• (GFD-2023-11911) [SALAH] Jokowi Perintahkan Tembak Sambo Yang Hendak Melarikan Diri

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 24/02/2023

    Berita

    Akun Youtube Kabar News (https://youtube.com/@kabarnews672) pada tanggal 20 Februari 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa Jokowi memerintahkan tembak Sambo karena hendak melarikan diri. Namun narasi dan video dalam unggahan tersebut malah membahas tanggapan Jokowi tentang vonis yang diberikan kepada Ferdy Sambo dan Bharada E.

    Dalam unggahan video tersebut Presiden Jokowi memberikan pernyataan bahwa semua sudah diputuskan sehingga semua pihak harus menghormati. Dalam hal ini Presiden tidak bisa ikut campur. Karena keputusan tersebut adalah wilayahnya yudikatif serta pengadilan. Jokowi melihat semua keputusan yang ada sudah mempertimbangkan fakta-fakta, bukti-bukti, dan kesaksian dari para saksi yang ada dalam sidang kemarin.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri tidak ada bukti Presiden Jokowi memerintahkan untuk tembak Sambo yang hendak melarikan diri. Namun dalam video yang diupload Kompas.com (https://youtube.com/@Kompascom), Presiden Jokowi menegaskan bahwa segala keputusan merupakan wilayah yudikatif dan wilayah pengadilan. Oleh karena itu Presiden sebagai pemegang eksekutif tidak bisa memberikan komentar banyak terkait hal itu.

    Dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara isi dengan judul video. Dalam thumbnail dan judul video sendiri, akun Kabar News berisi Presiden Jokowi nampak perintahkan tembak Sambo. Sedangkan dalam isi dan narasi pada unggahan tersebut sama sekali tidak menampilkan hal tersebut. Justru yang dibahas adalah respon Jokowi mengenai vonis terhadap Ferdy Sambo dan Richard Eliezer.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan klaim bahwa Presiden Jokowi perintahkan tembak Sambo yang hendak melarikan diri adalah konten yang tidak benar. Faktanya tidak ada bukti konkret yang dapat membuktikan Jokowi memerintahkan hal tersebut. Selain itu vonis hukuman mati hakim terhadap Ferdy Sambo belum final.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11912) [SALAH] Video Bharada E Dipindah ke Nusakambangan

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 24/02/2023

    Berita

    Akun Youtube Kabar News (https://youtube.com/@kabarnews672) pada tanggal 19 Februari 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa Bharada E dipindah ke Nusakambangan agar aman dari ancaman Sambo. Karena faktanya untuk menjaga keselamatan Eliezer, pihaknya mengajukan perpanjangan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

    Video berdurasi 8 menit tersebut, berisi potongan hasil sidang Sambo, Putri Candrawati dan Richard Eliezer dengan narasi bahwa keselamatan Eliezer dalam kondisi terancam. Rupanya narator hanya membacakan artikel yang berjudul “Ferdy Sambo Divonis Mati, Eliezer Diancam Dibunuh!! Kelompok Ini Eksekutornya?” unggahan rajawalinews.id pada 13 Februari 2023.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, diketahui isi potongan video unggahan di atas merupakan video yang diupload kanal Youtube KOMPASTV 19 Februari 2023 lalu. Dengan judul “Demi keselamatan , Eliezer Ajukan Perpanjangan Status Penguak Fakta”. Dalam video itu Ronny selaku pengacara Eliezer mengungkapkan bahwasannya keselamatan Eliezer perlu dijaga agar semua berjalan dengan baik. Lebih lanjut Edwin Partogi selaku wakil ketua LPSK memperjelas bahwa Eliezer akan mendapat perlindungan LPSK selama 6 bulan ke depan terhitung dari bulan Februari.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan klaim bahwa Bharada E dipindah ke Nusakambangan agar aman dari ancaman Sambo adalah konten yang menyesatkan. Faktanya saat ini Bharada E masih ditahan di rutan Bareskrim Polri serta pengajuan perlindungan keselamatan Bharada E diajukan ke pihak LPSK.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11921) [SALAH] Indonesia Ambil Alih Wilayah China

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 24/02/2023

    Berita

    Channel YouTube KABAR HARIAN (https://www.youtube.com/@kabarharian4810) pada 19 Februari 2023 mengunggah video dengan klaim bahwa Bendera Merah Putih kembali berkibar bebas di atas kota Guangxi, China, setelah pasukan Jerman mundur dari wilayah tersebut. Dalam narasi disebutkan bahwa wilayah Guangxi merupakan wilayah perang antara TNI dan sekutu melawan pasukan China-Jerman.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, faktanya narasi yang dibacakan dalam unggahan tersebut merupakan hasil suntingan dari beberapa sumber yang berbeda.

    Pada narasi yang menyebutkan bahwa Indonesia mengusir duta besar dan menurunkan hubungan diplomatik dengan China merupakan hasil suntingan dari artikel milik tempo.co id (https://www.tempo.co/) yang telah diunggah pada 10 Januari 2023. Dalam artikel yang berjudul “Delegasi Jerman dan Lithuania di Taiwan, Cina Gelar Manuver Militer” tertulis bahwa China-lah yang mengusir duta besar dan menurunkan hubungan diplomatik dengan Lituania, bukan Indonesia yang mengusir duta besar China seperti yang dinarasikan pada video.

    Selain itu, narasi yang menyebutkan bahwa pemindahan pasukan TNI ke Guangxi telah selesai pada pagi hari merupakan hasil suntingan dari artikel milik voi.id (https://voi.id/). Dalam artikel asli berjudul “Kementerian Pertahanan Rusia: Penarikan Tentara Selesai Jam 5 Pagi, Tidak Ada Peralatan dan Persenjataan Tertinggal” yang telah diunggah pada 11 November 2022, tertulis bahwa pasukan Rusia-lah yang telah dipindahkan ke tepi timur Dnipro, bukan pasukan TNI yang dipindahkan ke Guangxi.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan klaim bahwa Bendera Merah Putih kembali berkibar di Kota Guangxi setelah TNI berhasil melawan pasukan China dan Jerman adalah konten yang dimanipulasi. Faktanya, narasi yang dibacakan dalam video tersebut diambil dari beberapa sumber yang berbeda.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11922) [SALAH] Tentara Bayaran Australia Ditangkap TNI

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 24/02/2023

    Berita

    Pada 11 Februari 2023, channel YouTube DUNIA BERITA (https://www.youtube.com/@duniaberita2029) mengunggah video dengan klaim bahwa seorang tentara bayaran Australia dari Inggris bernama Shaun Pinner ditangkap militer Indonesia setelah bertempur bersama pasukan Australia. Dalam narasi disebutkan bahwa Pinner yang akan dieksekusi oleh militer Indonesia sempat meminta untuk segera dipulangkan.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran dari beberapa artikel referensi, diketahui bahwa Shaun Pinner merupakan seorang warga Inggris yang berjuang untuk Angkatan Darat Ukraina dan telah ditangkap oleh pasukan pemberontak pro-Rusia, Republik Rakyat Donetsk (DPR). Pinner ditangkap selama pengepungan Mariupol dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan tinggi di DPR.

    Selain Pinner, terdapat pula dua orang lainnya yang juga ditangkap dan dijatuhi hukuman mati, yakni Aiden Aslin yang berasal dari Inggris dan Brahim Saaudun yang berasal dari Maroko. Ketiganya dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan melanggar tiga pasal dalam Undang-Undang Kriminal DPR, yakni aktivitas tentara bayaran (mercenarism) dan perampasan atau penahanan kekuasaan secara paksa.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube DUNIA BERITA merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Setelah dilakukan penelusuran dari beberapa artikel referensi, diketahui bahwa Shaun Pinner merupakan seorang warga Inggris yang berjuang untuk Angkatan Darat Ukraina dan telah ditangkap oleh pasukan pemberontak pro-Rusia, Republik Rakyat Donetsk (DPR). Pinner ditangkap selama pengepungan Mariupol dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan tinggi di DPR.

    Selain Pinner, terdapat pula dua orang lainnya yang juga ditangkap dan dijatuhi hukuman mati, yakni Aiden Aslin yang berasal dari Inggris dan Brahim Saaudun yang berasal dari Maroko. Ketiganya dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan melanggar tiga pasal dalam Undang-Undang Kriminal DPR, yakni aktivitas tentara bayaran (mercenarism) dan perampasan atau penahanan kekuasaan secara paksa.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube DUNIA BERITA merupakan konten yang menyesatkan.

    Rujukan