• (GFD-2021-7650) [SALAH] Video Kemunculan Harimau di Hutan Kedungjati Jawa Tengah

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 06/10/2021

    Berita

    Beredar sebuah video melalui akun Youtube arsa billa yang menunjukkan sebuah video harimau yang ada di sebuah hutan. Narasi dalam judul video tersebut mengatakan bahwa harimau tersebut ditemukan di hutan Kedungjati, Grobogan, Jawa Tengah.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Pihak Kepolisian Kedungjati kemudian melakukan penelusuran terkait hal tersebut, karena video tersebut membuat warga sekitar takut untuk pergi ke hutan. Hasil penelusuran tersebut menunjukkan bahwa video yang beredar merupakan video yang diedit oleh salah satu warga Kedungjati, yakni Deni Prasetio. Ia mengaku bahwa video tersebut ia buat untuk bahan gurauan yang akan dikirimkan kepada keponakannya.

    Dengan demikian, video yang diunggah oleh akun Youtube arsa billa tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila (Universitas Diponegoro)

    Hal tersebut tidak benar. Kapolsek Kedungjati AKP Muslih mengatakan bahwa video tersebut merupakan video editan yang dilakukan oleh salah satu warga Kedungjati, yakni Dani Prasetio.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7651) [SALAH] Foto PM Singapura Mengantre Vaksin Covid-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/10/2021

    Berita

    Beredar sebuah foto yang diunggah oleh akun Facebook Lai Kuanjing yang menunjukkan bahwa PM Singapura, Lie Hsien Loong sedang mengantre. Narasi dalam foto tersebut mengatakan bahwa PM Singapura sedang mengantre untuk vaksin Covid-19.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Foto tersebut adalah foto yang diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto tersebut juga merupakan foto ketika PM Singapura, Lee Hsien Loong sedang mengantre untuk membeli makanan cepat saji di Redhill Food Centre.

    Dengan demikian, foto yang diunggah oleh akun Facebook Lee Kuanjing tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori false context atau konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila (Universitas Diponegoro)

    Hal tersebut tidak benar. Melansir melalui laman berita Medcom, foto tersebut merupakan foto PM Singapura sedang mengantre untuk membeli makanan cepat saji di Redhill Food Centre.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7652) [SALAH] Tautan 50 GB Kuota Gratis dari WhatsApp

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 06/10/2021

    Berita

    Beredar sebuah pesan berantai berisi tautan kuota gratis sebesar 50 GB dari WhatsApp. Dalam pesan tersebut, dijelaskan bahwa hadiah kuota berlaku untuk semua jaringan ponsel dan berlaku selama 90 hari.

    Ambil 50GB kuota internet Free dari operator
    Ambil 50Gb
    Kouta gratis 50Gb dari Ulang tahun whatsApp
    https://4g-whatsapp-jch8.xyz/?s=1
    Lihat ini, Gratis 50GB (Semua Jaringan) berlaku selama 90 hari dalam Perayaan Ulang Tahun WhatsApp.*
    Saya Telah Menerima Milik Saya.*
    BUKA INI*
    https://4g-whatsapp-jha4.xyz/?s=1

    Gratis 50 GB
    Lihat ini, Gratis 50GB (Semua Jaringan) berlaku selama 90 hari dalam Perayaan Ulang Tahun WhatsApp.*

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, pesan tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Tidak ada program pembagian kuota gratis di situs resmi WhatsApp, www.whatsapp.com

    Pesan berantai dengan narasi serupa juga pernah beredar pada bulan Agustus 2020 dan Mei 2021 lalu. Kedua artikel dengan topik tersebut telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] Pesan Berantai Ulang Tahun Whatsapp ke-11 Gratis Kuota 35 GB” yang diunggah pada 1 Agustus 2020, dan “[SALAH] Tawaran Kuota Gratis 50GB di Perayaan Ulang Tahun WhatsApp” yang diunggah pada 5 Mei 2021 lalu.

    Dengan demikian, pesan berantai berisi tautan kuota gratis sebesar 50 GB yang mengatasnamakan WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Hoaks lama yang kembali beredar. Pesan berantai dengan narasi serupa juga pernah beredar pada bulan Agustus 2020 dan Mei 2021 lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7646) [SALAH] “Pemimpin Cerminan Pemilihnya, Cina dulu, Cina sekarang”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 05/10/2021

    Berita

    Akun Facebook Diding Bahrudin (fb.com/diding.bahrudin.10) pada 12 Maret 2021 mengunggah sebuah gambar ke grup NETIZEN SOLIDARITAS INDRAMAYU dengan narasi “Bisa dilihat dgn mata melotot supaya pendukunge rada cerdas setitik.”

    Gambar tersebut memperlihatkan Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masing-masing terlihat sedang berjabat tangan. Presiden ke-2 RI Soeharto tampak menjabat tangan seseorang dengan posisi tegak. Sementara Jokowi menjabat tangan seseorang dengan membungkukkan badan.

    Terdapat narasi : “Pemimpin Cerminan Pemilihnya”, Cina dulu”, “Yang merasa bangsa indonesia boleh bangga”, “Cina sekarang”, “Yang merasa bangsa cina boleh bangga”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat tangan orang Cina dengan membungkukkan badan adalah klaim yang salah.

    Faktanya, pria berbaju putih yang bersalaman dengan Jokowi itu bukanlah WNA Cina. Foto tahun 2014, ketika Jokowi menjabat tangan Priyo Budi Santoso. Priyo adalah Warga Negara Indonesia (WNI) kelahiran Trenggalek, Jawa Timur. Priyo kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPR dan Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Dilansir dari artikel berjudul “[SALAH] “BEDA KELAS. DULU KLAS VVIP. SEKARANG KELAS. EKONOMI” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 3 Juni 2020, foto itu sempat menjadi trending topic di media sosial twitter. Jokowi dan Priyo berjabat tangan saat mereka bertemu di acara ulang tahun buruh di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Keduanya mengenakan kemeja putih. Bedanya, Priyo melengkapi penampilannya dengan dasi.

    “Jokowi menyalami Priyo sambil membungkuk. Priyo pun menyambut rasa hormat Jokowi itu dengan tersenyum. Tangan kirinya tampak menepuk pundak Jokowi,” tulis Medcom.id dalam laporannya pada Jumat 4 April 2014.

    Sementara itu, foto Presiden ke-2 RI Soeharto yang menjabat tangan seseorang dengan posisi tegak itu adalah foto ketika Soeharto bertemu dengan Sudono Salim alias Liem Sioe Liong, seorang pengusaha pada zaman Orde Baru. Foto yang sama, diunggah di artikel berjudul “Liem Sioe Liong dan Salim Group, Pilar Bisnis Soeharto (1)” di situs afandriadya.com pada 25 Februari 2018.

    Kesimpulan

    Hoaks lama beredar kembali. BUKAN WNA Cina. Foto tahun 2014, ketika Jokowi menjabat tangan Priyo Budi Santoso. Priyo adalah Warga Negara Indonesia (WNI) kelahiran Trenggalek, Jawa Timur. Priyo kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPR dan Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Rujukan