• (GFD-2023-11810) Menyesatkan, Klaim Gempa Turki Dikaitkan karena Negara itu Mengutuk Israel

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 20/02/2023

    Berita


    Sebuah video di Facebook berisi klaim gempa Turki akibat Turki atau Erdogan yang mengutuk Israel. Video tersebut berisi kompilasi situasi evakuasi para korban gempa Turki.
    “Erdogan atau Turki yang mengutuk Israel lalu kena malapetaka gempa bumi, malah dibalas oleh Israel dengan mengirim pertolongan,” tulis narasi pemilik akun.

    Video yang diunggah pada Senin, 13 Februari 2023 telah ditanggapi 5,2 ribuan pengguna Facebook, mendapatkan 1,5 ribuan komentar dan 52 ribu kali ditonton. Namun, benarkah gempa bumi di Turki berkaitan karena negara itu mengutuk Israel?

    Hasil Cek Fakta


    Verifikasi Tempo menunjukkan bahwa kompilasi video yang dibagikan tersebut bagian dari aktivitas tim Search and Rescue (SAR) Israel Defense Forces (IDF) saat mendirikan rumah sakit dan proses evakuasi korban gempa bumi di Turki yang melanda pada Senin 6 Februari 2023, dengan lebih dari 25.000 orang meninggal. 
    Akan tetapi gempa bumi di Turki bukan karena negara itu pernah mengutuk Israel setelah serangan polisi anti huru hara Israel di dalam kompleks masjid Al-Aqsa yang menyebabkan setidaknya 152 warga Palestina terluka pada pertengahan April 2022.
    Menurut para ahli seismologi, Turki merupakan daerah rawan gempa yang terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik yang membentuk kerak bumi, yaitu lempeng Anatolia, Arab, dan Afrika. Dikutip dari situs Forbes, seorang seismolog, Jenny Jenkins, Asisten Profesor Departemen Ilmu Bumi, Universitas Durham, Inggris, Pergerakan lempeng tektonik membangun tekanan pada zona patahan di perbatasannya. Pelepasan tekanan secara tiba-tiba inilah yang menyebabkan gempa bumi dan getaran tanah.
    Gempa terbaru ini kemungkinan besar terjadi di salah satu patahan besar yang menandai batas antara lempeng Anatolia dan Arab: patahan Anatolia Timur atau patahan Transformasi Laut Mati. Ini adalah "strike-slip faults", yang berarti mereka mengakomodasi beberapa gerakan lempeng yang bergerak melewati satu sama lain.
    Sementara daerah ini mengalami banyak gempa bumi setiap tahun yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang sedang berlangsung. Gempa kali ini sangat besar dan merusak karena begitu banyak energi yang dilepaskan.
    Dalam website BBC, Dr Jessica Hawthorne, profesor di Departemen Ilmu Bumi, Universitas Oxford, Inggris, mengatakan meskipun gempa dapat membentuk patahan-patahan baru, di beberapa gempa besar, patahannya telah terjadi sejak awal yang sudah ada diklasifikasi menjadi tiga jenis patahan umum: sesar normal, sesar mundur, dan sesar mendatar.
    Sesar mendatar, jenis patahan ini terjadi ketika dua bidang saling bergesekan satu sama lain secara horizontal. Sesar mendatar biasanya terjadi secara vertikal dan membelah lurus ke bawah, terkadang mencapai kedalaman 15 sampai 20 kilometer. Salah satu contoh adalah Patahan Anatolia Timur, sebuah patahan sepanjang 700 km yang terletak di perbatasan antara lempengan Anatolia dan lempengan Arab di Turki.
    Untuk memverifikasi kebenaran video di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi gambar pakai Keyframe dan menelusurinya menggunakan Yandex Image Search.
    Video 1

    Video menit ke-1:43 ini merupakan salah satu aktivitas para tenaga medis, militer dan relawan Israel yang sedang menyiapkan bantuan terhadap korban-korban gempa bumi di Turki.
    Potongan video ini ditayangkan di channel YouTube CBN News pada 11 Februari 2023 dengan judul "Israeli Rescue Teams Help Find Survivors in Turkey and Syria". Kemudian di i24News berjudul "Israeli delegation sets up field hospital to treat earthquake victims", yang menampilkan sejumlah proses evakuasi korban gempa bumi di Turki.
    Video 2

    Pada menit ke-2:38, Kepala Rumah Sakit Israel Defense Forces (IDF), Brigjen Jenderal Dr. Elon Glassberg, menyampaikan beberapa hal terkait upaya mereka untuk membantu korban bencana gempa bumi di Turki dengan mendirikan rumah sakit.
    “Ini adalah saat yang sulit bagi bangsa Turki, dan kami bangga bisa datang dan membantu. Kemampuan mengirim rumah sakit ke negara lain adalah kemampuan yang unik. Hanya sedikit negara yang mampu melakukan hal seperti itu dan kami bangga menjadi pihak yang datang dan membantu,” kata Glassberg dikutip dari Times of Israel.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tempo menyimpulkan klaim gempa bumi terkait dengan Erdogan/Turki mengutuk Israel adalah menyesatkan.
    Para ahli di bidang seismologi menyebutkan, Turki merupakan daerah yang rawan gempa, karena terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik yang membentuk kerak bumi, yaitu lempeng Anatolia, Arab, dan Afrika.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11812) [SALAH] Desy Ratnasari Meninggal Dunia

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 20/02/2023

    Berita

    “INNALILLAHI: Suasana Rumah Duka Desi Ratnasari, Alm Meninggal Usai Mengidap Penyakit”

    Hasil Cek Fakta

    Kanal Youtube bernama RASIS mengunggah video berjudul “INNALILLAHI: Suasana Rumah Duka Desi Ratnasari, Alm Meninggal Usai Mengidap Penyakit”. Pada thumbnail video tersebut terdapat foto Desy Ratnasari dengan frame karangan bunga.

    Berdasarkan penelusuran, judul serta thumbnail pada video tersebut tidak mencerminkan isi video. Dalam video berdurasi 2 menit 38 detik tersebut, narator menyebut bahwa ibunda Desy Ratnasari yang meninggal akibat mengidap penyakit.

    Dilansir dari kompas.com, ibu artis dan politikus Desy Ratnasari, Mulyanah binti Partadiharja, meninggal dunia pada Senin (18/4/2022). Kabar duka tersebut diumumkan Desy Ratnasari di Instagram-nya. Ia juga memajang foto-foto ibunya dan kebersamaan mereka.

    Kesimpulan

    Informasi keliru. Gambar pada thumbnail video tidak mencerminkan isi video. Dalam video tersebut, narator menyebut bahwa ibunda Desy Ratnasari yang meninggal akibat mengidap penyakit.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11813) [SALAH] Penampakan Kota Ghaib Saranjana Melalui Teropong

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 20/02/2023

    Berita

    “Membalas heri Hati hati bang jangan asal pakai :persevere::persevere: takut gak bisa pulang :sob::persevere: #saranjana #kotasaranjana #mistis #horor

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Tiktok bernama teropong_doraemon mengunggah video yang menunjukkan sebuah kota yang dilihat menggunakan teropong jarak jauh dan diklaim merupakan kota ghaib Saranjana.

    Berdasarkan penelusuran pada video berdurasi 34 detik tersebut, terlihat tampilan kota dengan bangunan gedung-gedung tinggi di seberang laut. Pada detik ke 24, terlihat bangunan ikonik Marina Bay Sands yang berada di negara Singapura.

    Selain itu, berdasarkan penelusuran di Youtube, sebuah kanal bernama AR FunWorld mengunggah video yang memperlihatkan pengambilan gambar menggunakan kamera digital secara zoom ke arah Singapura dari Batam.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa video yang diunggah oleh akun Tiktok teropong_doraemon juga diambil dari Batam.

    Kesimpulan

    Informasi menyesatkan. Tampilan kota yang terlihat di balik kapal-kapal yang dilihat menggunakan teropong pada video tersebut merupakan negara Singapura. Hal tersebut terlihat dari bangunan ikonik Marina Bay Sands di negara tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11814) Keliru, Narasi Ferdy Sambo Tiba di Nusakambangan untuk Jalani Eksekusi Mati

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 20/02/2023

    Berita


    Sebuah video berjudul “Sambo dikirim ke Nusakambangan untuk jalani eksekusi mati”, dibagikan melalui akun Facebook pada Selasa, 14 Februari 2023.
    Konten video itu berisi potongan gambar mirip Ferdy Sambo yang mengenakan pakaian warna oranye dan diapit dua anggota polisi berseragam lengkap. Tidak itu saja, terdapat juga proses jalannya persidangan Sambo di Pengadilan.

    Sampai hari ini, Minggu, 19 Februari 2023, video tersebut sudah disukai 162 ribuan pengguna Facebook dan menerima 11 ribu komentar dan telah ditonton 7,7 juta kali. Namun, benarkah Ferdy Sambo tiba di Nusakambangan untuk menjalani eksekusi mati?

    Hasil Cek Fakta


    Verifikasi Tempo menunjukkan potongan gambar yang menampilkan wajah mirip Ferdy Sambo itu adalah hasil suntingan dari peristiwa yang berbeda waktu dan tempat serta tidak terkait dengan vonis mati.
    Pertama, para tahanan yang memakai baju biru dan mata ditutup kain hitam adalah proses pemindahan narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan di Yogyakarta, Jakarta dan Jawa Barat ke Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. Kedua, tahanan yang mirip Ferdy Sambo itu adalah terduga teroris yang dikawal anggota Densus 88 Antiteror saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis, 18 Maret 2021.
    Untuk memverifikasi kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video itu menjadi gambar pakai tools Keyframe dan menelusurinya menggunakan Yandex Image Search.
    Video Kedatangan di Nusakambangan

    Pada awal video ini, sejumlah polisi bersenjata lengkap terlihat mengawasi tahanan yang turun dari sebuah kapal yang bertuliskan Nusakambangan. Di tengah situasi itu, tampak seorang narapidana, yang wajahnya mirip Ferdy Sambo, berpakaian warna oranye diapit dua Polisi. Bukan hanya dia, ada juga tahanan lain mengenakan seragam warna biru dengan mata ditutup kain hitam.
    Tempo menemukan, potongan video itu sama sekali tidak berkaitan dengan narasi Ferdy Sambo yang dikirim ke Nusakambangan untuk menjalani hukuman mati. Gambar tersebut merupakan gabungan dari dua peristiwa yang berbeda, tapi pengunggah konten video tersebut telah menyuntingnya.
    Sumber: Sindonews
    Pertama, tahanan yang memakai baju biru dengan mata ditutup kain hitam itu sebenarnya proses pemindahan narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan Super Maksimum Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Berita ini sudah diterbitkan di sejumlah media, seperti Sindo News pada 18 Juli 2020 dengan judul 228 “Bandar Narkoba Diboyong ke Lapas Supermaximum Nusakambangan”.
    Sebanyak 228 narapidana bandar narkoba tersebut dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan super maksimum di Nusakambangangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka berasal sejumlah Lapas di Yogyakarta, Jakarta dan Jawa Barat. Narapidana itu menempati Lapas Super maksimum dengan tipe one man one cell.
    Sumber: Jawapos.com
    Sedangkan gambar kedua yakni pria yang mirip Ferdy Sambo, adalah hasil suntingan dari foto terduga teroris yang dikawal anggota Densus 88 Antiteror saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis, 18 Maret 2021. Saat itu 22 terduga teroris tersebut ditangkap selama operasi pencegahan terorisme yang berlangsung di Jawa Timur. Foto aslinya pernah dimuat salah satunya oleh Jawapos.com
    Ferdy Sambo Ajukan Banding
    Dalam arsip Tempo disebutkan bahwa Ferdy Sambo melakukan banding yang telah dilayangkan pada 15 Februari 2023 atas vonis mati yang dijatuhkan majelis hakim. 
    “Sesuai data di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, para terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua yaitu FS, PC, RR, dan KM telah menyatakan banding atas putusan hakim,” ujar Pranata Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 16 Februari 2023.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, narasi Ferdy Sambo tiba di Nusakambangan untuk menjalani eksekusi mati adalah keliru. 
    Potongan gambar yang menampilkan wajah mirip Ferdy Sambo pada konten video itu adalah hasil suntingan dari peristiwa yang berbeda waktu dan tempat serta tidak ada kaitannya dengan vonis matinya. Tahanan yang mirip Ferdy Sambo disunting dari foto terduga teroris yang dikawal anggota Densus 88 Antiteror saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis, 18 Maret 2021.

    Rujukan