• (GFD-2021-7089) [SALAH] Video WN China Serbu Bandara Sultan Syarif Kasim

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 15/06/2021

    Berita

    Sebuah video yang diklaim WN China menyerbu Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim, Riau beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Twitter @RAJO_LANGIT007 pada 6 Juni 2021.

    Video berdurasi 1 menit itu memperlihatkan sebuah bandara dipenuhi oleh banyak orang. Mereka tampak mengenakan kaos olahraga berwarna merah dan kuning.

    Dalam video terdengar suara seorang wanita yang menyebut bahwa Bandara Sultan Syarif Kasim dipenuhi WN China.

    "Di Bandara Sultan Syarif Kasim, orang China ya semuanya," demikian suara dari seorang wanita dalam video.

    "Cino lagi Cino lagi..kpnkah ini terjadi..?

    #TiongkokBikinJongkok

    #AdiliPerampokDanaHaji," tulis akun Twitter @RAJO_LANGIT007.

    Konten yang disebarkan akun Twitter @RAJO_LANGIT007 telah 49 ribu kali ditonton dan mendapat beberapa komentar warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim WN China menyerbu Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim, Riau. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Yandex.

    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai video tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Imigrasi mengklarifikasi isu video viral WNA China "serbu" Riau" yang dimuat situs antaranews.com pada 1 Juli 2019.

    Pekanbaru (ANTARA) - Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Riau menyatakan video yang menyebar atau viral di media sosial, yang menyebut warga negara asing (WNA) China ramai-ramai "menyerbu" Riau lewat Bandara di Kota Pekanbaru adalah tidak benar.

    "Rombongan tersebut tidak ada yang berangkat ke luar negeri, sementara tidak diketahui kebangsaannya," kata Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Riau Mas Agus Santoso, di Pekanbaru, Senin.

    Video yang viral tersebut berdurasi sekitar satu menit, kemungkinan besar diambil menggunakan handphone. Dalam video tersebut menggambarkan keramaian di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Kota Pekanbaru, ketika sejumlah rombongan calon penumpang berada di terminal bandara tersebut.

    Ratusan calon penumpang yang disoroti dalam video tersebut semuanya bermata sipit dan mengenakan seragam kaos olahraga dan membawa koper-koper besar di troli. Dalam video juga ada suara seorang perempuan yang kemungkinan besar sedang merekam video itu.

    "Di Bandara Sultan Syarif Kasim orang China aja semua," kata perempuan di video itu.

    Berdasarkan penelusuran, lokasi di video itu memang benar di Bandara Pekanbaru tepatnya di Terminal Keberangkatan. Ciri spesifik dari Terminal Keberangkatan di bandara itu adalah ada eskalator di lantai dasar yang mengarah ke konter check-in penumpang pesawat.

    Mas Agus Santosa mengatakan dari hasil koordinasi internal mengenai video ini, bisa disimpulkan bahwa rombongan tersebut kemungkinan adalah warga negara Indonesia dari daerah di luar Riau. Mereka akan berangkat dengan pesawat dengan rute penerbangan domestik, setelah mengikuti acara Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

    Dengan beredar video itu dengan narasi yang tidak benar, ia khawatir akan menimbulkan opini negatif di masyarakat.

    "Sudah ada beberapa opini yang negatif, mudah-mudahan tidak semuanya negatif dari opini masyarakat. Kasihan yang mudah terhasut," katanya pula.

    Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait, juga membantah isu serbuan WNA China di Bandara Pekanbaru.

    "Mereka itu wisatawan yang habis menghadiri Bakar Tongkang. Kita sebagai operator bandara, semuanya tentu harus kita layani," kata Jaya Tahoma Sirait.

    Bakar Tongkang merupakan tradisi turun-temurun bagi warga Tionghoa Bagansiapiapi untuk menghormati nenek moyang mereka, sehingga membuat puluhan ribu perantau yang kini tinggal di berbagai kota di dalam dan luar negeri seperti pulang kampung khusus untuk menghadiri Bakar Tongkang. Tradisi ini sekarang dikemas pemerintah daerah menjadi sebuah festival dan masuk dalam agenda pariwisata nasional.

    Puluhan ribu wisatawan nusantara dan mancanegara menghadiri Festival Bakar Tongkang 2019. Bupati Rokan Hilir Suyatno saat melihat acara itu di Bagansiapiapi, pada 19 Juni 2019 merasa sangat gembira dan terharu karena banyak wisatawan nusantara dan mancanegara yang datang membuat kota itu sangat ramai.

    "Ke depannya itu bagaimana harus ramai lagi. Saya mendapat informasi tahun ini jumlah pengunjung hampir 76 ribu, luar biasa sekali. Tahun depan kita minta 100 ribu pengunjung," kata Suyatno.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim WN China menyerbu Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim, Riau ternyata tidak benar. Faktanya, kumpulan orang yang memadati Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim, Riau merupakan wisatawan domestik yang habis menghadiri Bakar Tongkang. Video itu sempat viral pada 1 Juli 2019 lalu. Pihak Imigrasi Riau kemudian mengklarifikasi bahwa video tersebut bukan serbuan WN China.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7090) [SALAH] Foto “The Last Moment Dokter Hadio”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 15/06/2021

    Berita

    Akun Twitter Backpacker Indonesia (twitter.com/idbcpr) pada 14 Juni 2021 mengunggah foto yang memperlihatkan seorang pria yang berdiri di depan pagar rumah dan hanya memperhatikan kedua anaknya yang berada di teras dengan narasi sebagai berikut:

    “SEDIH! THE LAST MOMENT DOKTER HADIO, #DIRUMAHAJA YA, BIAR GAK KEJADIAN LAGI! BANTU PARA NAKES INI!”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto yang diklaim sebagai momen terakhir Dokter Hadio ketika bertemu anaknya merupakan klaim yang salah.

    Faktanya, klaim ini merupakan hoaks lama beredar kembali. Pria di foto itu BUKAN Dokter Hadio. Pria di foto itu adalah seorang dokter asal Malaysia yang menemui anak-anaknya di depan pagar karena dirinya salah satu dokter yang menangani pasien Covid-19.

    Dilansir dari artikel berjudul “[SALAH] Foto Terakhir Dokter Hadio Berdiri Di Depan Pagar Temui Anak Sebelum Meninggal Karena Covid-19”, foto ini adalah foto dokter di Malaysia seperti yang diunggah oleh situs Majalah Pama majalahpama.my dengan judul artikel “Takut Bawa Balik Virus Conid-19, Dokter Ni Tak Mau Masuk Rumah. Tengok Anak Dari Jauh”.

    Majalah Malaysia itu juga mengutip pernyataan salah seorang pengguna facebook bernama Ahmad Effendy Zailanudin yang menyebut bahwa dokter tersebut adalah sepupunya yang juga bertugas mengobati pasien Covid-19 di negeri Jiran. Akun Ahmad Effendy Zailanudin menuliskan bahwa sepupunya itu adalah seorang dokter yang tengah berjuang mengobati pasien Covid-19.

    Selain itu, dilansir dari Tempo yang menghubungi Ahmad Effendy pada 23 Maret 2020 melalui Facebook Messenger, Ahmad Effendy menegaskan bahwa pria dalam foto itu bukan Hadio, melainkan saudaranya. Dia tidak menyangka fotonya itu viral di Indonesia dengan narasi yang keliru. Saat itu, menurut Ahmad Effendy, saudaranya tersebut dalam kondisi sehat, tidak terinfeksi virus Corona COVID-19, dan masih bertugas sebagai dokter.

    “Saya sahkan bahawa gambar itu memang saudara saya. Tetapi dia bukan dokter Hadio yang baru meninggal itu. Saya mohon kepada netizen di sana supaya tidak mudah untuk ambil gambar orang lain dan dijadikan kesempatan untuk mengaut like, komen, dan kongsi,” ujar Ahmad Effendy.

    Kesimpulan

    Hoaks lama beredar kembali. Pria di foto itu BUKAN Dokter Hadio. Pria di foto itu adalah seorang dokter asal Malaysia yang menemui anak-anaknya di depan pagar karena dirinya salah satu dokter yang menangani pasien Covid-19.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8665) Sesat, Klaim Foto Ini Tunjukkan Peluncuran Roket SpaceX Palsu

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 15/06/2021

    Berita


    Foto yang menunjukkan peluncuran roket SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, beredar di Twitter. Dalam foto itu, terdapat bagian yang dilingkari merah, yang menunjukkan sosok seperti manusia yang berada di luar roket yang sedang meluncur ke luar angkasa tersebut.
    Akun ini membagikan foto itu pada 5 Juni 2021. Akun tersebut menulis dalam bahasa Inggris yang jika diterjemahkan berarti: "Ingat saat itu FakeX lupa untuk mem-Photoshop orang yang duduk di silo gandum mereka yang mereka coba dan luncurkan sebagai 'kapal luar angkasa'."
    Gambar tangkapan layar unggahan di Twitter yang berisi klaim menyesatkan terkait foto roket SpaceX yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, foto tersebut tidak menunjukkan peluncuran roket SpaceX palsu. Foto itu memperlihatkan uji coba roket SpaceX pada 2013. Sosok seperti manusia yang terpasang di luar roket tersebut pun adalah manekin. Menurut CEO SpaceX Elon Musk, manekin berbentuk koboi 6 kaki itu dipasang untuk memberikan perspektif tentang ukuran SpaceX Grasshopper.
    Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto itu dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto ini pernah diunggah ke media sosial Pinterest oleh akun DanSpace77. Dalam keterangannya, akun itu menulis, "SpaceX Grasshopper. Bisakah kamu menemukan dummy (boneka tiruan) sepanjang 6 kaki di pesawat itu?"
    Foto serupa juga pernah dimuat oleh Space.com dalam artikelnya pada 23 April 2013 yang berjudul "SpaceX Grasshopper, Roket Luar Biasa yang Dapat Digunakan Kembali (Foto)". Foto itu diberi keterangan sebagai berikut:
    "Pada 7 Maret 2013, SpaceX Grasshopper menggandakan lompatan tertingginya hingga saat ini untuk naik 262,8 kaki (80,1 meter), melayang selama sekitar 34 detik dan mendarat dengan aman menggunakan vektor dorong loop tertutup dan kontrol throttle."
    Foto itu pun pernah dimuat oleh Phys.org dalam artikelnya pada 12 Maret 2013 yang berjudul "SpaceX Grasshopper melompat ke 'cincin api'". Dalam keterangannya, tertulis bahwa foto itu menunjukkan uji coba terbang SpaceX Grasshopper pada 7 Maret 2013.
    Berdasarkan petunjuk-petunjuk itu, Tempo menelusuri pemberitaan tentang dummy yang terpasang pada roket SpaceX Grasshopper yang melakukan uji coba peluncuran pada 7 Maret 2013 tersebut. Dilansir dari kantor berita Reuters, sosok seperti manusia yang terpasang di luar roket tersebut adalah manekin, yang ditempatkan untuk menyediakan skala.
    Pada 24 Desember 2012, Elon Musk, CEO SpaceX yang juga merupakan CEO Tesla, mengunggah cuitan di akun Twitter pribadinya yang berisi penjelasan tentang manekin itu. "Untuk memberikan sedikit perspektif tentang ukuran Grasshopper, kami menambahkan koboi 6 kaki ke roket," ujar Musk.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto itu menunjukkan peluncuran roket SpaceX palsu, menyesatkan. Foto itu memperlihatkan uji coba roket SpaceX pada 2013. Sosok seperti manusia yang terpasang di luar roket tersebut pun adalah manekin. Menurut CEO SpaceX Elon Musk, manekin berbentuk koboi 6 kaki itu dipasang untuk memberikan perspektif tentang ukuran SpaceX Grasshopper.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan