• (GFD-2021-8689) Keliru, Klaim Ini Video Penyiraman Virus di Madura Lewat Pesawat

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 01/07/2021

    Berita


    Video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan sebuah pesawat sedang menyiramkan suatu cairan di atas wilayah permukiman beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa hal itulah yang menyebabkan warga Madura sakit, karena disiram virus dari atas pesawat.
    Selain rekaman tersebut, dicantumkan pula tiga foto yang memperlihatkan beberapa petugas yang sedang mengisi sejumlah drum berwarna biru dengan suatu cairan. “Inilah yang membuat orang Madura sakit semua disiram virus dari atas pesawat,” demikian klaim yang menyertai video dan foto-foto tersebut.
     Gambar tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp. Video ini bukan video penyiraman virus lewat pesawat di Madura, Jawa Timur.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Source, Google, dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu adalah video penyemprotan disinfektan oleh TNI lewat pesawat di sejumlah wilayah di Bangkalan, Madura, dan Surabaya.
    Video yang identik pernah dimuat ke YouTube oleh kanal milik stasiun televisi Metro TV pada 29 Juni 2021 dengan judul “TNI AL Semprot Bangkalan dengan Ribuan Liter Disinfektan dari Pesawat”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa TNI Angkatan Laut saat itu sedang menyemprotkan ribuan liter cairan disinfektan di wilayah Bangkalan, Madura, dan Kota Surabaya, Jawa Timur. Penyemprotan dilakukan menggunakan pesawat terbang selama tiga hari.
    Video identik lainnya pernah dimuat oleh situs media iNews.id pada 28 Juni 2021 dengan judul “Video TNI AL Semprot Disinfektan dari Udara di Kawasan Bangkalan dan Surabaya”. Dalam laporannya, tertulis bahwa TNI AL, melalui Wings Udara 2, melakukan penyemprotan cairan disinfektan dari udara. Penyemprotan menyasar kawasan Madura dan Surabaya, khususnya daerah yang rawan penyebaran Covid-19.
    Sebanyak 5.000 liter cairan disinfektan disiapkan untuk penyemprotan dari udara tersebut. Penyemprotan sudah berlangsung sejak 27 Juni 2021. Penyemperotan dilakukan dalam upaya mencegah penularan Covid-19. Penyemprotan akan terus dilaksanakan sesuai dengan permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
    Hal tersebut juga diberitakan oleh Media Indonesia. Pesawat milik TNI AL menyemprotkan ribuan cairan desinfektan di Kabupaten Bangkalan dan Kota Surabaya yang masuk zona rawan Covid-19. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam upaya memutus penyebaran covid-19.
    Di Kabupaten Bangkalan, wilayah yang disemprot adalah yang mengalami lonjakan pasien Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, seperti Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, dan Kecamatan Geger. Wilayah di sekitar Jembatan Suramadu juga menjadi sasaran penyemprotan.
    Sementara di Kota Surabaya, yang disemprot adalah wilayah dengan sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah provinsi dan areal penanganan pasien Covid-19, seperti kawasan Gedung Negara Grahadi, Jalan Pahlawan, Jalan Indrapura, Soetomo, dan Asrama Haji.
    "Saat penyemprotan di kawasan Bangkalan, pesawat bisa terbang rendah dengan ketinggian 500 kaki. Namun, untuk Surabaya, harus 1.000 kaki karena banyak bangunan tinggi," kata Komandan Pangkalan Udara TNI AL Juanda Kolonel Laut (P) M. Tohir pada 28 Juni 2021.
    Menurut Tohir, penyemprotan cairan desinfektan probiotik itu sudah dilakukan selama tiga hari, yaitu pada 26-28 Juni 2021. Jumlah cairan disinfektan yang disemprotkan rata-rata 5.000 liter per hari. Selain menggunakan pesawat terbang, pihak TNI AL juga mengerahkan helikopter untuk mempercepat penyemprotan.
    Pesawat terbang yang digunakan untuk penyemprotan cairan disinfektan adalah pesawat Cassa NC 212-200 Aviocar U-6212. Pesawat diterbangkan pilot Kapten Candra Wira dan kopilot Letnan Dua Zaki. Ada empat personel penyemprot dalam kegiatan ini. Cairan disinfektan terbungkus dalam jerigen ukuran 25 liter. Ratusan jerigen itu kemudian dituangkan ke dua tong dalam pesawat, yang selanjutnya disemprotkan melalui selang.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video penyiraman virus di wilayah Madura lewat pesawat, keliru. Video itu menunjukkan penyemprotan disinfektan oleh TNI AL lewat pesawat di sejumlah wilayah di Bangkalan, Madura, dan Surabaya. Penyemprotan ini dilakukan selama tiga hari, pada 26-28 Juni 2021.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-7168) [SALAH] Gambar artikel berjudul “Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin yang Mau Dibongkar Telan Rp 30 M”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/06/2021

    Berita

    :“Salah Saya Dimana ? Saya Nggak Ngapa”-in”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di Facebook gambar tangkapan layar artikel detik.com dengan judul “Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin yang Mau Dibongkar Telan Rp 30 M”. Postingan tersebut diposting oleh akun Facebook Dwi Hapsari.

    Saat ditelusuri mengunakan kata kunci judul pada tangkapan layar postingan Facebook ditemukan judul yang sama, namun dengan gambar yang berbeda, yang diunggah pada 16 Juni 2021. Dalam artikel asli finance.detik.com, foto yang dipublikasikan merupakan foto para pesepeda melewati jalur sepeda, bukan gambar Anies Baswedan dengan narasi “Salah Saya Dimana ? Saya Nggak Ngapa”in kok…”. Gambar asli Anies Baswedan terdapat dalam artikel bogor.pikiran-rakyat.com, dengan judul “Fakta atau Hoaks: Anies Baswedan Dikabarkan Siap Pimpin Palestina Lawan Pasukan Israel, Simak Faktanya”, tanpa ada tambahan tulisan “Salah Saya Dimana ? Saya Nggak Ngapa”in kok…”.

    Dengan demikian berdasarkan penjelasan di atas, maka termasuk konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

    Faktanya, gambar editan dari artikel asli yang berjudul “Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin yang Mau Dibongkar Telan Rp 30 M” yang dimuat di situs finance.detik.com pada Rabu, 16 Juni 2021 pukul 16:12 WIB.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7169) [SALAH] Sinar X dalam TV Tabung Dapat Membunuh Virus dalam 8 Jam

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 30/06/2021

    Berita

    “Sinar X dari TV tabung (TV CRT) membunuh virus dalam 8 Jam. Hidupkan (on) TV tabung 8 jam dan istirahat/tidur/nonton didepannya 8 jam. Virus binasa. Boleh ke wc boleh makan boleh main game. Yg penting 8 jam didepan TV tabung (CRT/TV jadul) yg hidup/on – SEBARKAN DEMI NYAWA SESAMA”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah narasi yang diunggah oleh akun Twitter @haro_arnold yang mengatakan bahwa sinar X dalam TV tabung dapat membunuh virus. Unggahan tersebut juga mengatakan bahwa untuk membunuh virus menggunakan sinar X dari TV tabung dapat dilakukan dengan cara membiarkan TV tabung menyala selama delapan jam.

    Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Sinar X merupakan radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang 0,001 hingga 10 nanometer yang biasa digunakan untuk melihat benda-benda yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata manusia. Dalam dunia kesehatan, sinar X memiliki fungsi untuk mengidentifikasi hal-hal yang ada di dalam tubuh manusia, seperti mengidentifikasi keberadaan kanker dan tumor, penyumbatan pembuluh darah, patah tulang, kerusakan gigi, peradangan sendi, penciteraan organ dalam dan identifikasi benda asing dalam tubuh. Selain memiliki manfaat dalam dunia medis, penggunaan sinar X yang berlebihan dan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang juga dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan seperti kemerahan pada kulit, rambut rontok, katarak pada mata, serta mengembangkan kanker dan tumor dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga penggunaan sinar X haruslah sesuai dosis yang tepat agar manfaatnya bisa dirasakan dengan sesuai tujuan dan mengurangi resiko yang ada.

    Sinar X sendiri dihasilkan melalui suatu tabung yang memiliki mekanisme bertemunya elektron dan anoda. Elektron sendiri dihasilkan melalui katoda yang dipanaskan. Untuk membuat elektron dan anoda bertemu, dibutuhkan generator yang dinyalakan untuk membentuk suatu beda potensial yang tinggi antara katoda dan anoda. Beda potensial tersebut nantinya akan membuat laju percepatan elektron menjadi tinggi dan menumbuk anoda. Tumbukan antara elektron dan anoda inilah yang menghasilkan sinar x. Dengan demikian, dibutuhkan voltase yang tinggi untuk menghasilkan sinar X. Sedangkan pada TV, untuk menampilkan suatu tampilan pada layar TV membutuhkan voltase yang rendah, sehingga TV tidak dapat menghasilkan sinar X.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter @haro_arnold tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro)

    Pernyataan tersebut tidak benar. Sinar-X tidak digunakan untuk membunuh virus, melainkan digunakan dalam pencitraan berbagai macam benda yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata manusia.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7170) [SALAH] “racun di sebarkan pesawat untuk area madura”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 30/06/2021

    Berita

    “Info yg sy dpt ini racun yg di sebarkan lewat pesawat untuk area madura..?????????”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video kegiatan penyemaian awan untuk modifikasi cuaca dengan menambahkan narasi atau klaim yang menyesatkan, sehingga menimbulkan premis/kesimpulan KELIRU

    Okezone.com: “TNI Angkatan Udara memodifikasi cuaca Jabodetabek. 24 Ton garam digunakan sebagai bahan penyemaian awan. Puluhan ton garam ini dimasukkan ke dalam konsul-konsul garam. Di ketinggian hingga 20.000 kaki, pesawat menabur garam-garam”

    KOMPASTV: “Teknologi Modifikasi Cuaca, mulai diterapkan di Sumatera Selatan, untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan. TMC tahap awal di Provinsi itu dilakukan selama 15 hari.”

    Wikipedia: “Penyemaian awan adalah jenis modifikasi cuaca yang bertujuan untuk mengubah jumlah atau jenis presipitasi yang jatuh dari awan dengan menyebarkan zat ke udara yang berfungsi sebagai kondensasi awan atau inti es , yang mengubah proses mikrofisika di dalam awan. Efektivitasnya diperdebatkan; beberapa penelitian menunjukkan bahwa “sulit untuk menunjukkan dengan jelas bahwa penyemaian awan memiliki efek yang sangat besar”. [2] Tujuan biasanya adalah untuk meningkatkan curah hujan (hujan atau salju), baik untuk kepentingannya sendiri atau untuk mencegah terjadinya hujan di hari-hari sesudahnya.”

    Kesimpulan

    BUKAN racun. FAKTANYA, yang disebarkan adalah garam untuk menyemai awan untuk keperluan modifikasi cuaca.

    Rujukan