• (GFD-2021-8697) Keliru, Donald Trump Anjurkan Warga AS Gunakan Burqa untuk Mencegah Penularan Covid-19

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 13/07/2021

    Berita


    Sebuah Video yang memperlihakan mantan Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan pernyataan dalam sebuah konferensi pers beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Donald Trump menganjurkan warganya menggunakan burka (cadar yang menutupi seluruh wajah) untuk mencegah penularan Covid-19.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 3 Juli 2021. Akun inipun menuliskan deskripsi video dengan “Matahari Mulai Terbit Dari Barat”.
    Dalam video berdurasi 3 menit 6 detik tersebut Trump menyarankan warganya menggunakan syal atau kain untuk menutupi hidung dan mulut sebagai antisipasi penularan virus corona. Namun, ditambahkan narasi dalam video yang mengesankan Trump menganjurkan warganya menggunakan cadar atau niqab seperti yang biasa dipakai muslimah.
    Kemudian dimasukkan juga pernyataan Donal Trump yang menyindir perempuan dengan burka tak perlu menggunakan riasan. Sebelumnya, Trump memang dikenal kerap menyampaikan pernyataan kontroversial terkait muslim.
    Berikut narasi dalam video tersebut:
    “Donald Trum merekomendasikan warga Amerika untuk menutupi wajah mereka dengan syal atau masker kain buatan mereka sendiri. Saat pergi ke luar untuk mencegah penyebaran coronavirus. Namun, cara menjelaskannya itu seolah-olah Trump sedang menganjurkan rakyatnya untuk menggunakan burka atau niqab."
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 700 ribu kali dan mendapat 158 komentar.
    Apa benar Donald Trump Anjurkan warga AS untuk gunakan burka agar terhindar dari penularan Covid-19?
    Tangkapan layar yang diklaim sebagai video Donald Trump Anjurkan Warga AS Gunakan Burka untuk Mencegah Penularan Covid-19.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menggunakan tool InVid. Selanjutnya gambar-gambar hasil fragmentasi ditelusuri menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, pernyataan pertama Trump yang menganjurkan penggunaan syal dalam video tersebut disampaikan saat konferensi pers penanganan Covid-19 di AS pada April 2020. Sedangkan pernyataan kedua tentang burka disampaikan pada Oktober 2015.
    Pernyataan Trump Soal Syal
    Video Donald Trump saat menyarankan warga AS menggunakan syal sebagai perlindungan terhadap Covid-19 pernah dimuat BBC pada 1 April 2020 dengan judul, “Trump suggests scarves as protection against Covid-19”.
    “Ketika ditanya tentang kelangkaan masker, pemimpin AS menganjurkan menggunakan metode perlindungan lain. Dia mengatakan ini untuk memastikan masker baru yang diproduksi bisa langsung masuk ke rumah sakit,” tulis BBC.
    Video yang identik juga pernah dimuat ke Youtube oleh kanal resmi AP pada 4 April 2020 dengan judul “Face masks recommended, Trump says he won't wear”.
    Menurut AP, Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahannya mendorong banyak orang Amerika untuk memakai masker di depan umum, meskipun dia menekankan bahwa rekomendasi itu opsional dan mengakui bahwa dia tidak akan mematuhinya.
    Dilansir dari cnbc.com, pernyataan Trump tersebut terkait dengan rumah sakit yang sangat membutuhkan masker wajah dan peralatan lain untuk mencegah mereka tertular virus corona, sehingga ia menyarankan alternatif bagi orang Amerika yang juga menginginkan perlindungan di depan umum untuk mengenakan syal.
    "Tidak harus masker," kata Trump pada konferensi pers Selasa malam. “Kamu bisa menggunakan syal. Anda dapat menggunakan sesuatu yang lain di wajah Anda. ”
    Malam berikutnya, Trump mengulangi nasihat itu dan mengklaim tanpa bukti bahwa syal sangat direkomendasikan oleh para profesional. "Tergantung pada kainnya, saya pikir syal dengan cara tertentu lebih baik," ujar Trump.
    Saat ini hanya ada sedikit bukti empiris untuk mendukung rekomendasi Trump bahwa syal atau penutup lain dapat menggantikan masker wajah.
    Pernyataan Trump Soal Burka
    Penjelasan Trump soal burka pada video di atas terdapat pada menit ke 0:58 hingga menit ke 1:08.
    Video yang identik pernah dimuat situs berita cbsnews.com pada 26 Oktober 2015 dengan judul “Trump on burqas: "You don't have to put on makeup".
    Pernyataan itu disampaikan Donald Trump saat berada di New Hampshire pada hari Senin ketika dia berbicara tentang intervensi AS di Timur Tengah dan mempertanyakan kebebasan para wanita yang diwajibkan menggunakan burqa.
    Saat itu dia mengaku mengerti mengapa wanita-wanita di sana ingin berjilbab. "Nyatanya, ini mudah. Anda tidak perlu merias wajah," katanya. "Bukankah itu mudah?"
    Video serupa juga pernah dimuat ke Youtube oleh kanal resmi CNN pada 22 Juli 2016 dengan judul “TRUMP ON WOMEN WEARING BURQAS-DON"T NEED MAKEUP”.
    Trump menyatakan bahwa dengan mengenakan burqa anda tidak harus memakai riasan, lebih mudah bagi wanita untuk bersiap-siap keluar.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video berisi klaim bahwa mantan Presiden AS Donald Trump menganjurkan warga AS menggunakan burka untuk mencegah penularan Covid-19, keliru. Pernyataan Trump terkait burka disampaikan saat ia berbicara tentang intervensi AS di Timur Tengah pada 26 Oktober 2015, jauh sebelum Covid-19 ditemukan pertama kali di Wuhan pada 2019. Sedangkan penjelasan soal penggunaan syal disampaikan Trump sebagai alternatif bagi waraganya yang saat April 2020 lalu kesulitan mendapatkan masker.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

  • (GFD-2021-7221) [SALAH] Akun Whatsapp Sekda Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko “0812-3019-0426”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/07/2021

    Berita

    Beredar akun Whatsapp Sekda Kabupaten Jepara menggunakan foto Edy Sujatmiko, dengan nomor “0812-3019-0426”.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun Whatsapp Sekda Kabupaten Jepara menggunakan foto Edy Sujatmiko, dengan nomor “0812-3019-0426”.

    Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari akun Twitter resmi pemkab Jepara yang terverifikasi, pihak pemkab Jepara mengklarifikasi bahwa akun Whatsapp tersebut palsu.

    “Waspada, Akun WA Palsu Sekda Jepara Sekda Jepara Edy Sujatmiko berpesan, kepada siapapun yang dihubungi dengan foto dan nomor tersebut, apalagi meminta sesuatu, untuk diabaikan saja.” tulis akun Twitter resmi pemkab Jepara (@jeparakabgoid).

    Edy Sujatmiko juga berpesan kepada siapapun, apalagi memeinta sesuatu untuk diabaikan saja.

    Dengan demikian, akun Whatsapp Sekda Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

    Faktanya, pemkab Jepara mengklarifikasi melalui akun Twitter resmi @jeparakabgoid, bahwa akun Whatsapp tersebut palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7222) [SALAH] Menyebut Diri Pembantu Presiden, Menteri Agama Sungkem Ke Gibran

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 12/07/2021

    Berita

    “Beredar Foto Menteri Agama Sungkem ke Gibran: Saya Pembantu Bapaknya, Otomatis Anaknya Majikan Saya

    @RahmaAy86090311 Mental Jongosss”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar hasil tangkapan layar dari sebuah tampilan artikel dengan judul, “Beredar Foto Menteri Agama Sungkem ke Gibran: Saya Pembantu Bapaknya, Otomatis Anaknya Majikan Saya”. Akun Twitter bernama @RahmaAy86090311 membagikan gambar ini dengan menambahkan narasi “Mental Jongos”, yang kemudian mendapatkan beragam reaksi dari masyarakat.

    Namun setelah dilakukan penelusuran, ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa gambar tersebut adalah tangkapan layar yang telah diedit. Melansir dari media yang terdapat dalam gambar, judul artikel tersebut bukan seperti apa yang telah beredar luas di masyarakat. Artikel dari KabarBesuki, yang merupakan bagian dari media PikiranRakyat.com, ternyata berjudul, “Beredar Foto Menteri Agama Sungkem ke Gibran, Netizen: Saya Pembantu Bapaknya, Otomatis Anaknya Majikan Saya”.

    Gambar Menteri Agama yang sungkem tersebut ternyata diambil pada bulan Maret 2021 silam. Kala itu keduanya bertemu di Balai Kota Solo. Adapun agenda pertemuan keduanya terjadi sehari menjelang peletakan batu pertama pembangunan miniatur Masjid Syeikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA).

    Tidak diketahui pasti mengenai alasan Menteri Agama saling melakukan sungkem kepada Gibran, namun ungkapan Menteri Agama yang menyatakan bahwa dirinya adalah pembantu Presiden adalah tidak benar. Ungkapan itu ternyata keluar dari salah satu pengguna media sosial Twitter.

    “Kata menteri agama…’saya ini kan pembantu bapaknya ya otomatis anaknya juga majikan saya, salahnya dimana?’,” ungkap akun bernama @Sapuinjalan.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa tangkapan layar dengan judul, “Beredar Foto Menteri Agama Sungkem ke Gibran: Saya Pembantu Bapaknya, Otomatis Anaknya Majikan Saya” adalah hoaks kategori manipulated content atau konten yang telah dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya cuplikan artikel tersebut ternyata diedit. Ungkapan pembantu presiden bukan pernyataan dari Menteri Agama Yaqut, namun keluar dari salah satu pengguna Twitter.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7223) [SALAH] FDA Amerika Sebut Invermectin Dapat Digunakan Untuk Sembuhkan Covid-19

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/07/2021

    Berita

    “…FDA (BPOM AMERIKA) telah menyetujui penggunaan imvermectin untuk manusia sejak tahun 1981 dan WHO telah memasukkan invermectin kedalam daftar obat yang penting pada tahun yang sama.

    FDA mengakui bahwa invermectin dapat membunuh virus Covid-19 dalam tabung percobaan…”
    Ivermectim
    Invermectim
    Ivermectin apa bisa dipakai sebagai obat covid 19

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah gambar dengan narasi melalui media sosial Whatsapp yang menjelaskan bahwa obat Invermectin diklaim dapat menyembuhkan penyakit akibat virus Covid-19. Narasi tersebut juga menyebutkan bahwa Invermectin adalah obat yang sudah terbukti aman dan telah dikonfirmasi oleh badan pengawas obat-obatan di Amerika (FDA AMERIKA) sebagai obat yang dapat membunuh virus Covid-19.

    Namun setelah melakukan penelusuran, informasi mengenai sahnya Invermectin sebagai obat Covid-19 ternyata keliru. Pernyataan oleh badan pengawas obat-obatan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) tentang obat ini mampu membunuh virus Covid-19 juga belum dikonfirmasi. Hoaks ini pun pernah tersebar pada tahun 2020.

    Melansir dari media CNBC Indonesia, Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa obat Ivermectin belum layak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati Covid-19. Bahkan Badan Obat dan Makanan AS (FDA) menghimbau agar publik tidak menggunakan obat yang biasanya digunakan untuk mencegah parasit pada hewan itu.

    “Ivermectin sering digunakan di AS untuk mengobati atau mencegah parasit pada hewan. FDA telah menerima banyak laporan tentang pasien yang membutuhkan dukungan medis dan dirawat di rumah sakit setelah pengobatan sendiri dengan Ivermectin yang ditujukan untuk kuda. Inilah yang perlu Anda ketahui tentang Ivermectin,” ungkap FDA melalui artikel pada laman resmi www.fda.gov.

    Dokter Spesialis Paru, Erlang Soemadro menegaskan bahwa obat Invermectin belum terbukti dapat menyembuhkan Covid-19. Dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun meyatakan bahwa obat Invermectin hanya digunakan untuk keperluan uji klinis, bukan untuk pasien Covid-19 baik dalam tingkat keparahan apapun.

    Invermectin adalah obat keras yang biasa digunakan untuk menangani penyakit yang disebabkan parasit. Karena dapat menimbulkan efek samping yang beragam, masyarakat diminta berhati-hati dan tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini tanpa adanya resep dokter.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan bahwa Invermectin dapat digunakan untuk mengobati Covid-19 dan telah disetujui oleh FDA dan WHO adalah informasi hoaks kategori misleading content/ konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya hal tersebut keliru. Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan Amerika (Food and Drug Administration/FDA) belum mengonfirmasi secara jelas tentang Invermectin sebagai obat pembunuh Covid-19.

    Rujukan