• (GFD-2022-11037) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video ini Rekaman Bencana Longsor di Cianjur

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 29/11/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim rekaman bencana longsor di Cianjur, Jawa Barat beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 24 November 2022.
    Video berdurasi 1 menit 44 detik itu memperlihatkan sebuah tebing mengalami longsor. Bahkan, sebuah jalan raya yang berada di daerah tebing ikut runtuh.
    Video tersebut berisi narasi yang mengaitkan bahwa longsor itu terjadi di Jalan Cipanas-Cianjur, Jawa Barat.
    "jln cipanas-cianjur sblm sate sinta, tapal kuda, cugenang, cianjur. Pray for cianjur semoga sepat pulih," demikian narasi dalam video tersebut.
    "Terekam, longsor sebelum sate Sinta.. #cianjur," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 183 kali ditonton dan mendapat respons dari sejumlah warganet.
    Benarkah dalam video tersebut merupakan rekaman bencana longsor di Cianjur, Jawa Barat? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim rekaman bencana longsor di Cianjur, Jawa Barat. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images.
    Hasilnya terdapat video identik di situs berbagi video YouTube. Satu di antaranya video berjudul "Watch: Road collapses during dramatic landslide in Himachal Pradesh’s Sirmaur" yang diunggah channel YouTube Hindustan Times pada 31 Juli 2021.
    Berikut gambar tangkapan layarnya:
    Channel YouTube Hindustan Times menuliskan narasi bahwa video tersebut merupakan peristiwa tanah longsor di Sirmaur Himachal Prades, India pada Juli 2021 lalu.
    Jalan tersebut dilaporkan ambruk setelah diguyur hujan lebat cukup lama. Dalam bencana tersebut dilaporkan lebih dari 165 orang terdampar di wilayah Lahaul-Spiti. Sesuai laporan, tiga trekker telah hilang.

    Kesimpulan


    Video yang diklaim rekaman bencana longsor di Cianjur, Jawa Barat ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan longsor di Himachal Pradesh’s Sirmaur, India pada Juli 2021 lalu.
     

    Rujukan

  • (GFD-2022-11061) [SALAH] Judul Artikel Tribunnews.com “Wanita penghadang mobil iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali mengaku melakukan aksinya dibayar Rp. 300.000”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/11/2022

    Berita

    Akun Facebook “Daffa Hafidz Ibni” mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar yang menunjukkan artikel berjudul “Wanita penghadang mobil iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali mengaku melakukan aksinya dibayar Rp. 300.000”.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, judul artikel tersebut merupakan hasil suntingan. Artikel asli yang diunggah berjudul “Pengakuan Wanita Pengadang Mobil Presiden Jokowi: Spontan Saja, Ingin Berfoto”. Hal ini dilihat dari penulis yang bernama Milani Resti Dilanggi dan editor bernama Pravitri Retno Widyastuti. Selain itu ditemukan kemiripan pada gambar artikel tersebut.

    Dengan demikian, Judul Artikel Tribunnews.com “Wanita penghadang mobil iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali mengaku melakukan aksinya dibayar Rp. 300.000” tersebut hoaks dan dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi/Manipulated Content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Ari Dwi Prasetyo.

    Judul hasil suntingan. Faktanya, artikel asli yang diunggah berjudul “Pengakuan Wanita Pengadang Mobil Presiden Jokowi: Spontan Saja, Ingin Berfoto”.

    Rujukan

  • (GFD-2022-11062) [SALAH] Akun WhatsApp Rektor Unnes Martono “085964387457”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/11/2022

    Berita

    Beredar akun WhatsApp Rektor UNNES Martono “085964387457”. Akun tersebut memakai nama dan foto profil rektor Unnes Prof. Dr. S Martono, M.Si. Akun tersebut meminta kode-kode tertentu untuk melakukan hacking terhadap Akun Whatsapp yang dihubungi.

    Hasil Cek Fakta

    Melansir situs pps.unnes.ac.id, nomor tersebut bukanlah nomor Whatsapp Rektor UNNES Martono. Dalam penjelasan situs tersebut, rektor UNNES tidak akan melakukan permintaan yang semacam tersebut melalui Whatsapp. UNNES memiliki berbagai macam aplikasi bantu dan tidak akan meminta kode-kode melalui whastapp semacam di atas. Selain itu, setelah ditelusuri oleh pihak UNNES nomor tersebut merupakan nomor Mahasiswa Pascasarjana yang mengalami hacking.
    Berdasarkan informasi di atas, Akun WhatsApp Rektor Unnes Martono “085964387457”
    adalah hoaks dan masuk kategori konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Ari Dwi Prasetyo.

    Akun palsu. Sudah diklarifikasi oleh situs resmi pps.unnes.ac.id bahwa akun Whatsapp tersebut bukanlah milik rektor UNNES Prof. Dr. S Martono, M.Si

    Rujukan

  • (GFD-2022-11063) [SALAH] Giveaway Soimah 1-5 juta

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/11/2022

    Berita

    Beredar sebuah video siaran langsung Soimah yang dibagikan pada akun Facebook “𝐒𝐨𝐢𝐦𝐚𝐡 𝐋𝐈𝐕𝐄” pada 17 November 2022. Siaran langsung tersebut memperlihatkan 2 sisi layar ketika Soimah sedang makan dengan layar di sebelahnya merupakan angka yang akan digunakan sebagai bahan tebakan penonton untuk mendapatkan hadiah.

    Hasil Cek Fakta

    Namun setelah ditelusuri giveaway tersebut palsu. Soimah melalui akun Instagramnya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat giveaway semacam ini di media sosial manapun.
    “Halo gaes, jangan mudah percaya kalo ada akun abal2 yg meng atas namakan saya, sy gak pernah bikin2 give away apalagi yg katanya live, kebetulan saudara sy dan teman sy iseng2 mantau dan kroscek ke saya, heii … akun goblok, jgn menjadi penipu pake nama orang ya, nanti kamu bakalan kena karma di tipu sama orang lho, untuk teman2 yg budiman sekali jgn pernah percaya, seumur hidup sy gak pernah bikin2 gituan di media manapun, jd kalo ada akun atas nama sy bikin give away, itu jelas palsuuu, karna sy sdh meng informasikan ini, jadi kalo ada apa2 tanggung sendiri resikonya ya” tulis Soimah di unggahannya di Instagram pada 28 Desember 2020.

    Selain itu sumber serupa juga pernah dibahas oleh turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] “Akun Facebook Soimah berbagi berkah” pada 07 November 2022.

    Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, Giveaway Soimah 1-5 juta adalah hoaks dan masuk kategori konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Ari Dwi Prasetyo.

    Faktanya, melalui akun Instagram resmi Soimah menegaskan bahwa tidak ada give away yang dilakukan pada akun media sosial manapun.

    Rujukan