• (GFD-2022-10121) [SALAH] Eksperimen simpanse dan anak dihentikan karena anak meniru tingkah monyet

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 18/07/2022

    Berita

    Beredar sebuah postingan foto oleh akun Instagram @wrongarea pada 19 Juni 2022. Postingan tersebut menunjukan foto eksperimen simpanse dan anak yang dihentikan karena tingkah sang anak justru meniru perilaku simpanse tersebut, dengan narasi sebagai berikut:

    NARASI:
    “Malah kebalik”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, eksperimen tersebut bukan dihentikan karena tingkah anak yang meniru simpanse.

    Ide eksperimen tersebut muncul dari Winthrop Niles Kellogg yang merupakan psikolog komparatif Amerika yang mempelajari perilaku sejumlah spesies hewan cerdas. Ketika selama masa kelulusannya di Columbia, dan diperkirakan ide tersebut dipicu oleh sebuah artikel tentang ” anak- anak serigala ” di India. Kellogg mengusulkan untuk membesarkan bayi simpanse dengan putranya yang masih bayi bernama Donald.

    Namun eksperimen tersebut tidak memenuhi harapan Kellogg, dengan alasan simpanse tersebut tidak berusaha untuk berkomunikasi melalui bahasa manusia. Eksperimen dihentikan setelah terlihat keterbatasan struktur tubuh dan otak dari anak simpanse tersebut untuk membatasi perilaku simpanse meniru tingkah laku anak manusia. Setelah sembilan bulan bekerja, studi berakhir pada musim semi 1932.

    Dengan demikian, eksperimen yang dihentikan karena tingkah anak yang meniru simpanse adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan

    Eksperimen dihentikan bukan karena tingkah anak yang meniru simpanse, melainkan karena keterbatasan struktur tubuh dan otak dari anak simpanse tersebut untuk membatasi perilaku simpanse meniru tingkah laku anak manusia.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10122) [SALAH] Hati-hati program vaksin BIAS disekolah

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 18/07/2022

    Berita

    Beredar sebuah postingan pada akun Twitter @elizabethlisa76 pada 8 Juni 2022. Postingan tersebut berisi informasi mengenai tujuan program vaksin BIAS yang tidak baik, dengan narasi sebagai berikut:

    NARASI:
    Hati2 program vaksin BIAN disekolah. Lindungi anak2 kita semuanya. Anak Indonesia harus Sehat dan Cerdas👍👍

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, program vaksim BIAS yang memiliki tujuan tidak baik tersebut adalah tidak benar.

    Vaksin BIAS adalah kegiatan imunisasi lanjut pada anak sekolah dasar. Imunisasi yang diberikan pada golongan tersebut berupa vaksin campak, difteri tetanus (DT), dan tetanus difteri (TD).

    Tujuan pemberian vaksin kepada anak ini, antara lain adalah untuk memperpanjang antibodi atau kekebalan, terutama terhadap penyakit difteri, tetanus, campak, dan rubella, karena penyakit-penyakit ini tidak hanya dapat dialami mereka ketika masih bayi tetapi juga bisa terjadi saat mereka di usia sekolah.

    Dilansir dari health.detik.com, pemerintah menyelenggarakan imunisasi BIAS karena merasa imunisasi waktu bayi belum cukup untuk melindungi penyakit PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) bagi usia anak sekolah. Hal ini didasarkan adanya penurunan terhadap kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi.

    Dengan demikian informasi yang beredar pada akun Twitter @elizabethlisa76 adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan.

    Vaksin BIAS adalah kegiatan imunisasi lanjut pada anak sekolah dasar. Tujuan pemberian vaksin kepada anak ini, antara lain adalah untuk memperpanjang antibodi atau kekebalan.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10400) Menyesatkan, Bawang Merah untuk Obat Paru-Paru Kotor

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/07/2022

    Berita


    Beredar video di media sosial Facebook yang menyebutkan bawang merah bisa digunakan sebagai obat paru-paru yang kotor bagi para perokok. Video yang diunggah pada 7 Juli 2022 dan sudah disukai oleh 9,4 ribu netizen.
    Video tersebut memberi tahu cara membuat ramuan detoks paru-paru dengan bawang merah. 
    “Walaupun bawang merah dikenal sebagai bumbu masakan, ternyata bawang merah juga dianjurkan untuk pengobatan infeksi paru-paru dan membantu membersihkan racun,” demikian penggalan narasi dalam video berdurasi 30 detik itu.
    Tangkapan layar hoaks bawang merah untuk obat paru-paru kotor. Klaim ini beredar di media sosial Facebook.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim Cek Fakta Tempo mewawancarai dokter spesialis paru, dr. Eva Sri Diana, Sp.P. Dia mengatakan bahwa dunia kedokteran tidak mengenal istilah paru-paru kotor. 
    “Tidak ada istilah paru-paru kotor dalam dunia kedokteran. Paru-paru pecandu rokok tidak kotor, hanya saluran pernapasannya terlihat kasar akibat menebal atau kapalan karena terkena paparan asap rokok bertahun-tahun,” kata Eva melalui pesan singkat, Jumat 15 Juli 2022.
    Menurut Eva, kondisi saluran pernapasan pada orang yang merokok tersebut tidak bisa membaik lagi atau bersifat permanen, termasuk dengan bawang merah.
    ”Semua kecacatan di paru-paru yang bersifat permanen itu, tidak bisa kembali seperti semula. Kecuali bila usia anak-anak, masih ada harapan,” kata dia.
    Namun demikian, lanjut Eva, fungsi paru-parunya masih bisa diperbaiki dengan cara berolahraga. “Jika yang dimaksud paru-paru kotor di sini karena infeksi kuman, misalnya kuman TBC, hanya bisa disembuhkan dengan obat TBC,” kata dia menambahkan. 
    Konsumsi buah-buahan yang mengandung antioksidan, kata Eva, seperti jeruk, apel dan lain-lain  bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk membantu paru-paru untuk memulihkan kerusakan. “Tapi itu minimal sekali,” katanya.
    Pada 2017, beredar unggahan yang mirip, ramuan herbal dari bawang putih dapat membersihkan paru-paru dari nikotin. Ramuan tersebut diklaim wajib dikonsumsi oleh para perokok.
    Tempo telah membantah klaim itu pada artikel tahun 2021. Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) di RSUP Persahabatan, dr. Erlina Burhan yang dihubungi Tempo saat itu, menjelaskan klaim tersebut keliru. Sebab nikotin yang terkandung dalam rokok merusak saluran napas dan paru-paru. Sementara ramuan herbal yang dikonsumsi masuk ke saluran cerna. 
    “Bagaimana cara ramuan itu membersihkan nikotin di paru dan saluran napas?” kata Erlina 28 September 2021. 
    Untuk membersihkan paru-paru dari nikotin, kata Erlina, cara terbaik adalah dengan berhenti merokok.
    Tips agar paru-paru sehat
    Asosiasi Paru-paru Amerika Serikat menjelaskan bahwa paru-paru adalah organ yang membersihkan diri sendiri. Paru-paru mulai menyembuhkan dirinya sendiri setelah tidak lagi terpapar polutan.
    Cara terbaik untuk memastikan paru-paru Anda sehat adalah dengan menghindari racun berbahaya seperti asap rokok dan polusi udara. Serta berolahraga secara teratur dan makan dengan baik.
    Berikut ini beberapa tips agar paru-paru lebih sehat:
    1. Berhenti merokok adalah hal paling efektif yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan dan menyembuhkan kerusakan paru-paru. Apakah Anda sudah merokok selama tiga hari atau 30 tahun, berhenti adalah langkah pertama menuju paru-paru yang lebih sehat.
    2. Menyesuaikan diet Anda juga dapat membantu memberi manfaat bagi kesehatan paru-paru Anda, terutama jika Anda hidup dengan kondisi kronis. Menambahkan makanan kaya antioksidan dan diet dengan berbagai vitamin dan nutrisi akan membuat pikiran dan tubuh Anda tetap sehat.
    3. Olahraga teratur adalah bagian dari gaya hidup sehat, bahkan jika Anda memiliki penyakit paru-paru kronis. Jumlah dan jenis aktivitas yang tepat memiliki banyak manfaat, termasuk pemulihan paru-paru secara alami dan sehat. Pastikan untuk bertanya kepada dokter Anda sebelum Anda membuat perubahan pada rutinitas olahraga Anda.
    4. Kualitas udara yang kita hirup merupakan faktor besar dalam kesehatan paru-paru kita. Untuk menjaga kesehatan paru-paru Anda, penting untuk waspada terhadap polutan berbahaya dan menghindarinya, jika memungkinkan. Anda dapat memeriksa indeks kualitas udara (AQI) lokal Anda menggunakan alat online dari airnow.gov. Jika nilai AQI lebih tinggi, polusi di udara lebih banyak dan lebih banyak perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
    5. Udara yang bersih dalam ruangan juga penting untuk dijaga. Sering-seringlah menyedot debu dan berinvestasi dalam penyedot debu berkualitas baik. Gunakan produk pembersih alami, produk bebas pewangi dan hindari semprotan aerosol.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan video dengan narasi bawang merah sebagai obat paru-paru yang kotor bagi para pecandu rokok, adalah menyesatkan.  
    Cara terbaik untuk membuat paru-paru sehat adalah dengan berhenti merokok.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10401) Sebagian benar, Artikel tentang Campuran Minyak Kayu Putih Bikin Hemat Pertalite

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/07/2022

    Berita


    Sebuah situs menerbitkan artikel yang mengklaim bahwa minyak kayu putih terbukti bikin hemat bensin. Tulisan yang diterbitkan pada Minggu, 3 Juli 2022 itu berisi metode, proses dan kesimpulan dari hasil penelitian mahasiswa.
    Isi artikel itu menyebut tesis dari mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Malang, berjudul Pengaruh campuran minyak kayu putih pada petralite terhadap kinerja motor bensin honda supra X 125 R.
    Dijelaskan bahwa berdasarkan tesis tersebut pencampuran aditif minyak kayu putih menunjukan perbaikan performa yakni torsi dan daya mesin yang lebih baik. Selain itu juga diklaim dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dibandingkan memakai pertalite murni serta menghasilkan nilai gas buang yang lebih ramah lingkungan.
    [CEK FAKTA] Tangkapan layar sebuah situs menerbitkan artikel yang mengklaim bahwa minyak kayu putih terbukti bikin hemat bensin. Tulisan yang diterbitkan pada Minggu, 3 Juli 2022 itu berisi metode, proses dan kesimpulan dari hasil penelitian mahasiswa.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk verifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri hasil penelitian yang disebut dalam artikel tersebut. Hasilnya, tesis tersebut memang pernah dibuat oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Malang pada 2017, berjudul Pengaruh campuran minyak kayu putih pada petralite terhadap kinerja motor bensin honda supra X 125 R.
    Di laman Library Universitas Islam Malang hanya memuat abstrak atau garis besar isi tesis tersebut. Seluruh isi abstrak tersebut yang dikutip dalam artikel situs Keluarga Cerdas 46.  
    Dalam abstrak memang disebutkan bahwa penelitian itu menguji pertalite murni, dengan campuran pertalite dan minyak kayu putih sebanyak 2 ml, 4 ml, 6 ml dan 8 ml. Simpulan dari penelitian ini adalah dengan menambahkan zat aditif minyak kayu putih sebesar 4ml menaikan performa motor bakar dan mennurunkan konsumsi bahan bakar. Campuran pertalite dan minyak kayu putih 8 ml menurunkan kadar CO dan HC secara drastis pada seteda motor.
    Penelitian yang mirip pernah dikerjakan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang sebagai skripsi pada 2015 berjudul Pengaruh Penambahan Bioaditif Minyak Kayu Putih Pada Bahan Bakar Premium Terhadap Performa, Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Sepeda Motor. Penelitian tersebut menggunakan campuran premium + minyak kayu putih 0% (premium murni), premium + minyak kayu putih 2%, premium + minyak kayu putih 4%, premium + minyak kayu putih 6%, premium + minyak kayu putih 8%, dan premium + minyak kayu putih 10%.
    Secara umum penambahan bioaditif kedalam premium menghasilkan daya dan torsi yang lebih besar dibandingkan premium murni, mengkonsumsi bahan bakar yang lebih hemat, serta menurunkan kadar emisi gas buang CO dan CO2 serta meningkatkan kadar HC dan O2.
    Minyak kayu putih memang masuk kelompok minyak atsiri sebagai penghemat bahan bakar minyak (green aditif). Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Anny Sulaswaty pada 2019, seperti dikutip dari Antara, menyatakan pengembangan green aditif berbasis turunan minyak atsiri dapat menurunkan kadar air dalam solar sebesar 15 persen, menghemat bahan bakar hingga delapan persen. Jika ditambahkan dalam BBM, dapat menyempurnakan pembakaran di dalam mesin sehingga energi atau tenaga yang dihasilkan menjadi lebih besar. 
    Pernyataan Pertamina dan Ahli
    Section Head Commercial Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Agustiawan, mengatakan, ia tidak bisa mengklaim tulisan itu benar atau salah, karena tidak tercantum secara lengkap mengenai hasil penelitiannya seperti apa, hanya sebatas uji sampling.
    Tidak ada juga disampaikan terkait perbandingan hasil sebelum atau sesudah ditambahkan minyak kayu putih tersebut. Misalnya, berapa jauh jarak tempuhnya dan berapa lama daya tahannya.
    “Jika ingin menjadikan ini sebagai dasar untuk mengklaim minyak angin bisa menghemat bahan bakar minyak, tentu ini tidak cukup secara ilmiah. Jadi, kami perlu menyampaikan ini perlu kajian lebih lanjut lagi,” kata Agus saat dihubungi Tempo pada Jumat (15/7).
    Dari sisi komposisi rantai karbon atau kimianya saja sudah berbeda, yang satu dari tumbuh-tumbuhan sementara bahan bakar minyak dari crude oil. Karena harus ada data empirisnya, namun ini tidak disebutkan.
    “Bila itu masuk salah satu menghemat bahan bakar minyak, tentu akan banyak perusahaan yang melirik itu. Kita juga memerlukan dukungan data-data empiris atau data pembanding dari sebelumnya,” kata Agus.
    Dosen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara,  Dr. Eng. Ir. Taufiq Bin Nur, menjelaskan memang benar minyak kayu putih bisa jadi bioaditif karena memiliki sifat yang larut dalam bahan bakar memang benar.
    Namun, penelitian ini masih harus memerlukan tindak lanjut yang lebih dalam. Zat aditif harus kompatibel dengan minyak mesin atau tidak menambah kotoran mesin/kerak dan aditif yang mengandung komponen pembentuk abu (ash forming) tidak diperbolehkan.
    “Karena, kita juga perlu mengetahui berapa lama daya tahannya, berapa jauh jarak tempuh. Apalagi, Pertamina juga kan memproduksi bahan bakar, termasuk bensin dan pertalite, itu sudah ada standar-standarnya,” kata Taufiq saat dihubungi Tempo, Sabtu, 16 Juli 2022.
    Mengenai dampak negatif pada mesin bila ditambahkan minyak kayu putih memang belum dapat dipastikan ada atau tidak.
    Akan tetapi, apabila hasil pencampuran bahan bakar produk Pertamina dengan Minyak Kayu Putih (sebagai Aditif bahan bakar) membuat penurunan kualitas bahan bakar dari sisi spesifikasi yang disyaratkan, tentunya lambat laun akan memberikan dampak pada mesin.
    “Misalnya, terjadinya engine knocking (masalah pada ruang pembakaran) yang nantinya akan memberikan dampak penurunan performansi mesin. Juga, belum dapat kita simpulkan tentang keamanan dari deposit yang terbentuk di ruang bakar akibat proses pembakaran dalam ruang silinder,” tambah Taufiq.
    Hal senada disampaikan Dosen Mata Kuliah Motor Bakar, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Dr. Tulus Burhanuddin Sitorus. Kata Tulus, performansi motor bakar sangat dipengaruhi nilai kalor bahan bakar yang digunakan. Karena ini parameter yang sangat berpengaruh pada kinerja mesin Otto dan Diesel.
    Menurut dia, kalau nilai kalor dapat ditingkatkan maka secara teoritis jumlah bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan daya tertentu akan berkurang. Sehingga otomatis dapat mengurangi (menghemat) pemakaian bahan bakar.
    “Masalahnya, apakah dengan menambahkan minyak kayu putih akan meningkatkan nilai kalor bahan bakar tersebut? Dari keterangan pada situs tersebut tidak ada disebutkan adanya peningkatan nilai kalor bahan bakar. Umumnya penambahan aditif hanya untuk mengurangi emisi gas buang saja dengan memperkaya kandungan oksigen dalam bahan bakar,” tuturnya.
    “Kasusnya ini hampir sama dengan wacana menambahkan kapur barus ke minyak bensin yang katanya dapat meningkatkan performa mesin. Secara ilmiah masih belum terbukti. Dan banyak dibantah para ahli energi. Karena kalau memang berhasil meningkatkan performa mesin maka seharusnya semua pengendara dari dulu sudah menambahkan kapur barus ke tangki kendaraannya,” ucap Tulus.
    Intinya, kata dia, penambahan minyak kayu putih ke bensin belum dapat disimpulkan akan meningkatkan performansi mesin. Karena hal ini memerlukan pengujian nilai kalor dan pengujian kinerja ke mesin untuk beberapa lama. Analoginya seperti uji klinis yang dilakukan pada dunia medis yang butuh waktu beberapa bulan atau tahun agar diperoleh suatu kesimpulan yang valid.
    Menghemat bahan bakar minyak
    Dikutip dari Tempo, ada cara lain agar bensin lebih irit yaitu dengan mengubah perilaku berkendara yang lebih ramah pada bahan bakar.
    Berikut 5 tips menghemat bahan bakar:
    1. Kurangi kecepatan maksimal dari biasanya
    Para pengendara bisa mengurangi kecepatan maksimal. Salah satu contohnya, biasa memacu motor sampai kecepatan 100 kilometer per jam bisa dikurangi menjadi 60 kilometer per jam. Beberapa motor juga sudah menerapkan lampu eco agar bisa berkendara dengan hemat. Untuk gaya berkendara hemat dipatok kecepatan sekitar 40 kilometer per jam hingga 60 kilometer per jam.
    2. Berpindahlah ke gigi atau percepatan tinggi secepatnya
    Mesin dengan percepatan tinggi kinerjanya akan lebih baik meskipun biasanya juga terjadi gesekan yang besar. Namun putaran rendah juga tak efisien karena ada penarikan katup yang menguras bensin lebih banyak. Sebaiknya lebih bijak dalam penggunaan percepatan dan sesuaikan dengan kondisi jalan maupun situasi di perjalanan.
    3. Kurangi kebiasaan berakselerasi
    Akselerasi biasanya membutuhkan pasokan bensin yang lebih banyak ke mesin motor. Ketika menarik gas lebih dalam maka bahan bakar yang mengucur pun semakin deras. Solusinya lakukan akselerasi secara lembut, jangan lakukan secara menyentak.
    4. Kurangi penggunaan rem
    Mengur

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tempo menyimpulkan artikel berjudul ‘Lagi Viral, Minyak Kayu Putih Terbukti Bikin Hemat Bensin’ adalah sebagian benar. Artikel ini memang benar merujuk hasil tesis mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Malang pada 2017.
    Akan tetapi menurut para ahli, penelitian tersebut  masih memerlukan pendalaman lebih lanjut, mengenai pengujian nilai kalor dan pengujian kinerja ke mesin dalam durasi lebih lama. 

    Rujukan