• (GFD-2021-7795) [SALAH] Foto Pertemuan Alien dan Manusia

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 05/11/2021

    Berita

    Beredar sebuah foto di Twitter yang diklaim sebagai pertemuan antara manusia dan alien. Foto tersebut diunggah pada tanggal 28 Oktober 2021 di akun Twitter dengan username @NerdyDown dan mendapatkan tanggapan berupa 91 retweets, 14 quote tweets, dan 594 likes.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusur informasi tersebut salah. Faktanya, foto tersebut telah dimanipulasi oleh pihak lain. Dilansir dari ufoofinterest.org, akun twitter pengecekan fakta UFO dan anomali langit, menjelaskan bahwa foto tersebut telah dimanipulasi.

    Melalui penelusuran google image reverse, kami mencoba menelusuri salah satu foto yang menunjukkan Presiden Amerika Serikat ke 34, Eisenhower, bertemu dengan alien. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto tersebut sebenarnya merupakan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Eisenshower dengan Sekretaris Negara Amerika Serikat, John Foster Dulles pada pada tahun 1956.

    Hoaks serupa pernah beredar pada tahun 2017 yang menunjukkan Augusto Pinochet Ugarte, mantan Presiden Chile, bersalaman dengan Alien. Informasi tersebut telah dibantah langsung oleh debunker Hoaxeye dengan memberikan klarifikasi bahwa foto tersebut dimanipulasi. Sebenarnya, foto tersebut merupakan pertemuan antara Augusto Pinochet Ugarte dengan William Thayer di Santiago.

    Dengan demikian, foto yang menunjukkan pertemuan alien dan manusia adalah hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia IS.

    Informasi tersebut salah. Dilansir dari @ufoofinterest.org, akun twitter pengecekan fakta UFO dan anomali langit, mengatakan bahwa foto tersebut telah dimanipulasi.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7796) [SALAH] Artikel “Citra Kirana, Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Selamat Jalan Untuk Selamanya 😭”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/11/2021

    Berita

    Akun Facebook Vua Nguyen mengunggah postingan yang menyatakan bahwa artis Citra Kirana meninggal dunia. Bersama dengan postingan tersebut, disertakan tautan ke laman memory-rakyat[dot]blogspot[dot]com.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim postingan dan artikel dalam tautan itu tidak benar. Sebab, Citra Kirana diketahui masih aktif melakukan kegiatannya. Citra aktif memposting kegiatannya di akun Instagramnya (@citraciki). Pada postingan terakhir, pada 3 November 2021, Citra memposting foto bersama suaminya. “Hari ini motoran sama papa rezky ke kintamani..trus makan di @ellagobali ? baguuss bgt tempatnyaaa♥️,” tulis Citra di postingan tersebut.

    Ketika ditelusuri lebih lanjut, isi artikel merupakan saduran dari artikel berjudul “Hanna Kirana Meninggal Dunia karena Gagal Jantung” yang tayang di detik.com pada 3 November 2021. Di dalam artikel aslinya, tidak pembahasan mengenai Citra Kirana, melainkan membahas mengenai meninggalnya artis Hanna Kirana.

    Lalu, foto yang digunakan dalam artikel di memory-rakyat[dot]blogspot[dot]com mengambil foto kolase Citra Kirana yang berasal dari liputan6.com dalam artikel tertanggal 20 September 2020 berjudul “Kembali Dirawat di RS, Citra Kirana Demam 40 Derajat Celcius dan Dinyatakan Bukan Mastitis.”

    Foto kolase tersebut diketahui berasal dari Instagram suami Citra Kirana, Rezky Aditya (@thereal_rezkyadhitya) dan cuplikan dari video berjudul “CITRA DI RAWAT DI RS!! DEMAM TINGGI BGT…ATHAR SAMA SIAPA??” di kanal Youtube Ciky Citra Rezky yang tayang pada 19 September 2020.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten dari akun Facebook Vua Nguyen masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Citra Kirana masih beraktivitas seperti biasa. Hal itu bisa dilihat dari aktivitas Instagramnya (@citraciki) yang masih rutin memposting kegiatan Citra. Adapun, isi artikel merupakan saduran dari artikel berjudul “Hanna Kirana Meninggal Dunia karena Gagal Jantung” yang tayang di detik.com pada 3 November 2021.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8803) Keliru, Video 13 Siswa di Afrika Selatan Tewas Setelah Divaksin Covid-19

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/11/2021

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga histeris saat menyaksikan belasan anak dalam kondisi tidak bergerak beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa sebanyak 13 anak di Arika Selatan tewas setelah vaksinasi Covid-19.
    Di Facebook, video tersebut ibagikan akun ini pada 2 November 2021. Berikut narasi lengkapnya:
    “13 anak sekolah di Afrika Selatan meninggal setelah mendapatkan OBAT SURGA FUCKSHIT KOPET19!!!!!!! Berita ini bbrpa X diunggah d iG namun dihapus pihak bi0 t3ch!!!!! Sadarlah skrg Smua ini adalah permainan #dajjallaknatullah dan anak buahnya!!!! Semua Owner #fuckhsit adalah Seorg Yahudi #Zionis laknatullah.. Zionis adlh musuh yg nyata khususnya bagi #UmatMuslim, Ssuai ap yg #ALLAH firmankan dan #RASULULLAH sabdakan!!!.”
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 200 kali dan mendapat 5 komentar. Apa benar ini video 13 siswa di Arika Selatan yang tewas setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19?
    Tangkapan layar unggahan dengan klaim 13 anak di Afrika Selatan tewas usai divaksin Covid-19

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memragmentasi video tersebut menggunakan tool InVid. Selanjutnya gambar-gambar hasil ragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, 14 siswa sekolah dasar di Kenya tewas terinjak-injak ketika mereka bergegas menuruni tangga saat pulang sekolah pada Februari 2020.
    Video yang identik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal TOP BUZZ MEDIA pada 26 Februari 2020 dengan judul, “13 ENFANTS MEUR*** DANS UNE BOUSCULADE DANS UNE ÉCOLE PRIMAIRE AU KENYA.”
    Video identik lainnya pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Chekatv Muhsin pada 4 Februari 2020 dengan judul “BREAKING News :kakamega primary school mourning death of 13 students.”
    Dilansir dari citizen.digital, korban tewas akibat terinjak-injak yang terjadi pada Senin malam di Sekolah Dasar Kakamega telah bertambah menjadi 14 orang setelah satu murid lagi meninggal karena luka-luka.
    Kakamega Central OCPD David Kabena sebelumnya menyebutkan, jumlah pelajar yang tewas pada 13 dengan sedikitnya 39 terluka.
    Gubernur Kakamega Wycliffe Oparanya mengatakan, ada informasi tambahan bahwa satu lagi korban meninggal di Panti Jompo Nala. Dua dari murid yang terluka dirawat di Unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Rujukan Kabupaten Kakamega.
    Menurut OCPD, peristiwa ini berawal saat siswa-siswa kelas lima ini hendak meninggalkan kelas mereka usai jam sekolah selesai. Kemudian mereka berdesakan saat turun tangga sekitar jam 5 sore.
    Dilaporkan juga ada seorang guru di sekolah itu memukuli beberapa murid dan mendorong siswa lainnya untuk lari menuruni tangg. Sehingga beberapa dari mereka jatuh dan terinjak-injak sampai meninggal. Namun, penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut sedang berlangsung.
    Insiden itu terjadi di Sekolah Dasar Kakamega, barat laut ibu kota Nairobi, pada Senin sore. Laporan mengatakan anak-anak meninggalkan kelas untuk pulang sekitar pukul 17:00 waktu setempat (14:00 GMT) ketika peristiwa itu terjadi.
    Menteri Pendidikan George Magoha mengkonfirmasi 14 kematian itu kepada media lokal. "Kehilangan seorang anak sangat menyakitkan. Belasungkawa saya kepada orang tua yang kehilangan anak-anak mereka," kata Magoha kepada Citizen TV.
    Hampir 40 siswa lainnya terluka - beberapa kritis - dan dibawa ke rumah sakit, kata laporan. Beberapa dari mereka dibebaskan setelah menerima perawatan.
    Penyebab terinjak-injak belum jelas. Tetapi komandan polisi Kakamega David Kabena mengatakan kepada media lokal bahwa penyelidikan telah berlangsung.
    Dikutip dari allafrica.com, Komandan Polisi Wilayah Barat Peris Kimani membenarkan laporan itu, dengan mengatakan 20 orang dirawat di rumah sakit umum dan rujukan kabupaten itu dan dipulangkan.
    Laporan menunjukkan bahwa para siswa kehabisan kelas pada jam 5 sore ketika tragedi itu terjadi. Dikatakan bahwa beberapa jatuh dari lantai tiga gedung.
    Responden, termasuk polisi dan personel dari Masyarakat Palang Merah Kenya, pergi ke sekolah untuk menawarkan layanan darurat.
    Gubernur Kabupaten Kakamega Wycliffe Oparanya bertemu dengan keluarga di tempat kejadian.
    Mengutip abc.net.au, ini bukan pertama kalinya terjadi keruntuhan struktural di sebuah sekolah di negara Afrika. Pada September 2019, delapan siswa tewas dan 69 lainnya terluka ketika sebuah ruang kelas runtuh di sebuah sekolah dasar di Nairobi.
    Berdasarkan arsip berita Tempo, 14 siswa sekolah dasar di Kenya barat tewas terinjak-injak ketika mereka bergegas menuruni tangga saat pulang sekolah pada Senin.
    Sementara 39 siswa lain terluka parah dalam insiden yang terjadi di Sekolah Dasar Kakamega di Nairobi, kata surat kabar Daily Nation, mengutip Komandan Polisi Wilayah Barat Peris Kimani, dilaporkan Reuters, 4 Februari 2020.
    "Kami kehilangan 14 dari mereka," Menteri Pendidikan George Magoha mengatakan kepada Citizen TV. "Kehilangan satu nyawa sama dengan kehilangan banyak kehidupan."
    The Daily Nation melaporkan bahwa beberapa anak jatuh dari lantai tiga ketika mereka berlari. Menurut BBC, para murid berlari meninggalkan kelas sekitar pukul 5 sore waktu setempat.
    "Saat pulang sekolah, mereka berdesakan menuruni tangga," kata Peter Abwao, juru bicara Palang Merah Kenya. "Kelas-kelas di sekolah ini memiliki tiga lantai."
    Orang tua yang cemas menunggu di luar rumah sakit Kakamega untuk mengetahui kabar tentang anak-anak mereka.
    "Belasungkawa tulus saya sampaikan kepada orang tua yang telah kehilangan orang yang dicintai dalam tragedi yang disayangkan dan disesalkan di Sekolah Dasar Kakamega. Saya berharap anak-anak yang terluka segera pulih dan saya berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan kepada keluarga yang terkena dampak," kata mantan Perdana Menteri Raila Odinga di Twitter, dikutip dari Al Jazeera.
    Raila Odinga, yang merupakan pemimpin oposisi Kenya, juga menyerukan penyelidikan langsung dan menyeluruh atas insiden di sekolah dasar ini.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim bahwa 13 siswa di Arika Selatan yang tewas setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19, keliru. Sebanyak 14 siswa yang tewas dalam video tersebut bukan diakibatkan vaksinasi Covid-19, melainkan mereka tewas terinjak-injak saat berdesakan menuruni tangga ketika pulang sekolah. Peristiwa itu terjadi di Kenya pada Senin, 3 Februari 2020, bukan Afrika Selatan.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

  • (GFD-2021-7786) [SALAH] Seorang Jendral AS Mendapatkan Hadiah Telepon Huawei dari Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA)

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/11/2021

    Berita

    Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Al Wong yang membagikan hasil screenshot gambar dari Twitter. Gambar tersebut menunjukkan dua jendral, yang salah seorangnya memberikan6 sebuah hadiah. Dalam gambar tersebut dinarasikan bahwa Jendral Mark Milley dari Amerika Serikat sedang menerima hadiah dari rekan PLA disampingnya yakni bernama Zhang Yang, Zhang adalah seorang Jendral dari Cina. Hadiah yang diberikan Zhang Yang yakni berupa telepon Huawei.

    Postingan tersebut beredar di tengah ketegangan perang dagang antara Amerika dengan Cina semenjak Mantan Presiden AS, Donald Trump meluncurkan kampanye pembatasan peredaran merek Huawei, yang saat itu telah merajai pasar global. Pembatasan tersebut salah satunya dikeluarkannya kebijakan bahwa merek telekomunikasi Huawei dilarang menggunakan pelayanan Google Android.

    Hasil Cek Fakta

    Meski begitu, foto tersebut telah dimanipulasi. Foto Jendral Militer dari Swiss, Letnan Jenderal Thomas Süssli, telah diedit di bagian kepala dan diganti dengan foto Jendral Zhang Yang dari PLA Cina.

    People’s Liberation Army (PLA) atau Tentara Pembebasan Rakyat Cina adalah pasukan militer sayap kiri dari Partai Komunis Cina, Zhang Yang sendiri merupakan anggota dari PLA. Dikabarkan bahwa, Zhang Yang meninggal setelah ditemukan bunuh diri di rumahnya pada 23 November 2017. Zhang disebut telah melanggar hukum dengan diduga telah melakukan penyuapan dan menerima suap serta memegang aset berharga yang tak jelas asal usulnya.

    Adapun gambar asli kedua tokoh militer adalah Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark A. Milley dan Kepala Angkatan Bersenjata Swiss Letnan Jenderal Thomas Süssli, mereka bertemu di Bern, Swiss, pada 18 Desember 2019.

    Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin militer senior tersebut membahas kepentingan keamanan bersama antara Swiss dan Amerika Serikat. Jenderal Milley menyampaikan apresiasinya atas dialog dan kerja sama militer tingkat tinggi antara militer AS dan Swiss.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa postingan Al Wong adalah HOAX dan dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Ani R

    Foto Editan. Orang yang di dalam foto adalah Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark A. Milley dari Amerika Serikat dan di sebelahnya yakni Kepala Staf Angkatan Bersenjata Swiss, Letnan Jenderal Thomas Süssli.

    Rujukan