Beredar artikel berjudul “Ya Allah…Kiamat Makin Dekat, Pria Ini Hamil Pertama Kalinya Dan Akhirnya Melahirkan Sepasang Anak” yang terbit di situs beritahangat[dot]xyz pada 8 Januari 2022.
Di artikel tersebut memuat kolase foto yang memperlihatkan seorang pria berkumis dalam kondisi hamil dan menggendong seorang bayi.
(GFD-2022-8980) [SALAH] “Pria Ini Hamil Pertama Kalinya Dan Akhirnya Melahirkan Sepasang Anak”
Sumber: artikel onlineTanggal publish: 13/01/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya pria hamil untuk pertama kalinya dan melahirkan merupakan klaim yang menyesatkan.
Faktanya, pria dalam foto tersebut adalah seorang transgender bernama Thomas Beatie. Meski telah menjalani rekonstruksi dada dan terapi testosteron, tetapi Thomas tetap mempertahankan alat reproduksinya sehingga secara medis tetap memungkinkan ia bisa hamil.
Dilansir dari Tempo, foto-foto yang identik pernah dimuat situs intouchweekly.com pada 22 November 2017 di artikel berjudul, “See What “The Pregnant Man” Thomas Beatie and His Kids Look Like Today.”
Menurut situs tersebut, Thomas terlahir sebagai anak perempuan bernama Tracy di Hawaii pada 1974. Tracy pernah dinobatkan sebagai finalis di Miss Hawaii Teen USA saat remaja. Namun, sejak usia 10 tahun, Thomas mulai mengidentifikasi diri sebagai seorang pria, dan mulai beralih menjadi pria pada usia 23 tahun.
Thomas pernah menuliskan kisahnya yang dimuat situs advocate.com pada 14 Maret 2008 dengan judul, “Labor of Love”. Thomas memiliki isteri bernama Nancy. mereka menjalani kehidupan yang tenang di komunitas Oregon hingga akhirnya ia memutuskan untuk memiliki anak.
“Saya transgender, secara hukum laki-laki, dan menikah secara resmi dengan Nancy. Tidak seperti pernikahan sesama jenis, kemitraan rumah tangga, atau serikat sipil, Nancy dan saya diberi lebih dari 1.100 hak federal untuk menikah,” ungkap Thomas.
Sterilisasi bukanlah persyaratan untuk pergantian kelamin, jadi Thomas memutuskan untuk menjalani rekonstruksi dada dan terapi testosteron tetapi tetap mempertahankan hak reproduksinya.
“Ingin memiliki anak kandung bukanlah keinginan laki-laki atau perempuan, tetapi keinginan manusia,” katanya.
Menurutnya, gagasan memiliki anak lebih merupakan impian daripada rencana mereka.
“Saya selalu ingin punya anak. Namun, karena endometriosis parah 20 tahun yang lalu, Nancy harus menjalani histerektomi dan tidak dapat mengandung anak”.
Tetapi, setelah kesuksesan bisnis sablon kustom mereka dan perpindahan dari Hawaii ke Pacific Northwest dua tahun lalu, waktunya akhirnya tampak tepat. Thomas berhenti mengambil suntikan testosteron dua bulanan. Sekitar delapan tahun sejak ia memiliki siklus menstruasi terakhir.
Dilansir dari nbcnews.com, setelah dia menulis esai untuk The Advocate tentang kehamilannya pada 2008, kisah Beatie menyebar ke seluruh dunia. Foto-foto Beatie yang menggendong perutnya – perutnya yang telanjang, membesar, hamil – menjadi viral.
Setelah memiliki anak pertamanya, Susan, pada tahun 2008, Thomas Beatie kemudian melahirkan dua anak lagi dengan istrinya saat itu, Nancy Beatie. Pasangan itu berpisah pada 2012, dan pada 2016 Beatie menikahi istri keduanya, Amber, yang bekerja di tempat penitipan anak yang dihadiri anak-anaknya. Mereka memiliki bayi bersama pada tahun 2018, yang dilahirkan oleh Amber.
Faktanya, pria dalam foto tersebut adalah seorang transgender bernama Thomas Beatie. Meski telah menjalani rekonstruksi dada dan terapi testosteron, tetapi Thomas tetap mempertahankan alat reproduksinya sehingga secara medis tetap memungkinkan ia bisa hamil.
Dilansir dari Tempo, foto-foto yang identik pernah dimuat situs intouchweekly.com pada 22 November 2017 di artikel berjudul, “See What “The Pregnant Man” Thomas Beatie and His Kids Look Like Today.”
Menurut situs tersebut, Thomas terlahir sebagai anak perempuan bernama Tracy di Hawaii pada 1974. Tracy pernah dinobatkan sebagai finalis di Miss Hawaii Teen USA saat remaja. Namun, sejak usia 10 tahun, Thomas mulai mengidentifikasi diri sebagai seorang pria, dan mulai beralih menjadi pria pada usia 23 tahun.
Thomas pernah menuliskan kisahnya yang dimuat situs advocate.com pada 14 Maret 2008 dengan judul, “Labor of Love”. Thomas memiliki isteri bernama Nancy. mereka menjalani kehidupan yang tenang di komunitas Oregon hingga akhirnya ia memutuskan untuk memiliki anak.
“Saya transgender, secara hukum laki-laki, dan menikah secara resmi dengan Nancy. Tidak seperti pernikahan sesama jenis, kemitraan rumah tangga, atau serikat sipil, Nancy dan saya diberi lebih dari 1.100 hak federal untuk menikah,” ungkap Thomas.
Sterilisasi bukanlah persyaratan untuk pergantian kelamin, jadi Thomas memutuskan untuk menjalani rekonstruksi dada dan terapi testosteron tetapi tetap mempertahankan hak reproduksinya.
“Ingin memiliki anak kandung bukanlah keinginan laki-laki atau perempuan, tetapi keinginan manusia,” katanya.
Menurutnya, gagasan memiliki anak lebih merupakan impian daripada rencana mereka.
“Saya selalu ingin punya anak. Namun, karena endometriosis parah 20 tahun yang lalu, Nancy harus menjalani histerektomi dan tidak dapat mengandung anak”.
Tetapi, setelah kesuksesan bisnis sablon kustom mereka dan perpindahan dari Hawaii ke Pacific Northwest dua tahun lalu, waktunya akhirnya tampak tepat. Thomas berhenti mengambil suntikan testosteron dua bulanan. Sekitar delapan tahun sejak ia memiliki siklus menstruasi terakhir.
Dilansir dari nbcnews.com, setelah dia menulis esai untuk The Advocate tentang kehamilannya pada 2008, kisah Beatie menyebar ke seluruh dunia. Foto-foto Beatie yang menggendong perutnya – perutnya yang telanjang, membesar, hamil – menjadi viral.
Setelah memiliki anak pertamanya, Susan, pada tahun 2008, Thomas Beatie kemudian melahirkan dua anak lagi dengan istrinya saat itu, Nancy Beatie. Pasangan itu berpisah pada 2012, dan pada 2016 Beatie menikahi istri keduanya, Amber, yang bekerja di tempat penitipan anak yang dihadiri anak-anaknya. Mereka memiliki bayi bersama pada tahun 2018, yang dilahirkan oleh Amber.
Kesimpulan
Pria dalam foto tersebut adalah seorang transgender bernama Thomas Beatie. Meski telah menjalani rekonstruksi dada dan terapi testosteron, tetapi Thomas tetap mempertahankan alat reproduksinya sehingga secara medis tetap memungkinkan ia bisa hamil.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1570/menyesatkan-klaim-pria-ini-hamil-dan-akhirnya-melahirkan-sepasang-anak
- https://www.intouchweekly.com/posts/pregnant-man-thomas-beatie-today-117766/
- https://www.advocate.com/news/2008/03/14/labor-love
- https://www.nbcnews.com/nbc-out/out-community-voices/was-famous-pregnant-man-thomas-beatie-now-rcna1328
(GFD-2022-8981) [SALAH] Vaksin mRNA Sebabkan Kematian Pada Lansia
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 13/01/2022
Berita
Beredar sebuah video di media sosial Tiktok yang berisi informasi tentang dampak vaksin mRNA. Salah satu pernyataan di dalam video menyebutkan bahwa vaksin mRna untuk Covid-19 dapat menyebabkan seorang lansia diatas 70 tahun meninggal dunia setelah 2 sampai 3 tahun pasca vaksinasi.
[NARASI]:
“Siapa saja yang berusia 70 tahun keatas yang mengambil VAKSIN mRNA ini, mungkin akan meninggal dalam jangka waktu 2 atau 3 tahun kedepan”
[NARASI]:
“Siapa saja yang berusia 70 tahun keatas yang mengambil VAKSIN mRNA ini, mungkin akan meninggal dalam jangka waktu 2 atau 3 tahun kedepan”
Hasil Cek Fakta
Namun setelah ditelusuri, pernyataan tentang dampak vaksin mRna yang ada di dalam video mengandung kekeliruan. Sampai saat ini, belum ada kasus atau hasil penelitian yang dapat menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 mRNA dapat menyebabkan kematian secara langsung kepada penerima vaksin.
Melansir dari artikel Suara.com, para ahli vaksinasi China menyerukan untuk berhati-hati dengan vaksin Covid-19 dari messenger RNA atau mRNA setelah adanya laporan Badan Produk Terapi Swiss (Swissmedic) bahwa terdapat 16 kasus kematian lansia di Swiss setelah divaksin Pfizer dan Moderna. Swissmedic juga menduga ada sekitar 364 kasus dampak buruk vaksin, dengan 199 berkaitan dengan vaksin Pfizer, dan 154 dengan Moderna. Rata-rata usia yang meninggal adalah 86 tahun dan kebanyakan dari mereka memiliki penyakit komorbid. Namun, tidak ada bukti bahwa vaksin adalah penyebab kematian.
Di beberapa kasus, kematian pasca vaksinasi memang pernah terjadi. Namun menurut para ahli, vaksin tidak berperan secara langsung sebagai penyebab kematian. Kematian pasca vaksin dapat terjadi karena beberapa hal seperti, tingkat usia, hormon, dan penyakit bawaan. Mendukung hal tersebut, berdasarkan data dari CDC pada145 juta dosis di AS (14 Desember 2020 – 25 Maret 2021) menyatakan ada 2.509 kematian (0,0017 persen) kematian bagi orang yang sudah divaksin. Namun CDC merilis data dengan mempertimbangkan akta kematian, otopsi, dan catatan medis tidak ada bukti bahwa vaksin berkontribusi pada kematian.
Jadi dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa vaksin mRNA dapat menyebabkan kematian pada lansia berusia 70 keatas adalah klaim keliru dan termasuk hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Melansir dari artikel Suara.com, para ahli vaksinasi China menyerukan untuk berhati-hati dengan vaksin Covid-19 dari messenger RNA atau mRNA setelah adanya laporan Badan Produk Terapi Swiss (Swissmedic) bahwa terdapat 16 kasus kematian lansia di Swiss setelah divaksin Pfizer dan Moderna. Swissmedic juga menduga ada sekitar 364 kasus dampak buruk vaksin, dengan 199 berkaitan dengan vaksin Pfizer, dan 154 dengan Moderna. Rata-rata usia yang meninggal adalah 86 tahun dan kebanyakan dari mereka memiliki penyakit komorbid. Namun, tidak ada bukti bahwa vaksin adalah penyebab kematian.
Di beberapa kasus, kematian pasca vaksinasi memang pernah terjadi. Namun menurut para ahli, vaksin tidak berperan secara langsung sebagai penyebab kematian. Kematian pasca vaksin dapat terjadi karena beberapa hal seperti, tingkat usia, hormon, dan penyakit bawaan. Mendukung hal tersebut, berdasarkan data dari CDC pada145 juta dosis di AS (14 Desember 2020 – 25 Maret 2021) menyatakan ada 2.509 kematian (0,0017 persen) kematian bagi orang yang sudah divaksin. Namun CDC merilis data dengan mempertimbangkan akta kematian, otopsi, dan catatan medis tidak ada bukti bahwa vaksin berkontribusi pada kematian.
Jadi dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa vaksin mRNA dapat menyebabkan kematian pada lansia berusia 70 keatas adalah klaim keliru dan termasuk hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang dapat membuktikan kematian pasca vaksin memang disebabkan oleh vaksin secara langsung. Kasus kematian pasca vaksinasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, hormon, dan penyakit bawaan.
Faktanya sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang dapat membuktikan kematian pasca vaksin memang disebabkan oleh vaksin secara langsung. Kasus kematian pasca vaksinasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, hormon, dan penyakit bawaan.
Rujukan
- https://www.suara.com/health/2021/03/01/153313/ahli-vaksin-china-vaksin-mrna-berbahaya-bagi-kelompok-orang-tertentu
- https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/4566944/cek-fakta-tidak-benar-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19-akan-mati-dalam-2-tahun
- https://indonesiare.co.id/id/article/risiko-myokarditis-pada-penerima-vaksin-mrna
(GFD-2022-8962) [SALAH] Tautan Kuesioner dalam Rangka HUT Pertamina ke 55
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 12/01/2022
Berita
“Selamat!
Perayaan HUT Pertamina ke-55!
Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan 2000000 Rupiah .”
Perayaan HUT Pertamina ke-55!
Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan 2000000 Rupiah .”
Hasil Cek Fakta
Beredar tautan kuesioner Pertamina yang memberi sebuah hadiah Rp2.000.000 dalam rangka merayakan ulang tahun ke 55.
Setelah ditelusuri Vice President Corporate Communicaton Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan informasi tersebut adalah hoaks saat dikonfirmasi oleh Kompas.com. Pertamina tidak pernah mengadakan kegiatan dalam rangka anniversary celebration dan sebagainya. Pertamina mengimbau untuk masyarakat waspada terhadap informasi melalui media manapun yang mengatasnamakan Pertamina, untuk mengetahui informasi resmi terkait Pertamina bisa mengakses website Pertamina yaitu https://www.pertamina.com/, akun media sosial @pertamina.com atau aplikasi MyPertamina.
Dengan demikian tautan kuesioner dalam rangka ulang tahun Pertamina ke 55 tidak benar, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Setelah ditelusuri Vice President Corporate Communicaton Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan informasi tersebut adalah hoaks saat dikonfirmasi oleh Kompas.com. Pertamina tidak pernah mengadakan kegiatan dalam rangka anniversary celebration dan sebagainya. Pertamina mengimbau untuk masyarakat waspada terhadap informasi melalui media manapun yang mengatasnamakan Pertamina, untuk mengetahui informasi resmi terkait Pertamina bisa mengakses website Pertamina yaitu https://www.pertamina.com/, akun media sosial @pertamina.com atau aplikasi MyPertamina.
Dengan demikian tautan kuesioner dalam rangka ulang tahun Pertamina ke 55 tidak benar, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Tautan tersebut tidak benar. Faktanya, Vice President Corporate Communicaton Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan Pertamina tidak pernah mengadakan kegiatan dalam rangka anniversary celebration.
Tautan tersebut tidak benar. Faktanya, Vice President Corporate Communicaton Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan Pertamina tidak pernah mengadakan kegiatan dalam rangka anniversary celebration.
Rujukan
(GFD-2022-8963) [SALAH] Putri Qajar dengan Kumis Tipis yang Menjadi Simbol Kecantikan Persia di Awal Tahun 1900-an
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 12/01/2022
Berita
(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)
“Putri Qajar dianggap sebagai simbol kecantikan di Persia pada awal tahun 1900-an, hingga 13 pria bunuh diri karena ia menolak lamaran mereka.”
“Putri Qajar dianggap sebagai simbol kecantikan di Persia pada awal tahun 1900-an, hingga 13 pria bunuh diri karena ia menolak lamaran mereka.”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter dengan nama pengguna “amgdemigod” mengunggah dua buah foto yang menunjukkan seorang perempuan yang diambil pada dua kesempatan yang berbeda. Unggahan tersebut juga disertai narasi yang menyatakan bahwa foto tersebut merupakan foto Putri Qajar yang merupakan simbol kecantikan Persia di awal tahun 1900-an dengan kumis tipisnya.
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti bahwa Putri Qajar yang memiliki kumis tipis merupakan simbol kecantikan Persia di awal tahun 1900-an. Seorang profesor dari Universitas Harvard, Dr. Afsaneh Najmabadi menyatakan bahwa kumis tipis merupakan tren kecantikan di Persia pada abad ke-19 atau pada tahun 1800-an, bukan pada tahun 1900-an. Lebih lanjut, melansir dari situs qajarwomen.org, Putri Qajar telah meninggal pada awal 1900-an, atau sekitar tahun 1905.
Narasi serupa juga pernah beredar pada tahun 2020 lalu. Artikel dengan topik tersebut telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] Princess Qajar Simbol Kecantikan di Persia Sampai 13 Pria Muda Bunuh Diri Karena Ditolak Cintanya” pada 6 Januari 2020 lalu.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “amgdemigod” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti bahwa Putri Qajar yang memiliki kumis tipis merupakan simbol kecantikan Persia di awal tahun 1900-an. Seorang profesor dari Universitas Harvard, Dr. Afsaneh Najmabadi menyatakan bahwa kumis tipis merupakan tren kecantikan di Persia pada abad ke-19 atau pada tahun 1800-an, bukan pada tahun 1900-an. Lebih lanjut, melansir dari situs qajarwomen.org, Putri Qajar telah meninggal pada awal 1900-an, atau sekitar tahun 1905.
Narasi serupa juga pernah beredar pada tahun 2020 lalu. Artikel dengan topik tersebut telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] Princess Qajar Simbol Kecantikan di Persia Sampai 13 Pria Muda Bunuh Diri Karena Ditolak Cintanya” pada 6 Januari 2020 lalu.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “amgdemigod” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.
Hoaks lama yang kembali beredar. Faktanya, tidak ada bukti bahwa Putri Qajar yang memiliki kumis tipis merupakan simbol kecantikan Persia di awal tahun 1900-an. Kumis tipis merupakan tren kecantikan di Persia pada tahun 1800-an, dan Putri Qajar meninggal sekitar tahun 1905.
Hoaks lama yang kembali beredar. Faktanya, tidak ada bukti bahwa Putri Qajar yang memiliki kumis tipis merupakan simbol kecantikan Persia di awal tahun 1900-an. Kumis tipis merupakan tren kecantikan di Persia pada tahun 1800-an, dan Putri Qajar meninggal sekitar tahun 1905.
Rujukan
Halaman: 6306/7990



