(GFD-2022-9078) [SALAH] Tautan Hadiah dari DANA Sebesar Rp250 Ribu Hingga Rp1 Juta untuk 300 Orang
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 26/01/2022
Berita
Beredar sebuah pesan berantai melalui WhatsApp yang berisi sebuah tautan berhadiah dari dompet digital DANA. Dalam pesan tersebut, penerima diminta mengakses tautan yang dicantumkan untuk memenangkan kesempatan mengklaim hadiah saldo DANA sebesar Rp250 Ribu hingga Rp1 Juta bagi 300 orang yang beruntung.
Hasil Cek Fakta
Faktanya, tautan tersebut bukan merupakan tautan resmi dari DANA. Pihak DANA melalui akun Twitter resminya, danawallet, menegaskan bahwa situs milik DANA hanya ada satu, yaitu www.dana.id.
Dengan demikian, tautan hadiah yang mengatasnamakan DANA yang beredar melalui WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Dengan demikian, tautan hadiah yang mengatasnamakan DANA yang beredar melalui WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.
Bukan tautan resmi dari DANA. Melalui akun Twitter resminya, pihak DANA menegaskan bahwa situs milik DANA hanya www.dana.id.
Bukan tautan resmi dari DANA. Melalui akun Twitter resminya, pihak DANA menegaskan bahwa situs milik DANA hanya www.dana.id.
Rujukan
(GFD-2022-9079) [SALAH] Video “raja Bahrain dikawal robot”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/01/2022
Berita
Akun Facebook Ikayma Yakub (fb.com/ikayma.guci) pada 18 Januari 2022 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang sedang berjalan diikuti robot dengan narasi sebagai berikut:
“Gile bener raja Bahrain yg ngawal robot Udeh kayak felem felem aje”
“Gile bener raja Bahrain yg ngawal robot Udeh kayak felem felem aje”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, ada yang video yang memperlihatkan seorang pria yang sedang berjalan diikuti robot yang diklaim sebagai Raja Bahrain yang dikawal oleh robot merupakan klaim yang salah.
Faktanya, bukan Raja Bahrain dan bukan robot pengawalnya. Robot di video itu adalah robot hiburan bernama Titan yang menyapa para pengunjung di pameran pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi pada tahun 2019.
Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube riyou pada 23 Februari 2019 dengan judul “IDEX 2019 in Abudhabi”.
Sebelumnya, klaim yang sama pernah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul [SALAH] Video “Raja Bahrain tiba di Dubai dengan pengawal robotnya” yang terbit di turnbackhoax.id pada 21 Agustus 2020. Dilansir dari artikel ini, Titan adalah kostum robot yang sebagian dijalankan dengan bantuan mekanis yang dikembangkan oleh Cyberstein Robots yang berbasis di Inggris.
Selain itu dilansir dari Tempo, Robot Titan kerap digunakan oleh perusahaan manajemen acara di UEA dan di seluruh dunia untuk menambahkan sesuatu yang sangat istimewa pada festival, pesta perusahaan, atau sebagai hiburan pusat perbelanjaan terbaik. Kejenakaan komedinya disukai oleh anak-anak dan orang dewasa.
Sementara itu, situs Indiatimes.com menyatakan bahwa pria di depan robot Titan bukanlah Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah. Situs ini mengunggah foto raja Bahrain sebagai penegasan bantahan terhadap klaim yang kadung beredar. Foto sang Raja juga bisa dilihat di situs web Kementerian Luar Negeri Bahrain.
Faktanya, bukan Raja Bahrain dan bukan robot pengawalnya. Robot di video itu adalah robot hiburan bernama Titan yang menyapa para pengunjung di pameran pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi pada tahun 2019.
Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube riyou pada 23 Februari 2019 dengan judul “IDEX 2019 in Abudhabi”.
Sebelumnya, klaim yang sama pernah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul [SALAH] Video “Raja Bahrain tiba di Dubai dengan pengawal robotnya” yang terbit di turnbackhoax.id pada 21 Agustus 2020. Dilansir dari artikel ini, Titan adalah kostum robot yang sebagian dijalankan dengan bantuan mekanis yang dikembangkan oleh Cyberstein Robots yang berbasis di Inggris.
Selain itu dilansir dari Tempo, Robot Titan kerap digunakan oleh perusahaan manajemen acara di UEA dan di seluruh dunia untuk menambahkan sesuatu yang sangat istimewa pada festival, pesta perusahaan, atau sebagai hiburan pusat perbelanjaan terbaik. Kejenakaan komedinya disukai oleh anak-anak dan orang dewasa.
Sementara itu, situs Indiatimes.com menyatakan bahwa pria di depan robot Titan bukanlah Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah. Situs ini mengunggah foto raja Bahrain sebagai penegasan bantahan terhadap klaim yang kadung beredar. Foto sang Raja juga bisa dilihat di situs web Kementerian Luar Negeri Bahrain.
Kesimpulan
BUKAN Raja Bahrain dan bukan robot pengawalnya. Robot di video itu adalah robot hiburan bernama Titan yang menyapa para pengunjung di pameran pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi pada tahun 2019.
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=LCQ15g1KVzg
- https://turnbackhoax.id/2020/08/21/salah-video-raja-bahrain-tiba-di-dubai-dengan-pengawal-robotnya/
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1626/keliru-video-raja-bahrain-dikawal-robot-raksasa-saat-tiba-di-dubai
- https://www.indiatimes.com/technology/news/king-of-bahrain-titan-robot-fact-check-520355.html
- https://www.mofa.gov.bh/Default.aspx?tabid=7661&language=en-US
(GFD-2022-9080) [SALAH] “TKChina nyamar jadi gojek gak bisa pulang ke tempat persembunyiannya”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/01/2022
Berita
NARASI: “BUKTI NYATA …
KATANYA TENAGA AHLI TERNYATA TKChina INI JADI OJOL, DI INDONESIA APA GAK ADA YANG BISA BEKERJA SAMPAI PERLU DATANGIN TENAGA AHLI OJOL DARI TKChina🤦
TKChina nyamar jadi tukang gojek dari Citayam ngantar ke Cipayung eh gak bisa pulang ke tempat persembunyiannya …. malah nangis pake bahasa Chino 🤪🤪🤪🤪🤪😭😭😭😭😭😭krn gak bisa bhs Indonesia.”
KATANYA TENAGA AHLI TERNYATA TKChina INI JADI OJOL, DI INDONESIA APA GAK ADA YANG BISA BEKERJA SAMPAI PERLU DATANGIN TENAGA AHLI OJOL DARI TKChina🤦
TKChina nyamar jadi tukang gojek dari Citayam ngantar ke Cipayung eh gak bisa pulang ke tempat persembunyiannya …. malah nangis pake bahasa Chino 🤪🤪🤪🤪🤪😭😭😭😭😭😭krn gak bisa bhs Indonesia.”
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video rekaman pengemudi Gojek Vietnam yang sedang berbicara menggunakan bahasa Vietnam dengan menambahkan narasi yang memelintir konteks, sehingga membangun kesimpulan KELIRU.
Sumber video, Nam Xe ôm (@namxeomgojek): “Hati pengemudi Gojek. Terima kasih kepada TikTok untuk mengirim klip ini ke saudara pena XOCN untuk membuat pengemudi menunggu.????
Vietgiaitri.com: “Pengemudi muda itu memeluk wajahnya dan terisak setiap kali sambil berbagi pikiran yang telah lama ia pendam dengan profesi yang ia geluti untuk mencari nafkah.
KOMPAS.com: “Setelah menggandeng AirAsia group di Thailand, Gojek kini berniat mengarap pasar Vietnam dan Singapura untuk pengembangan bisnis di regional ASEAN
Bisnis.com: “Layanan Gojek yang kini tersebar di tiga negara yaitu, Singapura, Vietnam dan Indonesia, akan terus diperkuat dengan inovasi-inovasi terbaru.
Gojek Vietnam: “In Vietnam, the super app connects more than 150,000 driver-partners and 80,000 food merchants to millions of Vietnamese consumers. We currently offer services for motorbike ride-hailing (GoRide), food delivery (GoFood), and courier (GoSend) – and we’re working on the rest!
Sumber video, Nam Xe ôm (@namxeomgojek): “Hati pengemudi Gojek. Terima kasih kepada TikTok untuk mengirim klip ini ke saudara pena XOCN untuk membuat pengemudi menunggu.????
Vietgiaitri.com: “Pengemudi muda itu memeluk wajahnya dan terisak setiap kali sambil berbagi pikiran yang telah lama ia pendam dengan profesi yang ia geluti untuk mencari nafkah.
KOMPAS.com: “Setelah menggandeng AirAsia group di Thailand, Gojek kini berniat mengarap pasar Vietnam dan Singapura untuk pengembangan bisnis di regional ASEAN
Bisnis.com: “Layanan Gojek yang kini tersebar di tiga negara yaitu, Singapura, Vietnam dan Indonesia, akan terus diperkuat dengan inovasi-inovasi terbaru.
Gojek Vietnam: “In Vietnam, the super app connects more than 150,000 driver-partners and 80,000 food merchants to millions of Vietnamese consumers. We currently offer services for motorbike ride-hailing (GoRide), food delivery (GoFood), and courier (GoSend) – and we’re working on the rest!
Kesimpulan
BUKAN Tenaga Kerja Tiongkok. FAKTANYA, pria yang berada di video adalah pengemudi Gojek Vietnam yang sedang berbicara menggunakan bahasa Vietnam, TIDAK ada kaitannya dengan Tiongkok.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] tiktok.com/@namxeomgojek,
- https://archive.md/Zu22Z (arsip cadangan, Google Translate extension) /
- https://bit.ly/35qZsyE (bahasa asli, Vietnam) &
- https://archive.md/QyiOJ (arsip cadangan). [3] vietgiaitri.com: “Pengemudi teknologi itu memeluk wajahnya dan terisak karena dia bisa menjalankan 2 pesanan tetapi menunggu setengah jam: “Kamu sudah bekerja sangat keras untuk mengendarai ojek, kamu masih bisa begitu jahat”,
- https://archive.md/ppk3B (arsip cadangan, Google Translate extension) /
- https://bit.ly/33TfP6v (bahasa asli, Vietnam) &
- https://archive.md/HD09h (arsip cadangan). [4] kompas.com: “Ekonom: Gojek Ekspansi ke Vietnam dan Singapura karena Pasarnya Memang Ada”,
- https://bit.ly/3H7tci6 /
- https://archive.md/m9LLu (arsip cadangan). [5] bisnis.com: “Gojek Perkuat Layanan dan Inovasi di Asia Tenggara Tahun Ini”,
- https://bit.ly/3IDrrJF /
- https://archive.ph/k2Gg0 (arsip cadangan). [6] gojek.com/vn: “About us”,
- https://bit.ly/32xCViu /
- https://archive.md/w1oiw (arsip cadangan).
(GFD-2022-9066) [SALAH] Video Kendaraan Bersenjata Tentara Pakistan Dilempari Batu Oleh Warga Balochistan
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 25/01/2022
Berita
(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)
“Jika Pakistan terus menyiksa warga Balochistan seperti ini, maka hari di mana ada bagian Pakistan yang lain tidak akan lama lagi. #StopKillingBalochs.”
“Jika Pakistan terus menyiksa warga Balochistan seperti ini, maka hari di mana ada bagian Pakistan yang lain tidak akan lama lagi. #StopKillingBalochs.”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @92archanas (अर्चना शर्मा) mengunggah video yang memperlihatkan kendaraan bersenjata yang datang ke kerumunan warga untuk menyerang dan kemudian dilempari batu oleh warga sekitar. Video tersebut disertai informasi bahwa pihak yang terlibat di dalamnya merupakan tentara Pakistan dan masyarakat Balochistan. Postingan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 179 kali, serta terdapat 272 orang yang menyukai. Selain itu, terdapat beberapa orang memberikan komentar.
Berdasarkan hasil penelusuran, video ini pernah diunggah pada akun YouTube milik Adicto Apple pada 8 Desember 2020. Video tersebut diberi judul “APEDREAN VEHÍCULOS DE INVASORES DE EEUU EN AFGANISTÁN” yang berarti “KENDARAAN BATU PENYERANG AMERIKA SERIKAT DI AFGHANISTAN”.
Selain itu, kejadian tersebut juga ditulis dalam portal berita Rusia Avia Pro yang juga terbit pada 8 Desember 2020, di mana video yang sama dilampirkan dan diberi penjelasan bahwa ratusan masyarakat Afghanistan menyerang kendaraan militer Amerika Serikat. Menurut portal berita tersebut, kendaraan tersebut memang dibuat Amerika Serikat, namun dikendarai oleh tentara Afghanistan.
Informasi dengan topik yang sama juga pernah dibahas oleh India Today dengan judul “Fact Check: Old video from Afghanistan passed off as Pakistan’s atrocities in Balochistan”.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh akun Twitter @92archanas dikategorikan sebagai konteks yang salah karena video yang terlampir dikait-kaitkan dengan konteks informasi yang salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, video ini pernah diunggah pada akun YouTube milik Adicto Apple pada 8 Desember 2020. Video tersebut diberi judul “APEDREAN VEHÍCULOS DE INVASORES DE EEUU EN AFGANISTÁN” yang berarti “KENDARAAN BATU PENYERANG AMERIKA SERIKAT DI AFGHANISTAN”.
Selain itu, kejadian tersebut juga ditulis dalam portal berita Rusia Avia Pro yang juga terbit pada 8 Desember 2020, di mana video yang sama dilampirkan dan diberi penjelasan bahwa ratusan masyarakat Afghanistan menyerang kendaraan militer Amerika Serikat. Menurut portal berita tersebut, kendaraan tersebut memang dibuat Amerika Serikat, namun dikendarai oleh tentara Afghanistan.
Informasi dengan topik yang sama juga pernah dibahas oleh India Today dengan judul “Fact Check: Old video from Afghanistan passed off as Pakistan’s atrocities in Balochistan”.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh akun Twitter @92archanas dikategorikan sebagai konteks yang salah karena video yang terlampir dikait-kaitkan dengan konteks informasi yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.
Informasi tersebut salah. Faktanya, kendaraan bersenjata yang dilempari batu oleh masyarakat terjadi di Afghanistan, bukan Pakistan. Video tersebut juga sudah beredar sejak Desember 2020.
Informasi tersebut salah. Faktanya, kendaraan bersenjata yang dilempari batu oleh masyarakat terjadi di Afghanistan, bukan Pakistan. Video tersebut juga sudah beredar sejak Desember 2020.
Rujukan
Halaman: 6282/7990



