• (GFD-2021-7310) [SALAH] Video “pengurusan Covid di Indon”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 24/07/2021

    Berita

    “pengurusan Covid di Indon they have arrived to the point of choosing who shall stay alive and who shall not…”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video yang TIDAK berkaitan dengan Indonesia yang menimbulkan kesimpulan KELIRU, karena menambahkan narasi yang menghubungkan dengan Indonesia. Salah satu sumber video, Page Facebook “Family Shop” pada 22 Juni 2021. Google Translate: “dịch như này thì chỉ có mà chết” (deteksi otomatis, terdeteksi Bahasa Vietnam) > “Terjemahan karena ini hanya mati” (Bahasa Indonesia)

    Kesimpulan

    TIDAK berkaitan dengan Indonesia. FAKTANYA, selain bahasa yang digunakan di video BUKAN bahasa Indonesia, video yang identik sudah diunggah sebelumnya pada bulan Juni lalu oleh sebuah Page Facebook yang berbahasa Vietnam.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8708) Keliru, Berita Gadis Arab Saudi Meninggal Dunia Setelah Berhasil Menghafal Al-Quran

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 23/07/2021

    Berita


    Sebuah tautan berita menulis seorang gadis asal Arab Saudi meninggal dunia setelah berhasil menghafal 30 juz Al-Quran pada Rabu 9 Mei 2019. Berita ini ditulis dengan judul “Innalillahi, gadis ini meninggal tadi malam setelah berhasil menghafal 30 juz Al-Qur'an, semoga Husnul Khotimah” dan dipublikasikan pada 15 Juli 2021. 
    Dalam berita tersebut, gadis asal Arab Saud i yang meninggal dunia itu disebutkan berusia 15 tahun dan meninggal sehari sebelum ia mendapatkan penghargaan dari sekolahnya karena berhasil menghafal seluruh isi Alquran. Sebelum wafat, gadis yang berasal dari Ibukota Riyadh itu mengatakan kepada orang tuanya, bila hafalan 30 juz Al-Quran adalah mahkota yang ingin diberikan di atas kepala kedua orang tuanya. 
    "Sejatinya, Rabu (9/5) kemarin, ia bakal mendapat penghargaan atas prestasinya tersebut. Tapi, Selasa sore ia dilarikan ke rumah sakit karena demam tinggi dan sekujur tubuhnya mati rasa, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia."
    Tangkapan layar artikel yang memuat berita berjudul gadis Arab Saudi meninggal dunia setelah berhasil menghafal Al-Quran

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula menelusuri foto gadis yang menjadi berita pada tautan tersebut dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya ditemukan, foto tersebut identik dengan foto Aisyah Bahar, 23 tahun, gadis asal Makassar, Sulawesi Selatan yang meninggal pada Kamis, 04 Januari 2018. 
    Dilansir dari solopos.com, Aisyah Bahar merupakan alumni mahasiswa Peternakan Universitas Hasanudin Makasar. Ia meninggal dunia pada Kamis, 4 Januari 2018 di kediamannya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 
     Menurut pengakuan ayah Aisyah, Andi Bahar Jufri, sebelum meninggal, putrinya sempat salat malam dan makan sahur untuk berpuasa sunah Senin-Kamis. Bahkan saat waktu Subuh Aisyah menyempatkan diri pergi ke masjid. Sepulang dari masjid, Aisyah mengaji, saat itulah Aisyah meninggal dunia di hadapan ayahnya. 
    Dikutip dari Liputan6.com, Aisyah Bahar akrab disapa Ica itu tercatat sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin angkatan 2012. Ia telah dinyatakan lolos CPNS tahun 2017 dan diterima bekerja di Laboratorium Reproduksi Ternak Universitas Hasanudin Makasar. Sebelum meninggal, Aisyah sempat mengeluh sakit di bagian kepalanya. "Sudah kita bawa ke dokter tapi tidak ada diagnosa apa-apa,"kata Andi Bahar Jufri ayah dari Aisyah Bahar. 
    Aisyah sendiri kini telah dimakamkan di pekuburan keluarga Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) Moncongloe, Maros, Sulawesi Selatan, Kamis, 4 Januari 2017 sekitar pukul 16.30 Wita.
    "Sengaja dimakamkan di sana, Kita mengikuti tradisi LDII. Jika rumah kita dekat dari pemakaman keluarga LDII, maka kita harus dikuburkan di situ," ujar Rahma salah satu kerabat Ica. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, tautan berita yang menulis dan mengunggah foto seorang gadis asal Arab Saudi meninggal dunia setelah berhasil menghafal 30 juz Al-Quran pada Rabu, 9 Mei 2019 adalah Keliru. Foto gadis itu diketahui merupakan Aisyah Bahar, 23 tahun, perempuan  asal Makassar, Sulawesi Selatan yang meninggal pada Kamis, 04 Januari 2018. Aisyah merupakan alumni mahasiswa Peternakan Universitas Hasanudin Makasar.
    Ia meninggal dunia saat membaca Al-Quran di hadapan ayahnya. Sebelum meninggal Ia sempat mengeluh sakit dibagian kepalanya. Kini telah dimakamkan di pekuburan keluarga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Moncongloe, Maros, Sulawesi Selatan, Kamis, 4 Januari 2017 sekitar pukul 16.30 Wita.
    TIM CEKFAKTA TEMPO

    Rujukan

  • (GFD-2021-7292) [SALAH] Barcode pada Vaksin Covid-19 Mengontrol Manusia Sampai Mati

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/07/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim barcode pada Vaksin Covid-19 mengontrol manusia sampai mati. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Imha Lessy, pada 15 Juli 2021.

    Klaim barcode pada Vaksin Covid-19 mengontrol manusia sampai mati menampilkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga menjadi Ketua Tim Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir sedang malakukan dialog dalam program talkshow televisi yang dipandu Najwa Shihab.

    Berikut percakapannya:

    Najwa: Sudah merancang agar bisa melacak vaksin-vaksin ini Mas Erick?

    Erick: Jadi begini kan kembali kita bicara pada sebuah sistem meminimal risiko apalagi ini menyangkut seluruh Indonesia. Nah karena itu sejak awal Bofarma melakukan barcode di sini bisa terlihat, jadi misalnya tadi Rafi abis disuntik bisa terlihat, di sini (kotak) juga ada barcodenya ini nanti masuk di coldchain yang dikirim ke daerah kita bisa dilihat sampai di mana, nomor mobilnya apa, ada kejadian apa kita bisa melakukan itu"

    Pada tampilan tersebut terdapat tulisan "SELAMAT BAGI ANDA YANG SUDAH DI VAKSIN COVID 19. ANDA DIKONTROL SAMPAI MATI"

    Unggahan tersebut diberi keterangan "cilaka 12😅".

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim barcode pada Vaksin Covid-19 mengontrol manusia sampai mati, artikel "Cek Fakta: Hoaks Vaksin Sinovac di Indonesia Dipasang Chip, Simak Penelusurannya" yang dimuat liputan6.com juga mengulas video yang sama dengan klaim berbeda.

    Dalam artikel situs liputan6.com, Juru Bicara PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto mengatakan, ke depan, Bio Farma bakal memasang barcode dalam kemasan vaksin Sinovac. Barcode ini berfungsi sebagai identitas vaksin.

    "Vaksin ini kan berjuta-juta, kita perlu barcode untuk mengetahui sudah sejauh mana proses distribusinya. Seperti nomor urut, identitas vaksin yang ke berapa, hanya sebatas itu. Barcode ini untuk melacak vaksin Sinovac, bukan posisi manusia ya," kata Bambang saat dihubungi Liputan6.com.

    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Kementerian BUMN Tepis Hoaks Vaksin Covid-19 Dipasang Chip" yang dimuat situs liputan6.com.

    Dalam artikel situs Liputan6.com, Staf Khusus Menteri BUMNArya Sinulingga mengatakan, Pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir tentang barcode pada vaksin Covid-19 bertujuan untuk mendata vaksin yang tersedia dan menghindari pemalsuan vaksin.

    "Yang dimaksud Pak ET (Erick Thohir) adalah bahwa yang namanya barcode vaksin itu terdata, supaya jangan sampai ada barcode yang palsu, vaksin yang satu ini punyanya si A gitu, jadi ketahuan langsung datanya, jadi semuanya ada barcodenya," kata Arya, di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

    Menurut Arya, jika vaksin palsu beredar dan digunakan akan membahayakan masyarakat dan kekebalan terhadap vaksin Covid-19 tidak terjadi.

    Arya pun menepis informasi yang menyebut terdapat chip pada vaksin Covid-19, kabar ini akan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin Covid-19.

    "Itu maskudnya bukan ada chipnya, mana mungkin ada chipnya itu kan cairan gimana sih, ini pasti orang-orang yang sengaja, orang-orang yang bikin hoaks ini semuanya sengaja untuk buat banyak korban rakyat Indonesia kalau nggak divaksin, ini berbahaya," jelasnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, barcode pada Vaksin Covid-19 mengontrol manusia sampai mati tidak benar. Barcode pada vaksin untuk melacak vaksinnya, bukan posisi manusia yang disuntikan vaksin.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7293) [SALAH] Ma'ruf Amin Sebut Haram Buka Masjid dan Salat Idul Adha

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/07/2021

    Berita

    Kabar tentang Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut bahwa haram membuka masjid dan salat Idul Adha beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook TV Not Not pada 15 Juli 2021.

    Akun Facebook Tv Not Not mengunggah video berjudul "VIRAL HARI INI ~ ASTAUFIRLAHH !! WAPRES RESMI NYATAKAN HARAM BUKA MASJID & SHOLAT IDUL ADHA ? ~ NEWS".

    Terdapat narasi dalam thumbnail video tersebut. Berikut isinya:

    "ASTAGFIRULLAH !! WAPRES RESMI NYATAKAN HARAM BUKA MASJID DAN SHOLAT IDUL ADHA. KAMU INI APA APAAN !!! ISTIGFAR RUP MAKRUP. MINTA PERTOLONGAN KEPADA ALLAH JANGAN KAU TUTUP MASJID DAN HARAMKAN SHOLAT IDUL ADHA !!"

    Konten yang disebarkan akun Facebook Tv Not Not telah 4,8 juta ditonton dan mendapat 34 ribu komentar warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut bahwa haram membuka masjid dan salat Idul Adha. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "ma'ruf amin haram buka masjid dan salat idul adha" di kolom pencarian Google Search.

    Namun tidak ada informasi valid mengenai kabar tersebut. Liputan6.com kemudian menemukan artikel yang memuat imbauan dari Ma'ruf Amin untuk mematuhi anjuran salat Idul Adha di rumah.

    Artikel tersebut berjudul "Wapres Minta Masyarakat Patuhi Sholat Idul Adha di Rumah" yang dimuat situs republika.co.id pada 13 Juli 2021.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat yang berada di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mematuhi ketentuan pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha pada 20 Juli mendatang. Ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2020 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat.

    "Kita ajak masyarakat untuk mengikuti ajakan Pemerintah, termasuk juga, saya minta nanti sesuai dengan ketentuan jangan melakukan kerumunan, termasuk salah satunya melakukan Idul Adha, baik di masjid maupun di luar masjid," kata Kiai Ma'ruf saat saat bertemu terbatas dengan ulama dan tokoh Islam di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (12/7).

    Wapres mengatakan, aturan terbaru Pemerintah saat ini tidak lagi memuat keterangan penutupan masjid. Namun, sebagai gantinya larangan tentang berkerumun di dalam masjid.

    Karena itu, shalat berjamaah di masjid maupun luar masjid untuk sementara tidak diperbolehkan untuk wilayah PPKM Darurat. "Jadi ini sudah sesuai dengan tuntutan para kiai, yang tidak boleh itu berjamaahnya baik rawatib, Jumat dan Ied di dalam masjid maupun di luar masjid, sampai keadaan memungkinkan lagi," katanya.

    Wapres menilai peniadaan shalat berjamaah ini karena mengacu tingginya penularan Covid-19 saat ini yang dikhawatirkan membahayakan jamaah. Ia menyebut situasi saat ini sudah cukup genting karena Indonesia menjadi negara paling tinggi di dunia kasus penularan Covid-19 dan kematian tertinggi.

    "Ada bahaya yang harus kita hindari dan ada rukhsah (keringanan) agama membolehkan kita," ujarnya.

    Ia menambahkan, selain larangan berkerumun di masjid, Pemerintah juga tegas melarang kerumunan lainnya seperti resepsi pernikahan dan lainnya tanpa pengecualian. Resepsi yang sebelumnya diperbolehkan berjumlah 30 orang, kini juga tidak diperbolehkan sama sekali.

    "Masak jamaah shalat tidak boleh, masak resepsi perkawinan boleh. Karena itu resepsi perkawinan tidak boleh," ucap dia.

    Kesimpulan

    Kabar tentang Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut bahwa haram membuka masjid dan salat Idul Adha ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai kabar tersebut.

    Rujukan