• (GFD-2021-7791) [SALAH]: Viral, Video Sedang Naik Sepeda Seharga 250 Juta, Anak MASPION Dibacok Tangan Kirinya

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 04/11/2021

    Berita

    Kanal Youtube Berbagi Bro mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang pesepeda wanita terkaar di pinggir jalan dengan kondisi tangan terluka parah dan diklaim merupakan korban begal karena mengendarai sepeda seharga 250 juta rupiah dan korban merupakan anak pemilik perusahaan Maspion.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, melansir dari suara.com, metro.polri.go.id, Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan, Iptu Nanda Setya mengatakan wanita tersebut merupakan korban dalam insiden tabrakan yang melibatkan beberapa pesepeda saat melaju di jalan raya.

    Iptu Nanda Setya mengatakan insiden kecelakaan itu terjadi di Jalan Boulevard Bintaro pada Rabu, (20/10/2021).

    “Iya (benar ada insiden tersebut), itu kejadian tanggal 20 ya,” ujar Iptu Nanda saat dikonfirmasi.

    Dijelaskan pula bahwa dalam kecelakaan itu korban bertabrakan dengan pesepeda lain dalam rombongannya sehingga mengakibatkan cedera di tangan.

    “Tabrakan antarsepeda yang masih dalam satu rombongan juga, jadi masih rekan dari korban sendiri,” ujarnya.

    Korban mengalami dislokasi tulang tangan dan sudah dioperasi di RSPI, saat ini yang bersangkutan sudah pulang ke rumah dalam proses recovery dan kondisi kesehatannya baik.

    Sementara itu informasi korban yang diklaim merupakan anak bos Maspion juga adalah hoaks. Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko,menegaskan bahwa informasi itu juga hoax dan menyesatkan.

    ”Kami sudah konfirmasi dengan Maspion. Itu hoax. Nggak ada soal anaknya atau bosnya. Jangan percaya,” tegasnya.

    Kesimpulan

    Bukan dibacok atau dibegal. Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menjelaskan bahwa insiden itu murni kecelakaan dan tidak ada kaitannya dengan tindakan kriminalitas. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Boulevard, Bintaro, Tangerang Selatan pada Rabu, (20/10/2021).

    Rujukan

  • (GFD-2021-8800) Keliru, Anies Baswedan Raih Gelar Pahlawan Internasional 2021

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/11/2021

    Berita


    Tangkapan layar dari kanal Youtube berjudul “Hanya Anies yang bisa raih gelar pahlawan internasional, disambut hangat setelah dinobatkan pahlawan dunia” beredar di Facebook, 27 Oktober 2021. 
    Akun yang menyebarkan tangkapan layar tersebu t memberikan narasi, “buzzer receh kalo liat prestasi pak anies pasti auto cacingan dan kejang, nahan sakit hati.”
    Dalam tangkapan layar itu tampak Presiden Jokowi menjabat tangan Anies Baswedan. Namun benarkah Anies Baswedan menerima gelar pahlawan internasional 2021?
    Tangkapan layar unggahan dnegan klaim Anies Baswedan dinobatkan sebagai pahlawan internasional

    Hasil Cek Fakta


    Tempo menggunakan reverse image tool milik Google untuk memverifikasi foto Anies Baswedan bersama Jokowi tersebut. Hasilnya, foto itu tidak terkait dengan penobatan Anies Baswedan sebagai pahlawan dunia. 
    Tempo mendapatkan bahwa foto yang identik pernah dimuat oleh situs media cnnindonesia.com pada artikel berjudul Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional pada Kakek Anies Baswedan, edisi 8 November 2018. Foto tersebut adalah karya jurnalis CNN Indonesia, Christie Stefanie.
    Dalam keterangan foto tertulis, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir di Istana Kepresidenan menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional dari Presiden RI Joko Widodo kepada kakeknya, AR Baswedan.  
    Konteks acara tersebut, seperti dalam berita CNN Indonesia, dijelaskan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh. Satu di antaranya adalah kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Abdurrahman Baswedan alias AR Baswedan, menjadi salah satu Pahlawan Nasional.
    Penganugerahan itu disambut baik Anies Baswedan yang mewakili kakeknya menerima anugerah itu. Menurutnya, kebijakan Presiden Jokowi ini menjadi penyemangat bagi dirinya dan generasi muda melanjutkan perjuangan. 
    Penyerahan anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk AR Baswedan itu, juga dimuat oleh Inews. Dalam video yang ditayangkan pada 10 November 2018 itu, momen saat Presiden Jokowi menjabat tangan Anies Baswedan berada dalam menit ke 1:45. 
    Dalam video itu juga terlihat banyak undangan yang hadir saat acara tersebut. Hal ini tampak berbeda dengan gambar dalam tangkapan layar di mana terlihat deretan kursi kosong di belakang Presiden Jokowi dan Anies Baswedan. 
    Tangkapan layar video Anies Baswedan dan Presiden Jokowi saat penyerahan anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk AR Baswedan

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas, foto dan narasi yang diklaim Anies Baswedan Raih Gelar Pahlawan Internasional 2021, adalahkeliru. Foto saat Anies Baswedan berjabat tangan dengan Presiden Jokowi itu terjadi saat Anies menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada kakeknya, Abdurrahman Baswedan alias AR Baswedan pada November 2018.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

  • (GFD-2021-8801) Tidak Terbukti, Indonesia Telah Menyiapkan Senjata Nuklir untuk Menghancurkan Cina

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/11/2021

    Berita


    Gambar tangkapan layar thumbnail video yang memperlihatkan sebuah rudal yang mengarah ke kota beredar di media sosial. Thumbnail tersebut juga disertai narasi bahwa Seluruh dunia terkejut, Indonesia siapkan nuklir hancurkan Cina.
    Di Twitter gambar tangkapan layar tersebut dibagikan akun ini pada 30 Oktober 2021. Akun inipun menuliskan narasi, “Finally, no more Social Credit system.”
    https://twitter.com/IbnuTasrip/status/1454325047800344582/photo/1
    Hingga artikel ini dimuat gambar tangkapan layar itu telah diretweet sebnyak 313 kali dan mendapat 106 quote. Apa Benar Indonesia telah menyiapkan senjata nuklir untuk menghancurkan Cina?
    Tangkapan layar unggahan di Twitter yang mengklaim Indonesia menyiapkan nuklir melawan Cina

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital gambar tangkapan layar itu dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasinya, gambar tersebut merupakan thumbnail sebuah video di kanal Youtube dengan judul serupa. Namun, dalam video tersebut sama sekali tidak menjelaskan bahwa Indonesia telah membangun sistem persenjataan nuklir untuk menghancurkan Cina.
    Thumbnail video yang identik terdapat pada sebuah video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Jagat Militer pada 24 September 2021 dengan judul, “BERITA TERKINI - BIKIN GEGER DUNIA, INDONESIA SIAPKAN BOOM NUKLIR HANCURKAN CHINA.”
    Sumber Video
    Video berdurasi 10:05 itu menampilkan cuplikan sejumlah video dari berbagai sumber. Tim CekFakta Tempo memfragmentasi video tersebut dengan tool Invid. Selanjutnya melakukan penelusuran jejak digital dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex.
    Hasilnya, ditemukan beberapa sumber video di antaranya salah satu cuplikan dari video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal MerdekaDotCom pada 1 November 2016 dengan judul, “Melihat lebih dekat reaktor nuklir milik Indonesia di Serpong.”
    Selanjutnya video yang memperlihatkan sebuah kapal selam identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Gung Ho Vids pada 25 Mei 2016 dengan judul “Trident Nuclear Submarine • Ohio Class USS Kentucky”.
    Kemudian cuplikan video yang memperlihatkan sebuah bom nuklir yang identik dengan sebuah video yang diunggah ke Youtube oleh kanal berbahasa Russia, Poznamka Official, pada 11 September 2015 dengan judul “Ledakan bom nuklir (Museum Politeknik Moskow)”.
    Terdapat juga cuplikan video yang memperlihatkan pembangkit nuklir milik Filipina. Video ini identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Al Jazeera English pada 24 Januari 2021 dengan judul “The Philippines considers reviving nuclear plant to meet energy demand”.
    Narasi Video
    Narasi yang dibaca pengisi suara dalam video tersebut juga identik dengan naskah artikel yang pernah dimuat situs BangkaPos.com pada Selasa 2 November 2021 dengan judul, “Bikin Dunia Geger, Ini Kisah Indonesia Buat Bom Nuklir Libatkan 200 Ilmuwan, Buyar Pasca G30S/PKI”.
    Berikut narasinya:
    “Australia bersama Amerika Serikat dan Inggris, membangun kerja sama keamanan di Indo-Pasifik untuk mengimbangi pengaruh China yang terus meningkat di kawasan itu. Kemitraan itu diumumkan secara virtual oleh Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Rabu (15/9/2021). Di bawah kerja sama tersebut, AS dan Inggris akan memberikan teknologi dan kemampuan kapal selam bertenaga nuklir kepada Australia. Australia akan menjadi negara kedua setelah Inggris pada 1958 yang diberi akses ke teknologi nuklir AS untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.
    Berkaitan dengan teknologi nuklir, Indonesia ternyata jauh sebelum Australia bakal membuat kapal selam nuklir malah pernah hampir memiliki senjata nuklir. Indonesia hampir pernah menguji coba bom Atom ciptaannya dan buat dunia merinding…”
    Kawasan Bebas Senjata Nuklir
    ASEAN merupakan kawasan bebas senjata nuklir. Kawasan Bebas Senjata Nuklear Asia Tenggara atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) atau Traktat Bangkok adalah suatu kesepakatan di antara negara-negara Asia Tenggara yang terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk mengamankan kawasan Asean dari nuklir.
    Dilansir dari situs setnas-asean.id, gagasan pembentukan Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) ini diawali pada tanggal 27 November 1971, sewaktu 5 anggota dari Association of Southeast Asian Nations' (ASEAN) bertemu di Kuala Lumpur dan menanda tangani deklarasi atas "ASEAN Zone of Peace, Freedom, and Neutrality (ZOPFAN). (Asean sebagai kawasandamai, merdeka dan netral).
    Komponen utama dari ZOPFAN yang dituju oleh ASEAN adalah pembentukan SEANWFZ. Namun demikian sehubungan dengan suasana politik di kawasan yang kurang menguntungkan maka proposal resmi untuk pendirian kawasan bebas nuklir tersebut tertunda hingga pertengahan tahun 1980an.
    Mengutip Kumparan.com, setelah melakukan perundingan dan pembuatan naskah oleh suatu kelompok kerja ASEAN atas ZOPFAN, maka traktat SEANWFZ akhirnya ditanda tangani oleh kepala pemerintahan dari 10 negara anggota Asean di Bangkok pada tanggal 15 Desember 1995.
    Isi serta kewajiban dari para negara anggota SEANWFZ di antaranya:

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar dengan klaim bahwa Indonesia telah menyiapkan senjata nuklir untuk menghancurkan Cina, tidak terbukti.Gambar tangkapan layar tersebut bersumber dari thumbnail sebuah video. Video itu sendiri sama sekali tidak menjelaskan bahwa Indonesia telah membangun sistem persenjataan nuklir untuk menghancurkan Cina.
    Saat ini Indonesia masih terikat perjanjian dengan negara-negara anggota ASEAN terikat kawasan bebas senjata nuklir atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ) atau Traktat Bangkok yang ditandatangani pada 15 Desember 1995.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

  • (GFD-2021-8802) Keliru, Pengawalan Khusus Presiden Jokowi oleh Satuan Le Gendarmerie di Perancis

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/11/2021

    Berita


    Sebuah video yang diklaim pengawalan khusus Presiden Jokowi di Prancis oleh satuan Le Gendarmerie, beredar di Twitter, 2 November 2021. Video berdurasi delapan detik itu memuat iring-iringan pengawalan 15 sepeda motor dengan formasi kawal V.“Pengawalan presiden Jokowi di Perancis dengan formasi kawal V (15 sepeda motor) oleh satuan Le Gendarmerie. Ini tradisi pengawalan khusus hanya untuk tamu negara yang sangat dihormati. Bravo presiden Jokowi.” Unggahan itu telah dibagikan 524 kali dan disukai 1.902 oleh warganet.

    Hasil Cek Fakta


    Hasil pemeriksaan fakta Tempo, menunjukkan, bahwa video tersebut bukan iring-iringan pengawalan Presiden Jokowi di Prancis. Melainkan pasukan pengawal Ratu Elizabeth II saat berada di Berlin, Jerman, Juni 2015.Tempo menelusuri video tersebut dengan lebih dulu memfragmentasinya menjadi sejumlah gambar dengan InVID. Dari beberapa gambar, lalu ditelusuri dengan reverse image search.Dengan cara tersebut, Tempo mendapatkan video yang identik diunggah oleh Hans Joachim pada 27 Juni 2015. Video tersebut berdurasi lebih panjang dengan kualitas gambar lebih bagus.Hans memberikan keterangan dan judul dalam bahasa Jerman, Queen Elizabeth II. zum Botschafterempfang, 25.06.2015. Melalui bahasa yang digunakan tersebut, kunjungan Ratu Elizabeth tersebut berada di Jerman.Selain formasi pengawalan kendaraan, Tempo menandai dalam kotak merah, beberapa petunjuk yang sama antara video yang diklaim pengawalan Presiden Jokowi dengan video yang dipublikasikan oleh Joachim pada 2015.
    Kiri: tangkapan layar dari video pengawalan Ratu Elizabeth II saat berkunjung ke Jerman pada 25 Juni 2015. Kanan: adalah tangkapan layar dari video yang diklaim pengawalan Presiden Jokowi di Prancis 2021. Lihat kotak merah yang menandai kesamaan lokasi.

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan, klaim bahwa Presiden Jokowi mendapat pengawalan khusus oleh satuan Le Gendarmerie saat di Prancis, adalahkeliru. Video berdurasi 8 detik itu menunjukkan pengawalan Ratu Inggris Raya Elizabeth II dan Pangeran Philip saat kunjungan negara ke Jerman pada 24-26 Juni 2015.Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan