(GFD-2021-8797) Keliru, WHO Sebut Covid-19 Sama dengan Flu Biasa dan 500 Orang Amerika Meninggal karena Vaksin
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 01/11/2021
Berita
Dua klaim yang menyebut Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengakui bahwa virus Covid-19 sama dengan virus flu biasa serta 500 ribu orang Amerika meninggal setelah divaksin, menyebar di Facebook.
Klaim itu dibagikan salah satu akun pada 12 Oktober 2021 dengan menyertakan tangkapan layar video dari situs www.bitchute.com berjudul WHO concedes the covid virus is just like the common flu - 500,000 americans dead from vaccine.
Di situs www.bitchute.com video tersebut sudah ditonton 76.377 kali dan disukai 326.
Benarkah WHO mengakui virus Covid sama dengan flu biasa dan kematian warga Amerika setelah vaksin mencapai 500 ribu orang?
Tangkapan layar unggahan dengan klaim WHO Sebut Covid-19 Sama dengan Flu Biasa dan 500 Orang Amerika Meninggal karena Vaksin.
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tim Cek Fakta Tempo, menunjukkan, WHO tidak pernah menyatakan bahwa Covid-19 sama dengan virus flu biasa. Selain itu, kematian warga Amerika setelah vaksin mencapai 500 ribu orang, tidak sesuai fakta.
Seorang pria yang sedang berpidato dalam video yang diunggah di situs bitchute.com tersebut, adalah seorang pengacara asal Jerman, Reiner Fuellmich. Video Reiner menjadi bagian dari aksi demonstrasi anti-vaksin dan anti-lockdown yang berlangsung pada 24 Juli di Trafalgar Square, London. Selain Reiner, sejumlah tokoh yang menentang vaksinasi juga berbicara di aksi tersebut.
Tempo mendapatkan petunjuk tersebut melalui akun Twitter Shayan Sardarizadeh, seorang jurnalis investigasi disinformasi BBC yang melaporkan demonstrasi itu melalui unggahannya pada 24 Juli waktu Indonesia.
Berita mengenai demonstrasi anti-vaksin dan anti lockdown itu juga diberitakan oleh situs independent.co.uk.
Klaim 1: WHO mengakui bahwa virus Covid-19 sama dengan virus flu biasa
Pada menit 1:25, Reiner Fuellmich mengatakan, WHO menyebutkan bahwa virus penyebab Covid-19, lepas apakah itu sepenuhnya alami atau semi buatan, tidak lebih berbahaya dari flu biasa. Tempo telah memeriksa klaim ini dan tidak menemukan keterangan yang membenarkan pernyataan Reiner tersebut.
Sebaliknya, WHO mempublikasikan artikel yang menjelaskan, selain memiliki persamaan, tapi ada perbedaan antara Covid-19 dengan flu biasa atau influenza. Menurut WHO, Covid-19 dan influenza disebabkan oleh virus yang berbeda, dan ada beberapa perbedaan dalam hal siapa yang paling rentan terhadap keparahan penyakit.
Selain itu, vaksin yang dikembangkan untuk COVID-19 tidak melindungi terhadap influenza, dan demikian pula, vaksin flu tidak melindungi dari COVID-19.
Dari segi tingkat kematian, WHO memperkirakan bahwa 290.000 hingga 650.000 orang meninggal karena terkait flu setiap tahun di seluruh dunia.
Sedangkan menurut data Worldometer, jumlah kematian karena Covid-19 telah mencapai lebih dari 5 juta (5.014.985) orang di seluruh dunia, sejak pandemi terjadi hingga 1 November 2021.
Klaim 2: 500 ribu orang Amerika meninggal setelah divaksin
Reiner juga menyebut 500 ribu orang Amerika yang meninggal setelah vaksinasi Covid-19. Faktanya, angka 500 ribu orang ini adalah jumlah total warga Amerika mereka yang meninggal karena Covid-19 hingga Februari 2021.
Tempo mendapatkan angka ini dari pemberitaan yang dimuat The New York Times. Kematian karena Covid-19 tersebut melampaui jumlah yang meninggal di medan perang Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Vietnam jika digabungkan.
Kematian Covid-19 pertama di negara itu terjadi di Santa Clara County, California, pada 6 Februari 2020, dan pada akhir Mei, 100.000 orang telah meninggal. Butuh empat bulan bagi Amerika untuk mencatat 100.000 kematian lagi; berikutnya, sekitar tiga bulan; berikutnya, hanya lima minggu.
Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Laporan kematian setelah vaksinasi COVID-19 jarang terjadi. Lebih dari 414 juta dosis vaksin COVID-19 diberikan di Amerika Serikat dari 14 Desember 2020 hingga 25 Oktober 2021. Selama waktu ini, Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) menerima 9.143 laporan kematian (0,0022%) di antara orang-orang yang menerima COVID-19 vaksin.
FDA mewajibkan penyedia layanan kesehatan untuk melaporkan kematian apa pun setelah vaksinasi COVID-19 kepada VAERS, meskipun tidak jelas apakah vaksin itu penyebabnya. Laporan efek samping kepada VAERS setelah vaksinasi, termasuk kematian, tidak selalu berarti bahwa vaksin menyebabkan masalah kesehatan. Tinjauan informasi klinis yang tersedia, termasuk sertifikat kematian, otopsi, dan catatan medis, belum menetapkan hubungan sebab akibat dengan vaksin COVID-19.
Namun, laporan terbaru menunjukkan hubungan kausal yang masuk akal antara Vaksin J&J/Janssen COVID-19 dan TTS, efek samping yang jarang dan serius—pembekuan darah dengan trombosit rendah—yang telah menyebabkan kematian.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengakui bahwa virus Covid-19 sama dengan virus flu biasa serta 500 ribu orang Amerika meninggal setelah divaksin, adalah keliru. Sejauh ini Covid-19 menyebabkan kematian lebih banyak dibandingkan flu biasa. Sedangkan terkait klaim 500 ribu orang yang meninggal di Amerika Serikat adalah data total kematian warga karena Covid-19 --bukan akibat vaksinasi, hingga Februari 2021.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- http://www.bitchute.com
- https://s.id/IkwcA
- http://www.bitchute.com
- https://twitter.com/Shayan86/status/1418915810416934915
- https://www.independent.co.uk/news/uk/home-news/lockdown-protests-london-covid-vaccine-b1889966.html
- https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-similarities-and-differences-with-influenza
- https://www.who.int/influenza/Global_Influenza_Strategy_2019_2030_Summary_English.pdf
- https://www.worldometers.info/coronavirus/
- https://www.nytimes.com/live/2021/02/22/world/covid-19-coronavirus
- https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/safety/adverse-events.html
(GFD-2021-8798) Keliru, Video Wawancara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Presiden Jokowi saat KTT G20 2021 di Italia
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 01/11/2021
Berita
Sebuah video yang memperlihatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan wawancara dengan Presiden Joko Widodo beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani mewawancarai Presiden Jokowi saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2021 di Roma, Italia.
Di Twitter, video tersebut dibagikan akun ini pada 1 November 2021. Akun inipun menuliskan narasi, “Semangat pagi. Reporter spesial Menteri Keuangan Sri Mulyani mewawancarai Presiden @jokowi yang menjadi tokoh sentral KTT G20 karena Indonesia memegang keketuaan G20, menggantikan Italy. Laporan langsung dari Roma!”.
Dalam video berdurasi 56 detik tersebut Sri Mulyani bertanya kepada Jokowi perihal agenda pertemuan di hari kedua pertemuan tersebut.
Hingga artikel ini dimuat video tersebut telah diretweets sebanyak 223 kali dan mendapat 40 quote. Apa benar ini video wawancara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Presiden Jokowi saat KTT G20 2021 di Roma, Italia?
Tangkapan layar klaim Video Wawancara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Presiden Jokowi saat KTT G20 2021 di Italia
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menyaksikan video tersebut dari awal hingga akhir. Hasilnya, pada detik ke 0:48 hingga 0:50 terlihat backdrop dalam ruangan tersebut yang bertuliskan, “G20 Osaka Summit 2019”.
Selanjutnya, Tim CekFakta Tempo juga memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool Invid. Gambar-gambar fragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex. Hasilnya, video tersebut telah beredar di internet sejak Juni 2019, tepatnya saat hari kedua KTT G20 Leders yang membahas Inequalities and Realizing Inclusive and Sustainable World.
Video yang identik dengan kualitas yang lebih baik pernah diunggah ke Instagram oleh akun terverifikasi @smindrawati pada 29 Juni 2019.
“Saya menyempatkan diri ngevlog dengan Presiden RI Joko Widodo @jokowi. Disamping itu juga membahas tentang pentingnya Women Empowerment. Sesuai dengan temanya, saya mengajak Presiden RI Joko Widodo @jokowi , untuk foto bersama wanita yang hadir antara lain: Menlu Retno Marsudi @retno_marsudi, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde @christinelagarde , Permaisuri Belanda Ratu Maxima dan Ivanka Trump. Osaka, 29 Juni 2019,” tulis akun @smindrawati.
Video yang identik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Indonesia PANCASILA pada 29 Juni 2019 dengan judul, “ Wawancara Singkat Pak De ”.
Video identik lainnya juga pernah diunggah ke Youtube oleh kanal MEGAWIN TV pada 30 Juni 2019 dengan judul, “ Pak jokowi di wawancarai oleh wartawan dadakan ”.
Saat menghadiri pertemuan KTT G20 di Osaka, Jepang, Sri Mulyani memang menyempatkan diri untuk ngevlog bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir dari Liputan6.com, dalam unggahan tersebut, Sri Mulyani menyebutkan pada hari kedua KTT G20 Leaders membahas inequalities and realizing insclusive and suistanable world.
Sri Mulyani menuturkan, dirinya menyempatkan diri ngevlog dengan Presiden Joko Widodo saat hari kedua KTT G20.
"Saya menyempatkan diri ngevlog dengan Presiden Joko Widodo," tulis Sri Mulyani seperti dikutip dari laman instagram @smindrawati.
Pada video singkat berdurasi hampir satu menit di instagram, Sri Mulyani menuturkan, kalau Presiden Jokowi telah bertemu dengan banyak tokoh-tokoh terutama perempuan pada hari kedua KTT G20 Leader Summit. Hal ini juga berkaitan dengan tema yang dibahas mengenai pentingnya women empowerment.
"Hari ini Bapak Presiden G20 leader summit, tadi pagi bertemu dengan banyak tokoh-tokoh terutama perempuan-perempuan," tutur Sri Mulyani.
Sri Mulyani pun menanyakan kepada Presiden Jokowi mengenai agenda kedua KTT G20. Jokowi mengatakan, kalau pertemuan hari kedua KTT G20 sangat penting terutama dengan pertumbuhan ekonomi dunia.
"Berhubungan dengan perang dagang sampai detik ini belum ada jalan keluar, pemberdayaan ekonomi untuk perempuan," Jokowi menambahkan.
Indonesia Terima Presidensi G20
Berdasarkan arsip berita Tempo, Indonesia resmi meneruskan estafet presidensi G20 dari Italia dan untuk pertama kalinya akan memegang presidensi G20 pada tahun 2022. Penyerahan presidensi tersebut dilakukan pada sesi penutupan KTT G20 Roma yang berlangsung di La Nuvola, Roma, Italia, pada Ahad, 31 Oktober 2021.
Perdana Menteri Italia Mario Draghi secara simbolis menyerahkan palu kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian mengetukkan palu tersebut. Dalam intervensinya, Jokowi mengapresiasi Italia yang telah berhasil memegang presidensi G20 tahun 2021.
"Saya sampaikan selamat kepada Italia yang telah sukses menjalankan presidensi G20 di tahun 2021. Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan presidensi G20 di tahun 2022," ujar Jokowi.
Jokowi menjelaskan bahwa presidensi G20 Indonesia akan mendorong upaya bersama untuk pemulihan ekonomi dunia dengan tema besar 'Recover Together, Recover Stronger'. Pertumbuhan yang inklusif, people-centered, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan, menjadi komitmen utama kepemimpinan Indonesia di G20.
"Upaya tersebut harus dilakukan dengan cara luar biasa, terutama melalui kolaborasi dunia yang lebih kokoh, dan inovasi yang tiada henti. G-20 harus menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi dan inovasi ini. Hal ini yang harus terus kita perdalam pada pertemuan-pertemuan kita ke depan," kata Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga secara langsung mengundang para pemimpin dunia yang hadir untuk melanjutkan diskusi pada KTT G20 di Indonesia yang rencananya digelar di Bali pada 30-31 Oktober 2022.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim wawancara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Presiden Jokowi saat KTT G20 2021 di Italia, keliru. Video tersebut merupakan wawancara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Presiden Jokowi saat KTT G20 di Osaka Jepang pada Juni 2019.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Rujukan
- https://twitter.com/prastow/status/1454953693627904000
- https://www.instagram.com/p/BzRt8VMpRQS/ youtube.com/watch?v=WkjYTI_GRSo
- https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=YnoHT8x5ssg
- https://www.liputan6.com/bisnis/read/4000863/hadiri-ktt-g20-sri-mulyani-sempatkan-ngevlog-bersama-presiden-jokowi
- https://nasional.tempo.co/read/1523337/indonesia-resmi-terima-presidensi-g20-jokowi-undang-para-pemimpin-dunia-ke-bali/full&view=ok
(GFD-2021-7777) [SALAH] Peserta Tahfiz Al-Quran Tingkat Dunia Tak Diperhatikan Istana
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 01/11/2021
Berita
“Mohon doanya, KHAIRURAZZAK ALHAFIZI, asal Desa Keronglong, Kec. Suralaga, Kab Lombok Timur NTB. Telah berangkat menuju kota Mekkah al Mukkaromah utk mengikuti Olimpiade TAHFIS Al Qur’an tingkat dunia pada bulan October. Tetap semangat ‘Dek walaupun tak dilepas di istana negara layaknya para atlet2 olah raga serta tak di liput khalayak ramai media, kami yakin di dadamu ada semangat utk mengharumkan nama Republik Indonesia melalui lantunan ayat2 suci Al Qur’an. Semoga sukses dan menjadi JUARA. Aamiin ..aamiin ..aamiin yra 🙏🙏🙏”
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Facebook bernama Naila Ali Bachdim mengunggah narasi yang menyebutkan bahwa peserta Tahfiz Al-Quran tingkat dunia tidak dilepas istana dan tidak diliput media. Terlihat bahwa peserta yang akan membawa nama Indonesia ini, Khairurrazzak Alhafizi, berangkat sendirian dengan membawa kopernya tanpa dilepas oleh istana.
Namun setelah melakukan penelusuran mengenai kabar ini, terlihat adanya kekeliruan di dalam narasi yang diunggah tersebut. Unggahan ini seolah-olah memperlihatkan Khairurrazzak Alhafizi yang tidak diperhatikan negara dalam prestasinya untuk maju dalam perlombaan tahfiz tingkat dunia. Padahal faktanya tidak demukian.
Khairurrazzak merupakan remaja pria asal Desa Keronglong, Suralaga, Lombok Timur, NTB, mengikuti olimpiade tahfiz Al-Quran tingkat dunia di Makkah pada tahun 2017. Dalam partisipasinya sebagai finalis saat itu, Khairurrazzak (Razaq) menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementrian Agama memberikan banyak fasilitas untuknya.
Dirinya menjelaskan bahwa keberangkatan, hotel, dan pulang, ditanggung panitia dari Makkah. Kemenag memberikan fasilitas berupa hotel untuk menginap di Jakarta. Selain itu, karena prestasinya yang berhasil berada di peringkat ke-7, Razaq juga mendapatkan bonus dari Kemenag sebesar Rp15 juta.
Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan bahwa keberangkatan Razaq yang seolah-olah tak mendapat perhatian pemerintah merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Namun setelah melakukan penelusuran mengenai kabar ini, terlihat adanya kekeliruan di dalam narasi yang diunggah tersebut. Unggahan ini seolah-olah memperlihatkan Khairurrazzak Alhafizi yang tidak diperhatikan negara dalam prestasinya untuk maju dalam perlombaan tahfiz tingkat dunia. Padahal faktanya tidak demukian.
Khairurrazzak merupakan remaja pria asal Desa Keronglong, Suralaga, Lombok Timur, NTB, mengikuti olimpiade tahfiz Al-Quran tingkat dunia di Makkah pada tahun 2017. Dalam partisipasinya sebagai finalis saat itu, Khairurrazzak (Razaq) menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementrian Agama memberikan banyak fasilitas untuknya.
Dirinya menjelaskan bahwa keberangkatan, hotel, dan pulang, ditanggung panitia dari Makkah. Kemenag memberikan fasilitas berupa hotel untuk menginap di Jakarta. Selain itu, karena prestasinya yang berhasil berada di peringkat ke-7, Razaq juga mendapatkan bonus dari Kemenag sebesar Rp15 juta.
Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan bahwa keberangkatan Razaq yang seolah-olah tak mendapat perhatian pemerintah merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, peserta yang akrab disapa Razaq ini mengaku bahwa dirinya mendapat fasilitas dan bonus dari Kementrian Agama terkait lomba Tahfiz Al-Quran tingkat dunia yang diikutinya tahun 2017 lalu.
Faktanya, peserta yang akrab disapa Razaq ini mengaku bahwa dirinya mendapat fasilitas dan bonus dari Kementrian Agama terkait lomba Tahfiz Al-Quran tingkat dunia yang diikutinya tahun 2017 lalu.
Rujukan
(GFD-2021-7778) [SALAH] Video “Penyanyi Acha Septriasa Meninggall Dunia Seluruh Rekan Artis Tidak Menyangka”
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 01/11/2021
Berita
“Penyanyi Acha Septriasa Meninggall Dunia Seluruh Rekan Artis Tidak Menyangka”
Hasil Cek Fakta
Kanal Youtube ENJOY YOUR LIFE mengunggah video dengan judul “Penyanyi Acha Septriasa Meninggall Dunia Seluruh Rekan Artis Tidak Menyangka” pada 29 Oktober 2021.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa video tersebut tidak benar. Diketahui bahwa Acha Septriasa dalam keadaan baik-baik saja. Hal itu diketahui dari aktivitas Instagram milik Acha (@septriasaacha). Aktivitas terakhir yang diunggah Acha ialah foto dirinya dan anaknya bersama patung dari tayangan Squid Games.
Adapun, diketahui bahwa video tersebut merupakan pembacaan artikel kontan.co.id yang tayang pada 27 Oktober 2021 berjudul “Berita duka, musisi Oddie Agam meninggal dunia.” Artikel tersebut dimodifikasi dengan mengganti nama Oddie Agam dengan nama Acha Septriasa.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten dari kanal Youtube ENJOY YOUR LIFE masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa video tersebut tidak benar. Diketahui bahwa Acha Septriasa dalam keadaan baik-baik saja. Hal itu diketahui dari aktivitas Instagram milik Acha (@septriasaacha). Aktivitas terakhir yang diunggah Acha ialah foto dirinya dan anaknya bersama patung dari tayangan Squid Games.
Adapun, diketahui bahwa video tersebut merupakan pembacaan artikel kontan.co.id yang tayang pada 27 Oktober 2021 berjudul “Berita duka, musisi Oddie Agam meninggal dunia.” Artikel tersebut dimodifikasi dengan mengganti nama Oddie Agam dengan nama Acha Septriasa.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten dari kanal Youtube ENJOY YOUR LIFE masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Acha Septriasa tidak meninggal dunia. Pada postingan Instagram miliknya (@septriasaacha) masih aktif mengunggah aktivitasnya. Adapun, isi video merupakan pembacaan berita hasil modifikasi dari artikel berjudul “Berita duka, musisi Oddie Agam meninggal dunia” yang tayang pada 27 Oktober 2021 di kontan.co.id.
Rujukan
Halaman: 6403/7981



