• (GFD-2021-7110) [SALAH] “Ini sinetron Bajay Bajuri thn 2002,sdh mau 20 thn ternyata jadi kenyataan”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 19/06/2021

    Berita

    Beredar pesan berantai berupa sebaran video yang menampilkan cuplikan adegan stikom Bajaj Bajuri. Disebutkan bahwa cuplikan dari tahun 2002 itu menjadi kenyataan setelah hampir 20 tahun kemudian, yakni di masa pandemi saat ini.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa video tersebut tidak terkait dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini. Cuplikan adegan itu berasal dari episode 205 yang berjudul “Katakan Saja Ogah Berpuasa.” Versi lengkap dari video itu diketahui terdapat di kanal Youtube Bang Rose yang tayang pada 28 April 2020. Dalam episode tersebut membahas mengenai kondisi virus SARS yang melanda China pada tahun 2002.

    Adapun, klaim cuplikan adegan itu sebagai prediksi kondisi pandemi COVID-19 sudah pernah diperiksa faktanya pada artikel berjudul “[SALAH] Sitkom Bajaj Bajuri Prediksi Corona 17 Tahun Lalu” dan “[SALAH] Episode Sitkom Bajaj Bajuri Ramalkan Virus Corona Tahun 2021” di turnbackhoax.id.

    Dengan demikian, cuplikan adegan sitkom Bajaj Bajuri tidak terkait dengan kondisi pandemi COVID-19 dan konten pesan berantai itu masuk ke dalam kategori Konten yang Salah.

    Kesimpulan

    Hoaks berulang dan sudah pernah diperiksa faktanya pada artikel berjudul “[SALAH] Sitkom Bajaj Bajuri Prediksi Corona 17 Tahun Lalu” dan “[SALAH] Episode Sitkom Bajaj Bajuri Ramalkan Virus Corona Tahun 2021” di turnbackhoax.id. Sitkom Bajaj Bajuri bukan memprediksi virus COVID-19. Sitkom Bajaj Bajuri dalam episode 205 dengan judul “Katakan Saja Ogah Berpuasa” tersebut berupa adegan yang tengah membahas soal wabah virus SARS yang melanda China di tahun 2002.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7111) [SALAH] Foto Jalan Tol Trans-Papua

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/06/2021

    Berita

    Akun Facebook bernama Nur Hadi pada 8 Juni 2021 memposting sebuah foto jalan tol yang diklaim jalan tesebut merupakan jalan Trans-Papua. Postingan tersebut diunggah pada grup TOLERANSI INDONESIA PERJUANGAN.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, foto tersebut ditemukan pada artikel yang dimuat oleh katadata.co.id dengan judul “Per 1 November Tarif 15 Ruas Tol Naik”. Dalam artikel tersebut terdapat keterangan pada foto yaitu “kendaraan melintas di ruas tol Cipularang Jawa Barat”.

    Melansir dari Tempo.co pada artikel dengan judul “Presiden Resmikan Tol Cipularang dan Pasupati” ditemukan infomasi bahwa tol Cipularang Jawa Barat merupakan tol yang di resmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) ini diresmikan pada 12 Juli 2005 dan tol ini menghubungkan Jakarta-Bandung. Ruas tol Cipularang membentang sepanjang 54 kilometer melewati tiga kabupaten. Di antaranya Karawang, Purwakarta dan Bandung Barat.

    Dengan demikian foto dalam postingan Facebook yang diklaim sebagai jalan Trans-Papua tidak benar. Foto tersebut merupakan foto tol Cipularang namun terdapat editan di bagian atas foto sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
    Bukan foto jalan tol Trans-Papua namun jalan tol Cipularang yang telah diedit pada bagian atas foto.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7112) [SALAH] Malaysia Dapat Tambahan 10 Ribu Kuota Haji Saat Lockdown

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 19/06/2021

    Berita

    Sebuah akun twitter bernama @/habangbangsel mengomentari terkait postingan bahwa Indonesia gagal memberangkatkan jemaah haji tahun 2021, dan mengklaim bahwa Malaysia Justru mendapatkan tambahan 10 ribu kuota haji di tengah kondisi lockdown, serta menyebut Indonesia gagal berangkat haji karena uang haji sudah habis.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, dilansir dari Antaranews.com, informasi Malaysia dapat tambahan 10.000 kuota haji saat lockdown adalah hoaks. Dilansir dari ANTARA dalam artikel berjudul “Arab Saudi tambah 10.000 kuota haji Malaysia” yang dimuat pada 10 Maret 2021. Dijelaskan bahwa pemberian tambahan kuota haji kepada Malaysia berlaku hanya saat pandemi Covid-19 usai.

    “Kami sudah dapat keputusan baik persetujuan apabila keadaan (COVID-19) pulih sepenuhnya, kuota haji ditambah 10.000 dari jumlah yang ada,” kata Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin pada 10 Maret 2021 lalu.

    Menteri pada Kantor Perdana Menteri Malaysia Urusan Agama, Zulkifli Mohamad al-Bakri, dalam berita ANTARA, juga menyatakan negaranya hingga kini belum menerima keputusan pemberangkatan jemaah haji Malaysia ke Tanah Suci dari pemerintah Arab Saudi.

    Kemudian terkait isu bahwa Indonesia gagal berangkatkan jemaah haji karena uang haji sudah habis dan memiliki hutang adalah keliru. Menteri Agama Indonesia Yaqut Cholil Qoumas memastikan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M karena pandemi Covid-19. Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

    Dia juga menjawab isu yang menyebut batalnya keberangkatan haji 2021 karena persoalan utang yang dimiliki Indonesia. Yaqut pastikan Indonesia tidak memiliki utang atau tagihan yang belum dibayar. Yaqut pun menegaskan kabar terkait tagihan belum dibayar adalah berita bohong.

    Sampai saat ini, Pemerintah Saudi menyatakan, calon jemaah yang bisa mengikuti ibadah haji tahun ini hanyalah warga lokal serta WNA yang sudah menetap di Saudi.

    ‘Melihat perkembangan pandemi COVID-19 yang terus merebak dan munculnya mutasi baru, pendaftaran haji 1442 H akan dibatasi hanya untuk mukimin (ekspatriat) dan warga Arab Saudi dari dalam negeri,’ tulis Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam pengumumannya di Twitter, Sabtu (12/6).”

    Kesimpulan

    Bukan saat lockdown. Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin menyebutkan bahwa tambahan 10 ribu kuota haji kepada Malaysia hanya berlaku ketika pandemi covid-19 usai.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7103) [SALAH] Informasi Daftar Penerima Banpres BNI Sebesar Rp 2,5 Juta

    Sumber: WhatsApp
    Tanggal publish: 18/06/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi tentang daftar penerima Banpres BNI sebesar Rp 2,5 juta. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

    Berikut informasi tentang tautan daftar penerima Banpres BNI sebesar Rp 2,5 juta:

    *BANPRES BNI* sebesar *Rp 2.500.000*.

    Periksa apakah nama Anda ada di daftar untuk menarik manfaat

    *Daftar lengkap*
    https://banpresbni.online/bpum-bni/?BPUMBNI_2021

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi daftar penerima Banpres BNI sebesar Rp 2,5 juta, dengan menghubungi pihak BNI.

    Sekretaris perusahaan atau corporate secretary BNI Mucharom mengatakan, penerima BLT UMKM pada 2021 menerima uang sebesar Rp 1,2 juta, disalurkan langsung ke rekening BNI penerima BPUM.

    "Penerima BLT UMKM 2021 senilai Rp 1,2 juta yang disalurkan melalui BNI," kata Mucharom, saat berbincang dengan Liputan6.com.

    Mucharom meminta masyarakat waspada terhadap informasi tentang Banpers BPUM dan tidak memberikan data pribadi seperti Nomor Induk Kependukan (NIK), nomor Kartu Keluarga, nomor HP, atau data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

    "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap situs yang mengatasnamakan banpres BPUM," tuturnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi daftar penerima Banpres BNI sebesar Rp 2,5 juta tidak benar.

    Penerima BLT UMKM pada 2021 menerima uang sebesar Rp 1,2 juta, disalurkan langsung ke rekening BNI penerima BPUM.

    Rujukan