Di kanal YouTube-nya, CNN Indonesia mengunggah video itu pada 26 April 2021 dengan judul “Evakuasi Badan Kapal KRI Nanggala 402”.
    Cuplikan video berikutnya memuat pernyataan ahli hidrografi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Wiwin Windupranata, dan pengamat militer Universitas Indonesia (UI), Andi Widjajanto. Video ini diunggah oleh Kompas TV ke kanal YouTube-nya pada 26 April 2021 dengan judul, “Penjelasan Ahli Hidrografi Soal Kemungkinan Evakuasi Jenazah dan Pengangkatan Badan KRI Nanggala 402”.
    Selanjutnya, merupakan cuplikan yang memperlihatkan suasana konferensi pers terkait KRI Nanggala 402 yang dimuat oleh Kompas TV di kanal YouTube-nya pada 24 April 2021. Video itu berjudul “Ini Penampakan 6 Serpihan Barang yang Diduga Milik Kapal Selam KRI Nanggala 402”.
    Terkait narasi yang terdapat dalam video itu, yang dibacakan oleh narator, juga berasal dari beberapa artikel yang berbeda. Narasi pada bagian awal video identik dengan isi artikel Jpnn.com pada 25 April 2021 yang berjudul “TB Hasanuddin Ungkap Fakta Mengejutkan tentang KRI Nanggala 402”.
    Narasi berikutnya merupakan pernyataan duka cita dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dimuat oleh Sindonews.com pada 25 April 2021 dalam artikelnya yang berjudul “53 Awak KRI Nanggala-402 Gugur, Kapolri: Ini Kesedihan dan Kehilangan Bagi Polri”.
    Adapun narasi yang terdapat di akhir video identik dengan isi artikel yang dimuat oleh Rmol.id pada 26 April 2021. Artikel ini berjudul “Tenggelamnya KRI Nanggala-402 Dinilai Bertolak Belakang Dengan Anggaran Besar Kemenhan, GMNI: Presiden Harus Evaluasi Prabowo”.
    Terkaitthumbnail video tersebut, yang memuat sebuah foto yang memperlihatkan sebuah proses evakuasi di bawah laut, foto itu telah beredar di internet setidaknya sejak 2016 silam, jauh sebelum peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402 pada 21 April 2021 lalu.
    Foto itu pernah diunggah di situs Imgur.com pada 23 Oktober 2016. Foto tersebut diberi keterangan "Extracting corpse from underwater airplane wreck, training exercise".
    Evakuasi KRI Nanggala 402
    Hingga artikel ini dimuat, TNI AL dan tim evakuasi belum melaporkan temuan jenazah awak kapal selam KRI Nanggala. Pada 25 April 2021, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan bakal mengupayakan pengangkatan badan KRI Nanggala. "Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait, khususnya International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (Ismerlo), apa yang bisa dilakukan dengan kondisi seperti ini," ujarnya.
    Kerja sama dengan Ismerlo disebut sangat diperlukan karena lokasi tenggelamnya kapal selam itu berada di kedalaman 838 meter. Butuh upaya dan fasilitas yang jauh lebih maju untuk mengangkat kapal dari laut dalam seperti itu. Yudo berkomitmen untuk mengangkat kapal ini. Secara lebih spesifik, keinginan mengangkat badan kapal selam itu juga muncul dari keluarga besar Korps Hiu Kencana, satuan kapal selam di TNI AL.
    Tawaran bantuan dari negara-negara yang tergabung dalam Ismerlo sebenarnya juga telah ada. Namu,n Yudo mengatakan pengajuan bantuan merupakan keputusan pemerintah dan harus mendapat persetujuan dari petinggi negara. "Saya akan mengajukan kepada Panglima TNI dan nanti akan berjenjang ke atas dan tentunya sudah ada keputusan kita akan angkat kapal itu," kata Yudo.
    Terkait jenazah awak kapal KRI Nanggala, seperti dikutip dari Kontan.co.id, akan dievakuasi ke Surabaya, Jawa Timur. Menurut Yudo, proses evakuasi juga akan dikoordinasikan dengan para pihak terkait. "Evakuasi nanti kita ke Surabaya, atau sesuai permintaan keluarga karena di Banyuwangi ini ada tiga orang juga," tuturnya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut merupakan video proses evakuasi jenazah awak KRI Nanggala 402, keliru. Tidak satu pun cuplikan dalam video tersebut yang memperlihatkan proses evakuasi jenazah awak kapal selam KRI Nanggala. Hingga artikel ini dimuat pun, TNI AL dan tim evakuasi belum melaporkan temuan jenazah awak kapal selam KRI Nanggala.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan