Beredar sebuah pesan tentang bantuan pulsa senilai Rp250 ribu dan kuota sebanyak 75GB melalui media sosial Whatsapp. Narasi ini memuat informasi yang menyebutkan bahwa bantuan ini diberikan kepada para guru, dosen, siswa, dan mahasiswa untuk membantu proses pembelajaran jarak jauh yang dapat diklaim sebelum batas akhir pada 16 Agustus 2021.
Subsidi75GB
Subsidi 50Gb kemendikbud RI
``Subsidi Pulsa 250rb & Kuota 75GB Kemendikbud RI``
Subsidi pulsa 250rb & kuota 75gb kemendikbud ri
(GFD-2021-7303) [SALAH] Bantuan Subsidi Pulsa 250 ribu dan Kuota 75GB oleh Kemendikbud RI dengan Batas Akhir Agustus 2021
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 23/07/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, pesan berantai bantuan pulsa dan kuota dari Kemendikbud adalah hoaks. Melansir dari akun Instagram resmi Kemendikbud, mengunggah sebuah postingan yang berisi informasi atas hoaks bantuan pulsa dan kuota yang banyak beredar. Dalam postingannya ditegaskan bahwa penyaluran bantuan pemerintah paket kuota data internet tahun 2021 dari Kemendikbudristek berakhir pada bulan Mei 2021.
“Sudah Diverifikasi
SahabatDikbud, saat ini banyak beredar informasi “hoaks” (hoax) dan berpotensi “pengelabuan” (phising) mengenai bantuan kuota data internet dari Kemendikbudristek. ?✋
Sesuai Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 4 Tahun 2021, Penyaluran Paket Kuota Data Internet 2021 dari Kemendikbudristek berakhir pada bulan Mei 2021.
Laman resmi untuk informasi bantuan kuota data internet pemerintah adalah
https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.
Berikut contoh-contoh pesan hoaks yang dikirim secara berantai beberapa waktu lalu.
Jangan sampai terpancing untuk mengakses dan menyebarluaskan pesan hoaks, ya, #SahabatDikbud! Mari kita lindungi diri dan orang lain dengan selalu mengecek silang informasi pada laman resmi! ?
MerdekaBelajar
KuotaBelajar
UnggahUlang @pustekkom_kemdikbud”, tulis akun Instagram @kemdikbud.ri.
Hoaks mengenai bantuan pulsa dan kuota seringkali muncul setiap bulannya. Hoaks ini merupakan hoaks yang berulang dan berpotensi phising. Artikel serupa sering dibahas dalam laman turnbackhoax.id. Di tahun 2020 saja telah beredar sebanyak 14 kali, sedangkan di tahun 2021 sampai bulan Juli ini telah beredar sebanyak 10 kali.
Jadi dapat disimpulkan, narasi yang berisi informasi bantuan kuota dan pulsa dengan batas akhir Agustus 2021 adalah adalah hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.
“Sudah Diverifikasi
SahabatDikbud, saat ini banyak beredar informasi “hoaks” (hoax) dan berpotensi “pengelabuan” (phising) mengenai bantuan kuota data internet dari Kemendikbudristek. ?✋
Sesuai Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 4 Tahun 2021, Penyaluran Paket Kuota Data Internet 2021 dari Kemendikbudristek berakhir pada bulan Mei 2021.
Laman resmi untuk informasi bantuan kuota data internet pemerintah adalah
https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.
Berikut contoh-contoh pesan hoaks yang dikirim secara berantai beberapa waktu lalu.
Jangan sampai terpancing untuk mengakses dan menyebarluaskan pesan hoaks, ya, #SahabatDikbud! Mari kita lindungi diri dan orang lain dengan selalu mengecek silang informasi pada laman resmi! ?
MerdekaBelajar
KuotaBelajar
UnggahUlang @pustekkom_kemdikbud”, tulis akun Instagram @kemdikbud.ri.
Hoaks mengenai bantuan pulsa dan kuota seringkali muncul setiap bulannya. Hoaks ini merupakan hoaks yang berulang dan berpotensi phising. Artikel serupa sering dibahas dalam laman turnbackhoax.id. Di tahun 2020 saja telah beredar sebanyak 14 kali, sedangkan di tahun 2021 sampai bulan Juli ini telah beredar sebanyak 10 kali.
Jadi dapat disimpulkan, narasi yang berisi informasi bantuan kuota dan pulsa dengan batas akhir Agustus 2021 adalah adalah hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.
Kesimpulan
hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (UIN Sunan Ampel Surabaya).
Faktanya, ini adalah hoaks berulang yang kembali beredar. Bantuan data internet 2021 dari Kemendikbudristek berakhir pada Mei 2021 dan belum ada informasi terkait penyaluran kembali
Faktanya, ini adalah hoaks berulang yang kembali beredar. Bantuan data internet 2021 dari Kemendikbudristek berakhir pada Mei 2021 dan belum ada informasi terkait penyaluran kembali
Rujukan
(GFD-2021-7304) [SALAH] Kuburan Mobil Listrik di Prancis
Sumber: facebook.comTanggal publish: 23/07/2021
Berita
Beredar di media sosial ungggahan foto dengan klaim kuburan mobil listrik di Prancis. Akun Facebook DL Theune membagikan postingan tersebut pada 7 Juli 2021, dan mendapat suka sebanyak 2 pengguna, serta 1.046 kali dibagikan. Unggahan serupa juga dibagikan ulang oleh akun Instagram @redneckit dan mendapat 24.740 suka pada 12 Juli 2021. Dalam foto terlihat banyak mobil berserakan terparkir tak rapi, terkesan usang dan ditinggalkan, bahkan dikelilingi ilalang dan rumput yang tumbuh.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan sebuah tempat parkiran perusahaan rental mobil listrik bernama Microcity di Hangzhou, China, bukan di Prancis. Manager Zahejiang Zuozhongyou Electric Car Service Limited, Lou Gaofeng menegaskan bahwa mobil-mobil dalam foto tersebut adalah milik Microcity, dilansir dari factcheck.afp.com.
Usaha rental mobil listrik tersebut telah berdiri pada tahun 2013, namun karena persaingan yang ketat dan munculnya aplikasi rental mobil yang menawarkan harga lebih murah, perusahaan rental Microcity akhirnya bangkrut pada 2019. Lebih dari 3 ribu unit mobil yang telah terparkir di sepanjang sungai Qiantang, Huangzhou, China.
Dengan demikian, foto tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah.
Usaha rental mobil listrik tersebut telah berdiri pada tahun 2013, namun karena persaingan yang ketat dan munculnya aplikasi rental mobil yang menawarkan harga lebih murah, perusahaan rental Microcity akhirnya bangkrut pada 2019. Lebih dari 3 ribu unit mobil yang telah terparkir di sepanjang sungai Qiantang, Huangzhou, China.
Dengan demikian, foto tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).
BUKAN di Prancis. Faktanya, foto tersebut merupakan sebuah tempat parkiran perusahaan rental mobil listrik bernama Microcity di Hangzhou, China.
BUKAN di Prancis. Faktanya, foto tersebut merupakan sebuah tempat parkiran perusahaan rental mobil listrik bernama Microcity di Hangzhou, China.
Rujukan
- https://factcheck.afp.com/
- http%253A%252F%252Fdoc.afp.com%252F9EE4BW-1
- https://www.gridoto.com/read/222789502/viral-foto-yang-disebut-kuburan-mobil-listrik-di-prancis-hoax-atau-fakta?page=all
- https://baijiahao.baidu.com/s?id=1631767972502616808&wfr=spider&for=pc
- https://web.archive.org/web/20210708211021/
- https://www.scmp.com/abacus/tech/article/3029238/thousands-shared-electric-cars-seen-discarded-hangzhou
(GFD-2021-7305) [SALAH] Foto Suasana Demo Anti-Vaksin di Prancis
Sumber: twitter.comTanggal publish: 23/07/2021
Berita
Beredar informasi dari akun Twitter @TheFlatEartherr berupa sebuah foto yang diklaim berhubungan dengan demo anti-vaksin dan kartu Kesehatan di Prancis. Postingan ini disukai sebanyak 563 kali, dikomentari 28 kali, dan diretweet 185 kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelurusan, foto yang serupa ditemukan pada beberapa website dengan keterangan bahwa foto tersebut diambil diatas Arch of Triumph (Arc de Triomphe) pada 15 Juli 2018 dengan perkiraan sekitar 90 ribu fans merayakan kemenangan Perancis atas Kroasia dalam Piala Dunia 2018 Rusia. Aksi protes anti-vaksin di Perancis memprotes vaksinasi wajib bagi tenaga Kesehatan dan kartu kesehatan sebagai syarat warga masuk restoran atau tempat-tempat lain.
Melihat dari penjelasan tersebut foto suasana demo anti-vaksin di Perancis adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Salah/False Context.
Melihat dari penjelasan tersebut foto suasana demo anti-vaksin di Perancis adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Foto tersebut diambil pada 15 Juli 2018 pada saat perayaan kemenangan Perancis dalam Piala Dunia Rusia.
Informasi yang salah. Foto tersebut diambil pada 15 Juli 2018 pada saat perayaan kemenangan Perancis dalam Piala Dunia Rusia.
Rujukan
- https://www.20minutes.fr/societe/3086791-20210719-pass-sanitaire-gare-photo-foule-champs-elysees-lien-manif-week-end
- https://www.leprogres.fr/france-monde/2018/07/15/apres-la-victoire-les-champs-elysees-pris-d-assaut
- https://www.gazetaesportiva.com/fotos/fotos-destaque/veja-fotos-da-festa-de-torcedores-de-franca-e-croacia-pelo-mundo/
- https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/this-picture-taken-from-the-top-of-the-arch-of-triumph-on-news-photo/999547884
- https://www.suara.com/news/2021/07/18/125913/protes-anti-vaksin-di-prancis-100-ribu-warga-demo-turun-ke-jalan
(GFD-2021-8706) Sesat, Unggahan yang Berisi Video Vaksin Palsu
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/07/2021
Berita
Video berisi liputan pemberitaan Kompas TV berjudul Awas Vaksin Palsu menyebar di grup Whatsapp dan Twitter sejak Rabu malam 21 Juli 2021. Berita ini beredar di tengah program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Dalam video berdurasi 2 menit 35 detik itu, diberitakan bahwa pasangan suami istri asal Bekasi, Jawa Barat ditangkap karena memproduksi vaksin palsu.
Di Twitter, video tersebut beredar dengan narasi, “Pasutri Pembuat VAKSIN PALSU diTANGKAP. Manusia tdk berguna yg mencelakakan org lain sangat LAYAK diHUKUM seberat-beratnya,kalo perlu hukuman seumur hidup.”
Sedangkan di WhatsApp, video disebarkan tanpa konteks dan keterangan apa-apa.
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video yang beredar adalah peristiwa pada 2016, sehingga tidak terkait dengan vaksin Covid-19.
Tempo menelusuri Youtube dengan kata kunci “Pasangan pembuat vaksin palsu ditangkap” dan menemukan video yang sama dari Kompas TV. Berita video itu dipublikasikan pada 26 Juni 2016 berjudul "Ini Sosok Pasutri Pembuat Vaksin Palsu". Kompas TV memberikan keterangan, pasutri tersebut bernama Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina asal Bekasi, Jawa Barat.
Dari arsip pemberitaan Tempo, peristiwa itu terungkap setelah aparat dari Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI menggerebek sebuah rumah mewah di Perumahan Kemang Pratama Regency, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi pada Rabu malam, 22 Juni 2016. Sebab, rumah di kawasan elite itu dijadikan rumah produksi vaksin palsu oleh penghuninya.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan, unggahan video yang disebar di WhatsApp grup dan Twitter menyesatkan. Penyebaran video tanpa penjelasan konteks peristiwa dapat berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat pada vaksin Covid-19. Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksinasi-covid-19
- https://twitter.com/Limasilaku/status/1417731156099825669
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://www.youtube.com/watch?v=JnoG3sC4h68
- https://metro.tempo.co/read/783285/pembuat-vaksin-palsu-di-bekasi-mantan-perawat/full&view=ok
- https://metro.tempo.co/read/819838/ini-cara-dan-jenis-vaksin-yang-dipalsukan/full&view=ok
Halaman: 6526/7963



