(GFD-2022-10259) [SALAH] Iwan Fals Menyatakan Sudah Tidak Mendukung Pemerintah
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 28/08/2022
Berita
“Mas Iwan mohon izin viralkan ya ! Barangkali aja ada yang mau sadar dan bertobat.”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter dengan nama pengguna “ironsteel00” mengunggah sebuah kutipan perkataan dari Iwan Fals. Kutipan tersebut mengekspresikan kekecewaan Iwan Fals terhadap pemerintah dan penolakannya untuk mendukung pemerintah.
Berdasarkan hasil penelusuran, kutipan tersebut bukan merupakan kutipan perkataan asli dari Iwan Fals. Narasi serupa sudah pernah beredar sejak tahun 2019 dan telah dibantah langsung oleh Iwan Fals melalui akun Twitter resminya pada 12 Maret 2019 lalu.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “ironsteel00” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Berdasarkan hasil penelusuran, kutipan tersebut bukan merupakan kutipan perkataan asli dari Iwan Fals. Narasi serupa sudah pernah beredar sejak tahun 2019 dan telah dibantah langsung oleh Iwan Fals melalui akun Twitter resminya pada 12 Maret 2019 lalu.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “ironsteel00” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.
Bukan kutipan perkataan asli dari Iwan Fals. Narasi serupa sudah pernah beredar sejak tahun 2019 dan telah dibantah langsung oleh Iwan Fals melalui akun Twitter resminya.
Bukan kutipan perkataan asli dari Iwan Fals. Narasi serupa sudah pernah beredar sejak tahun 2019 dan telah dibantah langsung oleh Iwan Fals melalui akun Twitter resminya.
Rujukan
(GFD-2022-10498) Keliru, Artikel Seekor Ular Melahap Senapan AK-47
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 26/08/2022
Berita
Sebuah artikel tentang seekor ular melahap senjata senapan AK-47 beredar di internet.
Artikel yang tayang pada 25 Maret 2022 dan diberi judul “Unik, Potret Seekor Ular Ketika Salah Memilih Mangsa” itu menceritakan ada seekor ular di Hutan Sambisa, yang terletak di bagian utara pulau di Taman Nasional Cekungan Chad, melahap senjata AK-47 yang tergeletak.
Ular itu berjenis ular tunxiang yaitu ular berbisa yang dapat menelan hewan yang jauh lebih besar dari dirinya di dunia nyata. Foto tersebut diklaim diambil seorang fotografer bernama Su dan membagikan foto di mana tubuh ular membentuk lekukan seperti senapan.
Tangkapan layar sebuah blog yang memuat artikel seekor ular memakan senjata senapan AK-47
Benarkah foto dan narasi seekor ular memakan senjata senapan AK-47 tersebut?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa foto tersebut ular dengan lekukan senapan AK-47 itu adalah karya seni yang dibuat seniman politik Rusia Vasily Slonov.
Mula-mula Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi foto pada artikel dengan reverse image milik Yandex dan Tineye. Tempo mendapatkan fakta bahwa seniman politik Rusia Vasily Slonov, membuat karya seni tersebut pada 2019.
Benda mirip ular yang dibentuk mirip senapan itu dibuat dengan bahan karet dan diberi nama "Python-AK”. Karya seninya kemudian dipublikasikan situs pengumpul karya seni Artsy.net.
Dikutip dari The Siberian Times, Vasily Slonov dikenal sebagai seniman yang banyak menarik kontroversial. Beberapa rangkaian karyanya berdasarkan Sochi dengan poster-posternya bahkan mengarah pada pemecatan direktur sebuah museum besar.
Sumber: Artsy.net
Dia juga membuat pemukul lalat bergambar wajah tokoh politik, termasuk Vladimir Putin, Barack Obama, Adolf Hitler dan Vladimir Lenin.
Foto seniman asal Rusia ini tengah mengasah kapak raksasa di kediamannya di Krasnoyarsk, Rusia juga sempat ramai. Kapak-kapak yang Slonov buat dengan dihiasi tokoh politik Rusia seperti Mikhail Prokhorov dan Vladimir Putin ini akan dipamerkan di Siberia.
Tempo menemukan kisah keliru tentang karya seni “Python-AK” itu telah menyebar di internet sejak 2019.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta artikel yang disertai foto diklaim merupakan peristiwa seekor ular melahap senjata senapan AK-47, Keliru.
Benda mirip ular dengan lekukan tubuh seperti senapan merupakan karya seni yang dibuat seniman politik rusia Vasily Slonov. Karya seni ini dibuat pada 2019 berbahan karet dan diberi nama "Python-AK."
Rujukan
- https://wowunik.info/unik-potret-seekor-ular-ketika-salah-memilih-mangsa/
- https://www.artsy.net/artwork/vasily-slonov-ak-python
- https://siberiantimes.com/culture/arts/features/f0104-controversial-artist-takes-sarcastic-olympics-exhibit-to-uk/
- https://www.merdeka.com/foto/dunia/293792/20131217023350-seniman-ini-ciptakan-kapak-raksasa-bergambar-tokoh-politik-rusia-001-isn.html
- https://wa.me/6281315777057
(GFD-2022-10499) Keliru, Foto dan Tautan yang Diklaim CCTV di Rumah Ferdy Sambo Saat Pembunuhan Brigadir J
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 26/08/2022
Berita
Kolase tiga foto yang diklaim rekaman CCTV yang memperlihatkan keterlibatan Putri Candrawati dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat beredar di sosial media Facebook.
Gambar itu diunggah salah satu akun pada 22 Agustus 2022 dengan judul, Cctv telah ditemukan dan putri akhirnya jadi ters4ngk4, terlihat di video cctv bagaimana kronologinya cek videonya.
Akun tersebut juga membagikan dua tautan yang diklaim merupakan rekaman CCTV pembunuhan Brigadir J. Pada gambar yang diunggah tertulis keterangan “CCTV yang rusak berhasil Pulih!! Diseret Setelah Dibunuh. CCTV saat jasad Brigadir J dibungkus”.
Tangkapan layar foto yang beredar di Facebook soal rekaman CCTV jasad Brigadir J
Benarkah kolase foto dan tautan yang diklaim rekaman CCTV pembunuhan terhadap Brigadir J?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa kolase foto dan dua tautan yang dibagikan tersebut bukanlah bagian dari rekaman CCTV pembunuhan Brigadir J.
Dua tautan yang disertakan merupakan tautan lapak jual beli kamera CCTV pada platform toko online.
Tempo juga memverifikasi gambar yang dibagikan tersebut dengan menggunakan tools Google Image, Tineye dan Yandex Image. Hasilnya ditemukan, gambar tersebut merupakan gabungan beberapa peristiwa yang tidak terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Putri Candrawati.
Foto 1
Pemeriksaan potongan foto 1
Gambar yang memperlihatkan dua orang yang menunjuk di lantai merupakan foto dua petugas polisi yang sedang memeriksa lokasi pembunuhan wanita muda di Hotel Lotus Garden Kota Kediri pada Maret 2021. Foto tersebut merupakan bidikan jurnalis Detik.com, Andhika Dwi Saputra.
Foto 2
Pemeriksaan potongan foto 2
Untuk gambar di bagian tengah dengan lingkar merah, diketahui merupakan cuplikan gambar dari rekaman CCTV duel maut petugas kesehatan di Bulukumba pada Juli 2020. Video terkait peristiwa itu diunggah Tribun di kanal YouTube-nya pada 16 Juli 2020 dengan judul Akibat Sakit Hati Gaji 2 Tahun Tak Dibayarkan.
Foto 3
Pemeriksaan potongan foto 3
Sementara gambar yang memperlihatkan empat orang berdiri, merupakan gambar dari cuplikan rekaman CCTV penganiayaan terhadap Serka Heru Santoso, Anggota Kopassus Grup II Kartosuro di Hugo's Cafe Jogjakarta pada April 2013. Beberapa potongan video ini diunggah Beritasatu di kanal YouTube-nya pada 14 Agustus 2013 dengan judul “Terdakwa Bacakan Nota Pembelaan”.
Penetapan Putri Candrawathi Sebagai Tersangka
Dikutip dari TEMPO, penetapan Putri Candrawathi sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik melaksanakan pemeriksaan secara mendalam, dengan cara saintifik dan juga sesudah dilakukan gelar perkara. Penetapan Putri sebagai tersangka diumumkan Mabes Polri pada Jumat, 19 Agustus 2022
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, istri Irjen Ferdy Sambo Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti, yakni keterangan saksi dan bukti elektronik berupa CCTV yang ada di rumah pribadi di Jalan Saguling 3 dan CCTV di dekat TKP.
“DVR yang diperoleh dari pos satpam inilah yang menjadi bagian circumstantial evidence atau barang bukti tidak langsung yang menjadi petunjuk PC ada di lokasi sejak di Saguling sampai Duren Tiga,” kata Andi Rian.
Berdasarkan bukti ini Putri diketahui ikut melakukan kegiatan atau menjadi bagian dari perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua. Putri Candrawathi lalu disangkakan Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP, sama seperti yang dikenakan empat tersangka sebelumnya, termasuk sang suami Ferdy Sambo.
Kesimpulan
Dari hasil pemeriksaan fakta, kolase gambar dan tautan diklaim rekaman CCTV di rumah Ferdy Sambo saat pembunuhan Brigadir Joshua, adalah keliru.
Gambar tersebut diketahui merupakan gabungan beberapa peristiwa yang tidak terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Putri Candrawati. Dua tautan yang dibagikan pun bukanlah merupakan rekaman CCTV pembunuhan Brigadir J, melainkan lapak jual beli kamera CCTV pada platform toko online.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5476231/perempuan-cantik-yang-tewas-terbunuh-di-hotel-kediri-check-in-bersama-4-teman
- https://www.youtube.com/watch?v=UTM6wUYwvo0
- http://youtube.com/watch?v=Dq4B95A5sAE
- https://nasional.tempo.co/read/1624525/breaking-news-putri-candrawathi-jadi-tersangka
- https://nasional.tempo.co/read/1624551/polisi-sebut-rekaman-cctv-jadi-bukti-putri-candrawathi-terlibat-pembunuhan-brigadir-j
- https://wa.me/6281315777057
(GFD-2022-10251) [SALAH] Peserta BPJS Wajib Skrining
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 26/08/2022
Berita
“Screening kesehatan wajib? BPJS bantu produsen vaksin untuk meneliti efek dan kerusakan akibat vaksin.”.
Narasi dalam gambar :
“Assalamualaikum.. Salam sehat..
Menginformasikan tentang screening bpjs kesehatan yg bersifat wajib. Mulai hari Jumat 17 Juli 2022, peserta BPJS yang hendak periksa wajib/harus sudah melakukan skrining Kesehatan. Jika peserta belum melakukan skrining Kesehatan maka pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan di fasyankes akan muncul notifikasi bahwa “pasien belum skrining”
Monggo Bapak/Ibu yg belum mengisi silakan langsung diisi termasuk keluarganya, putra putri yg sudah berusia 15 th ke atas. Supaya saat mau mengakses pelayanan di Puskesmas/Klinik lancar tdk ada kendala krn belum skrining kesehatan. Mohon Bapak/Ibu bantuan untuk menyampaikan ke warga/ masyarakat agar tiap2 warga melakukan pengisian wajib SCREENING BPJS KESEHATAN melalui link berikut:
webskrining.bpjs-kesehatan.go.id”
Narasi dalam gambar :
“Assalamualaikum.. Salam sehat..
Menginformasikan tentang screening bpjs kesehatan yg bersifat wajib. Mulai hari Jumat 17 Juli 2022, peserta BPJS yang hendak periksa wajib/harus sudah melakukan skrining Kesehatan. Jika peserta belum melakukan skrining Kesehatan maka pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan di fasyankes akan muncul notifikasi bahwa “pasien belum skrining”
Monggo Bapak/Ibu yg belum mengisi silakan langsung diisi termasuk keluarganya, putra putri yg sudah berusia 15 th ke atas. Supaya saat mau mengakses pelayanan di Puskesmas/Klinik lancar tdk ada kendala krn belum skrining kesehatan. Mohon Bapak/Ibu bantuan untuk menyampaikan ke warga/ masyarakat agar tiap2 warga melakukan pengisian wajib SCREENING BPJS KESEHATAN melalui link berikut:
webskrining.bpjs-kesehatan.go.id”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @gratis_terbaik mengunggah sebuah foto tangkapan layar Whatsapp yang memuat informasi bahwa peserta BPJS Kesehatan wajib melakukan skrining kesehatan sebelum memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan. Selain itu @gratis_terbaik juga menulis cuitan yang mengatakan bahwa BPJS sedang membantu produsen vaksin untuk meneliti efek vaksi Covid-19.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Melansir Liputan6.com, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati mengatakan bahwa skrining kesehatan tidak bersifat wajib melainkan hanya imbauan. Skrining ini juga bisa dilakukan langsung saat peserta berkunjung langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Selain itu Lily menambahkan bahwa skrining ini berfungsi untuk membantu peserta BPJS mengontrol kondisi kesehatan mereka.
“Tidak perlu khawatir, BPJS Kesehatan memudahkan peserta melakukan skrining riwayat kesehatan melalui berbagai kanal. Skrining ini pun hanya dilakukan minimal sekali setiap tahun dan dapat diikuti oleh seluruh peserta JKN khususnya yang berusia lebih dari 15 tahun. Nanti setiap tahun, peserta dapat melakukan skrining ulang sehingga kondisi kesehatan peserta dapat terus kami pantau,” ujar Lily.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan @gratis_terbaik merupakan konten yang menyesatkan.
Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Melansir Liputan6.com, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati mengatakan bahwa skrining kesehatan tidak bersifat wajib melainkan hanya imbauan. Skrining ini juga bisa dilakukan langsung saat peserta berkunjung langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Selain itu Lily menambahkan bahwa skrining ini berfungsi untuk membantu peserta BPJS mengontrol kondisi kesehatan mereka.
“Tidak perlu khawatir, BPJS Kesehatan memudahkan peserta melakukan skrining riwayat kesehatan melalui berbagai kanal. Skrining ini pun hanya dilakukan minimal sekali setiap tahun dan dapat diikuti oleh seluruh peserta JKN khususnya yang berusia lebih dari 15 tahun. Nanti setiap tahun, peserta dapat melakukan skrining ulang sehingga kondisi kesehatan peserta dapat terus kami pantau,” ujar Lily.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan @gratis_terbaik merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Ari Dwi Prasetyo.
Informasi yang menyesatkan. Faktanya Skrining BPJS tidak bersifat wajib melainkan hanya imbauan.
Informasi yang menyesatkan. Faktanya Skrining BPJS tidak bersifat wajib melainkan hanya imbauan.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5021736/cek-fakta-tidak-benar-peserta-bpjs-kesehatan-wajib-skrining-kesehatan-sebelum-periksa-ke-fasyankes
- https://www.jamkesnews.com/jamkesnews/berita/detail/bna/36664/20220619/cegah-risiko-penyakit-kronis-bpjs-kesehatan-ajak-peserta-lakukan-skrining-kesehatan
Halaman: 6077/8117





