(GFD-2022-9528) [SALAH] Vaksin Pfizer-BioNTech Dapat Menyebabkan Radang Otak
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 30/03/2022
Berita
Beredar sebuah informasi di internet yang mengklaim bahwa vaksin Pfizer-BioNTech dapat menyebabkan ensefalitis atau radang otak, klaim tersebut didukung dengan adanya dokumen yang diberikan pihak Pfizer kepada FDA Amerika.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, informasi tersebut telah salah mengartikan dokumen Pfizer yang diberikan kepada FDA. Dilansir dari AFP, juru bicara Departemen Kesehatan Australia mengatakan bahwa dokumen tersebut merupakan laporan Pfizer yang berisikan analisis keamanan vaksin Pfizer, ia juga membantah bahwa terdapat hubungan antara vaksin Pfizer dengan ensefalitis atau radang otak.
Dengan demikian klaim vaksin Pfizer-BioNTech dapat menyebabkan radang otak merupakan informasi yang keliru dan termasuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Dengan demikian klaim vaksin Pfizer-BioNTech dapat menyebabkan radang otak merupakan informasi yang keliru dan termasuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Fathia IS.
Klaim tersebut salah, faktanya informasi tersebut telah salah mengartikan dokumen yang diserahkan Pfizer kepada FDA, dokumen asli tersebut sebenarnya berisikan analisis database keamanan Pfizer.
Klaim tersebut salah, faktanya informasi tersebut telah salah mengartikan dokumen yang diserahkan Pfizer kepada FDA, dokumen asli tersebut sebenarnya berisikan analisis database keamanan Pfizer.
Rujukan
(GFD-2022-10603) [SALAH] Video Penceramah Menyampaikan Ferdy Sambo Punya Bungker Rp900 Miliar
Sumber: twitter.comTanggal publish: 30/03/2022
Berita
Beredar sebuah video di Twitter yang menunjukkan seorang penceramah menyampaikan bahwa Ferdy Sambo memiliki bungker Rp900 Miliar untuk mempersiapkan diri mendapatkan kekuasaan pada 2024.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah mengonfirmasi dalam penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua, tidak ditemukan bungker yang berisi uang senilai Rp900 Miliar seperti yang disampaikan pada awal video tersebut. Pengunggah video juga telah menyampaikan bantahan di akhir video bahwa pernyataan tersebut adalah hoaks dengan menampilkan bantahan dari Kapolri pada saat Rapat Dengan Pendapat dengan Komisi III DPR RI.
Dilansir dari Kompas.com, kabar hoaks bungker Rp900 Miliar milik Ferdy Sambo semula karena beredarnya video hoaks yang menunjukkan tumpukan uang miliaran yang dinarasikan merupakan milik Ferdy Sambo, dari mengklarifikasi video tersebut Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, menyampaikan bahwa hasil penggeledahan di sejumlah lokasi rumah Ferdy Sambo tidak ditemukan bungker berisi uang Rp900 Miliar. Lebih lanjut penelusuran video terkait tumpukan uang tersebut, Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa video tersebut pernah ditayangkan oleh Global Chemical Laboratory tanggal 18 Jul 2021 terkait temuan uang palsu di Atlanta, Amerika Serikat.
Dengan demikian, klaim Ferdy Sambo Punya Bungker Rp900 Miliar merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Dilansir dari Kompas.com, kabar hoaks bungker Rp900 Miliar milik Ferdy Sambo semula karena beredarnya video hoaks yang menunjukkan tumpukan uang miliaran yang dinarasikan merupakan milik Ferdy Sambo, dari mengklarifikasi video tersebut Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, menyampaikan bahwa hasil penggeledahan di sejumlah lokasi rumah Ferdy Sambo tidak ditemukan bungker berisi uang Rp900 Miliar. Lebih lanjut penelusuran video terkait tumpukan uang tersebut, Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa video tersebut pernah ditayangkan oleh Global Chemical Laboratory tanggal 18 Jul 2021 terkait temuan uang palsu di Atlanta, Amerika Serikat.
Dengan demikian, klaim Ferdy Sambo Punya Bungker Rp900 Miliar merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Mochamad Marcell
Klaim dalam video tersebut salah, faktanya tidak ditemukan bungker yang berisi uang Rp900 Miliar dalam penyelidikan di rumah Ferdy Sambo, fakta tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI. Selengkapnya di bagian penjelasan.
Klaim dalam video tersebut salah, faktanya tidak ditemukan bungker yang berisi uang Rp900 Miliar dalam penyelidikan di rumah Ferdy Sambo, fakta tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI. Selengkapnya di bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2022-9519) [SALAH] Akun WhatsApp Wali Kota Surabaya dengan Nomor “082137781134” Memberikan Donasi Kepada Yayasan dan Pondok Pesantren
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 29/03/2022
Berita
“Assalamu’alaikum wr wb”
“Waalaikumsalam Wr. Wb”
“Apa benar saat ini saya berbicara dengan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Quran nurul falah ketintang timur”
“Iya benar ada yg bisa dibantu”
“Baik, dengan Bpk/ibu siapa saya bicaya”
“Daimil”
“Saya perkenalkan, saya dengan Bpk ERI CAHYADI. Selaku BPK WALI KOTA Surabaya ingin menyalurkan dana donasi. Sebagai yayasan dan pondok pesantren di Seluruh kota yang ada di surabaya”
“Baik bapak daimil, apa Pesantren alquran nurul falah sudah dibuatkan rekening yayasan”.
“Waalaikumsalam Wr. Wb”
“Apa benar saat ini saya berbicara dengan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Quran nurul falah ketintang timur”
“Iya benar ada yg bisa dibantu”
“Baik, dengan Bpk/ibu siapa saya bicaya”
“Daimil”
“Saya perkenalkan, saya dengan Bpk ERI CAHYADI. Selaku BPK WALI KOTA Surabaya ingin menyalurkan dana donasi. Sebagai yayasan dan pondok pesantren di Seluruh kota yang ada di surabaya”
“Baik bapak daimil, apa Pesantren alquran nurul falah sudah dibuatkan rekening yayasan”.
Hasil Cek Fakta
Beberapa waktu lalu sempat beredar informasi terkait dengan nomor WhatsApp yang mengatasnamakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi terkait dengan pemberian donasi dari Pemerintah Kota Surabaya kepada Yayasan dan Pondok Pesantren di wilayah Surabaya.
Namun melansir dari akun Instagram pribadinya, yaitu @ericahyadi_, ia menegaskan bahwa informasi terkait dengan pemberian donasi dari Pemerintah Kota Surabaya dengan mengatasnamakan dirinya ialah informasi salah. Ia menyatakan bahwa terdapat banyak modus terkait dengan berbagai donasi yang diberikan oleh Pemkot Surabaya kepada yayasan/tempat ibadah dengan mengatasnamakan dirinya, tetapi pihak penerima donasi harus memberikan uang terlebih dahulu untuk keperluan administrasi. Sehingga ia menegaskan kembali apabila terdapat peristiwa serupa yang mengatasnamakan dirinya dalam hal pemberian donasi namun meminta biaya administrasi kepada pihak penerima donasi, maka hal tersebut ialah penipuan.
Melansir dari jawapos.com, telah dilakukan penelusuran oleh kepolisian terkait dengan oknum yang mencatut nama Eri Cahyadi dalam hal pemberian donasi dari Pemkot Surabaya. Kasatereskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana menyatakan bahwa modus penipuan seperti itu bukanlah hal yang baru. Banyak nama besar yang pernah dicatut dengan modus penipuan seperti itu. Maka AKBP Mirzal juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati apabila terdapat pesan dengan mengatasnamakan nama besar seperti yang saat ini terjadi kepada Eri Chayadi.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait dengan akun WhatsApp Wali Kota Surabaya dengan nomor “082137781134” memberikan donasi kepada Yayasan dan Pondok Pesantren
ialah informasi salah dan masuk ke dalam konten tiruan.
Namun melansir dari akun Instagram pribadinya, yaitu @ericahyadi_, ia menegaskan bahwa informasi terkait dengan pemberian donasi dari Pemerintah Kota Surabaya dengan mengatasnamakan dirinya ialah informasi salah. Ia menyatakan bahwa terdapat banyak modus terkait dengan berbagai donasi yang diberikan oleh Pemkot Surabaya kepada yayasan/tempat ibadah dengan mengatasnamakan dirinya, tetapi pihak penerima donasi harus memberikan uang terlebih dahulu untuk keperluan administrasi. Sehingga ia menegaskan kembali apabila terdapat peristiwa serupa yang mengatasnamakan dirinya dalam hal pemberian donasi namun meminta biaya administrasi kepada pihak penerima donasi, maka hal tersebut ialah penipuan.
Melansir dari jawapos.com, telah dilakukan penelusuran oleh kepolisian terkait dengan oknum yang mencatut nama Eri Cahyadi dalam hal pemberian donasi dari Pemkot Surabaya. Kasatereskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana menyatakan bahwa modus penipuan seperti itu bukanlah hal yang baru. Banyak nama besar yang pernah dicatut dengan modus penipuan seperti itu. Maka AKBP Mirzal juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati apabila terdapat pesan dengan mengatasnamakan nama besar seperti yang saat ini terjadi kepada Eri Chayadi.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait dengan akun WhatsApp Wali Kota Surabaya dengan nomor “082137781134” memberikan donasi kepada Yayasan dan Pondok Pesantren
ialah informasi salah dan masuk ke dalam konten tiruan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani. Informasi tersebut salah. Faktanya, melansir dari akun Instagram pribadinya, yaitu @ericahyadi_, ia menegaskan bahwa informasi terkait dengan pemberian donasi dari Pemerintah Kota Surabaya dengan mengatasnamakan dirinya ialah informasi salah.
Rujukan
(GFD-2022-9520) [SALAH] GUS NUR DIJEMPUT AJAL
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 29/03/2022
Berita
SEMUA MEMAAFKAN MU
GUS NUR DIJEMPUT AJAL AZAB ALLAH BAGI PENGHINA AZAN BENAR2 TERJADI
BERITA VIRAL ~ azab Allah bagi penghina azan benar2 terjadi ~ BERITA TERBARU
#BERITATERKINI #BERITAHARIINITERBARU #BERITAINDONESIAHARIINI
GUS NUR DIJEMPUT AJAL AZAB ALLAH BAGI PENGHINA AZAN BENAR2 TERJADI
BERITA VIRAL ~ azab Allah bagi penghina azan benar2 terjadi ~ BERITA TERBARU
#BERITATERKINI #BERITAHARIINITERBARU #BERITAINDONESIAHARIINI
Hasil Cek Fakta
Beredar video di Youtube oleh akun bernama POLITIK INDONESIA. Akun tersebut mengunggah video berdurasi 8 menit 1 detik menampilkan thumbnail video yang menyatakan bahwa Gus Nur meninggal dunia, disertai dengan gambar seseorang yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Setelah dilakukan pengecekan keseluruhan video, diketahui bahwa isi video tidak memberitakan jika Gus Nur meninggal.
Ditemukan artikel yang sama persis dengan narasi video, dalam website belitongekspres.sumeks.co. Isi artikel memberitakan mengenai kontroversi penceramah kondang tersebut saat mempraktikkan azan disertai suara yang menirukan gonggongan anjing di sebuah channel YouTube. Lantas, video tersebut menjadi viral dan mendapat kritik dari netizen di Twitter.
Adapun kondisi Gus Nur sendiri masih sehatsehat. Dalam channel officialnya, “GUS NUR 13 OFFICIAL”, ia baru saja mengupload video terbarunya pada tanggal 25 Maret 2022, sedangkan pemberitaan bahwa Gus Nur meninggal diupload oleh channel POLITIK INDONESIA pada 7 Maret 2022.
Lebih lanjut, gambar seseorang yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit, seperti dalam thumbnail, diambil dari berita detik.com terkait penembakan yang dilakukan oleh aktivis anti korupsi pada tahun 2015 silam.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim channel POLITIK INDONESIA adalah tidak benar dan termasuk kategori False Connection.
Setelah dilakukan pengecekan keseluruhan video, diketahui bahwa isi video tidak memberitakan jika Gus Nur meninggal.
Ditemukan artikel yang sama persis dengan narasi video, dalam website belitongekspres.sumeks.co. Isi artikel memberitakan mengenai kontroversi penceramah kondang tersebut saat mempraktikkan azan disertai suara yang menirukan gonggongan anjing di sebuah channel YouTube. Lantas, video tersebut menjadi viral dan mendapat kritik dari netizen di Twitter.
Adapun kondisi Gus Nur sendiri masih sehatsehat. Dalam channel officialnya, “GUS NUR 13 OFFICIAL”, ia baru saja mengupload video terbarunya pada tanggal 25 Maret 2022, sedangkan pemberitaan bahwa Gus Nur meninggal diupload oleh channel POLITIK INDONESIA pada 7 Maret 2022.
Lebih lanjut, gambar seseorang yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit, seperti dalam thumbnail, diambil dari berita detik.com terkait penembakan yang dilakukan oleh aktivis anti korupsi pada tahun 2015 silam.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim channel POLITIK INDONESIA adalah tidak benar dan termasuk kategori False Connection.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR
Judul tidak sesuai dengan isi video. Dalam video yang berdurasi 8 menit 1 detik tersebut berisi pembahasan mengenai kontroversi video Gus Nur yang mempraktikan azan disertai suara yang menirukan gonggongan anjing.
Judul tidak sesuai dengan isi video. Dalam video yang berdurasi 8 menit 1 detik tersebut berisi pembahasan mengenai kontroversi video Gus Nur yang mempraktikan azan disertai suara yang menirukan gonggongan anjing.
Rujukan
Halaman: 6187/8008



