• (GFD-2021-6840) [SALAH] Akun Whatsapp “0813-1515-3070” Ketua DPRD Jambi Tawarkan Lelang Mobil

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 30/04/2021

    Berita

    Beredar akun Whatsapp “0813-1515-3070” mengatasnamakan Ketua DPRD Kota Jambi Edi Purwanto. Dalam narasinya, akun tersebut menawarkan lelang mobil ke sejumlah pihak.
    NARASI:
    “0813-1515-3070”

    Hasil Cek Fakta

    Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, akun tersebut diketahui merupakan akun palsu. Melansir dari inews.id, Edi menegaskan akun Whatsapp dengan nomor “0813-1515-3070” bukan miliknya.

    “Pelaku menyampaikan informasi terkait lelang mobil. Dia mengaku menerima jatah 3 unit yang bisa dialihkan untuk keluarga dan kerabat,” pungkasnya.

    Lebih lanjut Edi menuturkan bahwa pesan tersebut telah menyasar banyak pihak termasuk kerabat dan sahabatnya. Berdasar kejadian tersebut, Edi mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap segala jenis informasi yang mengatasnamakan dirinya.

    Mengacu kepada seluruh referensi, akun Whatsapp “0813-1515-3070” mengatasnamakan Ketua DPRD Jambi Edi Purwanto merupakan hoaks dengan kategori imposter content atau konten tiruan.

    Kesimpulan

    Akun tersebut PALSU. Ketua DPRD JAMBI Edi Purwanto menyatakan nomor tersebut bukan miliknya, dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk informasi yang mengatasnamakan dirinya.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6841) [SALAH] Sri Sultan: Saya Tidak Manut ke Jokowi Terkait Larangan Takbir Keliling 2021

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/04/2021

    Berita

    Akun Facebook Salman Namaku membagikan status dengan gambar tangkapan layar yang mengklaim bahwa Gubernur D. I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyatakan tidak mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait larangan Takbir Keliling 2021 “Saya tidak manut ke jokowi karena saya bersama rakyat dari dulu,’ ujar Sri Sultan dalam tangkapan layar tersebut.
    Narasi:
    “Pemerintah Larang Takbir Keliling di Malam Lebaran 2021, Saya Semakin Ragu Melihat kenyataan Pemerintahan Jokowi Sekarang Karena Tidak Bertanya Langsung ke Rakyatnya. SAYA TIDAK MANUT KE JOKOWI KARENA SAYA BERSAMA RAKYAT DARI DULU….”

    “Djogja memang benar-benar ISTIMEWA. Bravo buat Sri Sultan 👍👍👍👍👍”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri klaim tersebut salah, tidak ditemukan pemberitaan yang memuat pernyataan Sri Sultan Hamengkubowono menolak kebijakan pemerintah terkait larangan takbir keliling malam lebaran tahun 2021.

    Faktanya, melansir dari Kompas.com, Kadarmanta Baskara Aji, Sekda DIY, menyatakan bahwa pemerintah DIY mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait larangan takbir keliling pada malam Idul Fitri 2021 guna mengurangi penularan Covid-19 di Yogyakarta.

    “Prinsipnya itu kan tidak ada kerumunan, prinsipnya kita dukung karena takbir keliling membuka peluang adanya kerumunan,” jelas Aji saat ditemui Tim Kompas di Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (20/4/2021).

    Dengan demikian klaim yang menyatakan Sri Sultan tidak mengikuti kebijakan pemerintah tentang larangan takbir keliling 2021 merupakan hoax dengan kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia)
    Klaim tersebut salah. Faktanya melansir dari Kompas.com, Kadarmanta Baskara Aji, Sekda DIY, menjelaskan bahwa pemerintahan DIY mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait larangan takbir keliling di malam Idul Fitri 2021 guna menghindari kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6842) [SALAH] Video Penampakan Putri Duyung di Laut

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 30/04/2021

    Berita

    Akun TikTok angelkreme mengunggah video yang diklaimnya sebagai video penampakan putri duyung di lautan yang melarikan diri saat menyadari dirinya tengah direkam. Unggahan tersebut mendapat atensi sebanyak 1,2 juta suka dan telah dibagikan sebanyak 39,7 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan potongan video dari film fiksi yang dikemas dalam gaya dokumenter tahun 2011 oleh Animal Planet. Ditemukan video yang sama diunggah oleh kanal YouTube CNN pada 31 Mei 2013. Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa film tersebut dibuat berdasarkan teori ilmiah dan evolusi serta fenomena yang sesungguhnya.

    Mengutip dari detiknews, eksekutif produser acara tersebut, Charlie Foley mengakui bahwa semua yang ditampilkan dalam tayangan tersebut adalah palsu. Hanya saja, mereka ingin menyampaikannya dengan gaya dokumenter.

    “Kami ingin masyarakat melihat cerita itu dengan rasa penasaran. Meminta agar mereka menahan ketidakpercayaannya dulu,” kata Foley kepada ABC.

    Dari berbagai fakta yang telah dijabarkan, unggahan akun TikTok angelkreme dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, video tersebut merupakan potongan dari film fiksi yang dibuat dalam gaya dokumenter oleh Animal Planet berjudul “Mermaids: The Body Found” tahun 2011.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8607) Keliru, Klaim Ini Foto Ratusan Warga 4 Desa di Papua yang Mengungsi pada April 2021

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 29/04/2021

    Berita


    Sebuah foto yang memperlihatkan ratusan orang yang sedang berjalan kaki dengan memanggul berbagai barang di sebuah jalan tanah yang membelah perbukitan beredar di Twitter. Foto itu disertai dengan klaim bahwa terdapat ratusan warga dari empat desa di Papua yang mengungsi baru-baru. Foto tersebut diunggah ke Twitter pada 28 April 2021.
    Berikut narasi yang ditulis oleh akun ini : "Operasi militer Indonesia dengan pengeboman sejak kemarin menyebabkan ratusan orang di 4 desa di Puncak Jaya mengungsi dari rumahnya ke wilayah terdekat (Pengungsi Internal/IDPs di Papua meningkat dalam 3 tahun terakhir)." Hingga artikel ini dimuat, cuitan itu telah di-retweet lebih dari 150 kali dan disukai lebih dari 250 kali.
    Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter berisi foto yang tidak terkait dengan klaim soal mengungsinya warga dari empat desa di Papua pada April 2021.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu adalah foto peristiwa pada 2020. Foto ini bersumber dari Divisi Humas Polri dan pernah dipublikasikan salah satunya oleh situs media Jawapos.com pada 12 Maret 2020.
    Jawapos.com memberikan keterangan bahwa foto itu adalah foto saat warga kampung di sekitar Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dievakuasi karena kampung mereka dimasuki oleh kelompok bersenjata. Dinas Sosial Mimika mencatat jumlah warga Tembagapura yang dievakuasi ke Timika, ibukota Mimika, mencapai 1.662 orang, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dan anak-anak.
    Kantor berita Antara juga pernah memuat foto yang sama dalam artikelnya pada 8 Maret 2020. Dalam keterangannya, Antara menulis bahwa foto itu memperlihatkan ratusan warga kampung Kimbeli dan kampung-kampung di sekitar Tembagapura yang berjalan kaki dari kampung mereka ke Tembagapura untuk dievakuasi pada 8 Maret 2020, setelah kelompok bersenjata memasuki kampung mereka.
    Warga Papua yang mengungsi
    Tempo juga menelusuri berita terkait peristiwa mengungsinya warga Papua tersebut. Dikutip dari situs media Papua, Jubi.co.id, pada 27 April 2021, warga dari empat distrik di Kabupaten Puncak, Papua, memang mengungsi usai terjadi kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan TNI/Polri. Keempat distrik itu adalah Distrik Gome, Mayuberi (Distrik Ilaga Utara), Distrik Gome Utara, dan Distrik Beoga.
    Situs media Papua lainnya, Suara Papua, juga memuat artikel yang berisi informasi bahwa warga dari empat kampung di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, yakni Tegelobak, Misimaga, Efesus, dan Upaga, mengungsi ke dua kampung terdekat setelah adanya serangan udara dari militer yang mengejar pasukan TPNPB pada 27 April 2021.
    Suara Papua mendapatkan informasi tersebut dari seorang advokat dan intelektual dari Kabupaten Puncak Jaya, Oktavianus Tabuni. Menurut Tabuni, laporan itu ia terima dari salah satu kepala kampung yang sedang mengungsi bersama warganya. "Warga kampung Tegelobak dan Misimaga mengungsi ke kampung Tanah Merah, sedangkan warga kampung Efesus dan Upaga mengungsi ke kampung Gome," katanya.
    Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam surelnya kepada Suara Papua, juga membenarkan adanya serangan udara tersebut. Namun, ia tidak memberikan penjelasan detail mengenai nama kampung yang terkena serangan ini. Menurut Sebby, baku tembak antara pasukan TNI dan Polri dengan TPNPB terjadi pada pukul 08.26 WIT dan pukul 13.00 WIT. Tidak ada korban dalam serangan itu.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto ratusan warga dari empat desa di Papua yang mengungsi pada April 2021, keliru. Foto itu merupakan foto peristiwa pada 2020, saat warga kampung di sekitar Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dievakuasi karena kampung mereka dimasuki oleh kelompok bersenjata.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan