• (GFD-2022-10558) [SALAH] Video Wakil Ketua Banggar DPR RI Jatuh setelah Menyetujui Penarikan LPG 3 Kg dan Penghapusan Daya Listrik 450 VA

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 23/09/2022

    Berita

    Akun Twitter dengan nama pengguna “Kopipait__78” mengunggah sebuah video yang menunjukkan sebuah rekaman berita insiden Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin Said, yang terjatuh di atas podium. Unggahan tersebut juga disertai narasi yang menyatakan bahwa Said terjatuh setelah menyetujui penarikan LPG 3kg dan penghapusan daya listrik 450 VA.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video Muhidin Said yang terjatuh setelah menyetujui penarikan LPG 3kg dan penghapusan daya listrik 450 VA. Faktanya, video tersebut telah beredar sejak bulan Juni 2022, ketika Said mengalami blackout setelah membacakan laporan hasil pembahasan pendahuluan RAPBN tahun anggaran 2023.

    Video liputan berita dari tvOne seperti yang diunggah oleh akun Twitter “Kopipait__78” sendiri telah diunggah oleh kanal YouTube “tvOneNews” dengan judul video “Insiden Rapat Paripurna, Wakil Ketua Banggar DPR Mendadak Tumbang | Kabar Petang tvOne” pada 30 Juni 2022.

    Berita terkait penarikan LPG 3kg dan penghapusan daya listrik 450 VA sendiri baru mulai beredar sejak tanggal 13 September 2022, 2 bulan setelah insiden Muhidin Said terjatuh di Rapat Paripurna.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “Kopipait__78” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Bukan video Wakil Ketua Banggar DPR RI yang terjatuh setelah menyetujui penarikan LPG 3kg dan penghapusan daya listrik 450 VA. Faktanya, video tersebut telah beredar sejak bulan Juni 2022, ketika Wakil Ketua Banggar DPR mengalami blackout setelah membacakan laporan hasil pembahasan pendahuluan RAPBN tahun anggaran 2023.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10559) [SALAH] Video Penganiayaan Buruh Pribumi di Sulawesi

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 23/09/2022

    Berita

    Akun Twitter dengan nama pengguna “Mencaricinta99” mengunggah sebuah video yang menunjukkan aksi penganiayaan terhadap seorang pria. Dalam utas yang sama, akun Twitter tersebut juga menyatakan bahwa korban penganiayaan adalah seorang buruh pribumi di Sulawesi.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video penganiayaan buruh pribumi di Sulawesi. Video tersebut merupakan video penganiayaan seorang debt collector di Thailand yang gagal menagih pinjaman klien sesuai jadwal.

    Melansir dari media asal Thailand Daily News, debt collector yang menjadi korban penganiayaan gagal menagih pinjaman klien sesuai jadwal. Debt collector tersebut kemudian mengambil uang dari akun klien lain untuk dimasukkan ke dalam akun klien yang belum membayar pijaman.

    Narasi serupa juga pernah beredar dengan narasi bahwa penganiayaan dilakukan oleh anggota PKI terhadap seorang pria yang baru selesai melaksanakan shalat. Artikel dengan topik tersebut telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] “perilaku PKI baru selesai shalat dihajar” yang diunggah pada 21 September 2022.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “Mencaricinta99” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Bukan video penganiayaan buruh pribumi di Sulawesi. Video tersebut merupakan video penganiayaan seorang debt collector di Thailand yang gagal menagih pinjaman klien sesuai jadwal.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10342) [SALAH] Penggunaan masker memperburuk kondisi kesehatan tubuh

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 22/09/2022

    Berita

    Sebuah akun twitter bernama @dinagustavsson mengunggah sebuah tweet dengan klaim masker justru memperburuk kondisi kesehatan tubuh. Dalam cuitan tersebut juga ditambahkan vide yang seorang sedang mengecek kadar O2 dan Co2 dalam maskernya.

    Hasil Cek Fakta

    Dikutip dari laman liputan6.com menurut dr. Decsa Medika H, Sp.PD pada dasarnya penggunaan masker tidak akan mengurangi kadar oksigen yang kita hirup dan tubuh akan tetap membuang CO2 melalui masker. Baik masker kain, masker medis, masker N95, oksigen maupun karbondioksida bisa menembus lapisan masker tersebut jadi tidak mungkin terjadi penumpukan CO2 atau kita kekurangan oksigen. dr. RA Adaninggar. Sp.PD juga memberikan pendapat bahwa masker hanya bisa menangkap droplet ukuran 10 nm ke atas sedangkan O2 dan CO2 ukurannya kurang dari 0,03nm, dan itu kecil sekali, bisa keluar masuk bebas lewat masker sehingga tidak ada pengaruhnya atau menimbulkan penyakit macam-macam.

    Dikutip dari reuters.com alat yang digunakan dalam video adalah alat pengukur karbondioksida. Bernapas langsung ke alatnya dengan atau tanpa masker, akan menghasilkan angka yang tinggi. Normalnya, CO2 di udara normal adalah 0.04% atau sekitar 400 PPM. Saat menghembuskan nafas manusia akan mengeluarkan udara dengan kandungan karbondioksida 4.4%, artinya angka yang seharusnya ditampilkan oleh alat tersebut adalah sekitar 44.000 PPM, jadi 10.000 PPM itu masih jauh di bawah kandungan normal CO2 orang bernafas, itu angka normal tanpa masker.

    Berdasarkan penjelasan di atas, klaim memakai masker memperburuk kondisi tubuh adalah salah dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

    Pada dasarnya penggunaan masker tidak akan mengurangi kadar oksigen yang kita hirup dan tubuh akan tetap membuang CO2 melalui masker. Baik masker kain, masker medis, masker N95, oksigen maupun karbondioksida bisa menembus lapisan masker tersebut jadi tidak mungkin terjadi penumpukan CO2 atau kita kekurangan oksigen, jelas dr. Decsa Medika H, Sp.PD

    Rujukan

  • (GFD-2022-10343) [SALAH] China Sengaja Menutupi Fakta Sejarah Indonesia

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 22/09/2022

    Berita

    Akun Youtube “Al Manhaj” mengunggah sebuah video yang berjudul “AKHIRNYA TERBONGKAR ❗KAMI SENGAJA MENUTUPI SEMUA FAKTA SEJARAH INI”. Dalam unggahan video ini menampilkan gambar presiden China, Xi Jinping dengan latar Indonesia yang seolah-olah mengatakan bahwa pemerintah China sengaja menutupi sejarah Indonesia.

    Hasil Cek Fakta

    Namun setelah melihat isi video tersebut, sama sekali tidak menyebutkan mengenai pernyataan presiden Xi Jinping atau pemerintah China yang sengaja menutupi fakta sejarah Indonesia. Dalam video tersebut berisi ceramah Ustadz Rahmat Baequni mengenai sejarah Islam di Indonesia.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa thumbnail pada video tersebut merupakan hoaks kategori konten dimanipulasi atau manipulated content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Ari Dwi Prasetyo.

    Faktanya, klaim tersebut adalah hoaks. Antara thumbnail dengan isi pada video ini ini tidak memiliki kaitan. Di dalam video tersebut tidak ada pernyataan dari presiden China Xi Jinping yang mengatakan bahwa pemerintah China menutupi fakta sejarah Indonesia seperti yang dimuat dalam thumbnail.

    Rujukan